The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 195 - Sisi Lain


__ADS_3

...Kerajaan Farna...


...Kota Forgia...


Di dalam sebuah istana yang sangat sederhana ini, terdapat 6 orang yang sedang berlutut menghadap seorang Ksatria yang mengenakan zirah perak.


“Apakah kalian yakin sudah siap?” Tanya Ksatria berzirah perak yang tak lain adalah Raja Arlond.


“Tentu saja, Yang Mulia.” Balas salah seorang dengan jubah putih dengan corak biru.


Meskipun semuanya mengenakan perlengkapan yang berbeda, ada satu hal yang sama. Yaitu lambang api biru di dalam sebuah perisai perak yang indah.


Mereka berenam telah meninggalkan segalanya demi memenuhi harapan sang Raja. Harapan apa itu? Tentu saja….


“Baiklah. Kalau begitu…. Dengan ini aku akan mengangkat kalian semua sebagai Pahlawan di Kerajaan Farna. Lindungilah Kerajaan ini dengan nyawa kalian sebagai taruhannya. Sebagai gantinya, Kalian akan memperoleh kejayaan dan kemuliaan yang tiada akhir.” Ucap Arlond dengan tegas.


“Dengan senang hati, Yang Mulia.” Ucap mereka berenam serempak sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.


Segera setelah itu, Arlond segera memanggil beberapa pelayan. 6 orang pelayan pun segera berjalan secara perlahan sambil membawa berbagai jenis senjata.


“Pahlawan Pedang, Clever. aku akan memberikanmu Pedang yang ditempa dengan kekuatan petir ini. Gunakanlah [Thunder Blessed Sword] ini untuk menebas semua musuhmu.” Ucap Arlond sambil memberikan item tingkat Unique itu padanya.


“Suatu kehormatan yang luarbiasa bagiku, Yang Mulia.” Balas Clever.


“Pahlawan Panah, Miria. Aku akan memberikanmu Busur yang ditempa dengan angin yang sangat kuat ini. Terimalah [Bow of Hurricane] ini dan lindungilah Kerajaan ini dengan kecepatanmu.” Lanjut Arlond sambil memberikan busur yang juga berada pada tingkat Unique itu.


Prosesi ini terus berlanjut hingga keenam pahlawan memperoleh seluruh senjata tingkat Unique mereka masing-masing.


Darimana Arlond memperoleh senjata itu?


Tentu saja dari pesanan Arlond kepada Tasmith yang disampaikan oleh Eric. Semua pesanan itu telah lama siap jauh sebelum Tasmith menjadi seorang Pengrajin Permata Legendaris.


“Sekali lagi, aku mengucapkan selamat kepada kalian berenam karena telah berhasil menaklukkan Dungeon Treasure dengan sepenuhnya. Bahkan kalian semua telah memiliki level diatas 250 dan melakukan Ascension sebanyak 10 kali lebih dengan bantuan Penyihir Agung, Eric.” Ucap Arlond sambil kembali memperhatikan keenam orang itu.


Mendengar perkataan Arlond, mereka berenam hanya bisa tersenyum dan menundukkan kepalanya.


Mereka berenam adalah….


Pahlawan Pedang, Clever. Memiliki level sebesar 261 dan 10 kali Ascension dengan total Growth Point mencapai 124 poin.


Pahlawan Panah, Miria. Memiliki level sebesar 254 dan dan 10 kali Ascension dengan total Growth Point mencapai 118 poin.


Pahlawan Tombak, Eloris. Memiliki level sebesar 259 dan dan 10 kali Ascension dengan total Growth Point mencapai 122 poin.


Pahlawan Penyihir, Ovelia. Memiliki level sebesar 273 dan dan 10 kali Ascension dengan total Growth Point mencapai 135 poin.


Pahlawan Penyembuh, Firia. Memiliki level sebesar 251 dan dan 10 kali Ascension dengan total Growth Point mencapai 112 poin.


