The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 165 - Tortuga Port


__ADS_3

“Selamat datang di pelabuhan Tortuga. Anda adalah Tuan Eric dan Tuan Rendy benar?” Ucap seorang Pria dengan pakaian bangsawan berwarna merah itu. Kepalanya nampak mengenakan sebuah topi dengan bulu.


“Ah ya, benar. Kau adalah….” Tanyaku kebingungan.


“Perkenalkan. Nama saya adalah Earl Dredrock, penguasa di pelabuhan Tortuga ini.” Ucapnya singkat sambil sedikit membungkukkan badannya.


“Ah! Maaf karena tidak mengenali Anda dengan segera!” Balasku terkejut.


“Tenang saja, Yang Mulia telah menyampaikan bahwa dua orang pahlawan akan datang kemari untuk menumpas Sea Serpent yang mengganggu pelabuhan ini selama beberapa waktu. Hal yang wajar untuk menyambut pahlawan secara langsung.” Ucapnya sambil terus membungkukkan badannya.


“He-hentikan sikap formal ini. Aku tidak terlalu terbiasa. Sekarang, bisakah kau menjelaskan situasinya?” Tanyaku singkat.


Rendy hanya terdiam dengan tatapan kosong. Nampaknya Ia sama sekali tak memahami situasi ini.


“Mari, ikut denganku.” Ucapnya sambil memandu jalan.


Ia mengantarkan kami berdua ke sebuah bangunan kantor yang cukup besar dan memiliki 4 lantai. Bahan utamanya adalah bata dan batuan marmer yang cukup indah.


‘Jadi inikah kantor pemerintahan tempat ini?’ Ucapku dalam hati sambil memandangi papan nama di depan bangunan itu.


Setelah memasuki bangunan ini, Dredrock memandu kami ke lantai 4.


Di dalam ruangan itu, nampak 4 orang yang telah duduk rapi dan sedang menikmati teh mereka.


“Perkenalkan, dua orang ini adalah pahlawan yang dikirimkan oleh Yang Mulia.” Ucap Dredrock dengan senyuman yang lebar.


“Ah, selamat datang Tuan Pahlawan.” Ucap seorang pria berkumis dan mengenakan kacamata. Namanya adalah Markov. Seorang pemimpin Guild Pedagang di Pelabuhan Tortuga ini.


“….” Sedangkan Pria tua di sebelahnya hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya. Namanya adalah Rofus. Seorang pemimpin para pengrajin kapal.


“Selamat datang.” Ucap singkat seorang Wanita yang cukup anggun itu. Ia memiliki rambut biru yang diikat dengan indah. Di tangan kanannya nampak dengan jelas sebuah pipa rokok yang sangat indah. Ia adalah seorang pemimpin dari Guild Petualang di pelabuhan ini. Namanya adalah Rebeca.


“Hah! Jangan seenakmu sendiri mengaku sebagai seorang pahlawan! Aku tidak percaya dengan bocah ini!” Teriak seorang Pria paruh baya dengan banyak bekas luka di wajahnya. Namanya adalah Marcus. Seorang pimpinan militer di wilayah Selatan Kerajaan Farna. Termasuk Pelabuhan Tortuga.


“Marcus! Jangan bersikap tidak sopan dengan sang pahlawan! Yang Mulia sendiri yang memilih mereka! Apakah kau meragukan keputusan Yang Mulia?!” Teriak Dredrock sambil menatap tajam ke arah Marcus.


“Aku tidak bisa mempercayai bocah sepertinya adalah pahlawan! Biarkan aku….” Ucap Marcus sambil berusaha menarik pedang yang tersarung dengan rapi di pinggangnya.


Tapi sebelum sempat menyelesaikan tindakannya, sebuah peluru sihir melesat dengan cepat melewati wajahnya.


‘Duaaar!’


Peluru sihir itu menghantam tembok di belakang tubuh Marcus dan memberikan kerusakan yang cukup besar. Lebih tepatnya…. Lubang yang cukup besar.


“A-apa yang barusan….” Teriak Marcus kebingungan.


“Apakah kau masih meragukanku, Marcus? Aku bisa meladenimu di lapangan barak, tapi aku yakin ada masalah yang lebih serius dari itu kan?” Ucapku sambil mengarahkan Staff of Enigma milikku tepat ke wajahnya.


“Bocah ini berani-beraninya kau! Jangan berlagak sombong karena bisa melontarkan sihir rendahan seperti Magic Missile! Benda seperti itu bahkan takkan mampu memberikan goresan kepadaku!” Teriak Marcus.


Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya.


“Hoo…. Jadi kau tahu bahwa itu adalah sihir rendahan? Baiklah, sekarang bagaimana dengan ini?” Ucapku sambil mengaktifkan sihir tingkat Unique dengan cepat.


Sebuah lingkaran sihir putih keemasan yang cukup besar muncul di ujung tongkatku.


Bagi yang memahaminya pasti sudah tahu sihir apa yang sedang kugunakan.


“Ja-jangan katakan….” Ucap Marcus dengan wajah yang dipenuhi dengan keringat.


Tapi sebelum sihir itu aktif, aku menggeser tongkatku ke samping.


Seketika, sebuah cahaya yang sangat terang muncul dan membuat garis lurus ke arah langit yang seakan tiada ujungnya. Apapun yang ada di arah cahaya itu, meleleh hingga tak tersisa. Termasuk tembok ruang kantor ini.


Beberapa puluh detik berlalu dengan keheningan. Suara yang terdengar hanyalah melelehnya dinding ruangan itu karena terkena sinar yang sangat panas ini.


‘Bruk!’


“Extermination ray…. Ku pikir sihir itu hanya berada di dalam dongeng….” Ucap Marcus dengan lemas sambil terjatuh ke lantai.

__ADS_1


“Untung saja aku masih berbaik hati tak mengarahkan sinar itu ke wajahmu, Marcus. Jika kau terus meragukanku maka tak ada pilihan lain. Aku takkan membantu kalian menghadapi krisis ini.” Ucapku sambil menurunkan tongkatku.


“Masbro! Keren sekali! Apakah aku juga bisa mempelajari serangan itu?!” Teriak Rendy heboh.


‘Bocah ini…. Tidak bisakah dia memahami situasinya?’ Pikirku dalam hati.


Tapi aku segera mengangguk untuk menenangkannya.


...***...


...Beberapa saat kemudian…....


“Jadi itulah yang terjadi, Tuan Eric.” Ucap Dredrock setelah penjelasan yang begitu panjang lebar.


“Kehadiran Sea Serpent itu merusak perdagangan dengan Kerajaan Ilandis. Pemasukan Kerajaan Farna menurun hingga 40% karena sebagian besar pendapatan kami adalah dengan menjual persenjataan, perhiasan dan bahan tambang yang telah diolah kepada Kerajaan Ilandis.” Sambung Markov.


“Petualang yang bergabung di Guild kami juga tidak ada yang mampu menumpas monster dengan level diatas 200 itu. Fuuuuh….” Jelas Rebeca sambil menghembuskan asap putih itu,


“Parahnya lagi, kemiliteran Kerajaan Farna sedang dalam kondisi terpuruk….” Ucap Marcus sambil menundukkan kepalanya.


Aku hanya bisa terkejut karena tak menyangka bahwa hal ini dapat terjadi.


‘Monster yang seharusnya berada di tengah lautan itu…. Kenapa bisa sampai di pesisir pantai? Bahkan hingga melakukan penyerangan kepada manusia?’ Tanyaku pada diriku sendiri dengan penuh keheranan.


“Masbro, ada apa?” Tanya Rendy singkat.


“Aku hanya bingung kenapa monster yang seharusnya ada di tengah laut ini tiba-tiba berpindah tempat ke pesisir pantai.” Balasku singkat sambil menopang daguku dengan tangan kananku.


“Bukankah itu sudah jelas bahwa ada yang mengusik habitat mereka? Aku mempelajarinya di kelas ekologi bahwa…..”


Ocehan Rendy terus menerus berlanjut. Tapi aku telah menyadarinya sejak awal perkataannya.


“Terusik?! Apa yang bisa mengusik monster berlevel 200 sebanyak itu dari habitatnya?!” Tanyaku yang kini semakin bingung sambil memperhatikan peta di hadapanku.



...***...


...Perbatasan antara Kerajaan Rafador dengan Teokrasi Julia...


Nampak dengan sedikit samar-samar sebuah rantai raksasa yang menancap di suatu monster di dalam laut. Rantai itu memiliki panjang lebih dari 500 meter dengan ukuran tiap mata rantainya mencapai 40 cm.


Di ujung rantai itu, nampak 8 orang yang bergelantungan tak karuan. Mereka terhempas kesana kemari karena tarikan sang monster yang begitu kuat.


