The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 193 - Bersembunyi


__ADS_3

Beberapa puluh menit telah berlalu. Kami berenam terus menerus berlari menghindari kejaran dan serangan kepakan sayap dari Harpy Empress itu.


Kami bahkan harus terus menerus meneguk Potion setiap saat untuk memulihkan HP, MP dan SP kami.


Hingga pada akhirnya....


'Bruk!'


"Ah! Sialan! Lelah sekali!" Teriak Elin sambil melemparkan tubuhnya di tanah.


"Nona Elin.... Ini minumannya." Ucap Rianne sambil terbang mendekati Elin.


"Ah! Kau pengertian sekali ya! Bagus bagus!"


Sementara itu....


"Seperti yang kalian lihat! Kami semua terpaksa berlari dari serangan monster itu! Sungguh aku sendiri sangat penasaran dengan...."


'Plak!'


"Aduh!" Teriak Nico setelah menerima tamparan itu.


"Hei Eric. Apakah kau yakin membawa orang yang suka berbicara sendiri ini adalah hal yang baik?" Tanya Elin dengan tatapan kesal setelah melayangkan tamparan maut yang memberikan 3.521 damage itu.


Mendengar pertanyaan Elin, aku pun mulai memikirkannya dengan sejenak....


Setelah beberapa saat berpikir, aku pun segera mengutarakan pendapatku.


"Nico memiliki peranan yang sangat penting dalam party ini yaitu sebagai cameramen. Tak ada dari kita yang memiliki akses terhadap kamera hologram itu. Meskipun bisa memperoleh kamera hologram itu, tak menjamin bahwa kita bisa membuat video yang menarik. Oleh karena itu...."


Aku pun terus menerus memberikan penjelasan kepada Elin. Lucien, Cathy dan Rianne yang tak memahami mengenai konsep kamera hologram nampak memberikan ekspresi yang kebingungan.


"Hmm.... Jadi begitu? Lagipula, kenapa kau sangat ingin memiliki nama yang baik? Apakah kau berencana untuk menjadi artis di dunia nyata?" Tanya Elin kembali.


Dengan segera, aku pun menjawab pertanyaan itu.


"Aku hanya tak ingin memiliki terlalu banyak musuh. Terlebih lagi Player yang tidak bisa benar-benar dibunuh."


"Memangnya untuk apa?" Tanya Elin.


"Aku.... Entahlah, agak sulit untuk mengutarakannya tapi.... Bukankah kekuatanku ini memang ditakdirkan untuk menjadi penjahat?


Karena tujuan awalku bermain game ini yaitu mencari uang telah tercapai, kini aku ingin bersenang-senang dan meninggalkan kenangan. Sebuah kenangan.... Yang pastinya akan diingat semua orang." Jelasku panjang lebar.


"Jangan katakan bahwa kau ingin?!"


Elin nampak menyadari maksudku dan memberikan ekspresi penuh rasa terkejut.


Untuk menanggapinya, aku hanya mengangguk secara perlahan.

__ADS_1


Sedangkan Nico?


"Lihatlah! Aku baru saja ditampar! Tapi tak apa! Karena yang menampar adalah gadis cantik yang...."


Dia tak ada henti-hentinya merekam video melalui kamera hologramnya.


...***...


...Kota Reinard...


...Kerajaan Farna...


"Apakah kau yakin dengan hal ini?!" Teriak Alice dengan ekspresi kemarahan yang tak pernah Ia tunjukkan sebelumnya.


"Sangat yakin. Kita harus segera menyerang Kerajaan Farna selagi mereka dalam kondisi yang lemah. Lagipula, tanah mereka hampir 3x lebih luas daripada Kerajaan Salvation saat ini. Membayangkan keuntungannya saja sudah membuatku sangat bersemangat!" Balas Chris dengan senyuman yang lebar.


Mendengar balasan itu, Alice nampak cukup kesal dan segera pergi.


'Grak! Grak!"


Beberapa Ksatria nampak mendatangi Chris yang sedang bersantai di taman Istana Kerajaan ini.


"Maafkan kelancangan kami, Yang Mulia. Kami hadir untuk memberikan laporan." Ucap salah seorang Ksatria yang mengenakan zirah hitam keemasan itu.


Mendengar hal itu, Chris tidak menjawab dan hanya memberikan gestur tangan untuk meminta Ksatria itu melanjutkan perkataannya.


Mendengar hal itu, Chris nampak mengangguk seakan senang mendengarnya.


