The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 257 - FFA PvP 10


__ADS_3

"Maaf tapi aku tidak mengetahui maksudmu." Balas Lisa dengan tatapan yang sangat dingin.


William kemudian menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi.


"Dahulu... dahulu kala. Seorang calon Raja mengalami situasi yang sangat buruk ketika diserbu oleh Kerajaan tetangganya.


Sang Raja itu pun berdoa kepada langit untuk membantunya menyelesaikan masalah itu. Seakan langit memang menjawab doanya, Ia bertemu dengan seorang Pria yang mampu memberikannya kemenangan.


Pria itu mampu membantai seluruh pasukan Kerajaan yang menyerbunya hanya dengan satu makhluk yang dipanggilnya, yaitu raja ib...."


Lisa segera membungkam mulut William sekuat tenaga karena tahu bahwa orang itu mengetahui segalanya.


'Bagaimana.... Bagaimana bisa dia mengetahui hubungan antara Tuan Eric dengan....'


Tak memberi kesempatan sedikitpun, William segera menarik tangan Lisa dengan perlahan lalu berbicara.


"Kau tertarik mendengar tawaranku? Kalau begitu, mari berbisnis."


...***...


'Brakkk!'


"Fiuuh.... Kurasa sudah cukup?" Ucap Eric pada dirinya sendiri setelah selesai membantai semua monster yang ada di lembah ini.


Sebelum pergi ke gunung berapi di tengah pulau ini, Eric memutuskan untuk meningkatkan levelnya sekali lagi.


Dan disinilah Eric. Membantai Lizardmen yang memiliki level lebih dari 130 dengan mudah. Hal yang wajar karena Eric menembaki mereka dari jauh dengan memanfaatkan skill memanahnya yang luarbiasa.


"Tapi harus ku akui, memanah benar-benar menyenangkan."


Setelah membereskan semuanya, Eric memutuskan untuk melanjutkan leveling. Tapi tidak di lembah ini karena levelnya yang telah mencapai angka 118 membuat Lizardmen ini kuranng efisien untuk dijadikan bahan leveling.


Dengan begitulah, Eric memutuskan untuk menaiki lembah dan mencari lokasi leveling yang lebih menguntungkan.


Meski tak menyadarinya, peringkat Eric dalam papan ranking level tertinggi telah melejit hingga ke peringkat 8 hanya dalam satu hari saja.


Meski begitu, Robert yang memperoleh sendok emas sejak awal telah berlari jauh meninggalkan semua Player. Level Robert saat ini telah mencapai angka 201 yang membuatnya menjadi satu-satunya Player yang paling dekat dengan Advancement Class terakhir.


Dalam sistem game FFA PvP ini, terdapat 4 tingkatan Class.




Rookie dimana Player bebas memiliki semua keahlian dari berbagai jenis Talent yang disediakan oleh sistem. Hanya dengan mengalokasikan Talent Point, maka pemain dapat memperoleh skill yang sesuai dengan jumlah Talent Point yang di alokasikan.

__ADS_1




Mid-Tier Class. Merupakan sebuah Class yang telah terspesialisasi dalam bidang tertentu. Dengan memilih Mid-Tier Class ini, maka pemain tidak dapat memilih Class yang lain. Sebagai gantinya, pemain akan memperoleh Skill Set yang jauh lebih kuat seperti halnya pada Eric yang menjadi seorang Marksmen.




Advanced Class. Merupakan Class tertinggi yang secara teoritis bisa digapai oleh Pemain dalam permainan singkat di Pulau Kompetisi ini. Syarat level yang sangat tinggi yaitu 150 menjadikannya hambatan terbesar. Akan tetapi dengan menggapai Class ini, pemain akan memiliki kemampuan tingkat Unique ke atas yang bisa membalikkan kondisi pertarungan secara langsung.




Kemudian yang terakhir.



Legend. Sebuah Class yang seharusnya tak bisa digapai oleh seorang Player. Meski begitu, pihak developer masih tetap membuah tingkatan ini sebagai bentuk persiapan jika ada hal yang di luar dugaan.



Sesuai dengan namanya, Class ini akan menjadikan seseorang sebagai Legenda baru di dunia Pulau Kompetisi ini. Kemampuan yang diperoleh kebanyakan berada di tingkat Legendary yang bahkan bisa menghabisi semua pemain yang ada sendirian.