“Luna! Robert terjatuh! Selamatkan dia!” Teriak seorang Wanita berambut kecoklatan itu, Camila.


“Akan kuusahakan!” Teriak Luna sambil melompat dan melepaskan pegangannya pada rantai besar itu. Ia segera terjun dan masuk ke dalam air.


‘Water Breathing.’ Ucap Luna dalam hati sambil menyelam. Ia segera menggunakan beberapa sihir cahaya untuk menerangi gelapnya laut ini.


Setelah menemukan Robert, Ia segera mendekat dan membuka portal untuk mereka berdua. Setelah melewati portal itu, mereka segera berpindah ke langit dan kembali terjatuh. Tapi kali ini, Luna memegangi Robert yang mengenakan jubah pendeta itu dengan erat.


‘Sraat!!!’


Luna segera menggapai rantai itu dan memegangnya dengan kuat.


“Robert! Bertahanlah! Purify!” Teriak Luna seraya menyembuhkan Robert yang sedang terkena banyak status negatif termasuk [Fainted] itu karena tenggelam di laut.


“Angie! Seberapa lama lagi hingga 4 orang yang lain akan segera Log In untuk bertukar shift?!” Teriak Camila dengan keras.


‘Grrrrr!!!!’


Suara monster laut ini terdengar begitu nyaring dan memekikkan telinga semua orang yang ada di sekitarnya.


Di balik itu semua, terdengar teriakan yang cukup keras.


“10 menit lagi! 4 orang yang akan Log Out bersiaplah! Kita tak bisa melepaskannya setelah perjuangan sejauh ini!” Teriak Angie.


Ia nampak sedang berada di bagian tengah rantai itu. Di tangan kanannya, nampak dengan jelas sebuah tombak perak dengan ornamen emas yang indah.

__ADS_1


[Dragon Impaler Spear + 12]


[Rarity : Legendary]


[Pembuat : Aamori]


[Atribut]


Attack Power : 18.250 – 22.100


Attack Speed : + 54%


Strength : + 82%


Agility : + 56%


[Efek Khusus]


Super Reinforced Material


Efek : Tombak ini tidak akan pernah patah karena penempaan yang sangat ekstrim. Meningkatkan durabilitas tombak sebesar 200%.


Ego Weapon


Efek : Senjata memiliki kesadaran diri dengan AI tingkat rendah. Memungkinkan untuk memanggil senjata dari manapun. Meningkatkan akurasi lemparan senjata dengan ekstrim.


Dragon Impaler


Efek : Senjata memiliki kekuatan dahsyat yang mampu menembus sisik naga yang terkenal sebagai yang terkeras di dunia ini. Meningkatkan Defense Penetration sebesar 90% dan setiap serangan memiliki peluang kecil untuk mengabaikan efek pertahanan dari skill atau sihir.


Setiap serangan biasa akan memberikan damage tambahan sebesar 1% total Attack Power yang mengabaikan seluruh defense lawan. Meningkatkan daya serang kepada monster berukuran raksasa dan ras naga sebesar 300%.


Sedangkan di hadapan Angie, terlihat dengan jelas nama monster yang sedang dikejarnya bersama dengan kelompoknya.


[Exiled Ancient Demon King]


[Leviathan]


[Ras : ???]


[Level : 786]


Health Point : 94.213.117.920


Mana Point : 12.863.136.650


Stamina Point : 3.951.564.800


Attack Power : ???


Magic Power : ???


Defense : ???


Wujud monster ini sangatlah mengerikan yaitu menyerupai naga dengan tubuh yang sangat panjang dan besar, bersisik biru, dan memiliki kekuatan mutlak ketika berada di dalam laut.


Ukurannya?


Panjangnya saja tidak diketahui dengan pasti, meski begitu, kelompok ini menganggap bahwa setidaknya Leviathan memiliki panjang tubuh yang melebihi 1.000 meter.


Setelah perburuan selama 3 bulan waktu dunia nyata yang tanpa henti serta perjuangan mati-matian….


Akhirnya kelompok ini mampu memangkas Health Poinnya sebesar 89%.


Meskipun....


Perburuan mereka yang selama 2 tahun lebih di dunia Re:Life itu menyebabkan pengaruh yang tak terduga di dunia ini.


Termasuk mereka yang mulai menjauh dari tempat awal perburuan mereka di tengah Laut Dalam Himira, Utara Kerajaan Doran. Kini.... Mereka mulai mendekati peradaban umat manusia.

__ADS_1


__ADS_2