The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chaptee 190 - Party Origin


__ADS_3

...Istana Kerajaan...


...Kota Forgia...


“Suatu kehormatan untuk bertemu denganmu secara langsung, Eric.” Ucap Nico sambil menjabat tanganku.


“Begitu juga denganku. Bertemu dengan MeTuber paling terkenal di dunia…. Aku tak pernah menyangkanya.” Balasku singkat.


“Tidak tidak…. Aku masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Angie.”


“Angie sudah jarang mengunggah video baru. Apalagi tampil di acara televisi. Maka dari itu kau adalah MeTuber yang paling terkenal.”


“Meski begitu, satu video milik Angie memiliki jumlah tayang sebesar seperempat dari seluruh video milikku.”


“Kau mengambil contoh dari hal yang….”


Pada akhirnya, perkenalan singkat ini berakhir menjadi ajang beradu mulut untuk menentukan siapa MeTuber terbaik di dunia. Aku terus menerus memuji Nico karena memang dalam kenyataannya ialah yang paling sering muncul di berbagai berita.


Sedangkan Nico terus menerus merendahkan dirinya sendiri dan malah memuja Angie. Meskipun alasannya juga ada benarnya, tapi itu tak sepenuhnya benar.


Tapi perkataan terakhirnya, membuatku paham alasannya terus menerus memuji Angie.


“Ini hanya rahasia antara diriku dan dirimu, Eric. Tapi alasan kenapa aku masih lajang hingga sekarang adalah….” Bisik Nico ke arahku.


Tanpa ku sangka, Nico adalah salah satu pemimpin rahasia dari organisasi yang bisa dikatakan terbesar di dunia MeTuber.


Organisasi Angie Fan Club.


‘Kuharap aku tidak mengajak MeTuber yang salah….’


...***...


...Dungeon Origin...


...Peternakan Slime...


“Hwah? Kwuau mwau waku wuikut dwenguan mwu?” Tanya seorang wanita yang sedang sibuk mengunyah makanan berwarna kuning cerah itu.


“Ya…. Niat awalku seperti itu. Tapi kurasa….”


‘Glek!’


Wanita itu segera menelan semua makanannya sekaligus. Segera setelah itu, Ia segera berbicara memotong perkataanku.


“Ikut! Aku ikut! Aku perlu mencari beberapa material dan bahan untuk memperkuat Slime!”


“Uh…. Aku tidak yakin jika kau…. Memangnya sudah sampai mana penelitian slime ini? Jujur saja aku bahkan sudah melupakannya. Yah, memang sejak awal aku tidak terlalu berharap banyak.” Balasku dengan wajah sedikit jijik.


Sementara itu. Elin, Lucien, dan Nico yang ada di belakangku nampak menunjukkan ekspresi yang sama. Bahkan Nico nampak akan muntah kapan saja.


Tapi tanpa ku sangka, Cathy memberikan rangkuman informasi yang begitu lengkap.


“Aku telah membagi arah evolusi Slime menjadi 3. Yang pertama akan menjadi Slime yang sangat ahli dalam membelah diri. Untuk saat ini, Slime yang berada di arah evolusi ini memiliki kemampuan membelah diri menjadi dua setiap 1 jam saja. Mereka berperan penting sebagai sumber makanan dan bahan penelitian.


Kemudian arah kedua adalah Slime yang memiliki daya tahan yang sangat tinggi. Dengan kata lain, regenerasi super. Aku menyeleksi Slime dari evolusi pertama dengan cara menyerang mereka dengan lemah tapi secara terus menerus. Hasilnya, aku memiliki 100 slime yang memiliki regenerasi tingkat tinggi.


Kemudian arah yang ketiga sekaligus yang terakhir, yaitu Slime yang memiliki daya serang tinggi. Aku menemukannya secara kebetulan di gerombolan Slime pada arah evolusi pertama. Ia mampu mengeluarkan cairan beracun yang mematikan. Bahkan Ia melelehkan ratusan Slime lainnya.