Kemudian Ksatria kedua pun segera memberikan laporannya.


"Pasukan dari Ordo Ksatria Shielder memiliki kekuatan sebesar 300 Ksatria, 50.000 Prajurit infanteri kelas berat, dan 1.000 lebih ahli senjata berat."


Laporan itu pun terus berlanjut hingga selesai. Totalnya terdapat 5 Ksatria yang melaporkan hal itu. Meski jumlah mereka sangatlah besar, tapi Chris nampak memberikan ekspresi yang rumit.


"Dimana pimpinan Ksatria dari Ordo Salvation? Mereka adalah yang memegang kunci terpenting dalam perang ini tapi kenapa tidak hadir?" Tanya Chris dengan suara yang cukup berat dan keras.


"Du-Duke Rowan sedang dalam perjalanan pulang dari penaklukan wilayah kosong di Timur Pegunungan Selias." Jawab salah seorang Ksatria.


"Berapa kira-kira jumlah pasukan mereka?"


"2.000 Ksatria Elit." Balas Ksatria itu.


Mendengar hal itu, Chris nampak cukup puas dan meminta mereka semua meninggalkan tempat ini.


Meskipun berjumlah sedikit, Ksatria memiliki level setidaknya 50 angka lebih tinggi daripada Prajurit biasa.


Terlebih lagi Ordo Salvation, yang merupakan Ordo terkuat dan terbesar di Kerajaan Salvtaion. Meski hanya memiliki anggota sekitar 2.000 orang saja, mereka semua adalah Elit diantara orang Elit.


Rata-rata level dari Ksatria di Ordo Salvation yaitu sekitar 200. Angka yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Bagaimana cara mereka memperoleh angka itu?


Tentu saja semua ini berkat Dungeon Barrack yang dibuat oleh Eric.


'Aku akan menunjukkannya kepada kalian para legenda sialan, bahwa manusia biasa sepertiku juga bisa menaklukkan dan menguasai seluruh dunia game ini!' Teriak Chris dalam hatinya.


...***...


...Di dalam sebuah goa.......


"Jadi kita akan memburu makhluk itu?" Tanya Rianne sambil memainkan harpa miliknya.


"Ya. Lucien apakah aku bisa mengandalkanmu untuk merantainya?" Balasku singkat.


"Fufufu.... Hal sepele saja. Makhluk seperti itu hanyalah burung kecil bagi Pangeran Kegelapan ini!"


"Hal sepele apanya. Bukankah kau lari terbirit-birit sebelumnya?" Tanya Cathy sambil mencari bebatuan yang menarik.


"Hah?! Aku tak tahu apa maksud wanita sialan ini tapi.... Aku hanya menuruti perintah Tuankuu untuk kabur!"


Keributan pun terjadi antara Cathy dengan Lucien. Aku yang melihatnya hanya bisa menghela nafasku. Sementara itu....


"Hiks.... Harpy tampanku.... Semoga kau tenang disana...."


Ada seorang gadis yang sedang menangisi suatu hal. Aku heran kenapa Ia baru menyadarinya saat ini bahwa Harpy favoritnya tertinggal pada saat melawan Harpy Empress sebelumnya.


"Pssstt! Guys! Rencana ini sangat rahasia dan disusun sendiri oleh Eric, sang penyihir agung! Kemungkinan besar bahwa...."


"La.... La.... La...."


Semua orang sibuk dengan dirinya sendiri.


Entah apakah hanya diriku atau.... Party ini memang sangatlah aneh!


"Uh.... Aku sekarang menjadi tidak yakin apakah kalian memang ingin mengalahkan Harpy Empress itu." Ucapku sambil memberikan tatapan sinis ke arah semua orang.


"Tentu saja aku ingin mengalahkannya!" Teriak Lucien dan Cathy yang saat ini sedang sibuk menjambak rambut satu sama lain.


"Aku harus membalaskan dendam pada kekasihku!" Teriak Elin dengan mata yang berkaca-kaca.


"La.... La.... La...."


"Guys ini sangat gila sekali! Kalian tidak akan percaya bahwa...."


Pada akhirnya....


Aku kehilangan seluruh kesabaranku dan meledakkan goa ini dengan menggunakan skill [Fire Blast] milikku.


Meskipun tidak memberikan banyak damage dan tidak terlalu merusak karena tak menggunakan [Amplify], setidaknya aku bisa membuat mereka semua berhenti mengocehkan hal-hal tidak masuk akal.

__ADS_1


__ADS_2