
Aku berlari mengejar Elin yang sudah keluar terlebih dahulu. Tanpa kusadari, struktur Dungeon buatan ini sudah mulai cukup besar. Saat ini terdapat 5 lantai utama yang digunakan sebagai tempat tinggal para goblin.
Di setiap lantai itu, akan terhubung dengan tempat pekerjaan mereka. Lahan pertanian kini mulai memiliki cahaya terang karena sihir dari Goblin Shaman yang baru saja aku evolusikan tadi.
"Nampaknya mereka benar-benar memahami pekerjaannya." Ucapku sambil terus berlari ke lantai atas.
Di lantai paling atas hanya terdapat 1 jalan masuk yaitu melewat pintu rahasia yang disembunyikan dengan baik. Aku membuka pintu yang memiliki penampilan seperti batuan itu secara perlahan lalu masuk ke dalam jalan rahasia.
Jalanan ini akan menghubungkan dengan gua di pegunungan Alpa.
Saat aku sampai di luar, nampaknya situasi sudah mulai memanas. Aku melihat Elin yang dipojokkan oleh 3 orang pemain.
'Jika mereka bisa memojokkan Elin, bukankah kemampuan mereka sangat tinggi?'
...***...
5 menit sebelumnya.
"Apa yang kalian cari disini?" Ucap seorang gadis terhadap kelompok beranggotakan 3 orang itu. Ya, gadis itu tak lain adalah Elin.
"Kami ingin mencari iblis penjinak hewan. Sebagian besar penduduk kota mengatakan bahwa Ia telah ditangkap. Tapi aku tidak mempercayai itu." Jawab seorang pria berbadan kekar dan besar.
"Ya, iblis itu telah ditangkap oleh para Inquisitor dari Kerajaan Suci Celestine." Jawab Elin.
"Kau sebaiknya jangan berbohong nona muda." Jawab seorang pria dengan tubuh kurus dari kelompok itu.
"Apa maksudmu?" Tanya Elin.
Ya, Elin saat ini sedikit ketakutan. Dengan menggunakan kekuatan Unique Skill : Observer miliknya, Ia mengetahui seberapa seriusnya situasi ini.
'Mereka semua monster! Tak kusangka bahwa dia akan ada di sini!' Pikir Elin dalam hati.
'Parahnya lagi, aku tidak bisa melihat status milik pria bertubuh kurus itu.'
Pria berbadan besar yang ada di tengah memiliki level 142, sedangkan wanita yang nampaknya seperti seorang penyihir itu memiliki level 137. Semua informasi mereka terlihat dengan jelas di hadapan Elin. Nama, Skill, Status, semuanya.
Akan tetapi, tidak untuk pria berbadan kurus itu.
"Karena aku sedang berbaik hati maka aku akan mengatakannya padamu, Nona kecil." Lanjut pria kurus itu.
Saat ini, Elin sudah bersiap dalam posisi bertarung. Ia tahu bahwa membiarkan mereka bertiga disini sangatlah berbahaya.
Cepat atau lambat, mereka akan menemukan Dungeon buatan Elin dan Eric.
'Mereka tidak boleh menemukan lokasi Dungeon, setidaknya hingga kekuatan tempur Dungeon buatan ini menjadi sedikit lebih kuat.' Pikir Elin.
Pria berbadan kurus itu pun melanjutkan perkataannya.
"Ancient Book : Truth Seeker"
Elin dengan segera menyadari situasinya. Buku Kuno : Pencari Kebenaran. Dengan kata lain, Pria bertubuh kurus itu merupakan pemilik salah satu buku kuno.
Jika dilihat dari namanya saja, Elin dapat menebak seperti apa kemampuannya.
"Nona Muda. Skill Observer milikmu itu adalah versi rendahan dari skill milikku." Lanjut pria bertubuh kurus itu.
Tak sampai setengah detik, Elin yang telah menyadari seberapa buruk situasi ini segera bersiap untuk kabur.
Tapi kakinya sudah terjebak dalam sihir Thorn Vine milik wanita penyihir itu.
__ADS_1
[Anda menerima 541 damage!]
[Anda menerima 578 damage!]
Setiap kali berusaha menggerakkan kakinya, notifikasi sistem bermunculan menandakan dirinya terus menerima damage.
"Mana Zone! Depletion!"
Elin mengeluarkan salah satu skill andalannya. Jika kau bertanya apa kelemahan seorang player yang mengandalkan skill? Jawabannya tentu saja jika MP miliknya habis.
Sihir yang dikeluarkan oleh wanita itu menghilang dengan cepat.
