The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 156 - Teamfight


__ADS_3

...Sisi Timur...


Pertarunganku melawan Leo berjalan cukup sengit. Meskipun aku mampu memberikan damage yang cukup besar, nampaknya Leo memperoleh berkat baru dari Dewi Celestine yang memungkinkannya memiliki regenerasi tingkat tinggi.


“Incineration!” Teriakku sambil mengarahkan Obsidian Staff milikku ke arah Leo.


Seketika, muncul semburan api yang sangat besar. Tak berhenti disana, aku juga melanjutkan serangan dengan sihir yang lain.


“Magic Blast!”


‘Duaaarrr!!!’


Terjadi ledakan yang cukup besar di tempat Leo berdiri. Meski begitu, Leo nampak masih berdiri dengan sehat.


“Apakah hanya segini saja? Sayang sekali, regenerasi Health Point milikku yang tinggi dapat menghapuskan seluruh kerusakan yang kau berikan.” Ucap Leo sambil berjalan ke arahku secara perlahan.


Pedang perak dengan corak emasnya itu sangat mengintimidasi diriku. Aku masih ingat betul bahwa pedang itu hampir merenggut skill legendaris milikku.


‘Sraatt!!’


Leo melesat dengan cepat ke arahku dan bersiap untuk mengayunkan pedangnya. Targetnya sangat jelas yaitu leherku.


“Stone Spear.” Ucapku sambil mengarahkan tongkatku ke tanah.


Seketika, muncul batu yang cukup runcing dari bawah tanah tepat di hadapanku.


‘Klang!!’


Pedang Leo yang seharusnya telah memenggal leherku, kini terhalang oleh batu yang keras itu.


Segera setelah menahan serangan Leo dengan skill yang seharusnya untuk menyerang itu, aku melompat mundur.


“Apakah kau perlu bantuan, Eric? Kau tahu kau bisa terbang dan melawannya dari udara kan?” Ucap Deus dari dalam tubuhku.


“Aku ingin mengalahkannya secara adil. Bagaimanapun, Ia adalah musuh terkuat pertamaku.” Ucapku dengan suara yang cukup lirih.


“Baiklah. Aku akan mendukung pilihanmu.” Balas Deus.


Segera setelah itu, pertarungan kembali berlanjut.


Setelah 10 menit lebih pertarungan yang tak berujung, seluruh tanah di sekitar telah hancur.


Aku sesekali menengok ke arah Istana dan melihat bahwa pasukan Undead dan Vampir masih unggul pada saat melawan para Holy Knights dan yang lainnya.


Terlebih lagi kekuatan dari Skeleton Archbishop mulai muncul. Alasan kenapa mereka tidak membangkitkan zombie sejak awal pertempuran sangat sederhana yaitu ledakan dari jebakan [Bomb] juga berdampak pada mereka. Sehingga menyimpan stok zombie setelah ledakan berakhir adalah keputusan terbaik.


Kini di sisi Timur telah terlihat puluhan ribu pasukan zombie dengan perlengkapan Ksatria yang sebelumnya tewas. Meskipun tidak terlalu kuat, jumlah mereka yang cukup banyak sangat mengganggu pasukan manusia ini.


Tapi saat aku masih menikmati pertarungan pembalasanku dengan Leo….


‘Bruuukk!!!’


Sosok seorang Pria nampak terjatuh dari langit di hadapanku.

__ADS_1


‘Evan?! Apa yang dia lakukan disini? Bukankah….’


‘Duarrr!! Duarrr!! Duaarrr!!!’


Terjadi ledakan di berbagai tempat. Evan yang saat ini masih tergeletak adalah target utamanya.


Di langit nampak sosok seorang wanita dengan sayap cahaya sedang melayang dan menunjukkan pandangan yang sombong.


“Hahaha! Kau bahkan sampai lari terbirit-birit setelah mengetahui kekuatanku.” Ucap Wanita berambut perak itu.


‘Evalina…. Jadi benar pemilik skill legendaris yang diberitakan oleh sistem itu adalah dirinya.’ Ucapku dalam hati.


“Er… Penyihir, berhati-hatilah dengannya. Dia sangat kuat.” Ucap Evan sambil berusaha bangun.


Sedangkan Leo?


Ia nampak mundur dan menghadap ke arah Evalina.


“Nona Evalina, syukurlah kau baik-baik saja.” Ucap Leo.


“Aku tidak baik-baik saja. 7 Iblis yang bersamanya telah kabur. Mereka bergerak ke segala arah yang menyebabkan aku harus memilih salah satu arah. Pada akhirnya, aku memilih untuk mengejar Necromancer sialan ini.” Balas Evalina sambil turun dari langit dan kini mulai berdiri di atas tanah.


Melihat musuh sedang menurunkan kewaspadaannya, aku segera mendekat ke arah Evan.


“Katakan…. Berapa jiwa yang kau miliki saat ini?” Tanyaku kepada Evan dengan suara yang cukup pelan.


“Peperangan ini telah memberikanku lebih dari 600.000 jiwa. Sebagian besar berasal dari skill hujan asam dan jebakan milikmu. Apakah aku perlu menggunakannya sekarang?” Tanya Evan kepadaku.


