
...Istana Kota Forgia...
Pemandangan yang ada di tempat yang seharusnya sangat megah dan indah ini hanyalah puing-puing bangunan yang telah hancur lebur. Semua itu dikarenakan hujan batu berapi milik Lucien.
Kembali ke 2 menit sebelum Raja Trias dibunuh oleh Lucien….
‘Duarr! Duaarr!! Duaarrr!!!’
Terlihat ledakan yang terjadi secara terus menerus dari arah Istana. Seluruh Prajurit dan Ksatria yang melihatnya nampak mulai resah.
“Cepat! Yang Mulia tak mungkin menahan monster itu sendirian!” Teriak seorang Ksatria.
“Count Arlond! Apakah benar musuhnya sekuat itu?!” Tanya Ksatria lainnya.
“Musuhnya adalah Iblis tingkat tinggi. Kita harus segera menolong Yang Mulia.” Balas Arlond.
Mereka semua berlari ke arah Istana dengan sekuat tenaga. Jumlah mereka yaitu 500 Ksatria serta sekitar 8.000 Prajurit. Prajurit yang lain masih sibuk mengungsikan penduduk yang berada di dekat lokasi pertempuran.
Semua berharap bahwa Raja Trias dapat memenangkan pertarungan itu.
Meski begitu….
Kenyataan yang terjadi sungguh pahit. Di hadapan seluruh Ksatria dan Prajurit nampak sosok Raja Trias yang dihujani batuan berapi secara terus menerus. Tubuhnya nampak terkoyak secara perlahan hingga pada akhirnya berubah menjadi cahaya putih.
“Ti-tidak mungkin?!”
“Apa-apaan ini?!”
“Yang Mulia?!”
Seluruh Ksatria dan Prajurit merasa ngeri melihat pertarungan berat sebelah yang terjadi. Tapi diantara seluruh Ksatria dan Prajurit yang nampak ngeri, terdapat satu orang yang melangkahkan kakinya ke reruntuhan Istana itu.
“Count Arlond? Apa yang kau lakukan? Menyingkir dari sana! Jika Yang Mulia bahkan tak mampu untuk melawannya maka….”
Beberapa Ksatria nampak mencoba menarik tubuh Arlond. Sementara yang lain berusaha untuk membujuknya. Tapi semua itu sia-sia.
“Lepaskan aku. Iblis sialan itu…. Aku sendiri yang akan membunuhnya!” Teriak Arlond sambil mengambil pedang yang disarungkan di pinggang kirinya.
‘Deeerr!!!’
Arlond segera melompat dan meluncur ke Arah Lucien yang masih terbang di langit.
“Fufufu…. Akhirnya kau datang. Sekarang, eh?! Apa yang kau lakukan?!” Tanya Lucien kebingungan yang melihat Arlond berusaha sekuat tenaga menyerangnya.
‘Slaassh!!!’
Arlond mengayunkan pedang Adamantite itu dengan sangat cepat dan bahkan mampu menggores leher Lucien yang masih tak siap untuk menerimanya.
[Anda telah memberikan 842 damage!]
“Kau…. Membunuh Yang Mulia seperti itu?! Kurasa semua Iblis memang sama! Termasuk Tuanmu itu!” Teriak Arlond dengan wajah yang dipenuhi kemarahan.
Seluruh Ksatria dan Prajurit merasa ngeri melihat kekuatan Arlond. Perkataannya bahkan membuat ngeri mereka semua.
Di dalam benak para Prajurit dan Ksatria....
'Count Arlond.... Apakah Anda pernah membunuh banyak Iblis sebelumnya?!'
'Sungguh, sosok yang benar-benar pantas untuk menyandang gelar Pahlawan....'
Sementara itu, Lucien masih kebingungan mengenai tindakan Arlond.
__ADS_1
Memang benar bahwa rencananya adalah untuk melakukan pertarungan dimana Arlond akan berpura-pura untuk mengalahkan Lucien. Tapi ini?
“Arlond. Tenangkan dirimu.” Bisik Lucien sambil memukulnya di bagian dada.
‘Bruk!! Duaarr!!!’
Tubuh Arlond terlempar hingga ke tanah. Seluruh tempat di sekitar dengan radius mencapai 3 meter mengalami kerusakan parah hanya dari menerima tubrukan tubuh Arlond.
[Anda telah menerima 1.931 damage!]
Notifikasi itu kembali muncul di hadapan Arlond. Tapi Ia menghiraukannya begitu saja. Hal yang wajar karena dirinya yang kini telah mencapai level 187 memiiki total Health Point mencapai 600.000 lebih.
Arlond segera bangkit dan bersiap untuk kembali menyerang Lucien.
“Count Arlond!” Teriak beberapa Ksatria yang berada di dekatnya.
“Kalian semua dukung aku dari belakang! Ksatria yang bisa menggunakan sihir penyembuh dan peningkatan kekuatan, berikanlah kepadaku!” Teriak Arlond dengan lantang.
Kini, tubuh Arlond yang tak terlalu kekar itu nampak mulai dikelilingi oleh cahaya putih keemasan. Semua orang yang melihat sosoknya saat ini hanya bisa terpukau akan keindahannya.
Itulah efek dari Skill [Heroic King’s Spirit] yang merupakan bagian kecil dari Buku Kuno : Heroic King.
[Heroic King’s Spirit]
[Passive Skill]
Efek : Meningkatkan seluruh status sebesar 0 – 50% tergantung dari perbedaan kekuatan antara pemilik Skill dan lawan. Status dapat ditingkatkan lagi sebesar 20% jika banyak orang yang mendukung pemilik Skill.
