The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 280 - Akhir yang menjadi Awal


__ADS_3

...Kota Lesta...


"Kuuughh! Orang ini!" Teriak Minotaur itu setelah menerima pukulan telah dari Eric yang berasimilasi dengan Deus.


Pukulan itu bukanlah pukulan sederhana. Melainkan sebuah pukulan yang diperkuat dengan sihir tipe petir.


'Braaaaak! Wuuooosss!'


Hanya dengan satu pukulan itu, sang Minotaur telah terlempar begitu jauh.


"Hmm.... Sayang sekali aku tak memiliki banyak waktu untuk meladeni kalian. Wind Blast." Ucap Eric sambil mengarahkan tongkat sihirnya di tengah kumpulan Iblis itu.


'Duaaaaaaaarrr!!!'


Ledakan angin yang sangat besar itu membuat kelima Iblis lainnya termasuk Lilith terlempar sangat jauh ke berbagai arah.


Eric pun segera mempercepat terbangnya ke arah Istana Kota Lesta ini.


Semua Iblis yang menjaga Kota ini hanyalah sampah di hadapan Eric yang saat ini memperoleh sebagian kekuatan dari Deus. Meski hanya 50% saja, tapi Level Deus yang saat ini telah mencapai angka 800 lebih. Sebuah level yang seharusnya mustahil diperoleh pemain.


Tapi setengah dari kekuatan mengerikan itu saat ini berada di tangan Eric, menunggu untuk digunakan.


Terlebih lagi, Skill [Assimilation] Eric yang saat ini telah ditingkatkan secara paksa oleh Deus. Memungkinkannya berasimilasi dengan dua makhluk sekaligus.


Asimilasi yang satunya?


'Wuoooosssshh!!'


Serangan berupa api hitam yang sangat panas itu mengenai separuh tubuh Eric. Membuatnya kehilangan sekitar 30% Health Point miliknya dan hilangnya tangan kiri Eric.


"Bodoh sekali, Magic Missile." Balas Eric sambil mengarahkan tongkat sihir di tangan kanannya ke arah Lilith di kejauhan.


'Blaaaarrr!'


[Anda telah memberikan 105.297 damage!]


[Target telah menerima damage yang fatal!]


Mengabaikan notifikasi itu, Eric segera menghancurkan pintu istana yang begitu besar itu dengan sihir ledakannya.


Tangan kirinya yang hilang pun mulai tumbuh kembali secara perlahan. Begitu juga Health Point miliknya yang beregenerasi dengan kecepatan yang sangat gila.


Semua itu berkat Slime hasil penelitian Cathy. Meski belum sempurna, Slime itu telah memberi kekuatan yang begitu besar pada Eric yang saat ini memiliki Health Point mendekati angka 1 juta berkat Status Point dari Deus.


Segera setelah menghancurkan pintu itu, Eric melepaskan skill [Fly] miliknya dan mulai berjalan perlahan. Bersamaan dengan itu, Ia menggunakan skill [Summoning] miliknya untuk memanggil beberapa Chimera yang diperolehnya dari Dungeon Forteresse de Deus. Sosok Monster dengan level mencapai angka 300 itu hanya dijadikan sebagai samsak dan juga hiburan. Maka dari itu Eric memutuskan untuk memanfaatkan hal itu demi membuat kontrak dengan makhluk sekuat itu.


"Summon. Chimera." Ucap Eric sambil berjalan mendekati sosok seorang Pria yang duduk di atas sebuah singgasana yang dipenuhi dengan tulang berbagai jenis makhluk itu.


Di sekitar tempat Eric berjalan secara perlahan itu, muncul 6 buah lingkaran sihir yang berwarna merah darah dengan ukuran yang cukup besar.


Bersamaan dengan itu juga, sosok enam monster dengan tubuh dan kepala singa, sayap elang dan ekor ular pun muncul dari balik cahaya merah yang menghiasi ruangan tahta itu.


