
Mengetahui kini karakterku terjebak di Dunia Bawah bersama dengan Asmodeus membuat kepalaku pusing. Bukan karena aku kesal dengan situasi ini. Tapi karena untuk kedua kalinya dalam permainan ini, kepalaku berpikir dengan keras.
“Eric? Apa kau tidak apa-apa?” Tanya Deus sambil memandangiku penuh dengan keheranan.
Pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak menghubungi Alice. Kenapa? Akan sangat buruk jika ada orang lain yang mengetahui bahwa aku punya hubungan dengan mantan Ratu Iblis. Jika berita ini bocor, aku akan lebih kesulitan dalam menjaga Deus di dalam Dungeonku.
Lagipula, aku tidak memiliki jaminan apakah Alice mampu membuat sihir teleportasi hingga ke dunia bawah atau tidak.
“Deus, jika aku mati apakah aku akan dihidupkan kembali di dunia manusia?” Tanyaku padanya.
“Bagaimana aku bisa tahu, Eric? Aku memang pernah kalah dalam pertempuran, tapi aku belum pernah sekalipun mati. Lagipula apa rencanamu jika memang kau hidup kembali di dunia manusia?” Balasnya dengan wajah yang datar.
Tapi melihat Respawn Point yang ada di jendela menu milikku, aku yakin bahwa aku akan kembali ke dunia manusia setelah mati. Terlihat jelas tulisan Respawn Point : Desa Hige.
Meskipun… kini aku memiliki penalti PK karena membunuh 2 orang player dengan nama putih. Karena jumlahnya hanya sebanyak 1 digit, maka penalti itu akan menghilang setelah beberapa minggu waktu dunia Re:Life.
“Aku berencana untuk memanggilmu kesana menggunakan Skill : Demon Summoning.” Balasku singkat.
“Mustahil, Eric.”
“Hah? Apa maksudmu Deus?” Tanyaku heran. Bukankah sebelumnya aku mampu memanggilnya menggunakan skill itu?
“Itu karena seluruh iblis yang ada di dunia ini akan berebut untuk menerima jiwa yang ditumbalkan dari panggilan itu. Aku tidak bisa menjamin apakah aku mampu menerimanya lebih cepat daripada iblis yang lain.” Jelas Deus.
Aku pun mulai paham. Seperti pada saat pertempuran melawan pasukan Federasi Pedagang, aku seharusnya memanggil seekor Gremlin. Akan tetapi Raja Iblis Behemoth menerobos dan memaksa dirinya untuk muncul di dunia manusia.
Semua iblis akan berebut menerima panggilan itu.
Tapi….
“Bagaimana jika aku tidak memberikan persembahan jiwa sama sekali? Bukankah tidak akan ada yang mau menerima panggilanku?” Tanyaku dengan penuh kegirangan.
“Eric…. Ide yang sangat bagus!” Balas Deus dengan senyuman yang sangat lebar.
“Baiklah kalau begitu aku akan segera mati….”
Aku yang belum sempat menyelesaikan perkataanku dipotong oleh Deus.
“Tunggu dulu, Eric. Karena solusi untuk pergi ke dunia manusia telah ditemukan, bagaimana kalau kita berkeliling dulu di dunia bawah selama beberapa waktu?” Ucap Deus dengan wajah gembira.
“Hmm…. Memang benar bahwa pengalaman untuk menjelajahi dunia bawah ini sangatlah langka. Tapi apakah kau ada alasan tertentu untuk itu?” Tanyaku penuh keheranan mendengar usulan Deus.
“Aku telah sedikit melihat skill milikmu itu, Eric. Kurasa bukan ide yang buruk untuk menambah jenis monster panggilanmu, terutama monster yang berasal dari ras iblis.” Jawab Deus sambil tersenyum lebar dan menyilangkan kedua lengannya.
“Ah! Ide yang bagus!”
Dan begitulah, kami berdua telah memutuskan untuk mengelilingi dunia bawah selama beberapa waktu untuk menambah jumlah monster panggilanku. Tak hanya itu, aku juga berencana untuk menunggu hingga penalti PK ini menghilang. Aku tak ingin mengalami restriksi Log In lebih dari 1 hari.
