The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 155 - Pertarungan Para Petinggi


__ADS_3

...Sisi Timur Kota Lesta...


Pertempuran yang terjadi sangatlah mengerikan. Pihak pasukan gabungan Kerajaan memiliki posisi yang sangat dirugikan. Tak hanya serangan dari belakang barisan mereka, tapi setiap langkah prajurit berpeluang untuk mengaktifkan jebakan di bawah tanah.


‘Duaaarrr!!! Jleeebb!!!’


Suara ledakan dan tusukan terus terdengar setiap saat. Hal yang wajar mengingat jebakan Dungeon milik Eric tersebar di seluruh tempat. Meski begitu, para pasukan manusia terus bergerak maju.


“Terus maju!!! Jebakan i….”


‘Duaaarrr!!!’


Sebelum kapten Holy Knights itu menyelesaikan perkataannya, kudanya menginjak salah satu pemicu perangkap [Bomb]. Sebuah ledakan dengan radius 2 hingga 3 meter itu melenyapkan sang kapten tanpa sisa.


“Kapten!!!”


“Semuanya, kita harus terus maju!!!”


Kepanikan yang terjadi hanya sesaat. Itu karena mereka semua merupakan pasukat elit dari Kerajaan Suci Celestine.


Jumlah yang menyerbu dari sisi Timur ini mencapai 120.000 pasukan dari berbagai jenis. Mereka telah melupakan barisan formasi semenjak ratusan jebakan terus menerus memecah barisan pasukan.


Tapi sebelum mereka dapat tenang….


‘Syyuuutt!! Syuuutt!!’


Ribuan panah melesat ke arah pasukan manusia itu. Ratusan orang mati seketika setelah terkena di titik vital mereka.


Hujan panah itu terus menerus berdatangan. Seluruh pasukan yang menyerbu mulai kehilangan semangat mereka. Tapi disaat pasukan berada dalam kondisi yang sangat kacau ini….


“Bertahanlah! Aku bersama kalian semua! Dewi Celestine, beri berkatmu untuk melindungi kami semua! Holy Shield!!!” Teriak seorang Inquisitor dengan rambut pirang dan topeng perak di wajahnya, Leo.


Seketika, muncul perisai dengan ukuran raksasa di udara. Perisai yang tembus pandang itu mampu menahan ribuan panah yang melesat ke arah pasukan.


“Selama Inquisitor Leo ada di pihak kita, semua pasti akan baik-baik saja!!!”


“Wuoooohh!!!”


Semangat pasukan mulai kembali berapi-api. Tapi ada hal yang sedikit mengganjal bagi Leo.


‘Bagaimana kondisi pertempuran di sisi Barat Daya? Kuharap Raja Arlond baik-baik saja mengingat kekuatan musuh sebesar ini.’ Ucap Leo dalam hati.


Tapi pada saat itu juga….


‘Duaaarrr!!!’


Sesuatu, atau lebih tepatnya seseorang jatuh dari langit.


Ia nampak berdiri dengan tegap di tengah padang rumput ini. Meski berada di hadapan barisan pasukan yang sangat banyak itu, Ia nampak sangat tenang.


Dengan jubah hitam keunguan yang menyelimuti seluruh tubuhnya, bahkan hingga kepala dan sebagian wajahnya, membuat sosok yang muncul ini memberikan aura yang misterius. Di tangan kanannya, nampak tongkat yang serba hitam dengan batu sihir berwarna merah di ujungnya.


Leo segera mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan ke sosok orang yang baru saja datang itu. Ia mengisyaratkan untuk segera membunuh orang itu.


Tapi pada saat jarak antara Leo dan pasukannya dengan orang misterius itu masih sekitar 20 meter lebih, terjadi sesuatu yang cukup mengagetkan.


Di samping orang itu, muncul 9 orang lagi yang seluruh tubuhnya ditutupi dengan jubah yang hitam pekat dengan corak merah di sisi terluarnya. Sedangkan di belakang mereka, nampak sekitar 100 orang lagi yang muncul dengan jubah hitam polos.

__ADS_1


Mereka semua muncul seakan entah darimana.


Meski begitu, ada satu hal yang pasti di pikiran Leo.


‘Kekuatan 9 orang itu…. Lalu yang memegang tongkat hitam itu…. Mereka terlalu kuat. Darimana mereka berasal? Apakah sudah sejak lama berada di dunia manusia ini?!’ Pikir Leo dalam hati.


Tapi sebelum sempat melakukan pengamatan lebih lanjut….


Ribuan kelelawar muncul dari balik tubuh semua orang misterius itu dan terbang ke arah barisan pasukan. Seketika, Leo memahami sosok mereka yang sebenarnya.


‘Vampir! Tapi, bagaimana mungkin?!’ Teriak Leo dalam hati.


Ia segera berteriak untuk memberikan instruksi kepada pasukannya.


“Semuanya, musuh kita adala….”


‘Bruukk!!!’


Sebuah bongkahan batu yang cukup besar nampak terlontar ke arah dada Leo. Ia segera terlempar cukup jauh dari barisan pasukan.


“Tuan Leo!!!”


“Kami akan terus maju!!!”


Nampak senyuman yang cukup lebar dari salah seorang yang mengenakan jubah hitam itu. Ia kemudian mulai membuka mulutnya untuk berbicara.


