The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 121 - Time Skip


__ADS_3

...17 Juli 2073...


Waktu terus berlalu begitu cepat semenjak aku mulai bekerja keras di dunia nyata.


Terlebih lagi, kini aku tak hanya belajar di kursus pengusaha itu melainkan juga harus menghadiri berbagai rapat dan pembahasan mengenai pengembangan Grandia Apartment.


Sebagai permulaan, setelah Elin kembali dari Jakarta beberapa hari yang lalu Ia telah membawa beberapa investor yang menjanjikan.


Mereka telah menginvestasikan puluhan miliyar Rupiah kepada Grandia Group. Sebagai gantinya, mereka akan meminta sebagian kecil saham dari Grandia Group.


Setelah mengamati beberapa berkas dan kontrak perjanjiannya, aku merasa ini adalah keputusan yang tepat. Bukan hanya dari segi penambahan dana tapi juga penambahan koneksi di dunia bisnis ini.


Pembangunan pun terus menerus berlanjut.


Sedangkan untuk Re:Life? Aku hanya bisa melihat berita melalui televisi dan ponselku pada saat beristirahat. Jujur saja, aku merasa bahwa sebuah direktur untuk menggantikan diriku dan Elin sangat diperlukan karena kurangnya waktu bahkan untuk mengurusi diri sendiri.


Sedangkan untuk Dungeon Treasure, penjajah terus menerus datang setiap harinya.


Meskipun, jumlahnya hanya beberapa puluh orang saja setiap Partynya. Party yang menyerbu terdiri dari Player Elit yang setidaknya telah melakukan Rebirth sebanyak 2 kali dan level diatas 150.


Setidaknya, itu adalah hal yang dikatakan Elin berdasarkan laporan dari Oliver dan Lucien. Tentu saja, aku tidak bisa memperoleh EXP dari penjajah dungeon itu karena aku tidak Log In pada saat penjajahan.


Meski begitu, aku tetap senang karena EXP masih diperoleh para monster yang menjaga Dungeon itu. Terlebih lagi, beberapa penjajah akan menjatuhkan item dan barang-barang berharga mereka.


...***...


...2 September 2073...


Pendidikanku berjalan dengan sangat lancar.


Kini, aku tak lagi perlu bergantung pada Elin dan Rina untuk mengambil keputusan berat. Bahkan, aku mampu memimpin rapat dengan sangat baik tanpa kehadiran Elin.


Lalu bagaimana dengan Elin? Kini Ia memiliki waktu luang tambahan karena diriku yang mulai mampu memimpin Grandia Group. Hasilnya, Ia mulai mengikuti pendidikan formal yang juga menerapkan teknologi Accelerated Thoughts.


“Maafkan aku, Erik. Tapi aku ingin membantumu lebih baik lagi kedepannya. Tidak masalah kan?” Ucap Elin dengan tatapan mata yang berbinar.


“Tentu saja. Serahkan saja Grandia Group kepadaku. Jika aku kebingungan mengenai suatu permasalahan, maka aku akan menghubungimu atau Rina.” Balasku singkat.


Dengan demikian, aku dan Elin mulai jarang bertemu.


...***...


...28 September 2073...


Kerajaan Farna membentuk pasukan dengan skala raksasa untuk menaklukkan Dungeon Misterius itu.


Pasukan yang terbentuk mencapai angka lebih dari 100.000 prajurit reguler, 40.000 lebih Player level tinggi dan 8.000 ksatria elit.


Mereka dipimpin oleh para Bangsawan dari Kerajaan Farna dan menyerbu Dungeon dengan persiapan yang sangat matang, mulai dari kebutuhan potion, antidote, makanan, minuman, tenda, peralatan masak dan lain sebagainya.


Penyerbuan itu berlangsung selama 3 hari dan mengalami kegagalan total. Seluruh penyerbu termasuk para bangsawa tewas di dalam Dungeon, tepatnya di lantai 13.


Para player yang tergabung dalam misi penaklukan itu menyatakan bahwa terdapat boss lantai yang sangat kuat di lantai 10.


Pertempuran di zona kabut yang membunuh lebih dari setengah pasukan, serta zona gua yang memecah belah formasi pasukan karena lorong yang sangat sempit dan gelap menyebabkan kekalahan ini.