Untuk melakukan leveling dari level 1 selama 4 hari dunia virtual, atau 10 jam dunia nyata, rata-rata pemain biasanya hanya bisa mencapai level 50. Atau paling hebat mencapai level 60.


Eric yang bisa mencapai level 118 sudah jauh di atas rata-rata sebagai seorang pemain yang bahkan justru bersantai di hari pertamanya.


Akan tetapi mencapai level 250 dalam waktu yang sesingkat itu?


Itu seharusnya mustahil untuk dilakukan dengan peluang yang mendekati 0%.


Beberapa Developer dan juga para ahli dari Perusahaan Re:Life saat ini masih mendalami perilaku dan juga setiap tindakan yang dipilih oleh Robert.


Mereka semua kebingungan bagaimana bisa seorang Player mengembangkan level secepat itu. Bahkan dengan bantuan Item dari para Supporter, seharusnya itu mustahil.


Tapi inilah kenyataannya....


Saat ini, Robert sedang memburu ratusan Griffon sendirian di puncak sebuah gunung. Monster dengan tubuh hewan buas menyerupai elang dengan sayap putih yang besar itu memiliki level lebih dari 230.


Tapi Robert mampu membantai mereka semua dengan mudah hanya dengan berbekal pedang satu tangannya.


"Lemah sekali.... Aku penasaran bagaimana dengan pemain yang la...."

__ADS_1


'Duaaaarrr!!!'


Suara ledakan yang begitu keras terdengar memekikkan telinga. Tidak....


Sesuatu yang kuat telah menembus bahu kanan Robert dan memberikan Damage gila-gilaan.


Meski begitu, Ia tetap menjaga ketenangannya dan segera menganalisa kondisi saat ini.


"13 ribu lebih damage hanya sekali serang? Sebuah skill?" Ucap Robert sambil segera meneguk botol Potion yang jumlahnya mencapai ribuan di dalam Inventorynya.


Di sisi lain, Angie yang baru saja menembakkan Magic Gun miliknya dari balik pepohonan itu justru merasa ngeri.


'Memiliki daya serang yang cukup untuk memburu Griffon sendirian. Tapi secara bersamaan, juga memiliki Health Point yang cukup tinggi untuk tetap tenang meskipun memperoleh 13 ribu lebih damage. Dengan kata lain....'


Angie terus memikirkan mengenai targetnya saat ini. Sejak sebelumnya, Ia terus menerus memburu lawannya hanya dengan tombak tingkat Normal dan juga perlengkapan ala kadarnya.


Ia hanya sesekali menggunakan Magic Gun terhadap lawan yang Ia nilai cukup berbahaya.


Tapi selama itu pula, Ia belum pernah menjumpai lawan yang selamat dari tembakan pertama Magic Gun itu.


Sedangkan saat ini....


'Dia sangat berbahaya. Jika saja perkembangannya masih terus meningkat.... Aku harus segera membunuhnya!'


Angie memantapkan pikirannya. Ia hendak berdiri dan menyergap dari balik pohon itu.


Tapi pada saat itu juga....


Sebuah kilatan berwarna biru yang indah terlihat melesat dari lereng gunung ini. Kilatan itu melesat dengan sangat cepat dan menembus langit. Akan tetapi, kilatan yang sebenarnya adalah panah itu segera berbelok arah dan kembali mengarah ke tanah.


Lebih tepatnya ke puncak gunung itu, tidak. Tepatnya ke arah Robert yang sedang berdiri penuh rasa terkejut.


Pada saat mengenainya....


'Jeduaaaaaaarrrrrr!!!'


Ledakan yang cukup besar terlihat menghancurkan semua yang ada di sekitarnya.


Asap dan debu yang cukup tebal memperjelas bahwa kerusakan yang terjadi sangatlah besar.


Meski begitu, Pria yang menjadi target dari panah petir itu justru diam di tempat dengan santai. Ia terlihat berhasil menghancurkan panah itu sesaat sebelum mengenai dirinya.


Dari bawah lereng itu, seorang Pria mendecakkan lidahnya karena dipenuhi dengan kekesalan setelah melihat notifikasi sistem di hadapannya.


[Anda telah memberikan 0 damage!]

__ADS_1


"Sudah kukatakan bahwa 0 itu tidak memberikan damage sama sekali, dasar sistem bodoh!"


Pria itu adalah Eric, yang saat ini masih dalam mode bersembunyi sambil membaurkan tubuhnya dengan bebatuan.


__ADS_2