“Kalian semua, nikmatilah makanan kalian sebaik mungkin. Kurasa kalian akan memperoleh banyak sekali level mengingat aku baru saja menggunakan Ascension untuk kalian semua.” Ucap sosok misterius itu.


Segera, seluruh orang yang ada di sisinya mulai membungkukkan badannya dan meletakkan tangan kanan mereka di dada masing-masing.


“Sesuai perintah Tuanku.” Ucap mereka serentak.


...***...


...Sisi Timur...


...Bagian Tengah...


‘Bruk! Brukk!!’


Nampak sosok seorang Ksatria yang terlempar dan jatuh di tanah. Sebuah bongkahan batu yang cukup besar nampak menggelinding menjauhi tubuh Ksatria itu.


‘Apa-apaan itu?! Bukankah skill barusan hanyalah skill sederhana seperti Stone Volley?! Kenapa bisa sekuat ini?!’ Teriak Ksatria dengan rambut pirang, Leo.


Saat masih kebingungan dengan situasinya saat ini, terlihat sosok misterius yang barusan ada di hadapannya. Ia terlihat mengepakkan sayap kelelawarnya secara perlahan dan berdiri di hadapan Leo.


“Apakah aku memilih sasaran yang tepat?” Ucap sosok misterius itu. Ia nampak mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Leo.


“Kau!!! Aku akan segera….”


“Lightning Strike.” Ucapnya singkat. Seketika, muncul sambaran petir yang cukup kuat ke arah Leo.


‘Duaarr!!!’


[Anda telah memberikan 3.513 damage!]


“Hmm…. Kurasa damage yang kuberikan sudah meningkat cukup drastis dibandingkan yang sebelumnya meskipun statusku menurun karena jubah ini.” Ucap sosok misterius itu.

__ADS_1


Tapi di sisi lain, nampak Leo yang terlihat menahan rasa sakit sambaran petir itu.


“Bagaimana…. Bagaimana mungkin sihir serendah itu memberikan luka sebesar ini?! Siapa kau sebenarnya?!” Tanya Leo kebingungan.


“Aku? Hahaha! Aku hanyalah seorang penyihir rendahan!” Teriak sosok misterius itu.


Tentu saja, tanpa sepengetahuan Leo sosok itu sebenarnya adalah Eric. Seorang Summoner yang pernah diburu olehnya pada masa lalu.


Bersamaan dengan perkataan sosok misterius itu, dimulailah pertarungan yang memporak porandakan seluruh tempat di sisi Timur.


...***...


...Hutan di Sisi Utara...


Di dalam sebuah hutan yang dulunya lebat ini, nampak sosok 8 orang yang berdiri menghadapi seorang Wanita. Seluruh pepohonan yang ada telah patah dan hancur. Sebagian terlihat masih terbakar, sedangkan sebagian lagi terlihat telah terpotong menjadi bagian-bagian kecil.


Meskipun terjadi pertarungan 8 lawan 1, sang Wanita berambut perak itu nampak memiliki keunggulan dalam pertarungan ini.


“Meskipun kau membawa banyak iblis, kau takkan bisa menyaingiku kali ini Evan.” Ucap Wanita itu.


“Hah…. Hah…. Aku terlalu membuang banyak waktuku untuk melawan Sainteess sialan itu.” Ucap Pria berambut putih, Evan.


“Tuanku, bukankah sebaiknya kita meminta pertolongan kepada….” Ucap salah seorang Iblis yang kini menjadi Undead, Lilith.


“Diamlah. Jika aku tak bisa mengalahkan satu orang Wanita meski unggul dalam jumlah, aku takkan bisa menampakkan wajahku kepada penyihir itu.” Ucap Evan dengan tatapan yang tajam.


Tapi pada saat Evan masih berdebat dengan kawan sendiri, Wanita itu mulai berbicara untuk memprovokasinya.


“Evan, berapa kali lagi aku harus membunuhmu agar kau mati dan menghilang dari dunia ini? Aku telah membunuhmu 3 kali barusan tapi kau masih nampak sehat. Kurasa nyawamu masih cukup banyak ya? Apapun itu, aku akan mengakhiri semuanya disini.” Ucap Wanita berambut perak itu.


“Evalina, bukankah kau terlalu sombong? Yang akan mati disini adalah dirimu! Bersiaplah untuk…. Kuughh!!!” Teriak Evan kesakitan.


Terlihat puluhan bola cahaya emas yang menerjang ke arah Evan. Sebuah skill pengendalian roh yang memiliki keunggulan mutlak terhadap Undead.


Sebuah notifikasi sistem yang cukup mengerikan muncul di hadapan Evan.


[Roh cahaya telah menghukum Anda!]


[Damage yang diterima telah meningkat sebesar 10x lipat karena Anda adalah seorang Undead!]


[Anda telah menerima 100.000 Absolute Damage!]


[Absolute Damage tidak dapat ditahan dengan status Defense!]


[Anda telah menerima 100.000 …. ]


[Anda telah …. ]


[Anda telah mati!]


[Efek Legendary Skill : Immortality telah aktif!]


[Anda telah hidup kembali dengan 100% Health Point!]


[Sisa Immortality : 3]


Pada saat itulah, Evan tersadar.

__ADS_1


‘Aku harus segera mundur dan bergabung dengan Eric untuk mengalahkannya! Dengan kondisiku yang merupakan seorang Undead sudah dipastikan kalah dengan skill yang dimilikinya!’


__ADS_2