Aku yang hendak melangkahkan kakiku keluar dari gudang ini, tiba-tiba dihentikan oleh Deus untuk kesekian kalinya.
“Tunggu dulu Eric! Dengan penampilanmu yang seperti itu, kau akan segera diburu sama sepertiku!” Teriak Deus.
“Lalu apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa begitu saja merubah ras milikku kan?”
“Grant Skill : Assimilation.” Ucap Deus sambil mengarahkan lengannya kepadaku. Sesaat setelah itu, aku melihat notifikasi yang muncul di hadapanku.
[Anda telah menerima Legendary Skill : Assimilation!]
[Assimilation]
Rarity : Legendary
Konsumsi Mana : 50.000
Konsumsi Mana per detik : 100
Efek : Melakukan asimilasi dengan suatu Individu, memperoleh sebagian karakteristik dan kekuatan yang dimilikinya. Racial Skill atau Skill Ras Individu juga diperoleh. Perolehan karakteristik, kekuatan dan skill berlangsung hingga Assimilation dilepaskan. Individu yang terasimilasi juga akan kembali seperti semula setelah dilepaskan.
Batasan Khusus
Jumlah Individu yang saat ini bisa di asimilasi yaitu : 1
Individu yang menjadi target asimilasi dapat menolak permintaan!
Jika pengguna skill mati, maka Individu yang diasimilasi akan kembali seperti semula!
“A-apa maksudnya ini, Deus?” Tanyaku kebingungan melihat skill yang diberikan olehnya.
“Aku akan meminjamkanmu Skill itu. Gunakanlah untuk melakukan asimilasi denganku. Jika kau melakukannya, maka penampilanmu akan sedikit berubah mendekati seorang vampir.” Jelas Deus sambil tersenyum.
“Baiklah kalau begitu… Assimilation!” Ucapku sambil mengarahkan tanganku kepada Deus.
[Apakah Anda yakin akan melakukan asimilasi dengan Asmodeus, Queen of Vampire?]
[Ya] [Tidak]
Dengan segera aku menekan tombol [Ya].
Seketika, tubuh Deus berubah menjadi cahaya berwarna emas yang indah. Cahaya itu kemudian masuk ke dalam tubuhku dengan perlahan. Aku pun mulai menyadari perubahan yang terjadi.
Warna kulitku menjadi sedikit lebih pucat. Kuku di jariku menjadi tajam dan berwarna hitam. Tak hanya itu, telingaku juga berubah menjadi sedikit lancip dan tumbuh taring yang agak panjang di gigiku.
Untuk memastikannya, aku membuka jendela status milikku.
[Nama : Eric]
__ADS_1
[Ras : Half-Demon : Human/Vampire]
[Level : 76]
[Skill Ras]
[Bloodlust]
Memungkinkan pemilik skill untuk meningkatkan kekuatannya sebesar darah yang telah dikonsumsi.
[Blood Drinking]
Memungkinkan pemilik skill untuk meminum darah target dengan cara mengigit lalu menghisap darah yang dimiliki target.
[Rapid Regeneration]
Meningkatkan regenerasi Health Point pemilik skill sebesar 100%.
“Aku…. Benar-benar menjadi seorang vampir?” Ucapku pada diriku sendiri sambil terkejut. Tanpa kusadari senyuman yang lebar tergambar dengan jelas di wajahku.
Tapi seketika, terdengar suara entah darimana. Suara milik Deus.
“Apakah kau sudah memahami cara kerja skill ini, Eric? Aku akan mendukungmu dari dalam. Sekarang berkelilinglah di dunia bawah ini dan buat kontrak dengan sebanyak mungkin iblis!”
“Eh?! Deus?!” Teriakku kaget mendengar suaranya di pikiranku.
“Menggunakan skill itu bukan berarti kau membunuh targetmu, kau tahu? Aku masih hidup sehat di dalam tubuhmu. Sekarang cepatlah bergerak!” Ucap Deus dengan suara yang seakan berasal dari kepalaku.
