The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 37 - Pertempuran di Reinard 1


__ADS_3

Ibukota Kerajaan Rena, Reinard.


Sisi Selatan.


Di depan dinding yang menjulang tinggi melindungi kota ini, terdapat 30 ribu pasukan goblin dengan senjata seadanya. Pedang kecil yang telah mulai usang serta perisai kecil yang terbuat dari kayu. Pakaian dari kulit hewan yang compang-camping. Itulah perlengkapan yang digunakan para goblin.


Di hadapan mereka terdapat 14 ribu prajurit manusia dengan perlengkapan yang luarbiasa. Zirah besi yang kokoh, perisai besi yang sangat besar dan kuat, tombak yang panjang dan kuat, pedang yang mampu menebas tubuh seperti mentega serta kuda yang dilapisi besi. Itulah penampilan dari Ksatria Berkuda dari Federasi Pedagang.


Prajurit pejalan kaki juga memiliki penampilan serupa. Zirah besi yang kuat serta pedang dan perisai dari besi yang masih nampak mengkilap.


Pasukan pemanah mereka menggunakan zirah besi ringan serta pakaian dari kulit hewan yang membungkus tubuhnya dengan rapi. Di tangan kirinya terdapat busur yang kuat serta di belakang tubuhnya membawa setidaknya 30 anak panah. Di samping tubuh mereka terdapat sebuah pedang kecil yang digunakan pada saat pertarungan jarak dekat.


Jumlah mereka?


2.500 Ksatria berkuda.


3.000 Pemanah.


8.500 Prajurit pejalan kaki.


Melawan 40 ribu pasukan goblin yang dipimpin oleh 2 Goblin Warior serta 2 Goblin Shaman di lapangan terbuka hanya membuat mereka kehilangan 1000 pasukan.


Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan.


Tak cukup sampai di situ, di belakang barisan pasukan mereka juga terdapat 8 Trebuchet atau pelontar batu besar yang berguna untuk merobohkan dinding. Selain itu juga terdapat 4 Battering Ram yang berguna untuk mendobrak gerbang pertahanan.


Menurut hasil pengintaian dari goblin yang telah dikirim Elin, mereka membangun alat-alat berat itu selama perjalanan kemari dengan menggunakan pepohonan di hutan yang mereka lewati.


Sementara itu aku dan Elin hanya memimpin 30 ribu goblin dan 8 ribu prajurit pertahanan. Ditambah lagi yaitu 12 ribu goblin yang tersisa dari pertempuran sebelumnya di hutan wilayah Timur.


“Keadaannya cukup sulit….” Gumamku pada diriku sendiri.


“Aku setuju denganmu Eric. Mengingat kemampuan pasukan berkuda mereka di medan yang rata, kita juga akan mengalami kekalahan yang sama di sini.” Balas Elin.


Ya, diluar tembok pertahanan Reinard merupakan medan yang cukup rata sehingga memberikan keunggulan terhadap pasukan berkuda. Yang membuat pertempuran ini berbeda hanyalah adanya tembok yang harus kami lindungi. Benar, tidak ada lagi pilihan untuk kabur kali ini.


“Chris sialan, kenapa dia masih belum kembali? Sudah 3 hari kita mempersiapkan pasukan pertahanan di dinding ini, tapi dia masih belum kembali?” Teriak Elin dengan penuh kekesalan.


Chris yang pada awalnya sangat heboh dengan 5 juta koin emasnya kini hilang entah kemana. Apakah Ia masih belum menemukan pandai besi legendaris itu?


Tanpa negosiasi dan menunggu aba-aba, sebuah batu berukuran besar terlempar ke arah dinding Kota Reinard.

__ADS_1


‘Duuuaaarrrr!!!’


Suara benturan antara batu besar itu dengan dinding sangat keras hingga menyakitkan telinga banyak orang. Prajurit yang bersiaga di tembok itu juga mengalami nasib yang cukup buruk.


“Sialan! Apakah mereka berencana untuk melempari kita dengan batu itu hingga akhir?!” Teriak Elin penuh rasa marah.


“Jika terus begini, bukankah dinding pertahanan akan hancur seutuhnya?” Tanyaku pada Elin.


“Bisakah kau tidak mengajukan pertanyaan bodoh saat ini, Eric? Aku sedang berpikir keras.” Jawab Elin sambil menggigit jarinya.


“Maaf.”


Aku merasa hanyalah pengganggu di tempat ini. Tak bisa melakukan apapun untuk merubah situasi yang mengerikan ini.


“Kita akan menyerang mereka Eric! Kita harus menghancurkan peralatan berat itu sebelum….”


‘Duaaaaarrrr! Duaaaarrr!!!’


Beberapa batu besar kembali melayang ke arah tembok. Namun kali ini beberapa di antaranya meleset dan jatuh di belakang tembok, menghancurkan banyak rumah penduduk.