[Chimera]


[Rating : Epic]


[Level : 326]


Tanpa menunggu lebih lama, Eric segera memberikan perintah kepada monster yang tak begitu berakal itu.


"Bunuh semua Iblis rendahan yang ada di belakangku. Jangan biarkan seorang pun menggangguku."


Perintah yang sederhana namun sangat kuat itu segera dipenuhi oleh 6 ekor Chimera yang besar dan mengerikan itu. Mereka semua segera berpencar ke berbagai arah untuk tak hanya menghadang enam iblis pelayan Abaddon, tapi juga untuk membunuh mereka.


Di ujung ruangan itu, Abaddon yang melihat sosok Eric yang berjalan dengan santai mulai berdiri dari singgasananya.


"Half Vampire ya? Tak ku sangka masih ada vampir lain yang bertahan di dunia ini, tapi aku tak peduli soal itu. Skill Summoner milikmu itu.... Bukankah sangat kuat? Akan sangat disayangkan jika bukan aku yang menggunakannya, kau tahu?" Ucap Abaddon dengan nada sombongnya kepada Eric.


Eric yang masih berjalan dengan tenang mulai membalaa perkataan Abaddon.


"Jadi kau sang pencuri skill itu ya? Menarik sekali mengingat betapa sombongnya dirimu meski serendah itu. Kau tak bisa kuat tanpa mencuri kemampuan orang lain kan?"


Abaddon sama sekali tak menyangka akan ada orang yang cukup bodoh untuk menentangnya. Bahkan Naga Kuno Arroth sekalipun lari terbirit-birit di hadapannya. Tapi manusia rendahan yang memiliki setengah kemampuan vampir itu?

__ADS_1


Tentu saja membuat amarah Abaddon meledak.


Ia dengan segera melesat ke arah Eric sambil menghunuskan tangan dengan kuku yang sangat tajam itu tepat ke arah dada Eric.


Tapi semua itu justru sesuai dengan harapan Eric. Ia memang sengaja memancing Abaddon untuk mendekat. Semua itu demi menjebak Abaddon ke dalam Dungeon yang telah dibangun dan didesain olehnya dengan satu tujuan. Yaitu untuk membunuh Abaddon.


'Tap!'


Eric dengan cepat segera menangkap tangan Abaddon dan menghindar dari tusukan maut yang begitu cepat itu. Bersamaan dengan hal itu, Eric berkata dengan suara yang sangat lirih.


"Dungeon Manifestation... Penghakiman."


Pada saat itu juga, sebuah kubus berwarna hitam yang berukuran sekitar 10 x 10 meter itu mulai terbentuk dan menutupi seluruh tempat yang ada di ruang tahta itu. Sebuah kubus yang hampir mustahil untuk dihancurkan dari luar.


...***...


Beberapa menit sebelumnya....


"Apa kau bilang?! Kalau begitu kita seharusnya segera menghentikan sebelum semua itu terjadi!" Teriak Valiant setelah menyadari seberapa buruk situasi yang saat ini.


Di kejauhan, Ruderioss dan juga Valiant mulai bisa melihat pemandangan Kerajaan Farna. Tapi tujuan mereka adalah Kota Lesta yang berada di sisi Barat Daya Kerajaan Farna.


Ruderioss pun mempercepat kecepatan terbangnya dengan harapan untuk menghentikan Eric dan juga Asmodeus.


"Jika Asmodeus dan juga Eric berhasil mengalahkan Raja Iblis itu dengan tangan mereka sendiri.... Dunia akan dipastikan hancur kedepannya. Maka dari itu...."


Tapi pada saat mereka berdua telah sampai di Kota Lesta, mereka dikejutkan oleh keberadaan enam ekor Chimera yang bahkan bisa meratakan sebuah kota itu berkeliaran dengan bebas.


Meski mereka memburu iblis bawahan Raja Iblis itu, tetap saja kenyataan bahwa seseorang bisa memanggil monster sekuat itu dengan mudahnya adalah hal yang sangat buruk.


