
Beberapa hari telah berlalu di dunia Re:Life.
Di pojok jendela menu statusku terdapat angka 05:41:17.
Itu merupakan batasan waktu penggunaan kapsul sewaan ini. Dengan kata lain, aku telah bermain Re:Life selama 6 jam lebih. Karena dunia Re:Life berjalan 10x lebih cepat dibandingkan dengan dunia nyata, hal ini sedikit mempengaruhi mentalku karena aku belum terbiasa bermain lama.
Yang pertama, aku mulai merasakan kantuk di dunia ini meskipun aku tidak membutuhkan tidur.
Yang kedua aku merasakan lapar. Ya, di dunia virtual dimana player tidak membutuhkan makan, aku merasakannya. Meskipun beberapa makanan memberikan buff terhadap status tapi aku tidak begitu memperdulikannya karena harganya cukup mahal. Setelah memakan kentang rebus rasa laparku di dunia maya ini sedikit mereda.
Kemudian yang terakhir, mungkin hanya imajinasiku. Tapi aku mulai tidak memperdulikan monster yang aku panggil seperti dahulu. Pada awal aku memiliki kemampuan ini, aku rela menjadikan tubuhku sebagai perisai agar mereka tidak mati.
Tapi sekarang?
Aku terus menerus memanggil mereka dan menjualnya kepada player yang mendatangiku di dalam tambang. Area penambangan yang kutempati cukup luas dan telah kuberi penerangan minimal berupa obor.
Benar apa yang dikatakan oleh pria petualang yang kutemui 3 hari yang lalu. Banyak petualang yang akan berminat dengan bawahan yang jinak.
Dalam 3 hari ini aku menghasilkan uang lebih banyak daripada yang bisa kubayangkan.
Untuk tiap goblin kecil yang belum diberi sigil, mereka dapat terjual antara 3 hingga 5 silver tergantung seberapa baik pembeli menawar harga.
Sedangkan untuk goblin yang telah kuberi sigil dapat terjual hingga 20 silver. Wajar saja, kekuatan mereka jauh lebih besar.
Sebagai percobaan, aku mencoba untuk memberikan sigil sebanyak 3 kali kepada 1 ekor goblin yang sama. Hasilnya sunggu luar biasa. Tubuhnya menjadi sebesar manusia, mungkin sedikit lebih besar. Otot-otot yang ada di tubuhnya sangat kekar dan status growth mereka tidak kalah dari manusia.
Memberikan 3 sigil pada 1 goblin meningkatkan rarity goblin itu dari Normal menjadi Epic. Membuat monster yang awalnya lemah ini menjadi setara dengan player dalam hal growth status.
__ADS_1
Tapi sayangnya saat aku mencoba untuk memberikannya sigil untuk keempat kalinya, sistem memberikan notifikasi bahwa aku tidak dapat melakukannya. Sesuai dengan deskripsi skill yang ada bahwa aku tidak dapat memberikan sigil kecil kepada monster yang sudah berada di tingkat Epic. Meski demikian, aku puas dengan hasil uji coba yang kulakukan.
Salah seorang petualang bahkan menawar goblin tingkat Epic ini dengan harga 2 emas. Tanpa pikir panjang aku segera melepaskannya.
2 koin emas setara dengan 200.000 Rupiah. Jika ditarik menjadi uang asli, setelah pajak maka aku akan menerima sekitar 70.000 Rupiah. Ya, hampir menutupi sepertiga dari biaya sewa kapsul selama 12 jam hanya dari seekor goblin.
Total penghasilanku selama 3 hari ini?
Aku tidak menghitung berapa banyak goblin yang terjual tapi saat ini aku telah mengantongi 31 koin emas. Jumlah yang sangat fantastis. Jika kucairkan menjadi uang aku akan memperoleh sekitar 1.000.000 Rupiah. Lebih banyak dari gajiku kemarin.
Meskipun aku sangat menyukai kondisi saat ini, aku juga tidak bisa lengah.
Untuk berjaga-jaga dari penipu maupun dari pembunuh, aku menyimpan 200 goblin di Soul Container milikku.
Benar, beberapa skillku telah meningkat semenjak aku melakukan pemanggilan massal ini.
Levelku juga terus meningkat dengan pesat. Meskipun goblin yang aku panggil telah mengikuti orang lain, aku masih memperoleh EXP dari perburuan yang dilakukan oleh mereka. Meskipun kini hanya menjadi 10% karena goblin itu memiliki 2 tuan. Tapi itu bukanlah masalah.
Pada akhirnya levelku melejit dengan cepat dari level 24 menjadi 35 dalam 3 hari di dunia game. Sungguh hasil yang membuat diriku sendiri merasa ngeri.
"Sekarang bisnis penjualan monsterku berjalan sangat lancar, kurasa aku akan keluar dari kapsul sebentar untuk mengamankan uang yang aku miliki." Gumamku pada diriku sendiri.
Aku masih trauma mengenai insiden Straf. Maka dari itu aku tidak ingin mengambil resiko.
Aku memberikan perintah kepada 2 goblin tingkat Epic yang tidak kujual untuk menyampaikan kepada pelanggan yang datang untuk menunggu sebentar. Mereka berperan penting sebagai penjaga jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Setelah itu aku segera Log Out.
Pintu kapsul terbuka dengan perlahan. Jika dirasakan kembali, kapsul persewaan ini lebih nyaman daripada yang kumiliki. Namun ada hal yang membuatku kesal. Waktu peminjaman terus berjalan meskipun aku berada diluar. Aku segera mengunci kapsul yang kusewa dan meninggalkan ruang kapsul.
'Dasar licik' pikirku dalam hati.
__ADS_1
Aku pun segera menuju ke lobi penukaran uang. Jumlah orang yang ada di lobi ini sangat ramai. Sebagian besar berada di bagian transaksi 'Beli' atau menukarkan uang asli menjadi uang digital di dunia Re:Life.
'Enak sekali ya mereka, memiliki sisa uang untuk digunakan dalam game.'
Jujur saja aku sedikit iri melihat pemandangan ini. Tapi aku segera memantapkan hatiku dan mengantri di bagian 'Jual'.
Antrinya cukup lama. Meskipun ada 20 lebih petugas di bagian 'Jual' aku masih harus menunggu hingga 15 menit hingga giliranku tiba.
"Silakan masukkan identitas Anda." Ucap petugas dengan lembut sambil menunjukkan ke layar komputer yang ada dihadapanku.
Setelah mengisi seluruh data mengenai akunku, petugas itu mengkonfirmasi mengenai transaksiku.
"Apakah sudah benar bahwa Anda akan menukarkan 30 koin emas di dalam game?"
"Ya, benar." Jawabku singkat.
Petugas itu kemudian mengetikkan sesuatu pada komputer di hadapannya. Kemudian sesaat setelah itu terdengar suara yang sangat merdu di telinga.
'Bbbrrrtttt'
Suara alat mesin penghitung uang.
"Setelah dipotong pajak, uang yang akan Anda terima yaitu Rp. 1.220.000. Silakan, Tuan."
'Bukan jumlah yang buruk!' Pikirku dalam hati.
Petugas wanita itu menyerahkan uang kepadaku sambil tersenyum. Aku segera meninggalkan tempat itu dan menyimpan uang itu di dalam Waistbag yang selalu kukenakan.
Setelah urusan pengamanan uang selesai, aku segera kembali ke dalam kapsul dan bersiap untuk melayani pelanggan berikutnya.
__ADS_1