The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 58 - Elin Vs Leo


__ADS_3

Dalam sekejap, Elin segera membuka jendela menu di hadapannya. Ia mengabari Eric melalui pesan singkat pada menu pertemanan. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan oleh Player yang dapat memberikan Player keunggulan mutlak akan informasi jika dibandingkan dengan NPC.


Tapi tentu saja, beberapa NPC dengan kecerdasan tingkat tinggi memahami hal itu dan mampu memanfaatkannya demi keuntungannya sendiri.


Seperti Leo.


Ia menyadari mengenai Elin yang hanya duduk diam di pojok Tavern dan terlihat mengotak-atik jendela menu di hadapannya. Entah karena instingnya atau pengalamannya, Leo paham jika harus membiarkan gadis kecil itu bergerak semaunya terlebih dahulu. Tujuannya? Tentu saja agar membuatnya lengah.


‘Sialan! Sialan! Sialan! Padahal Dungeon Origin baru saja selesai beberapa hari yang lalu! Kenapa mereka sudah sampai disini?! Terlebih lagi…. Aku harus segera kembali secara diam-diam.’ Pikir Elin dalam hati.


Elin berpura-pura untuk melanjutkan makan dan minumnya di Tavern itu sambil menunggu Leo pergi bersama Pria yang sebelumnya berkata akan menunjukkan jalan.


Beberapa puluh menit telah berlalu.


‘Kurasa sudah cukup kan ya?’ Pikir Elin dalam hati. Ia juga sudah menerima balasan dari Eric yang mengatakan bahwa Ia akan tetap bersembunyi di Dungeon Origin. Yang terpenting saat ini adalah merahasiakan keberadaan Dungeon itu.


‘Meskipun aku dan Eric mati beberapa kali, itu bukanlah masalah besar selama Dungeon masih tersembunyi dengan baik.’ Ucap Elin dalam hati sambil beranjak dari kursi kayu itu.


Ia segera keluar dari Tavern namun tidak mengarah ke Pegunungan Alpa, melainkan ke Desa Hige.


Jalanan menuju Desa Hige dari Kota Torka cukup sepi dan kebanyakan merupakan padang rumput. Beberapa pepohonan ada di sisi jalan dan terkadang juga ada hutan. Berpapasan dengan Player maupun NPC di malam hari sangatlah jarang.


Tapi Elin sadar….


Sejak beberapa menit berjalan Ia telah diikuti oleh seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Leo.


‘Bagus, teruslah ikuti aku! Semakin jauh dari….’


Belum sempat menyelesaikan ucapannya dalam hati, Elin dikejutkan oleh bilah pedang yang mengarah ke tubuhnya.


“Sialan! Apa yang kau lakukan!” Teriak Elin.


Leo yang mendengar itu cukup terkejut karena Elin mampu menghindari pedangnya.


“Aku sangat yakin kau memiliki suatu hubungan dengan Summoner. Jika kau mau bekerjasama dengan kami, aku akan meminta pengampunan kepada Dewi Celestine untukmu.” Balas Leo.


“Hah? Apa yang kau maksu….” Mata Elin terbelalak sangat lebar setelah melihat Leo melepaskan topeng perak miliknya.


Ya, sejak di dalam Tavern, Elin tidak mampu melihat status dari Inquisitor itu. Karena sudah pernah mengalaminya pada saat bertemu dengan Neo, Ia tidak begitu terkejut. Tapi yang lebih mengerikan adalah fakta bahwa status yang disembunyikan dibalik topeng itu….


[Nama : Leo Celestica]


[Ras : High-Human]


[Level : 282]


[Rebirth : 4 kali]


Health Point : 138.195


Mana Point : 367.520

__ADS_1


Stamina Point : 48.790


Attack Power : 7.651


Magic Power : 11.589


Defense : 3.118


Status :


[Informasi diblokir oleh suatu item!]


‘Hah?! A-apa maksudnya ini?!’ Pikir Elin terkejut.


‘NPC melakukan Rebirth?!’


Meskipun hampir seluruh fitur dunia ini tersedia bagi NPC dan Player, tentu saja untuk mengaksesnya sangatlah sulit. Terutama fitur Rebirth. Syarat utamanya yaitu mencapai Level 151. Bagi NPC yang memiliki kehidupan dan umur terbatas, mereka akan lebih dahulu tiada sebelum mencapai level itu.


Tapi jika mereka pernah menggapai level itu satu kali saja, mereka akan dilahirkan kembali sama seperti namanya. Rebirth. Atau bisa juga disebut dengan kelahiran kembali.


NPC yang melakukan Rebirth akan memulai ulang dari Level 1 serta kembali menjadi bayi. Akan tetapi seluruh pengetahuan dan kemampuan mereka akan tetap utuh. Termasuk juga bonus Growth Point.


