
Pintu kapsul yang ada di hadapanku terbuka secara perlahan. Akupun segera bangun dan keluar dari perangkat ini.
“Hah….”
Aku hanya bisa menghela nafasku setelah melihat notifikasi yang membanjiriku barusan sebelum aku dipaksa untuk Log Out.
“Restriksi Log In selama 45 hari?! Apa-apaan itu?! Dan juga pengurangan level hingga kembali ke level 1? Lagi? Untuk kedua kalinya?! Sialan!!!”
Aku sangat marah setelah memikirkan kembali hal itu. Tapi di sisi lain aku sangat bersyukur. Bagaimana tidak, Legendary Skill : Dungeon Master yang seharusnya dihapus oleh Dewi Celestine berhasil diselamatkan oleh seseorang yang misterius.
“Asmodeus? Siapa itu? Tapi jika dia merupakan Iblis tingkat tinggi dan bisa mengambil Skill semudah itu… kenapa dia tidak menyimpannya untuk dirinya sendiri?”
Diriku yang masih disibukkan oleh berbagai hal itu terkejut saat mendengar ponselku berdering.
[Elina memanggil….]
“Elin? Kenapa dia Log Out? Sudah kukatakan untuk mengikuti arahan dari Chris….” Ucapku sambil menghela nafas. Dengan segera akupun mengangkat panggilannya.
“Erik! Si Chris sialan itu mengkhianati kita! Dia bahkan membunuhku sesaat setelah aku sampai di dalam gua! Sudah kutakan bahwa ….” Teriak Elin menjelaskan situasinya panjang lebar.
Mendengar pernyataan Elin, aku juga sedikit terkejut. Tapi setelah memikirkannya sejenak aku paham mengenai kejadiannya. Dengan kata lain, Chris menerima usulan rencanaku. Akan tetapi, dia menaikkan tingkat drama yang dia buat untuk lebih meyakinkan Inquisitor itu dengan cara membunuh Elin di hadapannya.
“Elin… tenanglah. Chris berada di pihak kita.” Balasku singkat kepada Elin.
“Hah?! Apa maksudmu?! Sudah kukatakan bahwa Chris sialan itu….”
“Aku yang memintanya melakukan itu. Meskipun, aku tak memintanya untuk membunuhmu. Tapi semua itu kulakukan demi keselamatan Dungeon Origin.” Jelasku kepada Elin.
Setelah itu, aku menjelaskan semua rencana yang telah kubuat kepada Elin. Ia nampak heran pada diriku yang mampu memikirkan rencana seperti itu. Meskipun merusak salah satu lantai Dungeon Origin, tapi pilihanku itu mampu menyelamatkan 4 lantai yang ada di bawahnya.
Tapi ada satu hal yang masih mengganjal….
“Erik, sebelum aku terbunuh oleh Chris… aku melihat suatu notifikasi yang menyatakan bahwa kau telah kehilangan Skillmu…. Apakah itu benar?” Tanya Elin dengan suara yang bergetar.
“Ya, Elin. Itu benar. Pedang Inquisitor itu mampu menghapus Skill setelah diberkahi oleh Dewi Celestine. Tapi aku tidak tahu bagaimana batasannya. Yang jelas sistem menyatakan bahwa yang menentukan hukumanku adalah Dewi Celestine itu sendiri.” Balasku.
Elin terdiam setelah mendengarkan jawabanku. Mungkin karena dia telah memiliki harapan tinggi dengan skill milikku? Entahlah. Tapi tak ingin membiarkannya murung, aku segera melanjutkan penjelasanku.
“Sesaat sebelum penghapusan skill selesai, ada seorang wanita yang muncul dan menyelamatkanku.” Ucapku.
“Hah? Apa maksudmu?”
“Sederhananya… Skill Dungeon Master milikku masih ada. Tapi wanita itu mengatakan sesuatu seperti membalas kebaikannya. Entahlah…. Aku juga menerima restriksi Log In selama 45 hari jadi….” Jelasku.
Aku yang belum menyelesaikan penjelasanku segera dipotong oleh Elin.
“Eric…. Syukurlah….” Balasnya dengan suara yang terpatah-patah.
Setelah itu, kami berdua berbincang-bincang mengenai berbagai hal. Pada intinya, karena aku mengalami restriksi Log In selama 45 hari maka aku meminta Elin untuk mengurus Dungeon. Aku juga telah memahami kondisi Elin.
3,7 miliyar Rupiah. Itulah jumlah sisa hutang yang masih dimiliki Elin. Sisa waktunya? Hanya sekitar 5 bulan saja. Mendengar kenyataannya membuatku merasa sangat bersalah karena telah memojokkan Elin beberapa saat sebelumnya.
