The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 53 - Pengembangan Dungeon 1


__ADS_3

“Sebesar itukah kekuatannya?” Tanyaku panic kepada Elin.


“Sudah kubilang kau bisa melihatnya sendiri!”


Aku menelan ludahku melihat evolusi dari Kobold yang kunamai Tasmith. Kemampuannya sungguh mengerikan bukan hanya sebagai pengrajin tapi juga sebagai individu. 5 Status utamanya yang tinggi memungkinkannya untuk bertarung di garis depan.


Meski begitu, Tasmith masih memiliki level sebesar 5. Berapapun besarnya Growth stats yang Ia miliki semua itu tidak akan berarti jika levelnya hanya 5. Oleh karena itu….


“Tasmith. Aku akan menugasimu untuk meningkatkan kemampuanmu dengan berburu di Dungeon Orc terlebih dahulu. Kalian para Goblin, tolong antarkan Tasmith ke perbatasan Dungeon Orc.” Ucapku tegas.


“Saya akan kembali ketika sudah cukup kuat, Tuanku.” Jawab Tasmith singkat sambil berdiri dari tempatnya. Ia pun segera mengikuti para Goblin untuk meningkatkan levelnya di Dungeon Orc.


“Aku juga ingin mengembangkan pertahanan dari kota ini. Elin apakah kau mau menemaniku memasang perangkap di beberapa tempat sekarang?” Tanyaku kepada Elin.


“Tentu saja. Keamanan tempat ini adalah yang terpenting. Aku tidak ingin Kota Origin yang telah susah payah kita bangun dihancurkan oleh penyusup.” Jawab Elin sambil tersenyum.


Aku segera menuju ke jalan masuk Kota Origin yang berada di lantai teratas, diatas Kota lantai pertama. Mungkin aku harus menyebutnya lantai 0? Entahlah. Beberapa Goblin penambang juga ikut serta jika aku membutuhkan bantuan mereka dalam merapikan pemasangan jebakan.


“Install Trap : Arrow Trap!” Ucapku.


Aku meletakkan setidaknya 5 perangkap panah di jalan masuk ke dalam Kota. Pemicunya sangat sederhana yaitu lantai yang ada dibalik pintu rahasia yang terbuat dari batu. Selain itu, aku juga memasang Falling Pit di sekeliling pintu itu.


“Eric, meskipun mereka menerima panah itu dan jatuh ke lubang, mereka tidak akan mati.” Ucap Elin.


Benar juga. Damage yang diberikan oleh perangkap ini cukup rendah. Jika yang memasuki tempat ini adalah seorang Player dengan level yang cukup tinggi dan perlengkapan yang bagus, paling banyak mereka hanya kehilangan seperempat HPnya.


Setelah memikirkannya dengan baik, aku memutuskan untuk menginstal Spawn Point untuk monster. Jumlah yang aku pasang di dalam ruangan masuk dengan ukuran yang agak besar ini yaitu 10 Spawn Point. 3 diantaranya aku isi dengan Slime, 5 diantaranya aku isi dengan Goblin dan sisanya dengan Kobold.


Tak cukup sampai disitu, aku juga memasang Slippery Floor di jalan masuk sehingga menyebabkan mereka akan lebih mudah jatuh ke Falling Pit. Aku juga memasang puluhan Arrow Trap tepat di atas lubang Falling Pit dimana pemicunya adalah lantai yang ada di dasar lubang itu. Dengan demikian, mereka yang jatuh akan dihujani oleh anak panah.


Meskipun mereka bisa keluar dari lubang sedalam 3 meter ini, mereka harus menghadapi puluhan monster yang muncul dari Spawn Point di ruangan ini.

__ADS_1


“Aku rasa ini sudah cukup!” Ucapku pada diriku sendiri.


Elin yang mendengar perkataanku itu hanya menggelengkan kepalanya.


“Tidak ada yang namanya cukup dalam pertahanan, Eric. Kita akan selalu kurang dalam mengantisipasi strategi lawan.” Jawabnya.


“Lalu apalagi yang harus aku persiapkan?”


“Aku ingin mengatakan ‘Siapkan Teleportation Circle’ tapi karena batasannya hanya untuk tempat dengan status Dungeon maka kita tidak bisa membuatnya sekarang. Mungkin jika saran…. Persiapkan jebakan sepanjang jalan masuk ini.” Ucap Elin.


“B-bukankah itu berlebihan? Bagaimana jika aku atau kau lupa dengan lokasi jebakannya? Bukankah nantinya hanya akan menjadi senjata makan tuan?” Teriakku menyanggah usulan Elin.


“Kita tidak akan terlalu sering keluar dari sini selama beberapa waktu.” Balas Elin.


