
...9 Agustus 2074...
...[Pasukan Kematian telah bergerak!]...
Berita itu terlihat dengan jelas di berbagai media. Mulai dari saluran televisi, MeTube hingga aplikasi jejaring sosial di setiap ponsel pelanggan berita Re:Life.
Meski begitu, pemain Re:Life yang telah mencapai angka miliyaran membuat berita ini menjadi topik panas bagi semua orang.
“Hei! Apakah kau sudah mendengar mengenai berita itu?” Ucap seorang Pria di dalam sebuah kafe.
“Ya. Aku tak menyangka bahwa ini akan benar-benar terjadi.”
“Aku setuju denganmu. Bukankah kita sebagai player telah menuruti keinginannya? Kenapa Ia melakukannya?”
Suasana kafe yang awalnya cukup tenang kini menjadi sedikit ramai. Bagaimana pun, kejadian pergerakan pasukan kematian telah menyebabkan kesengsaraan bagi seluruh Player di wilayah itu.
Mulai dari kesulitan untuk mencari tempat beristirahat, berburu monster, menjual hasil buruan hingga mengambil Quest di Guild.
Hari demi hari berlalu. Tapi berita yang muncul di berbagai media hanya menambah kekesalan seluruh Player yang bermain di wilayah itu.
...[Tanah kematian mulai meluas!]...
...[Jumlah pasukan kematian terus bertambah!]...
...[Inikah tanda akhir dari kehidupan seluruh Player dan NPC di wilayah itu?]...
Hingga akhirnya….
Sebuah berita baru yang kembali mengguncang dunia disampaikan di berbagai media.
...[Seorang Top Player ternama telah muncul untuk melawan Raja Kematian!]...
“Eh?!”
“Apakah ini benar-benar terjadi?!”
Semua orang mulai berbahagia mengetahui krisis yang terjadi akan segera berakhir. Tapi itu semua runtuh dengan sebuah kalimat sederhana.
“Jangan percaya. Kemungkinan itu hanyalah seorang player biasa yang berpikir bahwa dia memiliki kekuatan istimewa dan bisa menang melawan Raja Kematian itu.”
Mendengar perkataan itu, semua orang kembali memperoleh kesadarannya.
“Kau benar, sudah banyak sekali Top Player yang menantangnya. Bahkan pasukan dari kerajaan….”
“Tunggu! Dia kan?!”
Seketika, mata seluruh orang mulai berbinar. Mereka mulai melihat secercah harapan melihat sosok seseorang yang bertarung melawan sang Raja Kematian itu.
__ADS_1
“Mungkin saja…. Jika orang itu….”
...***...
...14 Agustus 2074...
...Dunia Re:Life...
...Wilayah Suatu Kerajaan...
Pemandangan yang ada sangatlah aneh.
Di dataran yang luas tanpa sedikit pun halangan ini, terlihat dengan jelas sebuah garis yang memisahkan antara wilayah dari Utara dan Selatan.
Di bagian Selatan, nampak dengan jelas tanah yang ada mulai menjadi hitam pekat dengan sedikit warna keunguan. Tak hanya itu, seluruh kehidupan tak mungkin bertahan di tanah itu. Bahkan seekor semut pun tak dapat ditemukan di tengah dataran hitam itu.
Sedangkan di bagian Utara, nampak dengan jelas padang rumput yang hijau dan subur. Beberapa pohon nampak tumbuh dan menghiasi padang rumput ini.
Tapi….
Tanah hitam itu mulai menyebar secara perlahan.
Detik demi detik….
Tanah hitam itu merambat dan mulai mematikan padang rumput yang indah itu seakan memiliki racun yang sangat kuat.
Hanya dalam waktu kurang dari 3 detik. Kelinci itu nampak seakan menerima racun yang sangat mematikan. Seluruh tubuhnya mulai meleleh dan dalam sekejap hanya menyisakan tulang belulang yang terserap ke dalam tanah dan kini menjadi bagian dari tanah hitam itu.
Sesaat kemudian, mucul cakar kecil dari bawah tanah di tempat kelinci itu mati. Saat cakar itu mulai mampu menembus tanah itu, terlihat sosok monster dengan tubuh yang hanya berupa tulang belulang. Yaitu seekor Undead Rabbit.
“Jadi tanah itu mampu membunuh apapun yang menyentuhnya dan mengubahnya menjadi Undead?” Ucap seorang Pria yang berdiri di perbatasan antara tanah hitam dan padang rumput itu.
‘Tap! Tap!’
