The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 27 - Kebangkrutan


__ADS_3

"A-apa yang kau katakan, Elin?" Tanyaku dengan penuh keterkejutan.


"Bisakah kau berhenti terkejut setiap saat, Eric? Aku sudah mulai bosan melihatmu terkejut." Jawab Elin sinis.


"Ma-maafkan aku, lagipula aku tidak menyangka hal ini akan terjadi."


"Yah, pada intinya aku telah kehabisan uangku. Total 683 koin emas yang aku miliki sebelumnya telah habis. Termasuk 31 koin emas yang kau berikan padaku."


'Se-sebanyak itu?' Pikirku dalam hati.


700 koin emas jika ditarik menjadi uang yaitu sekitar 25juta Rupiah. Jumlah yang sangat fantastis bagiku yang tidak memiliki uang.


Meskipun aku telah menarik 15 koin emas setap hari di dunia nyata untuk memenuhi kebutuhan hidupku, tapi itu sangatlah minim.


"Eric, berikan lagi uangmu kepadaku. Aku tahu kau masih memiliki sisa 25 koin emas di dalam inventorymu."


'Sialan, dasar skill sialan! Dia bisa melihat semuanya? Bukankah itu terlalu curang?' Pikirku dalam hati.


"Maafkan aku, Elin. Tapi uang itu aku perlukan untuk menyewa kapsul dan membayar biaya kosku. Ah, dan juga untuk makan."


Mendengar jawabanku, Elin nampak terkejut.


"Kau menyewa kamar kos? Bahkan menyewa kapsul?"


Meskipun kami berdua sudah saling bertukar informasi, tapi belum semuanya tersampaikan.


"Kalau begitu keadaannya mau bagaimana lagi. Yang jelas kita berdua harus segera menghasilkan uang, Eric." Lanjut Elin.


"Tapi bagaimana? Bukankah pekerjaanku sebagai penjual monster sudah selesai ketika kau menyebarkan informasi mengenai penahananku oleh Inquisitor?"


Elin hanya terdiam sambil menggigit jarinya. Ia menyadari mengenai kesalahannya sendiri.


Pada saat itu, salah satu pemimpin goblin penambang dengan tingkat Epic mendatangiku.


"Tuan! Kami telah menemukan sesuatu di dalam tempat penambangan!" Teriaknya.


"Antarkan kami berdua kesana!" Jawab Elin dengan tegas.


Emas? Perak? Senjata suci? Atau bahkan buku kuno? Pikiranku bercampur aduk.


Sesampainya di sana, kami melihatnya.

__ADS_1


Sebuah harta yang lebih berharga dari emas.


Sebuah Dungeon asli yang terhubung ke salah satu lokasi penambangan.


Ya, dalam game ini, Dungeon tersebar di seluruh penjuru tempat. Di dalamnya terdapat monster-monster kuat serta boss di ujung Dungeon.


Seluruh monster dan hadiah Dungeon akan direset setiap hari dunia Re:Life.


Dengan kata lain, sebuah Party hanya dapat menyelesaikan Dungeon yang sama sebanyak 1 kali setiap harinya. Belum lagi, mereka harus bersaing dan berebut dengan banyak Party lain yang juga ingin memasuki Dungeon tersebut.


Lalu bagaimana jika sebuah party menaklukkan Dungeon yang sama secara terus menerus setiap hari? Hasilnya sangat fantastis!


Seluruh harta dan hadiah dari penyelesaian Dungeon akan dikuasai oleh satu kelompok saja. Tapi merealisasikannya bukanlah hal yang mudah.


Jika mereka adalah sebuah Party biasa.


Benar. Elin telah menemukan cara yang sangat brilian untuk mengeksploitasi Dungeon ini.


Dengan level Elin yang cukup tinggi, Ia bersama goblin penjaga menjaga seluruh penambang goblin menuju pintu keluar dari Dungeon tersebut.


Hal berikutnya yang dilakukan oleh Elin sangat sederhana.


Ia memerintahkan semua goblin penambang itu untuk menutup pintu masuk Dungeon dengan batuan-batuan dan tanah hasil penambangan. Ia berusaha sebaik mungkin agar penutupan yang terlihat dari luar nampak alami.


Hasilnya?


Elin setiap hari berburu dengan santai di dalam Dungeon Orc tersebut. Seisi Dungeon dipenuhi oleh monster Orc. Mereka nampak seperti goblin dengan wajah yang jauh lebih menyeramkan dan telinga yang pendek.


Selain itu, tubuh mereka cukup besar dan sangat kekar. Mungkin mirip seperti goblin yang telah mencapai tingkat Epic.