__ADS_1


Pada akhirnya, Kerajaan Farna mengalami kemunduran kekuatan militer secara signifikan dan berpeluang besar diserang oleh kerajaan tetangga, termasuk Kekaisaran Avertia.


Tak hanya itu, ekonomi di Kerajaan Farna mulai mengalami keterpurukan. Beberapa ahli ekonomi dunia menyatakan bahwa keterpurukan ekonomi itu akan berlangsung selama lebih dari 10 tahun di Kerajaan Farna.


...***...


...12 November 2073...


...Kulon Progo...


...Daerah Istimewa Yogyakarta...


Pembangunan Grandia Apartment ini berjalan dengan sangat lancar dan diprediksi akan selesai pada akhir bulan Desember tahun 2073.


Kenapa bisa begitu cepat? Tentu saja karena pekerja yang mengerjakan pembangunan Apartment ini sangatlah banyak dan menggunakan teknologi termaju di bidangnya.


Tak hanya itu, pembangunan berlangsung selama 24 jam setiap harinya dengan pembagian 3 shift kerja. Sebagai gantinya, Grandia Group harus menghabiskan dana yang sangat besar untuk bagian pembangunan. Tapi itu bukanlah masalah yang besar.


Desain perumahan elit ini yaitu dua buah gedung kembar 15 lantai utama dan 4 lantai bawah tanah sebagai tempat parkir. Kedua gedung dibangun di bagian Timur dan Barat kompleks perumahan ini dengan luas tanah total mencapai 2 hektar.


Kedua gedung itu dipisahkan oleh sebuah taman raksasa yang mengelilingi seluruh kompleks perumahan ini. Taman ini akan menjadi tempat bermain dan bersantai bagi para penghuni apartemen.


Sedangkan di bagian Selatan terdapat sebuah gedung yang tak kalah besar dengan jumlah lantai sebanyak 12. Gedung ini merupakan kantor pusat bagi Grandia Group yang akan memfasilitasi seluruh pegawai di sini. Tentunya, gedung ini adalah yang paling pertama dibangun dan kini sudah berfungsi.


Pada lantai 11 dan 12 gedung kantor ini memiliki larangan masuk yang ketat.


Tentu saja karena kedua lantai itu merupakan rumah baruku. Sedangkan Elin kini menempati sebagian besar ruangan di lantai 11 itu. Sebagian dari lantai 11 yang dekat dengan elevator utama akan dijaga oleh petugas keamanan.


Elevator utama itu hanya sampai di lantai 11 dan untuk pergi ke lantai 12 harus menaiki tangga di ujung lantai ini. Tentu saja, termasuk melewati petugas keamanan.


Dengan kata lain, tak ada orang yang bisa lewat selain keluargaku dan orang yang telah diijinkan.


Mega Mall yang juga diberi nama Grandia itu dibangun di atas lahan seluas 4 hektar dengan 7 lantai utama dan 3 lantai bawah tanah.


Bukan sebuah mall termegah yang pernah ada. Tapi setidaknya merupakan pijakan yang kuat bagi Grandia Group.


Pada akhirnya, Grandia Group menghabiskan lebih dari 700 miliyar Rupiah dengan penyumbang terbesar yaitu diriku sendiri.


Tentu saja, aku masih memperoleh sebagian besar uang dari dalam Re:Life melalui Item buatan Tasmith dan juga Drop dari para penjajah di Dungeon Treasure.


...***...


...18 November 2073...


Hari ini sedikit lebih heboh dari hari biasanya. Bagaimana tidak, sebuah berita Re:Life yang cukup menggemparkan dunia muncul.


...[Seseorang telah membaca buku kuno!]...


Itulah Headline berita yang ada. Tapi dikarenakan aku masih terlalu sibuk untuk belajar dan mengurus usahaku sendiri, aku tak terlalu mengambil pusing akan hal itu. Lagipula, aku yakin bahwa identitasnya akan terungkap seiring dengan berjalannya waktu.


Tak hanya itu, informasi mengenai keterpurukan ekonomi di Kerajaan Farna telah menjadi pengetahuan umum. Sebagian besar Player yang tinggal di Kerajaan itu kini telah bermigrasi ke Kerajaan yang lain.


...***...


...27 November 2073...

__ADS_1


Kehebohan dari dunia Re:Life kembali mengguncang dunia. Tapi bukan hanya karena masalah sepele seperti seseorang yang telah membaca buku kuno. Melainkan sebuah hal yang jauh lebih besar.