Itulah efek dari skill Depletion milik Elin. Dalam radius beberapa puluh meter akan tercipta zona kekeringan mana. Semua yang ada di dalamnya akan kehabisan mana tanpa terkecuali. Termasuk Elin.
Meski kemampuan skill ini terkesan luarbiasa, tapi itu semua tak ada artinya bagi pendekar pedang yang tidak membutuhkan Mana untuk mengayunkan pedangnya.
'Sialan, tak kusangka akan bertemu dengan pemilik Truth Seeker disini.' Pikir Elin.
Buku Kuno : Truth Seeker.
Kemampuannya adalah mengetahui kebenaran. Pemilik buku ini dapat mengetahui kebenaran dari apapun yang dia lihat. Nama, Skill, Status, termasuk kebenaran perkataan seseorang. Tak hanya itu, pemilik juga dapat menyembunyikan kebenaran dirinya sendiri. Maka dari itu, tidak akan ada yang mampu melihat informasi mengenai dirinya.
Jika dilihat secara kasarnya, skill ini merupakan versi yang lebih tinggi daripada skill Observer yang dimiliki oleh Elin.
Akan tetapi, tidak seperti skill Observer milik Elin yang merupakan skill pasif, Skill Truth Seeker merupakan skill aktif yang harus terus menerus diaktifkan untuk menggali informasi yang dalam. Bahkan untuk mengetahui kebenaran dari perkataan seseorang.
Konsumsi mananya? Tentu luar biasa besar.
Itulah kelemahan dari Unique Skill : Truth Seeker yang termasuk kemampuan dari buku kuno.
Tapi itu semua tidak berarti jika Elin tidak mengetahuinya.
Dari luar, skill milik pria kurus itu nampak jauh melebihi kemampuan dari skill Elin.
"Dia...."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, terdapat sambaran listrik yang kuat ke arah pria itu.
"Eric bodoh! Pergi dari sini! Pria kurus itu dapat melihat segalanya!" Teriak Elin kepada Eric yang baru saja melepaskan sihir tingkat rendah Lightning Strike miliknya.
"Oh... jadi itu iblis penjinak monster yang dirumorkan." Ucap pria berbadan besar yang dengan santainya menerima serangan Eric. Meskipun sihir tingkat rendah, tentu saja seharusnya masih memberikan damage. Tapi nampaknya sama sekali tidak berpengaruh pada pria itu.
'Hah? Iblis? Apakah yang dia maksud aku?' Aku kebingungan dengan perkataan pria berbadan besar.
"Kami kemari bukan untuk bertarung denganmu." Lanjut pria itu.
Eric yang merasa bahwa mereka memang tidak berniat buruk mulai mengendurkan kewaspadaannya. Ia mendekati Elin dan mengangkatnya agar kembali berdiri.
"Apa yang kalian inginkan dariku?"
Pria besar itu menerima bisikan dari pria kurus yang sedari tadi mengamati Eric.
"Aku telah memahami dirimu. Mengenai alasanmu memalsukan kemampuanmu tidak akan aku tanya lebih lanjut Eric. Terlebih lagi jika kau mau membantuku, aku akan berjanji untuk menjaga rahasia ini." Ucap pria berbadan besar itu.
'Selesai sudah, ada yang mengetahui mengenai kemampuan Eric... terlebih lagi....' Pikir Elin.
"Namaku adalah Chris. Pria kurus di sebelahku ini adalah wakilku, Neo. Wanita yang ada di belakang adalah Alice. Kami bertiga berasal dari Guild Salvation. Kau pasti sudah pernah mendengar tentang kami bukan?"
"Kalian... bukankah kalian yang berhasil menaklukkan kerajaan itu?!" Tanyaku terkejut.
__ADS_1
Elin hanya berdiam diri di sampingku. Nampaknya Ia sedikit shock akan suatu hal.
"Ya, itulah kami. Akan tetapi, karena adanya sedikit masalah... kami belum bisa mendirikan kerajaan kami. Oleh karena itu, aku ingin meminta bantuanmu." Lanjut Chris.
"Sebutkan saja apa itu. Yang penting kau menjaga janjimu mengenai identitasku."
"Aku bersumpah untuk itu Eric. Selain itu, aku juga akan membayarmu. Yang aku butuhkan adalah pasukan goblin milikmu itu."
"Berapa banyak?"
"Sebanyak yang bisa kau berikan padaku."
Aku bingung menanggapi perkataannya. Sebanyak yang bisa aku berikan? Apa maksudnya itu.
"Terlebih lagi, kami akan memberikanmu fasilitas untuk melakukan 'penjinakan' monster itu. Untuk setiap monster... mungkin aku akan membelinya seharga 10 silver. Sedangkan jumlah total yang aku harapkan setidaknya 100 ribu monster. 10000 koin emas setidaknya akan masuk ke kantungmu, Eric. Bagaimana?"