Tapi berbeda dengan Player yang memiliki akses terhadap fitur jendela menu sistem, NPC tidak mampu menggunakan sistem. Oleh karena itu, Growth Point yang mereka peroleh akan dialokasikan secara otomatis.


“Jika dilihat dari ekspresi wajahmu, nampaknya kau mampu melihat sesuatu di balik topeng ini ya?” Tanya Leo sambil tersenyum.


“Yah, apapun itu, kau akan menerima hukuman karena bersekutu dengan musuh umat manusia. Semoga Dewi Celestine akan mengampunimu.” Lanjut Leo.


Peningkatan hukumannya? Akan ditentukan oleh Dewa atau Dewi yang mereka layani.


Lalu apakah Dewa dan Dewi ini merupakan NPC?


Ya, mereka adalah NPC tingkat tertinggi yang memiliki otoritas tertinggi serta kecerdasan ekstrim dari Super Computer Genesis. Akan tetapi itu merupakan kisah untuk lain waktu. Sekarang….


‘Ttraaangg!!!’


‘Claangg!!’


Suara benturan antara Crystal Dagger milik Elin dan Leo terdengar cukup nyaring.


Meskipun mengenakan zirah berat, pergerakan Leo jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan Elin yang merupakan tipe Assassin. Tak hanya itu, kekuatan serang, daya tahan, kemampuan sihir, semuanya jauh melebihi Elin.


“Armor Breaker!” Teriak Elin sambil mengayunkan dua buah belati miliknya ke arah Leo.


Tanpa diduga, Leo hanya diam tanpa mencoba untuk menangkis serangannya.


[Anda telah memberikan 11 damage!]


[Anda telah memberikan 23 damage!]


[Anda telah memberikan 7 damage!]

__ADS_1


[Anda telah memberikan 9 damage!]


[Pertahanan lawan menurun sebesar 20%]


[Divine Blessing of Celestine telah aktif!]


[Penurunan pertahanan telah ditahan oleh Skill lawan!]


“Sialan! Apa-apaan ini?!” Teriak Elin kesal melihat notifikasi sistem yang ada di hadapannya. Ia tak percaya bahwa dirinya yang telah mencapai level 144 bahkan hanya mampu memberikan damage 2 digit!


“Apakah kau sudah mengerti perbedaan kekuatan antara kita berdua? Segeralah menyerah dan katakan semuanya padaku.” Ucap Leo dengan tenang sambil menyarungkan pedangnya. Hanya dari adu pedang sesaat tadi, Leo telah memahami bahwa kemungkinan dirinya kalah atau kehilangan Elin adalah 0%.


“Hah! Kau bisa membunuhku sesuka hatimu tapi aku tidak akan pernah mengatakan apapun padamu!” Teriak Elin membalas ancaman Leo.


“Apakah kau yakin dengan itu? Aku sudah memperoleh beberapa informasi bahwa persembunyian Summoner ada di deretan Pegunungan Alpa. Aku hanya perlu mengatakannya kepada Uskup Agung dan seluruh kerajaan di dunia ini akan mengirimkan pasukannya untuk mengubur kalian. Selain itu….”


“Information Extraction….” Ucap Leo dengan lirih sambil membuka telapak tangan kanannya. Seketika muncul sebuah cahaya berwarna biru yang menyelimuti telapak tangan itu.


Tanpa perlu menggunakan skill Observer miliknya, Elin sudah tahu apa maksud dari skill itu. Pengambilan informasi secara paksa.


“Mana Zone : Depletion!”


Tepat sesaat sebelum tangan kanan Leo menyentuh kepala Elin, seluruh tempat dalam radius 15 meter di sekitar Elin kering akan Mana. Baik Elin maupun Leo kehilangan seluruh mana miliknya seketika. Skill milik Leo pun gagal untuk diaktivasi.


Tanpa membuang banyak waktu, Elin dengan segera memanfaatkan situasi ini.


“Hahaha…. Sampai jumpa, Inquisitor! Lain kali aku akan mengalahkanmu!” Teriak Elin dengan keras sambil memotong lehernya sendiri berkali-kali. Pedang Leo yang masih disarungkan di pinggangnya tak cukup cepat untuk menghentikan tindakan Elin.


[Anda telah menerima 4.591 damage!]


[Anda telah menerima 3.893 damage!]


[Anda telah menerima 4.211 damage!]


[Anda telah menerima 5.427 damage!]


[Anda telah mati!]


[Level Anda dikurangi sebanyak 5 level!]


[Anda tidak dapat mengakses Re:Life selama 24 jam waktu dunia nyata!]


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...

__ADS_1


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...


__ADS_2