__ADS_1


Tapi sayangnya…. Slime pada arah evolusi kedua dan ketiga mengalami penurunan kemampuan pembelahan diri secara signifikan. Mereka hanya bisa membelah diri satu kali setiap 30 hari lebih.” Jelas Cathy panjang lebar.


Aku hanya bisa menganga karena mendengar semua itu.


‘Slime?! Makhluk tak berguna itu?!’


Setelah mengumpulkan seluruh kesadaranku yang menghilang, aku segea memberanikan diriku untuk bertanya.


“Lalu…. Apakah kau bisa mengetahui potensi akhir dari Slime?”


“Tidak terbatas.” Balas Cathy singkat.


Aku menelan ludahku mendengar balasannya. Seakan ingin memperoleh jawaban yang lebih jelas lagi…..


“Apakah kau maksud, Slime itu bisa menjadi makhluk yang sangat kuat?”


“Lebih dari itu. Dengan waktu dan bahan yang memadai, aku bisa menciptakan Slime sebagai makhluk yang terkuat di dunia ini. Bahkan melampaui dewa dan dewi serta para raja iblis.” Balas Cathy sambil membersihkan mulutnya dari sisa makanannya yang entah apa.


‘Yang terkuat di dunia ini? Bahkan melebihi dewa? Yang benar saja!’


Seakan tak percaya, aku kembali bertanya kepada Cathy.


“Lalu bahan apa yang kau butuhkan?”


“Untuk meningkatkan kekuatan dari Slime sebenarnya mudah saja. Aku membutuhkan [Rune] yang dibuat dari [Pure Mana] pada sebuah Etherium. Tapi tentu saja, [Pure Mana] sangat mustahil diperoleh karena sifatnya yang sangat mudah menguap. Sedangkan Etherium adalah Logam Iblis yang entah dapat ditemukan dimana.”


“Bu-bukankah itu sama saja mustahil untuk dicapai?!” Teriakku sedikit kesal.


“Tidak. Itu hanyalah cara cepatnya. Masih banyak cara lain yang lebih mudah. Sebagai contoh, memberikan makanan dan material legendaris dari berbagai belahan dunia dapat meningkatkan kekuatannya secara perlahan. Oleh karena itu, aku harus ikut dalam petualangan ini agar aku bisa mencarinya.” Balas Cathy dengan senyuman lebar dan mata yang berapi-api oleh semangat.


“Tentu saja untuk maka…. Maksudku mencari maka…. Makan…. Makan….”


Cathy terus menerus menggumamkan kata ‘makan’ sambil meneteskan air liurnya.


“Ditolak! Aku tidak jadi mengajakmu!”


Aku pun segera membalikkan badanku untuk meninggalkan tempat yang dipenuhi Slime ini.


‘Sreeett!! Sruugg!!’


“Lepaskan kakiku! Aku ingin pergi dari sini!”


“Tuanku…. Tolong biarkan aku maka…. Maksudku menjadi pemandumu! Kau pasti butuh kekuatan mata milikku untuk mencari lokasi bersejarah yang berpotensi memiliki harta luarbiasa! Aku mohon!”


Perkataan Cathy memang ada benarnya. Kemampuan mata miliknya menjadikannya sebagai arkeolog dan pemandu terbaik di dunia ini. Membawanya saja sudah seperti mengetahui seluruh tempat yang menguntungkan dan yang tidak.


Meski begitu….


“Setidaknya jika kau memang mengemis untuk ikut, hentikanlah air liurmu itu!”


...***...


Beberapa hari kemudian di dunia virtual ini....


“Apakah Anda akan benar-benar pergi, Tuan Eric?” Tanya Oliver kepadaku. Ia nampak menunjukkan ekspresi yang sedih.


“Tenang saja. Aku melakukan ini juga demi keuntungan Origin. Setiap kali aku menemukan lokasi yang cocok, aku akan segera membangun Dungeon dan memasang lingkaran sihir teleportasi ke Origin. Bisakah aku memintamu menangani pembangunan Dungeon baru yang kubuat sepanjang perjalanan ini?” Tanyaku kepada Oliver.

__ADS_1


“Tentu saja. Aku akan mengerjakannya sebaik mungkin.” Balas Oliver sambil membungkukkan badannya.