Jika saja Eric mengganti fokusnya dari kekayaan menjadi penguasaan dunia, maka Ia bisa memperoleh seluruh isi dunia ini dengan mudah kedepannya.


Maka dari itu....


"Itu mereka!" Teriak Valiant yang segera melompat dari tubuh Ruderioss dan melesat dengan sangat tepat. Pilihannya ada dua. Yaitu membunuh Eric agar tak bisa memakan kekuatan Raja Iblis yang baru bangkit itu, atau membunuh Raja Iblis itu sebelum Eric bisa memakannya.


Keduanya adalah hal yang cukup sulit. Meski begitu, membunuh Eric dan membiarkan dunia ini sedikit lebih hancur lalu meminta bantuan kelima Guardian lainnya adalah pilihan yang lebih logis. Tentu jika dibandingkan kenyataan bahwa kemenangan Eric pada pertarungan ini akan memastikan kehancuran dunia ini di masa depan.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Valiant mengayunkan pedangnya ke arah leher Eric.


'Swuuuooossshh!'


Sebuah cahaya hitam pekat yang diikuti dengan kemunculan sebuah kubus berwarna hitam pekat itu menghempaskan Valiant beserta Ruderioss yang berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan Eric.


Kini di hadapan mereka berdua terdapat sebuah kubus hitam berukuran 10 x 10 meter yang sama sekali tak bisa dihancurkan.


"Dimensional Blade!" Teriak Valiant sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal.


'Blaaaaaaarrrr!!!'


Kehancuran yang besar terjadi di tempat itu. Menyebabkan munculnya jurang besar dan sangat dalam di hadapan Valiant hingga mencapai jarak ratusan meter.


Bahkan tebasan itu memaksa Dewi Gaia turun tangan atas kehancuran yang terjadi.


...[Dewi Gaia telah memperbaiki kehancuran dunia yang terjadi!]...


Seluruh jurang yang terbentuk akibat tebasan Valiant itu segera diperbaiki. Tanah yang rusak itu segera kembali ke keadaannya yang semula seakan tak pernah terjadi apapun.


Notifikasi sistem itu tentu saja muncul di hadapan semua orang. Tak ada satu orang pun yang tidak terkejut dengan notifikasi itu. Permasalahannya adalah siapa yang melakukannya.


Tapi kembali pada kondisi saat ini....


Tebasan yang bahkan mampu melampaui ruang serta memaksa Dewi Gaia untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi itu sama sekali tak berpengaruh terhadap kubus hitam yang ada di hadapannya.


Ruderioss yang melihat hal itu segera berusaha untuk menganalisa kubus itu.


"Bahkan dengan kemampuan pedang yang melampaui konsep ruang itu sendiri tak mampu menggoresnya? Jadi inikah sihir tipe distorsi ruang?" Ucap Ruderioss sambil berjalan mengelilingi kubus hitam itu dan memperhatikannya dari berbagai sisi.


"Apa yang kau lakukan? Cepat bantu aku menghancurkan benda ini!" Teriak Valiant yang masih terlihat mengayunkan pedangnya secara terus menerus ke arah kubus hitam itu.


Sementara itu, Ruderioss masih terus berjalan dengan tenang sambil mencoba mencari cara untuk melepaskan sihir itu.


'Meskipun jauh lebih kecil dan memiliki kekuatan yang lebih lemah daripada sihir realitas dunia milikku, tapi pertahanan sihir distorsi ruang ini sama sekali tak bisa di rusak dari luar. Dengan kata lain, sebagai ganti kekuatannya yang rendah maka sihir ini meningkatkan pertahanannya terhadap seluruh gangguan yang ada dari luar?' Pikir Ruderioss secara perlahan.