10000 koin emas. Jika ditarik menjadi uang rupiah kira-kira sebesar 300 juta rupiah. Itu merupakan jumlah yang sangat fantastis bagiku.
"Aku juga akan membayar lebih jika kau bisa menghasilkan banyak monster kuat seperti yang dibawa oleh gadis kecil itu dan yang ada di sampingmu." Chris menunjukkan jarinya kepada Spire, Swardia dan Knox.
Elin yang sejak tadi hanya diam mulai membuka mulutnya.
"Jelaskan terlebih dahulu situasinya."
Kami pun duduk di dalam tenda yang telah dibuat oleh mereka bertiga.
Mereka menjelaskan secara rinci mengenai permasalahan yang sedang mereka hadapi. Nampaknya, hingga saat ini mereka belum mampu mendirikan kerajaan mereka sendiri.
Invasi dari pasukan barbar dari padang pasir membuat mereka kehilangan seperempat wilayah potensial mereka. Selain itu, pasukan barbar yang kemudian memasuki wilayah Federasi Pedagang membuat marah para petinggi di federasi itu. Pada akhirnya, Federasi Pedagang menyatakan perang terhadap pemberontakan Guild Salvation yang dipimpin oleh Chris.
Pada saat yang sama, Chris dan guildnya telah membayarkan 5 juta gold kepada sistem sebagai syarat pendirian kerajaan. Akan tetapi karena kondisi kerajaan yang belum stabil karena perang dengan pasukan Federasi Pedagang, sistem menolak pendirian kerajaan ini hingga kerajaan berada dalam kondisi damai selama setidaknya 1 minggu.
Permasalahan dimulai dari sini. Pasukan pemberontakan Chris pada dasarnya hanyalah pasukan berpengalaman rendah. Melawan pasukan elit serta player dalam jumlah yang besar dari Federasi pedagang sangat tidak dimungkinkan. Bahkan dapat mengancam kekalahan Guild Salvation.
Berhubung mereka sudah membayarkan 5 juta gold, maka mereka harus mempertahankan kerajaan ini sekuat tenaga agar uang yang telah mereka serahkan tidak sia-sia.
"Maka dari itu, Eric. Aku membutuhkan kekuatanmu. Aku akan membayar dalam jumlah yang besar selama krisis ini bisa terselesaikan." Ucap Chris di akhir penjelasannya.
"Bagaimana menurutmu, Elin?" Tanyaku.
"Tentu saja harus kita terima. Lagipula, rahasia kemampuanmu dan kemampuanku sudah ada di tangan mereka. Kita tak bisa menolaknya. Ditambah lagi jika memang bayarannya sebesar itu, tak ada alasan untuk menolaknya bukan?" Jelas Elin.
"Tenang saja soal rahasia itu, kami akan menjaganya." Jelas Chris.
"Kalau begitu, akan kujelaskan terlebih dahulu mengenai batasanku."
Aku dan Elin pun menjelaskan mengenai cara kerja kemampuanku. Pada dasarnya, pembatas terbesar pada diriku adalah Mana. Chris yang memahami hal itu memberikan solusi yang sangat gila.
"Tenang saja, aku akan menyuplaimu dengan Full Mana Potion sebanyak yang kaubutuhkan!"
"Apa kau gila Chris? 1 Full Mana Potion harganya bisa mencapai 3 koin emas!" teriak Elin dengan keras.
"Ah itu tak masalah bagiku, setelah pengumpulan uang masih ada sisa sekitar 100 ribu koin emas. Jadi tenang saja."
"Jadi bagaimana? Apakah kau akan menerima tawaran ini?" Lanjut Chris.
"Bayaran di muka. 20 ribu gold. Jika kau bisa menyediakannya, maka aku akan bekerja hingga krisis kerajaanmu selesai. Mau itu 100 ribu goblin atau lebih bukan masalah bagiku." Jawabku kepada Chris.
"Hahaha! Aku menyukai sikapmu! Baiklah, kalau begitu kita semua sepakat. Sekarang, kalian berdua harus ikut dengan kami ke sisa-sisa kerajaan Rena. Aku akan membayar setelah sampai disana."
__ADS_1
"Baiklah. Jika kalian menepati perkataan kalian, maka aku juga akan memenuhi tugasku. Kau tidak masalah dengan ini kan, Elin?"
"Siapa yang akan mempermasalahkannya jika mendapat uang sebesar itu!" Jawab Elin dengan senyum yang sangat lebar.