“Aku dan Elin akan terus menerus memanggil monster baru jika berada di dekat lokasi Dungeon. Pekerjakan mereka dengan baik. Mengerti?” Tanyaku sekali lagi.


Oliver nampak menganggukkan kepalanya. Segera setelah itu, seluruh petinggi Origin beserta seluruh penduduk Origin memberikan salam perpisahan yang begitu hangat.


Kami berenam segera melangkah pergi dari Dungeon Origin dan memandangi dunia virtual yang luas ini.


Aku sebagai seorang penyihir sekaligus Summoner berperan memberikan damage yang besar dari garis belakang.


Elin sebagai seorang Assassin dan pengendali Mana berperan di garis depan untuk membantai musuh secepat kilat.


Lucien sebagai seorang petarung jarak dekat sekaligus penyihir dapat menjadi Tanker maupun Caster menyesuaikan dari situasi yang ada.


Cathy sebagai seorang pemandu akan memanfaatkan kekuatan [Scanning Eyes] miliknya untuk menentukan arah petualangan yang menguntungkan. Ia tak memiliki kemampuan yang besar dalam pertarungan kecuali sebagai pendukung untuk mengetahui kelemahan lawan.


Nico sebagai seorang MeTuber memiliki tugas penting sebagai perekam perjalanan petualangan ini. Aku memberikannya hak untuk menyiarkan petualangan ini sesuai keinginannya. Tentunya harus memperhatikan waktu unggah agar penonton tak dapat menemukan lokasi kami yang sebenarnya.


Selain itu, aku memintanya untuk menyebarkan nama baik mengenai diriku. Walaupun tak begitu penting, aku tak ingin memiliki banyak musuh dari pihak Player untuk saat ini. Saat aku memintanya, Nico hanya memberikan jempolnya dan sebuah kalimat pasaran.


“Serahkan saja padaku!”


Sedangkan anggota keenam atau anggota terakhir….


Aku baru saja melakukan kontrak dengan rasnya di bagian tertinggi pegunungan Alpa beberapa hari yang lalu bersama dengan Elin. Tentu saja, Ia juga ingin melakukan kontrak pada skill Contractor yang telah Ia tiru menggunakan Imitator miliknya.


Elin memaksaku untum menambah jenis monster yang dikontrak. Meski pada awalnya aku menolak karena merasa monster yang kumiliki sudah cukup, pikiranku segera berubah segera setelah melihat sosok monster yang ada.


Seekor…. Atau lebih tepat menyebutnya Seseorang yang berasal dari Ras Fairy. Karakteristiknya yaitu memiliki sayap yang indah, penampilan fisik yang luarbiasa menawan, serta kemampuan sihir pendukung atau Support yang sangat tinggi.


Aku telah melakukan Evolusi dan pemberian Sigil hingga tingkat tertinggi yaitu Epic.


Namanya? Entah berasal darimana, Ia telah memilikinya bahkan dari sebelum aku memanggilnya. Jujur saja, aku sangat penasaran darimana mereka berasal.


Ia memperkenalkan dirinya sendiri dengan nama yang cukup jarang terdengar di telingaku.


Acarianne. Yang kupanggil Ria atau Rianne untuk mempermudah komunikasi.



Sumber : Google


Original Artist : Otama


Note : Hanya untuk membantu mengimajinasikan saja.


Kemampuannya dalam menggunakan sihir pendukung dari alat musik berupa Harpa itu membuatku terpukul setengah mati. Kenapa? Tentu saja karena aku menyesal telah memberikan Ancient Book : Song of the Deep Ocean kepada kelompok Angie!


‘Sialan! Seharusnya aku menyimpannya untuk diriku sendiri!’


Rianne nampak mendekatkan wajahnya kepadaku dan bertanya.


“Tuanku? Apakah ada yang salah?”


“Jangan berpikir kau dapat melakukan apapun kepadanya hanya karena Ia adalah bawahanmu.” Ucap Elin dengan tatapan yang sinis.


"Aku bahkan tidak memikirkan apapun!!!"

__ADS_1


__ADS_2