Tapi seakan tak ingin kami berdua berbicara, Evalina segera melesat ke arah kami dan bersiap menghunuskan pedangnya. Di sekeliling tubuhnya nampak 6 buah bola cahaya dengan warna emas.


Setiap bola cahaya itu seketika berubah bentuk menjadi tombak cahaya dan melesat ke arah kami berdua.


‘Duaarr!! Duaarr!!!’


‘Sialan! Bukankah itu tombak?! Kenapa bisa meledak?!’ Teriakku dalam hati setelah menghindari serangan itu. Aku segera terbang ke udara untuk mengambil keuntungan medan pertarungan.


Evan juga terlihat mampu menghindarinya dengan baik. Pada saat itulah, Evan melemparkan sesuatu kepadaku. Sebuah botol dengan cairan berwarna biru tua yang sangat pekat.


‘Tap! Glek…. Glek….’


Tanpa pikir panjang, aku segera meneguknya. Notifikasi sistem yang muncul di hadapanku menjelaskan semuanya.


[Anda telah meminum Concentrated Intelligence Potion!]


[Status Intelligence Anda telah meningkat sebesar 40% selama 5 menit!]


Aku segera tersenyum lebar setelah melihat notifikasi itu. Tanpa menunggu lama, aku menggunakan salah satu sihir dengan daya hancur terbesar milikku.


‘Extermination Ray!’ Teriakku dalam hati sambil mengarahkan tongkatku ke Leo. Tentu saja, Tanker seperti dirinya harus segera dilenyapkan dengan kekuatan sebesar mungkin.


‘Wuuuuoooossshhh!!!’


Cahaya putih yang sangat terang menyinari seluruh tempat ini dan mengarah ke Leo.

__ADS_1


Leo nampak mencoba melompat untuk menghindari cahaya itu. Tapi sayangnya, aku telah bersiap untuk membunuhnya tanpa ampun.


‘Thorn Vine!’ Teriakku dalam hati sambil mengarahkan tangan kiriku. Sebuah kemampuan Double Casting untuk menggunakan 2 skill sekaligus.


‘Sreett!! Sreett!’


Kedua kaki Leo nampak terjerat akar berduri. Meskipun damage yang diberikan tak seberapa, tapi selama bisa menahan gerakan Leo maka itu sudah cukup.


Aku segera menggeser tongkatku dan mengarahkan Extermination Ray ke tubuh Leo.


Tapi sayangnya….


‘Jleebb!! Jleb!!’


6 buah tombak cahaya menancap di tubuhku dan melemparkanku ke samping dengan cukup kuat.


[Anda telah menerima 10.000 Absolute Damage!]


[Anda telah menerima …. ]


Aku cukup terkejut melihat notifikasi itu. Meskipun tidak terlalu menyakitkan, tapi lama kelamaan damage yang kuterima akan menjadi fatal.


Tanpa pikir panjang lagi, aku segera mengarahkan tongkat sihirku ke arah Evan.


‘Swift Movement…. Aerial…. Strengthening…. Defense Up….’


Aku terus menerus mengucapkan skill tipe Buff yang meningkatkan status targetku. Sekilas, aku melihat Evan sedikit menganggukkan kepalanya dan mulai bergerak dengan cepat. Ia terus menerus mengayunkan pedang hitam kehijauan miliknya ke arah Leo.


Sebuah keputusan yang tepat karena Evalina jauh lebih sulit untuk ditumbangkan.


‘Klang!! Klangg!!!’


Hantaman pedang milik Evan dengan perisai milik Leo terdengar cukup keras. Meskipun terlihat bahwa Leo jauh lebih unggul karena memiliki perisai, semuanya berubah setelah Leo menyadari kekuatan pedang Evan yang sebenarnya.


‘Kraaak!!’


Perisai besar milik Leo yang seakan tidak dapat dirusak itu mulai retak dan meleleh.


Pedang terkutuk milik Evan memiliki kekuatan racun dan asam yang sangat kuat. Jika terus menerus menahan serangannya, yang terjadi adalah Item yang digunakan untuk menahan akan mulai hancur secara perlahan.


“Jadi begitu ya?” Ucap Leo setelah memahami kekuatan pedang Evan.


Pertarungan 2 lawan 2 ini terus berlangsung selama beberapa menit. Leo berperan sebagai tanker yang menahan sebagian besar damage sedangkan Evalina akan menjadi ujung tombaknya.


Sementara itu aku dan Evan saling menguatkan satu sama lain dengan buff berupa item atau skill. Evan mengambil posisi di garis depan sedangkan aku menyerang dari udara.


Setelah beberapa saat pertarungan berlangsung....


Evalina yang nampak mulai mengeluarkan kembali sayap cahayanya lalu segera melesat ke arahku.


Hal yang wajar karena seorang penyihir adalah musuh dengan daya serang tinggi dan pertahanan yang lemah. Terlebih lagi sejak beberapa saat yang lalu, aku terus menerus menggunakan skill [Amplify] dan [Overdrive] untuk menguatkan suatu skill.


Tentu saja, Evalina tidak memahaminya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2