Dan yang terakhir, Pahlawan Perisai, Alistar. Memiliki level sebesar 252 dan dan 10 kali Ascension dengan total Growth Point mencapai 117 poin.


Mereka semua adalah 6 orang pilihan Arlond pribadi yang memang dipilih untuk menjadi pahlawan pelindung Kerajaan Farna di masa mendatang.


Setelah bertahun-tahun di dunia game berlalu, mereka tiada henti-hentinya berlatih di dalam Dungeon Treasure. Tentu saja, versi yang jauh lebih berbahaya daripada yang pernah dibuka untuk umum dan memiliki monster dengan jumlah puluhan kali lebih banyak.


Tentu saja, mereka menerima bimbingan dan bantuan langsung dari ahlinya seperti Knox dan beberapa instruktur lain. Jika tidak, mungkin saat ini mereka telah lama menjadi cahaya putih.

__ADS_1


Itulah alasan kenapa level 6 orang NPC yang sebelumnya merupakan rakyat jelata ini dapat meningkat dengan sangat pesat.


Kini, mereka berenam memiliki kekuatan yang cukup untuk mengguncang sebuah kerajaan. Bukan hanya karena levelnya yang tinggi. Tapi juga karena perlengkapan mereka yang sangat bagus dan ditambah segudang skill.


Proyek [Pahlawan Kerajaan Farna] ini membuat Eric dan Arlond menghabiskan lebih dari 3 juta koin emas untuk membuat mereka menjadi sosok yang pantas untuk menyandang gelar itu.


Tentu saja….


Seluruh dunia tak ada yang mengetahuinya selain Eric, Arlond dan segelintir bawahannya


...***...


...Kerajaan Salvation...


...Kota Reinard...


...Beberapa Hari Kemudian…....


Puluhan ribu Prajurit nampak berbaris dengan rapi di halaman Barak pasukan ini. Mereka semua telah bersiap untuk melakukan peperangan. Meskipun….


“Sialan. Kenapa harus berperang? Istriku baru saja akan melahirkan.”


“Hentikanlah itu kawan. Kita adalah seorang Prajurit. Tak mungkin kita menolak perintah ini kan?”


“Tapi kenapa sekarang? Kenapa begitu terburu-buru?”


“Jangan tanya padaku. Aku sendiri tak tahu alasannya. Lagipula, target kita adalah Kerajaan Farna kan? Bukankah itu cukup jauh? Kenapa berkumpul di tempat ini?”


“Dasar bodoh. Jangan bilang ini adalah pertempuran pertamamu? Kekuatan Nona Alice memungkinkan kita untuk berpindah tempat dengan cepat. Nona Alice dapat memindahkan ribuan pasukan sekaligus! Itulah kenapa kita mampu melengserkan Kerajaan Rena pada waktu itu!”


Percakapan antar Prajurit yang juga diikuti oleh beberapa Komandan Pasukan itu terdengar begitu ramai.


Akan tetapi, tak sedikit juga yang sangat bersemangat.


“Bukankah jadwal serangan dadakan ini seharusnya dilakukan 10 menit yang lalu? Kenapa sekarang masih diam disini?”


“Ayo cepatlah! Aku ingin segera membantai musuh!”


Pada saat keributan itu sedang terjadi, Chris, Alice dan Neo nampak sedang duduk di sebuah meja bundar bersama dengan seluruh petinggi Kerajaan Salvation.


Suasana yang terjadi sangat serius dan dipenuhi oleh tekanan kuat.


“Apakah kau yakin soal itu, Neo?!” Tanya Chris dengan tatapan yang cukup mengerikan.


“Untuk apa aku berbohong? Jika kau tidak percaya, tanya saja kepada Alice. Aku membagikan informasi itu kepadanya.” Jawab Neo dengan nada sinis.