__ADS_1


Ia mulai berusaha mengingat mengenai seluruh isi buku yang ada di dalam perpustakaanya untuk mencari cara menghancurkannya. Atau setidaknya membuat kubus itu melemah agar bisa dihancurkan.


...***...


...Di dalam Kubus Hitam...


...Dungeon Penghakiman...


"Sihir distorsi ruang dengan skala sebesar ini.... Mencoba meniru sihir realitas milik para dewa?" Tanya Abaddon sambil memperhatikan ruangan yang hanya memiliki dinding batu yang tebal tanpa adanya hal yang lain selain jebakan.


"Tidak.... Skill ini tidak mencoba meniru skill tingkat Mythical seperti itu." Balas Eric sambil terus mempersiapkan lingkaran sihir amplifikasi di Oracle Staff miliknya.


Dari dalam dirinya, terdengar suara Deus yang memperingatkan Eric akan suatu hal.


'Eric, dua orang tingkat Mythical telah menantimu di luar Dungeon Manifestation ini. Aku tak mengenali siapa mereka tapi kau harus segera menyelesaikan pertarungan di sini. Aku merasa bahwa mereka bisa saja menghancurkan dunia manifestasi ini.'


"Aku mengerti. Tenang saja." Balas Eric dengan suara yang lirih.


Abaddon dan juga Eric nampak berjalan mendekati satu sama lain secara perlahan. Kedua mata mereka menatap satu sama lain untuk mengukur seberapa kuat lawannya.


'Tempat ini.... Meskipun sederhana tapi bisa melemahkanku hingga ke tingkat ini? Terlebih lagi semua jebakan yang ada di sini.... Aku harus segera membunuhnya secepat mungkin.' Pikir Abaddon yang menyadari bahwa dirinya telah melemah.


'Iblis itu.... Bahkan dengan efek khusus Dungeon Penghakiman ini sekalipun masih memiliki kekuatan sebesar itu? Aku harus segera menyelesaikan semua ini sebelum terjadi sesuatu di luar sana yang menyebabkan hancurnya manifestasi ini.'


Dengan pemikiran yang hampir serupa, mereka berdua pun segera memulai pertarungan yang akan menentukan nasib dunia virtual ini.


Sebuah pertarungan legendaris tanpa adanya satu pun penonton maupun saksi yang bisa membenarkan bahwa pertarungan ini pernah terjadi.


Sebuah pertarungan....


Yang akan menjadi titik balik kebangkitan bagi pemenangnya.


Awakening.


..._____________________________...


...[Author's Note]...


...Akhirnya Arc 2 [Awakening] telah selesai dengan gantungan jemuran yang luarbiasa hehehe...


...Bersamaan dengan episode ini, Author akan mengubah status The Dungeon Master menjadi Tamat...


...Eiiitttsss! Jangan khawatir...


...Tamatnya The Dungeon Master Book 1 ini tentu saja akan segera dilanjut dengan pertarungan Epic antara Eric dengan Abaddon di Book ke 2...


...Judul dari Book 2 ini yaitu...


...[TDM II : Rise of Demon Emperor]...



...Bisa langsung di cek di profil saya kalau dah lolos review dari NT nya ya...


...Isi dari buku kedua ini akan meliputi 3 Arc jika memungkinkan, yaitu :...


...Arc 3 : Transcendence...


...Arc 4 : Domination...


...Arc 5 : Finale...


...Kapan rilisnya?...


...Saya bukan Author yang suka PHPin pembaca. Jadi rilisnya kemungkinan besar besok (kalau review book barunya cepet) atau mungkin lusa hari sabtunya (jika Review dari NT butuh lebih banyak waktu)...


...Intinya.......


...Yang sudah baca sampai sini terimakasih banyak banget. Saya sebagai Author mengucapkan banyak sekali terimakasih kepada kalian para pembaca setia dan budiman...


...Kemudian.......


...Saya tunggu kehadiran dan dukungan kalian di Book 2 TDM ya!...

__ADS_1


...See ya!...


__ADS_2