“A-apa?! Lalu bagaimana cara menjual semua barang yang dihasilkan oleh kota ini?” Tanyaku heran kepada Elin.


“Kita akan menjualnya sesekali. Saat ini kita masih memiliki banyak uang. Fokus utama kita adalah pengembangan Kota Origin terlebih dahulu sambil membangun labirin yang menyulitkan para penyusup masuk. Meskipun peluang mereka menemukan tempat ini rendah, kita harus tetap menyiapkannya sebelum terlambat.” Jelas Elin dengan rinci.


Semua itu telah diputuskan. Elin mengerahkan sebagian Goblin Penambang untuk bekerja membangun labirin di pintu masuk ke Kota Origin. Pembangunannya berjalan dengan sangat lancar hingga saat ini.


Ruangan yang awalnya berukuran agak besar itu lambat laun berubah menjadi ruangan raksasa yang dipisahkan oleh sekat-sekat yang menutupi pandangan orang yang ada disana. Tinggi labirin ini mencapai 5 meter. Dengan banyaknya dinding dan ruangan yang ada, harapannya adalah para penyusup untuk kesulitan mencapai Kota Origin.


Lalu bagaimana aku dan Elin masuk? Elin berencana untuk menyiapkan Lingkaran Sihir Teleportasi di salah satu ruangan itu. Tentu saja aku dapat mengatur siapa saja yang bisa menggunakannya.


Selain itu, Kota Origin juga tumbuh dengan pesat. Dengan kehadiran para Kobold yang kini jumlahnya telah mencapai 10 ribu ekor, sektor pembangunan dan kerajinan berkembang dengan sangat pesat.


Rumah-rumah tempat tinggal para monster yang dulunya hanya terbuat dari kayu yang Elin beli dari Kota manusia, kini telah diganti menjadi rumah dengan bahan batuan. Banyaknya penambang dan pengrajin memungkinkan pembuatan batu bata yang membuat tempat tinggal terlihat lebih indah dan kuat.


Lampu-lampu yang kebanyakan dari obor kini telah digantikan menjadi lentera-lentera yang indah. Yah, meskipun belum memiliki kaca tapi lentera yang berlubang ini jauh lebih indah daripada obor dari kayu.


Mengetahui perkembangan kerajinan yang meningkat pesat, Elin memutuskan untuk memperbesar ukuran Kota di tiap lantai. Akan tetapi, jumlah populasi yang besar juga berarti kebutuhan pangan yang tinggi.

__ADS_1


Pembangunan di bagian pertanian dan peternakan harus ditingkatkan lagi.


Hasilnya, seluruh Goblin Penambang ditugaskan untuk memperlebar tempat yang digunakan untuk pertanian. Meskipun membutuhkan waktu lama, tapi harapannya aku dapat meningkatkan produksi makanan untuk para monster bawahanku.


“Jika saja aku bisa menghasilkan lebih banyak makanan…. Kau tahu kan Elin meskipun menggunakan sihir cahaya dari para Goblin Shaman, hasil rerumputan ini tetaplah rendah jika dibandingkan dengan gandum dan padi di permukaan sana.” Ucapku kesal karena peningkatan hasil pertanian cukup rendah.


“Mau bagaimana lagi, Eric. Jika mengingat perkataanmu soal Obelisk, bukankah lebih baik jika kita bersembunyi di bawah tanah?”


Ya, itulah kenyataan pahit yang harus kuhadapi. Jika saja aku ke permukaan dan memimpin ribuan monster sebagai bawahanku, apa saja alasanku aku akan tetap dicap sebagai musuh umat manusia. Terutama oleh Kerajaan Suci Celestine.


“Inquisitor ya? Seperti apa mereka? Sekuat apa?” Tanyaku kepada Elin.


“Entahlah, aku hanya mendengar kabar-kabar dari para Player saja. Mereka nampaknya bergerak secara rahasia dan menumpas yang mereka sebut sebagai musuh umat manusia.” Jawab Elin.


Aku paham jika aku harus bersembunyi selama yang aku mampu tanpa berurusan dengan hal yang merepotkan saat ini. Ya, aku masih lemah. Tapi akan tiba waktunya ketika aku mengumumkan keberadaan Kerajaan Monster ini kepada seluruh Player.


Setelah itu, aku dan Elin kembali ke rutinitas kami. Memanggil monster hingga kehabisan Mana lalu bersantai sambil browsing internet melalui jendela menu.


“Hei lihat ini, Eric! Bukankah kucing ini sangat menggemaskan?” Ucap Elin sambil memamerkan video MeTub yang Ia tonton dari jendela menunya.


Sementara itu aku masih sibuk menonton video anak kucing yang bermain benang.


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...

__ADS_1


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...


__ADS_2