Meski begitu, kini dengan kehadiran Tasmith aku yakin Elin akan mampu memperoleh uang dengan cepat.
__ADS_1
“Elin, tenang saja soal itu. Sebenarnya, aku ingin meminta maaf karena telah memojokkanmu tanpa menanyakan alasanmu terlebih dahulu. Selama aku tak bisa Log In, tolong kelola Dungeon Origin sehingga kau memperoleh cukup uang untu menyelesaikan hutangmu.” Ucapku kepada Elin.
“Erik…. Apakah kau serius? Memperbolehkanku untuk….”
“Ya, Elin. Aku sangat serius.”
“Terimakasih, Erik…. Aku akan membalasnya setelah urusanku selesai….” Balas Elin dengan tangisan. Ia juga dengan segera menutup panggilannya.
‘Huh? Kenapa dia malah menangis? Entahlah, sekarang aku lelah dan mau tidur.’ Ucapku dalam hati sambil berjalan ke kasur tercintaku.
...***...
Keseharianku selama masa restriksiku sangat sederhana. Pada pagi hari, sekitar jam 06.00 aku akan berlari mengelilingi taman sambil berolahraga ringan. Setelah pulang, aku akan makan dan melanjutkan berolahraga di rumah.
Kenapa aku melakukan semua ini?
Jawabannya yaitu karena perkataan adikku setelah malam pertempuran itu.
“Kau tahu kenapa kau tak pernah mendapatkan pacar, Kak? Itu karena selain bodoh, tubuhmu juga semakin gemuk dan lemah. Setiap hari mengurung diri di dalam kapsul tanpa sekalipun berolahraga adalah penyebab utamanya! Dasar… padahal Kak Elin semanis itu, kenapa dia….” Ucap adikku dengan nada yang mengejek.
Jujur saja perasaanku sangat tersakiti oleh perkataannya. Tapi aku berniat untuk berubah. Lagipula….
“Kau tahu Kak? Kak Elin kemarin bercerita padaku bahwa dia mungkin bisa menyukaimu jika tubuhmu lebih terlatih!” Ucap Rina beberapa hari setelah itu.
“Ka-kau serius Rina?”
“Terserah kau saja. Jika memang Kak Elin bukanlah tipemu maka….”
Belajar apa? Tentu saja soal Re:Life. Kini aku mulai mengikuti berbagai acara TV dan majalah mengenai berbagai player yang terkenal di dunia, tips untuk meningkatkan level dan sebagainya. Meskipun, tanpa melakukan apapun levelku akan naik dengan sendirinya.
Itulah salah satu kelebihan Skill milikku. Tapi jika dalam pertarungan langsung… nampaknya aku masih sangat lemah. Tapi apa boleh buat? Leo seperti seorang Boss terakhir di dalam suatu game! Di atas statusnya yang gila, dia juga mendapat dukungan dari seorang dewi!
Hingga suatu hari…. Berita itu muncul di berbagai tempat.
[Chris! Player Ranking 1 Dunia Telah Melakukan Rebirth!]
[Chris mengumumkan bahwa Ia mengalokasikan 5 Growth Point yang diperoleh ke Vitality! Apakah ini artinya status Vitality sangat penting?]
Growth Point. Merupakan suatu atribut yang menentukan jumlah perolehan status setiap kali naik level. Sebagai contoh sederhana. Jika seseorang memiliki Growth Point di STR sebanyak 5, maka setiap naik level dia akan memperoleh 5 STR Point. Setelah mencapai level 20, dia akan memiliki 100 STR Point. Hal yang sama berlaku untuk status yang lain.
Dengan melakukan Rebirth, maka Player atau NPC akan kembali ke level 1 dan memperoleh 1 Growth Point setiap 30 level yang dikorbankan. Meskipun terlihat kecil, efeknya akan sangat besar pada level yang tinggi.
Contoh sederhananya yaitu player dengan total Growth Point mencapai angka 60 di level 100 akan setara dengan player yang memiliki total Growth Point sebanyak 30 di level 200. Maka dari itu, kembali ke level 1 bukanlah masalah besar mengingat jumlah EXP yang diperlukan untuk naik level setelah level 151 sangatlah besar.
Tapi…. Jujur saja setelah melihat kekuatan dari Leo dan mendengar kengerian Executioner alias si Evalina dari Elin, prestasi Chris bukanlah hal yang luarbiasa. Justru dia ketinggalan sangat jauh jika dibandingkan dengan para Player anggota Seven Star.
Meski begitu, kini aku menyadarinya….
Dengan dirinya yang merupakan seorang Raja Salvation, Chris memiliki kekayaan yang paling besar diantara semua player. Pendapatannya dari pajak Kerajaan Salvation melampaui imajinasi terliarku. Tak hanya itu, Ia memiliki wilayah yang luas serta pasukan dan penduduk yang setia padanya.
