
...Kerajaan Salvation...
...Kota Reinard...
Di Ibukota Kerajaan yang tengah tertidur dibalik gelapnya malam ini, nampak ribuan orang muncul dari balik ratusan portal yang ada.
'Tap! Tap! Tap!'
Semua prajurit melangkahkan kakinya dengan hati-hati. Mereka semua pergi ke posisi yang telah ditentukan untuk menyiapkan Large Scale Magic yang membutuhkan lebih dari 100 penyihir tingkat ahli untuk dibuat.
Semua prajurit yang memiliki peranan dalam mengaktifkan sihir itu segera bergerak ke posisi masing-masing.
Dari atas langit, terlihat barisan pasukan penyihir yang membentuk lingkaran raksasa yang mengelilingi Kota Reinard secara keseluruhan.
Mereka semua berdiri di atas menara pengawas di bagian dinding Ibukota itu.
Dengan bantuan skill [Sleep] yang membuat lawan di sekitarnya tertidur pulas, mereka semua dapat menyusup dengan sangat mudah dan rapi.
Sedangkan pasukan yang lain bergerak kesana kemari dalam proses menggambar lingkaran sihir yang sebesar kota itu. Memanfaatkan merkuri atau raksa, mereka berhasil menggambar keseluruhan lingkaran sihir hanya dalam waktu lima menit saja.
"Bukankah kita tidak memiliki peran apapun jika seperti ini?" Tanya Ilham sambil berjalan mengikuti Arlond.
"Kau benar. Lalu kenapa Arlond menyewa kita?" Tanya Grund yang juga ikut kebingungan.
Tapi Angie menjawab dengan sangat sederhana.
"Apa yang Pria itu butuhkan hanyalah kemampuan Luna untuk membuat gerbang. Selain itu, Pria itu telah menyiapkan segalanya."
Mendengar jawaban Angie, semua anggota Rebellion merasa ngeri. Bagaimana tidak, seorang Player dengan santainya bisa menaklukkan kota ini hanya dengan kecerdikannya.
Meski dengan modal pasukan dan NPC yang sama, hanya sedikit orang yang bisa memikirkan hal ini. Tentu saja, masalah terbesarnya adalah....
"Bagaimana caranya mencetak prajurit sekuat itu? Belum lagi Pahlawan Farna itu?" Tanya Angie keheranan.
Keenam Pahlawan Farna itu telah berada di posisi mereka. Yaitu di tiap sisi Ibukota ini untuk berjaga-jaga jika terjadi suatu hal yang diluar dugaan.
"Kalian semua bersembunyilah. Biarkan aku yang mengurusi semua ini sendiri." Ucap Arlond sambil meminta semua anggota Rebellion untuk bersembunyi.
Pada saat itu juga....
'Braaakk!'
Arlond membuka pintu istana itu dengan sangat kuat dan berteriak.
"Chris! Aku membawa tawaran perdamaian untukmu!"
Chris yang melihat sosok Arlond sangat terkejut. Bagaimana mungkin Raja dari Kerajaan yang sedang dilawannya itu justru ada di sini?
Menepis keheranan itu, Chris mencoba untuk bersikap tenang dan memberi isyarat kepada para bawahannya untuk membunyikan lonceng penanda adanya penyusup.
Tapi sebelum menyelesaikan langkah keduanya, mereka semua terhenti karena ucapan Arlond.
"Sedikit saja kau melakukan tindakan yang mencurigakan untuk memanggil para penjaga, aku akan segera memberikan sinyal untuk meratakan Kota ini dengan sihir skala besar."
Mendengar hal itu, Chris terkejut bukan main.
"Kau.... Bagaimana bisa?!"
Tapi Arlond mengabaikan pertanyaan itu dan segera menjelaskan tuntutannya.
__ADS_1
"Terimalah 'perdamaian' ini dan bayarlah ganti rugi yang kami alami sebesar 60.000.000 koin emas. Jika kau menerimanya, maka aku akan mengampuni Ibukotamu ini, beserta kota-kota yang lain. Tentu saja termasuk penduduknya."
"Kau pikir bisa selamat segera setelah melakukan pembantaian massal seperti itu?!" Teriak Chris kesal.
"Tentu saja. Itu karena kau menolak tawaran perdamaian ini. Jika saja kau menerimanya, hal ini takkan pernah terjadi. Tidak.... Hal ini takkan pernah terjadi jika kau tidak pernah menyerang Kerajaan Farna." Balas Arlond dengan tenang.
Chris segera memutar kepalanya dengan sangat keras hingga akhirnya mencapai pada satu kesimpulan.
"Aku akan membunuhmu terlebih dahulu sebelum kau bisa memberikan sinyal kepada pasukanmu! Semuanya! Serang dia!"
Semua prajurit dan Anggota Guild Salvation yang sejak tadi hanya terdiam segera bergerak. Mereka semua berencana untuk membunuh Arlond sang Raja Kerajaan Farna.
Dengan begitu, mereka bisa selamat dari ancaman yang entah ada atau tidak itu.
Meski begitu, Arlond hanya berdiam diri dengan tenang menerima seluruh serangan mereka. Seakan Arlond memang dengan sengaja memberikan nyawanya.
Di akhir sebelum kematiannya, Arlond nampak tersenyum puas dan berkata.
"Ini adalah kemenangan mutlak bagiku, Chris."
Bersamaan dengan kalimat itu, Arlond segera berubah menjadi cahaya putih yang indah menandakan kematiannya.
Chris yang mendengar perkataan Arlond hanya menganggapnya sebagai ejekan dan teriakan pecundang untuk memanas-manasi dirinya.