Aku pun menuruti perkataan Deus dan segera meninggalkan gudang tua ini.
...***...
Wilayah Kekaisaran Avertia.
Puluhan ribu pasukan dengan zirah dan jubah berwarna putih berbaris dengan rapi di hadapan Pegunungan Avant. Di bagian dada zirah itu, nampak jelas lambang pedang dan cahaya berwarna abu-abu. Pasukan Kerajaan Suci Celestine.
Tak cukup dengan pasukan itu, Uskup Agung juga telah mengutus 6 Inquisitor dalam misi penaklukan ini. Kekuatan tempur masing-masing Inquisitor bisa menyamai ratusan ksatria suci sekaligus.
“Inquisitor Shea Celestica, apakah Anda yakin dengan keberadaannya di gua ini?” Tanya seorang Jendral Pasukan dengan zirah adamantium berwarna agak keemasan.
“Kami sangat yakin dengan hal itu, Jendral Kailos. Daripada menanyakan hal seperti itu, lebih baik kau mempersiapkan pasukan Kekaisaran Avertia untuk mendukung kami.” Balas wanita dengan nama Shea itu.
Penampilannya sungguh anggun dengan rambut lurus yang seputih salju. Wajahnya yang sangat cantik dan mulus membuat orang ragu apakah wanita ini benar-benar seorang Inquisitor tertinggi.
“Tenang saja, Inquisitor Shea. 50.000 Ksatria Elit dari Kekaisaran akan mendukung Anda!” Balasnya sambil sedikit membungkukkan kepalanya. Sekitar seperempat dari pasukan itu merupakan Player yang menerima Quest dari Kekaisaran. Sedangkan sisanya merupakan NPC.
“Sangat kurang, Kailos. Meskipun telah diberkati Dewi Celestine dengan wilayah sebesar itu tapi kalian hanya mendukung kami dengan 50.000 Ksatria? Apakah kalian sadar akan apa yang akan kita hadapi hari ini?!” Teriak Shea dengan raut wajah yang penuh akan kemarahan. Bahkan pedang suci miliknya telah berada tepat di depan leher Kailos.
“Su-sungguh maafkan kami! Tapi seluruh pasukan Kekaisaran masih sibuk melawan pasukan barbar yang muncul dari Timur dan Selatan wilayah….”
Mendengar itu Kailos hanya mampu terdiam.
Kerajaan Suci Celestine dan Teokrasi Julia merupakan wilayah Netral yang tidak memiliki hubungan diplomasi apapun dengan kerajaan lain. Itu semua karena mereka merupakan wakil para Dewi di dunia manusia.
Tidak ada yang diperbolehkan untuk menyerang mereka. Jika ada suatu kerajaan yang menyerang wilayah itu, maka seluruh kerajaan di Benua diharuskan untuk membantu peperangan yang terjadi.
Bukan tanpa alasan kenapa Kerajaan Suci Celestine dan Teokrasi Julia dianggap istimewa. Itu semua karena keduanya selalu mendukung seluruh kerajaan yang ada di Benua ini menghadapi krisis kemanusiaan. Yaitu invasi dari monster maupun kemunculan iblis. Itulah tugas mereka.
Sebagai gantinya, mereka tidak akan pernah mencampuri politik kerajaan lainnya.
Di hadapan puluhan ribu pasukan itu… nampak sosok seorang pria.
Pria dengan rambut yang seputih salju.
“Kukuku…. Buahahaha!!! Kalian semua!!! Aku sudah memutuskannya!!! Kalian akan menjadi tumbalku!!!” Teriak Pria itu. Di atas kepalanya nampak jelas tulisan ‘Evan’ dengan warna hitam pekat.
Inquisitor Shea yang mendengar provokasi Pria itu hanya diam. Di dalam pikirannya hanya ada satu hal. Membunuh Pria itu secepat mungkin sebelum dunia hancur.