‘Tak dapat dipungkiri, Chris memang Player terkuat dari segala sisi. Bukan hanya level, tapi semuanya.’ Pikirku dalam hati sambil menonton berita itu melalui TV di ruang makan.
Jika Chris menggabungkan semua kekuatan yang dia miliki, kekayaan, luas wilayah, bawahan, pandai besi legendaris, serta Dungeon buatanku, maka dia akan segera melejit melebihi para anggota Seven Star. Termasuk Executioner, Evalina. Seorang Player dengan level tertinggi yang kuketahui.
__ADS_1
“Sampai kapan Kakak akan menonton acara TV itu? Cepatlah mandi! Keringatmu sangat bau!” Teriak adikku sambil menutupi hidungnya.
...***...
Pemandangan yang ada di tempat ini dapat digambarkan dengan satu kata. Gelap.
Sebuah gua yang gelap, sangat minim cahaya yang bahkan para monster tidak mau tinggal di dalamnya. Meski begitu, terdapat seseorang yang tinggal di gua ini.
Di atas kepalanya nampak sebuah tulisan dengan warna hitam. Sebuah warna yang seharusnya tidak mungkin untuk diperoleh seorang Player.
Player yang bermain dengan baik tanpa melanggar aturan apapun akan memiliki nama dengan warna putih di atas kepalanya. Meski begitu, nama ini dapat disembunyikan melalui pengaturan di jendela menu untuk menjaga identitasnya.
Jika seorang player melakukan kejahatan yang melanggar hukum di suatu Kerajaan, maka orang itu akan menerima penalti dimana namanya terpampang dengan warna kuning. Meski begitu, warna ini masih dapat disembunyikan dengan item. Hasilnya, dia akan dikejar para penjaga selama beberapa waktu. Jika dibiarkan, warna itu akan menghilang dengan sendirinya.
Jika seorang player membunuh player yang tidak memiliki kesalahan apapun atau biasa disebut warna putih, Ia akan menerima penalti PK atau Player Kill. Nama pembunuh player itu akan terpampang dengan jelas di atas kepalanya dengan warna merah menyala. Warna merah ini tidak dapat disembunyikan dengan apapun.
Apabila jumlah pembunuhan hanya berada pada satu digit, warna ini akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Tapi jika lebih dari itu, maka warna merah itu tidak akan pernah hilang selamanya hingga Ia dibunuh oleh PK Hunter atau pemburu PK, dihukum oleh NPC atau mati dalam keadaan apapun.
Hukuman PK sangatlah berat. Minimal dia akan dilarang Log In selama beberapa hari serta pengurangan level yang cukup besar dan banyak item yang dijatuhkan.
Tapi diantara semua itu….
Terdapat suatu mitos.
Player dengan nama hitam pekat.
Seharusnya, warna ini tidak bisa diperoleh seorang player karena tingkat kesulitannya yang sangat tinggi.
Seorang Player harus membunuh setidaknya 250.000 lebih NPC dan 100.000 lebih Player. Sebuah angka yang sangat mustahil digapai. Tak cukup sampai disitu, masih terdapat kriteria lain yang mempersulit seorang player hingga memiliki warna ini.
Sebagai contoh yaitu sebelum mencapai angka itu, Player yang melakukan PK akan terlebih dahulu diburu Player lain untuk memperoleh hadiah. Benar, membunuh PK akan memberikan player hadiah. Itulah kenapa cukup banyak Player ‘Berhati Baik’ yang menjadi PK Hunter.
Hukumannya bagi pemilik warna hitam? Jika Ia berhasil dibunuh atau mati dengan cara apapun, maka Ia akan menerima Banned permanen dari pihak Pengembang Re:Life. Player tersebut akan selamanya tidak bisa kembali ke Re:Life apapun yang dia lakukan.
Tentu saja, hal ini seharusnya tidak pernah terjadi. Kejahatan seperti itu bahkan sangat mengerikan untuk dilakukan di dalam game. Kondisi mental pemainnya menjadi pertanyaan. Apakah dia seorang psikopat?
Tapi pihak pengembang Re:Life tidak dapat melakukan apapun. Itu karena mereka telah berjanji untuk tidak pernah mencampuri apapun yang pernah, sedang dan akan terjadi di dunia virtual itu demi terciptanya dunia yang dinamis. Mereka juga telah mencoba untuk menghubungi pemain itu di dunia nyata, namun semua itu tak membuahkan hasil.
Tapi Pria yang saat ini masih sibuk dengan meja di hadapannya seakan tidak peduli dengan semua itu. Di atas rambutnya yang seputih salju itu, nampak dengan jelas sebuah tulisan berwarna hitam pekat.
...‘Evan’...
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...
__ADS_1