Semua prajurit dan anggota Salvation yang melihat Raja dari lawan mereka mati begitu mudah nampak sangat bahagia. Mereka semua bersorak soray atas kebodohan lawan mereka.
Tapi Salvation terlambat satu langkah.
Beberapa warga Salvation yang digiring oleh pasukan Elit Kerajaan Farna yang menyamar sebagai penduduk itu, telah melihat keseluruhan kejadian ini.
"I-ini.... Membiarkan kami semua mati...." Ucap salah seorang warga itu.
Di situlah, peran Pahlawan Farna yang sangat kuat muncul.
Mereka dengan segera 'berperan' sebagai pembela keadilan dan penolong yang lemah.
"Aku akan menyelamatkan kalian semua!"
Seluruh Prajurit Farna segera menutupi zirah mereka dengan jubah berupa kain hitam yang cukup gelap.
Semua prajurit selain tim penyihir, termasuk juga pahlawan Farna, segera melakukan evakuasi warga sebanyak mungkin sambil menahan serangan dari Pasukan Salvation.
Perbedaan kekuatan yang begitu mutlak antata prajurit Elit Kerajaan Farna dengan Prajurit Salvation membuat 'akting' mereka dapat berjalan lebih mulus.
"Aarrggh! Kalian semua cepat pergilah! Kami akan melindungi kalian!" Teriak salah seorang prajurit Elit Kerajaan Farna setelah menerima goresan yang bahkan hanya memberikan 2 digit damage itu.
Semua itu demi membuat suasana ini semakin dramatis dan memupuk kebencian mereka kepada Chris beserta Salvation itu sendiri, yang sejak awal memang sudah ada.
Melihat hal itu, seluruh penduduk Kerajaan Salvation mulai merasa ngeri dan jijik terhadap pasukan Salvation yang seharusnya melindungi mereka.
Beberapa penduduk Salvation mulai berteriak dengan keras.
"Dasar prajurit sialan! Selama ini kami membayar pajak hanya untuk dipenggal karena mengetahui kebenarannya! Mati saja kalian semua!"
"Seharusnya aku sudah meninggalkan Kerajaan busuk ini sejak dulu!"
"Kembalikan uang pajak kami!"
Teriakan demi teriakan semakin membuat kebencian terhadap Salvation menyebar.
__ADS_1
Semua prajurit Kerajaan Farna yang bukan merupakan penyihir, berjuang sekuat tenaga untuk mengevakuasi sebanyak mungkin penduduk Kerajaan Salvation. Tentu saja, tanpa membiarkan seorangpun tahu siapa sosok mereka yang sebenarnya.
Sedangkan Pahlawan Farna bertugas untuk menahan Elit dari Guild Salvation termasuk Chris tetap di Istana, atau pusat Kota.
Beberapa puluh menit berlalu dengan situasi yang sangat ricuh.
Semua warga berlarian sambil membawa apapun yang mereka bisa. Mereka semua memiliki tujuan yang sama yaitu lari sejauh mungkin dari kejaran Pasukan Salvation yang ingin membunuh mereka karena mengetahui kebenaran ini.
Segera setelah semua warga berhasil keluar, seluruh elit prajurit Farna segera menahan pasukan Salvation agar tetap berada di dalam dinding.
Pada saat itu juga, sinyal yang sebenarnya telah muncul.
'Duaaaarrr! Duaaaarr! Duaaarr!'
Tiga buah ledakan api dari tiga sisi yang berbeda. Sebuah Skill Fireball yang akan menjadi penanda dimulainya penghancuran kota ini.
Melihat hal itu, semua prajurit Kerajaan Farna termasuk sang Pahlawan dan juga Rebellion segera pergi dengan menggunakan portal milik Luna.
Segera setelah itu....
100 orang penyihir yang telah bersiaga di atas menara bagian dinding Kota itu segera memulai perapalan mantra mereka.
Perapalan mantra itu harus dilakukan dengan bersamaan sambil menyalurkan kekuatan yang sama besarnya.
Hal itulah yang membuat [Large Scale Magic] sangat sulit untuk dilakukan. Tak hanya karena jumlah Mana yang dibutuhkan luarbiasa besar, tapi juga perlu kerjasama yang sangat serasi.
Akan tetapi, jika mereka mampu melakukannya... maka sebuah sihir yang memiliki tingkat setara atau di atas Legendary pun dapat diaktivasi.
Hingga akhirnya....
Lingkaran sihir yang seukuran kota itu mulai bercahaya.
Bersamaan dengan cahaya biru yang begitu indah itu, muncul semburan air yang dengan segera berubah menjadi pusaran air yang sangat kuat.
Pusaran air itu tertahan di dalam sebuah medan sihir.
Semua yang ada di dalamnya hancur lebur tak bersisa.
Rumah, bangunan, menara pengawas, bahkan istana yang nampak begitu kokoh dan megah itu pun hancur lebur dan mulai berserakan di segala tempat.
Termasuk juga Chris dan seluruh anggota Salvation.
Beberapa menit berlalu....
Kehancuran pun terus terjadi di Ibukota ini
Hingga akhirnya pusaran air yang mampu meratakan Ibukota sebuah kerajaan itu pun berakhir.
Semua orang yang melihat hasilnya hanya bisa merasa ngeri
Sebuah kota yang dulunya sangat makmur dan dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi, kini telah rata dengan tanah karena kekuatan yang begitu luarbiasa.
Sebuah kekuatan yang bahkan melampaui batasan logika.
Sebuah kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh manusia dalam peperangan.
Sebuah kekuatan....
Yang berhasil menggeser gerigi takdir di dunia ini.
__ADS_1