“Informasi itu benar adanya. Aku melihatnya sendiri. Sosok 6 orang NPC dengan level yang jauh melebihi nalar manusia itu sedang bekerja membersihkan parit.” Ucap Alice.


“Bagian itulah yang sulit untuk dipercaya! Bagaimana mungkin orang dengan level lebih dari 250 itu bekerja membersihkan parit?!” Teriak Chris kesal.


“Aku sendiri juga tidak tahu mengenai pertanyaan itu. Tapi satu hal yang pasti. Yaitu keberadaan sosok NPC tingkat tinggi lainnya di Kerajaan itu.” Jawab Alice sambil memejamkan matanya.


“Sialan…. Kupikir bisa dengan segera mengambil alih Kerajaan itu. Kalau begini caranya…. Kita harus mempersiapkannya dengan lebih matang.”


Tanpa Chris dan orang lain sadari….

__ADS_1


Kerajaan Farna saat ini hanya memiliki 6 orang itu sebagai kekuatan terbesarnya.


Dengan kalimat sederhana, Ia telah melewatkan kesempatan terbaik untuk menaklukkan Kerajaan itu.


Sedangkan keenam orang itu?


Mereka hanya sedang melakukan bakti sosial yang wajib dilakukan oleh seluruh penduduk Kerajaan Farna, termasuk bangsawan dan juga Raja.


...***...


...Pegunungan Alpa...


Di atas Pegunungan yang tinggi, yang dihiasi oleh pepohonan yang cukup rimbun serta cahaya dari ribuan bintang-bintang….


Telihat kepulan asap yang cukup gelap.


Dibalik asap itu, terlihat sebuah api yang membara dengan sangat kuat dan besar.


Meski api itu terlihat sangat berbahaya, terlihat sosok 6 orang yang sedang berada di dekatnya.


Dan keenam orang itu….


“Sudah kubilang! Kita seharusnya membuat api secara manual!” Teriak Nico dengan keras.


“Bodoh! Bukankah kau sudah mencobanya selama 3 jam dan sama sekali tidak berhasil?!” Teriak Elin penuh kesal.


“Kenapa kau ikut menyalahkanku?! Bukankah ada orang yang jauh lebih pantas untuk disalahkan?!” Balas Nico.


“Hah?! Memangnya siapa?!”


Nico pun segera menoleh ke suatu arah.


Di arah pandangan Nico, terlihat sosok dua orang vampir yang sedang sibuk menjambak rambut satu sama lain.


“Vampir bodoh! Kau pikir mengeluarkan sihir [Inferno] untuk membakar daging adalah hal yang baik?! Kau harus bertanggung jawab atas daging Harpy Empress milikku!” Teriak Cathy dengan keras.


“Hah?! Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa daging itu keras dan butuh suhu tinggi?! Aku sudah memberikannya dan sekarang kau menyalahkanku?!” Balas Lucien sambil menarik rambut perak Cathy dengan kuat.


“Aaaaah! Sakit! Bodoh apa yang kau lakukan padaku?! Masih tidak puas menyiksaku hah?!”


Sementara itu….


“Dengarlah…. Suara angin yang berhembus lembut…. Membelai jiwa…. Aaa….”


Terdengar suara yang begitu merdu dari atas sebuah batu yang cukup besar. Penampilan sosok peri yang sedang duduk dengan anggun sambil memainkan Harpa miliknya itu tentu mampu memikat semua orang.


Hanya saja….


[Anda telah mendengarkan nyanyian yang merdu!]


[Anda telah memperoleh Buff : Song of the Wind!]


[Kecepatan gerak Anda telah meningkat sebesar 10%!]


“Kenapa aku mengajak mereka berlima bersamaku…. Petualanganku yang seru dan mendebarkan…. Hanyalah omong kosong….”

__ADS_1


Aku hanya bisa menggunakan skill tingkat normal [Meratapi Hidup] sambil melihat bintang yang indah.


__ADS_2