‘Dewi Celestine…. Ku mohon berkatilah diriku ini untuk menumpas musuh umat manusia.’ Ucap Shea dalam hati sambil memejamkan matanya.
Evan yang telah puas tertawa segera mengambil suatu Item di dalam Inventorynya. Sebuah botol kaca yang sangat indah. Akan tetapi di dalamnya terdapat cairan dengan warna hitam keunguan.
Forbidden Elixir.
Dengan segera Ia meneguk habis cairan yang mencurigakan itu. Di hadapannya muncul beragam notifikasi yang cukup menjijikkan bagi Player lain, tapi sangatlah indah bagi Evan.
[Anda telah meminum ramuan terlarang!]
[Anda menerima efek racun kuat!]
[Anda menerima 5.500 damage per detik!]
[Tubuh Anda kaku! Tidak dapat bergerak selama 30 detik!]
[Tubuh Anda terbakar!]
[Anda menerima 8.400 damage per detik!]
[Anda ….]
Notifikasi itu terus menerus bermunculan tanpa henti. Seakan tak merasakan rasa sakit sama sekali, Evan terus menerus tersenyum dengan lebar. Para Ksatria Suci dan Ksatria Kekaisaran hanya melihat sosok Evan yang terbakar dengan penuh kebingungan. Kenapa dia justru menyakiti dirinya sendiri? Apakah karena sudah menyerah?
Hingga akhirnya….
[Health Point Anda telah mencapai angka 0]
__ADS_1
[Anda telah mati!]
[ …. ]
[ …. ]
[Efek Forbidden Elixir : Behemoth’s Corpse telah aktif!]
[Tubuh Anda telah hancur karena efek racun!]
[Tubuh Anda telah hancur karena terbakar!]
[Memulai perubahan ras!]
Tubuh Evan yang kini hanya tersisa tulang belulang saja mulai diselimuti oleh api dengan warna hitam dan ungu. Api itu berkobar dengan sangat kuat, menelan seluruh tubuh Evan. Saat itulah, evolusi ras pertama yang dilakukan oleh Player berhasil dilakukan.
Tubuhnya yang tersisa tulang belaka mulai menumbuhkan daging kembali. Tapi kini, daging yang tumbuh memiliki warna kulit yang putih pucat, seakan tidak memiliki darah sama sekali.
...[Selamat!]...
...[Kini Ras Anda telah menjadi Undead!]...
Melihat notifikasi yang terus menerus muncul di hadapannya, Evan nampak tersenyum puas.
[Nama : Evan]
[Ras : Undead]
[Level : 286]
[Rebirth : 1]
Health Point : 437.850
Mana Point : 1.846.420
Stamina Point : 58.344
Attack Power : 3.432
Magic Power : 42.865
Defense : 4.752
[Basic Status]
STR : 3.432
AGI : 3.718
INT : 10.582
VIT : 6.006
STA : 5.148
DEX : 2.860
[Growth Point]
STR : 12
AGI : 13
INT : 37
VIT : 21
STA : 18
DEX : 23
Seluruh pasukan yang kini melihat sosok Evan yang baru hanya bisa ketakutan. Aura kegelapan yang mengerikan terpancar dari tubuh Evan. Tubuh putihnya yang seakan tak memiliki darah itu tertutupi oleh jubah dengan warna hitam dan corak ungu.
“Raise… Undead!” Ucap Evan sambil mengangkat kedua tangannya.
Di kaki pegunungan itu, muncul ratusan ribu monster jenis Skeleton dari dalam tanah. Mereka semua nampak menggunakan perlengkapan ala kadarnya. Meski begitu, itu tak menghapus kengerian jumlah Skeleton yang muncul.
“Dewi Celestine…. Aku mohon…. Berikanlah kekuatan yang cukup untuk menahannya hingga bala bantuan tiba….” Ucap Shea yang kini sudah mulai lemas.
Seketika, notifikasi muncul secara bersamaan di hadapan seluruh Player.
...[Musuh Umat Manusia Telah Terlahir!]...
...[Evan, The Immortal Alchemist!]...
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
__ADS_1
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...