Jujur saja aku ingin membuat kontrak dengan mereka tapi notifikasi sistem yang menjelaskan aku bisa membuat kontrak belum juga muncul. Mungkin aku harus membunuh lebih banyak lagi? Entahlah.


Dalam penaklukan Dungeon, Elin mengajak goblin penjaga untuk ikut bersamanya. Alasannya cukup sederhana yaitu untuk meningkatkan level mereka.


Selain itu, tak ada sama sekali Player yang menemukan Dungeon ini.


"Aku mendengar gosip di sebuah Tavern dari para petualang. Mereka semua kebingungan mengenai lokasi Dungeon Orc yang tiba-tiba menghilang. Jujur saja itu sangat lucu dan aku pun berjuang keras untuk tidak tertawa disana hahaha."


Elin tertawa dengan sangat puas ketika menceritakan hal itu padaku. Aku yang memahami situasi para petualang juga tidak dapat menahan tawaku.


Tapi kini semuanya sudah mulai membaik.

__ADS_1


Dengan eksploitasi Dungeon Orc, kami berdua setidaknya memperoleh 20 koin emas setiap harinya dari harta yang ada di ruang boss serta hasil menjual peralatan jelek yang diperoleh.


Tak kusangka, Elin memberikan uang itu padaku.


"Kau membutuhkan ini untuk menyewa kapsul bukan? Kalau begitu ambil saja ini." Ucapnya sambil melemparkan kantung kulit yang berisi koin emas.


"Terimakasih banyak Elin."


"Untuk apa kau berterimakasih? Tentu saja aku sudah mencatat itu dalam daftar hutang yang kau miliki padaku."


Aku yang sudah mulai terbiasa dengan sikap Elin hanya tertawa sambil menggaruk kepalaku.


Kini semua berjalan jauh lebih lancar dari perkiraan Elin.


Penambangan goblin berjalan dengan sangat baik dan tak jarang mereka menemukan emas dan logam berharga lainnya untuk diserahkan kepada goblin pengrajin.


Bagian pertanian dan peternakan juga berjalan sangat baik, hasilnya ditampung dalam sebuah gudang yang dibuat oleh para goblin pengrajin.


Ya meskipun sebenarnya, jumlah makanan yang dihasilkan sudah jauh melebihi kebutuhan para goblin. Hal ini dikarenakan pada saat memburu Orc, sesekali mereka menjatuhkan daging Orc. Saat aku mencobanya rasanya sangat tidak enak. Dagingnya sangat keras untuk dimakan.


Tapi anehnya para goblin itu justru sangat menyukainya. Selama mereka dapat makanan tambahan aku tidak begitu mempermasalahkannya.


Para goblin penjaga yang terus berburu dengan Elin mengalami peningkatan level yang sangat pesat. Kini rata-rata level mereka berada pada angka 35. Goblin yang mampu bertahan melawan Orc yang memiliki level 45 keatas itu sangatlah luarbiasa menurutku.


Dan yang terakhir dari kelompok pengrajin.


Mereka telah membangun tempat tinggal yang cukup untuk 20 ribu goblin, sehingga setengahnya masih belum digunakan. Selain itu, mereka juga menyusun rencana pembangunan, penambangan dan pertanian dengan sangat baik.


Perlengkapan yang dihasilkan oleh para goblin pengrajin itu juga sudah mulai mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan Dungeon buatan ini. Meskipun tingkat item yang mereka hasilkan hanyalah Normal.


Sebagian besar perhiasan yang dihasilkan oleh para pengrajin dijual ke kota oleh Elin seminggu sekali.


Kemudian....


Setelah 1 bulan berlalu di dunia nyata, populasi goblin yang ada di Dungeon buatan ini telah mencapai angka yang sangat mengerikan yaitu 50 ribu goblin.


Saat ini aku dan Elin mampu menghasilkan setidaknya 100 koin emas per harinya. Aku hanya mengambil 30 koin emas setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidupku dan juga sedikit mencicil biaya perawatan Rina. Jika terus berjalan seperti ini, aku yakin biaya pengobatannya akan terpenuhi sebentar lagi.


Sedangkan Elin akan mengambil 70 koin emas. Sisanya akan disimpan dalam ruang harta Dungeon ini. Aku tidak begitu mempermasalahkannya mengingat Ia mengorbankan begitu banyak uang untuk sampai di sini.


Aku dan Elin yang kini mulai sangat akrab saling bekerja tanpa adanya keraguan sama sekali. Hingga pada akhirnya.

__ADS_1



"Kurasa sekarang saatnya mencoba Skill barumu, Eric." Ucap Elin dengan senyuman yang kini terlihat begitu manis.


__ADS_2