...[Seorang pendekar tombak legendaris telah terlahir!]...


Itu adalah notifikasi yang muncul di seluruh hadapan Player pada saat mereka masih berada di dalam dunia virtual itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi, mereka semua segera Log Out dan mencoba untuk menyampaikannya ke dunia nyata.


Tentu saja, banyak sekali para ahli yang berspekulasi mengeai sang pendekar tombak legendaris itu.


Stasiun Televisi besar juga terus menerus mengundang para MeTuber terkenal seperti Nico untuk menyampaikan pendapatnya mengenai siapa sebenarnya sosok itu. Meski begitu, mereka cukup menyesal karena tidak bisa mengundang Angie.


Angie belum pernah muncul kembali di jejaring sosial sejak saat itu.


Seluruh komentar yang ada di Channelnya terus menerus bertanya mengenai keberadaannya saat ini. Tak jarang mereka mendoakannya agar segera sembuh dari penyakit apapun yang mungkin menimpanya.


Tapi alasan utama kebanyakan stasiun televisi cukup menyesal tanpa adanya Angie adalah rating siaran mereka yang tak terlalu tinggi. Bahkan, video Angie yang diunggah lebih dari 5 bulan yang lalu memiliki penonton yang lebih banyak dari sebagian besar saluran TV.


...***...


...19 Desember 2073...


Keterpurukan ekonomi yang ada di Kerajaan Farna semakin parah. Kini terlihat beberapa perpecahan antara pihak keluarga Kerajaan Farna dan para Bangsawan.


Beberapa ahli sejarah dan juga ahli tata kenegaraan membuat prediksi bahwa perang saudara antar kedua belah pihak itu akan segera terjadi. Mereka juga memperingatkan kepada para Player yang ada di sana untuk segera mengungsi ke Kerajaan yang lain.


...***...


...21 Desember 2073...


Hari ini adalah hari yang sangat istimewa dan membahagiakan bagiku. Bagaimana tidak?


Aku akhirnya lulus dari seluruh mata pelajaran di kursus yang mematikan itu. Jujur saja aku berkali-kali mengalami sakit kepala karena waktu belajar dan bekerja yang terlalu padat selama itu. Tapi aku berhasil melampauinya.


Hasilnya?


Kini tak ada lagi rasa ragu-ragu dalam diriku ketika menentukan sebuah keputusan besar. Tentu saja, semua itu didasarkan pada perhitungan yang berlangsung di dalam kepalaku.


Terlebih lagi, aku sama sekali tidak merasa gugup pada saat diwawancarai oleh beberapa wartawan.


Tidak seperti diriku pada saat awal mendirikan Grandia Group ini. Aku yang saat itu hanya bisa bersembunyi di balik punggung Elin agar Ia menjelaskan semuanya kepada para wartawan.


Jika dijumlah secara total, waktu belajarku yang sebenarnya telah mencapai 5 tahun di dunia pendidikan virtual itu. Sebuah waktu belajar yang takkan pernah terbayangkan bagi diriku yang dulu. Tentu saja, waktu yang berlalu di dunia nyata hanya selama 6 bulan.


Sedangkan Elin? Ia berencana untuk menamatkan pendidikannya yang membutuhkan waktu hingga bulan Januari tahun 2074.


Aku juga telah berjanji kepada Elin dan orangtuaku bahwa setelah kami berdua lulus dari pendidikan yang tertunda ini, kami akan segera menikah.


Bagaimana pun, Elin dan aku telah tinggal di bangunan yang sama dan hanya dipisahkan oleh satu lantai terlalu lama. Dimana itu? Tentu saja di bagian kantor pusat Grandia Group di Kulon Progo.


Kedua orangtuaku menilai bahwa kami berdua sebaiknya segera menikah. Salah satu alasannya yaitu untuk menghindari munculnya skandal yang dapat mempengerahui reputasi kami di dunia bisnis.


Mungkin aku akan membahas hal itu lain waktu. Tapi kini….


Segera setelah aku lulus dari kursus itu, aku memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga dari semua harta dan kekayaan yang kumiliki saat ini.


Ya, aku memperoleh 9 jam waktu harian yang sangat berharga.

__ADS_1


Dengan ini….


Aku bisa kembali bermain Re:Life cukup lama setiap harinya.


__ADS_2