Pria itu mencoba untuk melangkahkan kakinya untuk memasuki wilayah dengan tanah hitam itu.
‘Suuwaasshh!!! Wuoosshh!!’
Seketika, kaki Pria itu mulai terbakar dengan api berwarna ungu kehitaman. Tak hanya itu, muncul sebuah asap yang mulai melelehkan sepatu miliknya. Dengan segera, Pria itu melompat ke belakang dan menjauh dari tanah hitam itu.
“Sungguh…. Bagaimana seseorang bisa memiliki kekuatan seperti ini? Kurasa, aku harus segera mengatasinya sebelum tanah hitam ini menelan seluruh dunia.” Ucap Pria itu.
Tapi kini, Ia tak lagi berencana untuk berjalan. Melainkan….
“Fly!” Ucapnya singkat. Sebuah lingkaran sihir berwarna hijau mulai mengeliling tubuhnya. Segera setelah itu, nampak tubuhnya diselimuti sebuah cahaya berwarna hijau yang indah.
Pria itu dengan segera terbang ke arah selatan.
__ADS_1
Tujuannya?
Sebuah istana raksasa yang berwarna hitam pekat.
Di sekitar istana itu, terlihat dengan jelas banyak sekali bangunan seperti gudang, sarana produksi dan lain sebagainya dengan warna yang serba hitam. Tak hanya itu, seluruh penduduknya merupakan ras Undead.
Mereka nampak bekerja secara rapi bahkan tanpa perintah sekalipun. Beberapa terlihat sedang menempa pedang, sedangkan yang lain nampak sedang membangun menara.
Tapi di saat Pria itu masih sibuk untuk mengamati pemandangan mengerikan di bawah kakinya….
‘Syuuutt!! Duaaarr!!!”
Sebuah peluru sihir berwarna keunguan melesat dengan sangat cepat ke arahnya. Ledakan yang terjadi sangatlah besar hingga menghempaskan beberapa bangunan dan Undead yang ada dibawahnya.
Saat melihat hal itu, Pria itu nampak cukup kesal.
“Jadi seperti inikah caramu memperlakukan seorang tamu? Menembakkan peluru sihir yang mengandung racun mematikan?” Ucap Pria itu ke berbagai arah di sekitarnya meskipun jelas sekali tak ada makhluk yang berakal.
Tapi jawaban segera muncul sesaat setelahnya.
Bukan sebuah jawaban berupa kata-kata. Melainkan sebuah retakan di atas tanah. Retakan itu seperti sebuah kaca yang pecah dan di balik lubang pecahan itu, beberapa orang melewatinya.
“Succubus, Dark Elf, Cyclops, Vampire, dan Ogre ya?” Ucap Pria itu singkat setelah memperhatikan sosok 5 iblis yang muncul di balik celah itu.
Tapi ekspresinya tak berubah sama sekali. Seakan….
“Dimana pimpinan kalian yang mengaku sebagai Raja Kematian itu?” Tanya Pria itu kepada 5 Iblis yang ada di bawah kakinya.
“Manusia rendahan sepertimu sama sekali tak layak untuk menyebutnya!”
“Kami akan membunuhmu disini, manusia! Takkan kubiarkan siapa pun menghentikan rencananya!”
Beberapa Iblis itu mulai mengocehkan berbagai hal yang mengintimidasi. Tapi Pria itu justru tertawa mendengarkan ocehan mereka.
“Hahahaha!!! Membunuhku? Manusia? Sepertinya kalian sedikit salah sangka.” Teriak Pria itu sambil tertawa.
Mendengar ocehan tak masuk akal itu, keenam Iblis itu mulai kebingungan. Tapi sebelum mereka sempat menanyakan apapun kepada Pria itu, tubuh Pria itu segera berubah secara perlahan.
“Kau?! Segera gunakan sihir pengendali ruang!” Teriak salah seorang Iblis itu setelah menyadari sosok yang sebenarnya dari Pria yang ada di hadapannya.
Salah seorang Iblis yang mendengarnya dengan segera mengaktifkan skill pengendalian manipulasi ruang.
“Dimensional Lock!”
Tubuh Pria itu yang telah berubah secara perlahan menunjukkan sebuah senyuman yang mengerikan.
“Jangan salah sangka kepadaku. Iblis rendahan seperti kalian bahkan tak berhak untuk melihat mahakaryaku! Oleh karena itu, aku akan menghabisi kalian dengan tanganku sendiri!”
__ADS_1
Dengan kalimat itulah, pertempuran epik yang akan menentukan nasib Player dan NPC di seluruh wilayah kerajaan ini dimulai.