[Heroic King’s Charisma]
[Passive Skill]
Efek : Meningkatkan afinitas seluruh NPC tipe manusia sebesar 20 poin ditambah 50% ketika berada dalam pihak yang sama. Efek akan meningkat sebesar 2x lipat jika pemilik Skill memiliki status sebagai seorang Raja.
[Passive Skill]
Efek : Membuka teknik pedang baru : Heroic King’s Swordmanship, yang akan meningkatkan Attack Power sebesar 50% dan Attack Speed sebesar 25%. Mengurangi penggunaan Mana Point untuk semua skill pedang sebesar 25%. Mengurangi Cooldown semua skill pedang sebesar 20%.
Efek akan meningkat seiring dengan level teknik Heroic King’s Swordmanship hingga maksimal akan menjadi 3 kali lipat dari efek awal.
[Raise Banner]
[Active Skill]
[Mana Cost : 40.000]
[Cooldown : 10 menit]
Efek : Mengangkat bendera Raja yang akan memberikan Buff kepada seluruh pasukan ras manusia yang ada di pihak pengguna Skill. Meningkatkan seluruh status sebesar 10% dan keberanian pasukan sebesar 100% selama 5 menit.
Batasan : Harus menggunakan Item yang memiliki bendera Kerajaan di pihak pengguna Skill agar Skill dapat diaktifkan.
Beberapa skill yang lain masih terkunci karena teknik penguasaan yang dimiliki Arlond masih belum mencukupi. Tapi Ia sangat yakin bahwa hanya dengan ini saja sudah cukup.
Arlond segera menyarungkan pedangnya dan mengambil panji Kerajaan Farna di dalam Inventorynya. Penampilan panji ini sangat indah dengan kain besar berwarna abu-abu dengan lambang api merah membara di tengahnya.
“Raise Banner!” Teriak Arlond sambil mengangkat panjinya setinggi mungkin.
Seketika, seluruh pasukan yang ada, tidak hanya di area reruntuhan istana saja, melainkan di seluruh Kota Forgia ini menerima efek Buff yang luarbiasa. Buff yang paling penting menurut Arlond adalah peningkatan keberanian pasukan.
“Kalian semua!!! Kita harus mendukung Count Arlond!!!”
__ADS_1
“Wuuuoooohh!!!”
“Hidup Count Arlond!!!”
Semua Prajurit dan Ksatria yang ada sontak kehilangan seluruh rasa takut mereka terhadap Iblis bernama Lucien. Mereka mengangkat senjata mereka. Beberapa nampak mengangkat pedang, beberapa mengangkat tombak, sedangkan sisanya nampak mengangkat busur dan panah.
“Strengthening!”
“Defense Up!”
“Shield!”
“Physical Barrier!”
Seluruh Ksatria yang memiliki Skill tipe Support atau Buff segera menggunakannya dan memberikannya kepada Arlond. Bahkan beberapa dari Buff yang diberikan saling tumpuk antar satu sama lainnya.
Kini, tubuh Arlond tak hanya diselimuti oleh cahaya putih keemasan. Melainkan banyak cahaya dengan berbagai warna karena banyak sekali Buff yang diberikan kepadanya.
Semua itu membuat Arlond menjadi seorang monster yang mungkin saja….
“Fufufu…. Aku telah membunuh Raja kalian! Bukankah kalian sadar bah….”
'Deeerrr!'
Arlond melompat dengan sangat kuat dan melesat ke arah Lucien.
Sebelum Lucien sempat menyadarinya, terjadi sesuatu yang jauh melampaui dugaannya.
‘Sraaaat!!! Brukk!’
Tangan kiri Lucien yang sejak tadi membuat gestur untuk merendahkan Arlond dan seluruh Prajurit yang ada di bawahnya….
Kini telah terhempas dan jatuh di tanah.
Di hadapan Arlond, muncul sebuah notifikasi yang seharusnya tak mungkin bisa Ia lihat sebelumnya.
[Anda telah memberikan 87.424 damage!]
[Anda telah memotong tangan kiri target!]
[Target telah menerima efek Bleeding!]
[Target menerima 1.000 damage per detik karena efek Bleeding!]
Tak berhenti sampai di situ, Arlond segera meraih tangan kanan Lucien dan melemparkan tubuhnya ke tanah.
‘Duaarrr!!’
Terjadi hantaman yang sangat keras hingga menghancurkan sisa-sisa bangunan yang masih berdiri itu. Semua ini mampu terjadi karena Lucien sama sekali tak siap dan tidak menduga bahwa Arlond akan… lebih tepatnya dapat melakukannya.
Setelah itu, Arlond mulai terjatuh kembali ke tanah dan kini berdiri tepat di samping tubuh Lucien yang telah terkapar di puing-puing bebatuan.
Menyadari hal yang barusan terjadi, Lucien nampak terkejut.
"Arlond? Apa yang kau lakukan?" Tanya Lucien kebingungan.
Dengan senyuman yang lebar, Arlond membalasnya dengan suara yang cukup lirih.
“Apa yang kau katakan? Tenang saja, bukankah semua ini hanyalah sandiwara? Jangan sungkan-sungkan untuk menyerangku, karena saat ini aku sangat yakin bisa mengalahkanmu!” Teriak Arlond sambil mengarahkan pedangnya di wajah Lucien.
Mendengar hal itu, Lucien nampak tersenyum lebar.
__ADS_1
“Fufufu…. Perkataan yang menarik! Tapi jangan sombong dulu karena barusan aku sedikit lengah!"