“Kita akan maju, Eric! Tinggalkan prajurit penjaga di dalam tembok untuk situasi tidak terduga!” Teriak Elin sambil melompat dari atas dinding. Ia telah mengenakan peralatan tempurnya dan bersiap untuk ikut bertarung.


Aku pun segera memerintahkan goblin yang ada di luar tembok untuk maju menyerbu pasukan musuh. Goblin Shaman yang ada di sampingku ku beri tugas untuk memberikan sinyal kepada goblin yang bersembunyi di hutan untuk menyerang musuh dari belakang.


Menghadapi serbuan 30 ribu goblin, pasukan musuh nampak tenang. Prajurit pejalan kaki bergerak kedepan dan membuat formasi Shield Wall atau dinding perisai. Mereka berbaris rapi sambil menyiapkan perisai mereka sehingga membentuk seperti dinding. Pasukan di baris kedua dan ketiga mengangkat perisai mereka menghadap langit untuk menjaga dari lompatan goblin.


Sementara itu, pemanah dari Federasi Pedagang sudah menyiapkan busur mereka dan siap menembak kapanpun perintah diberikan.


Pada saat itu….


“Tembak!” Teriak Jendral Pasukan, Burner, dengan lantang.


Seketika, ribuan anak panah melesat ke udara dan mengarah ke serbuan puluhan ribu goblin itu.


‘Wuooshh! Clap! Jleb!’


Ribuan panah itu seketika menusuk tubuh goblin yang hampir tidak memiliki pertahanan itu. Ribuan goblin tewas seketika dan berubah menjadi cahaya hanya dari sekali tembakan panah itu.


“Sialan!” Teriak Elin dengan sangat keras. Ia segera memerintahkan goblin itu untuk membuat jarak yang cukup lebar antar goblin untuk menghindari serangan langsung dari panah.


Tapi sebelum semua itu terlaksana, gelombang kedua dari anak panah itu sudah menancap ke tubuh para goblin.

__ADS_1


“Sialan, sialan, sialan!” Teriak Elin marah. Ia segera bergerak secepat munkin ke dalam barisan pemanah musuh dan bersiap untuk membunuh sebanyak mungkin dari mereka.


Pembantaian pasukan pemanah yang dilakukan oleh Elin berjalan dengan sangat mulus. Berbekal Crystal Dagger miliknya, Ia mampu menebas dengan sangat cepat sebelum musuh mampu bereaksi terhadap serangannya.


Saat itu juga, Goblin Shaman yang telah kuperintahkan untuk memberi sinyal telah melaksanakan tugasnya.


‘Duaaaarrrr!!!’


Suara petir yang sangat keras serta bola api yang besar di langit memberikan sinyal kepada goblin yang bersembunyi di hutan untuk segera menyerang. Mereka pun bergerak dengan sangat cepat untuk menyerang sisi belakang pasukan Federasi.


Tak hanya diam, Ksatria berkuda dari Federasi memanfaatkan celah yang dibuat oleh goblin pertahanan. Usaha mereka membuat jarak yang lebar untuk mengurangi kerusakan dari pemanah justru menjadi pedang bermata dua. Barisan mereka yang tidak rapat merupakan mangsa empuk dari para Ksatria berkuda.


Suasana peperangan menjadi sangat kacau.


Dari Selatan terdapat 12 ribu goblin yang menyerang dari hutan dengan tujuan utama yaitu menghancurkan alat berat dan pemanah.


Sementara itu, 30 ribu goblin yang bergerak dari dinding Kota Reinard saat ini sedang menghadapi 2 musuh. Yang pertama yaitu prajurit pejalan kaki yang telah membuat dinding perisai, menghadangi tujuan mereka untuk melenyapkan alat berat. Kemudian dari samping terdapat serangan dari Ksatria berkuda yang tidak mengenal ampun.


8 ribu prajurit pertahanan masih berjaga di atas dinding Kota Reinard. Mereka semua merasa ngeri dan putus asa melihat situasi pertempuran ini.


“I-ini bukanlah pertempuran! Ini adalah pembantaian!” Teriak ngeri salah satu prajurit yang bersiaga di atas dinding.


“A-apakah kita juga a-akan dibantai seperti itu?”


“Tidak! Aku tidak ingin mati!”


Seketika suasana yang ada di atas dinding pertahanan hancur. Moral pasukan anjlok hingga rata dengan tanah melihat jumlah pasukan goblin yang sebanyak itu dibantai dengan mudah.


Lalu bagaimana denganku?


Aku hanya bisa terdiam di tempat tanpa mampu memikirkan apapun melihat kengerian yang ada di depanku.


“Aku memang orang yang tidak berguna….”


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...

__ADS_1


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...


__ADS_2