
...Wilayah Kerajaan Suci Celestine...
...Hutan Suci...
“Terimakasih banyak! Terimakasih….” Ucap seorang Wanita sambil memeluk anaknya.
Aku cukup bahagia melihat hal ini. Bersamaan dengan itu, Quest yang ku terima telah selesai. Kini di hadapanku muncul notifikasi sistem.
[Afinitas dengan ras Wooden Elves telah mencapai maksimum!]
[Mereka akan selalu mengikuti perintah Anda!]
‘Bagus….’ Ucapku dalam hati dengan senyuman yang tipis.
Kemudian berbeda dari bayanganku, notifikasi yang muncul berikutnya justru memberikan pertanyaan.
[Sebagai hadiah menyelesaikan Hidden Quest : Rage of the Wooden Elves, Anda dapat mengubah Ras Anda menjadi Wooden Elves!]
[Ras : Wooden Elves]
[Atribut]
STR : - 40%
AGI : + 60%
INT : + 20%
VIT : - 30%
STA : 0%
DEX : + 20%
[Racial Trait]
Swiftness of the Wooden Elves
Tipe : Pasif
Efek : Meningkatkan kecepatan seluruh aksi sebesar 40% secara permanen serta menurunkan suara yang dihasilkan dari seluruh aksi sebesar 20%.
[Peringatan!]
Setelah merubah Ras Anda menjadi Wooden Elves, Anda akan kehilangan kesempatan untuk berubah ke Ras yang lain selain melakukan Evolusi Ras!
[Apakah Anda yakin akan mengubah Ras Anda menjadi Wooden Elves?]
[Ya] [Tidak]
Kini, aku dan Elin dihadapkan dengan pilihan yang sulit ini.
“Melihat dari bonus statusnya saja, aku rasa menjadi Wooden Elves adalah pilihan yang bagus, Eric.” Ucap Elin sambil menatapku.
“Kau benar. Tapi kehilangan kesempatan untuk berubah menjadi ras lain itu sedikit… merepotkan. Bagaimana jika terdapat ras lain yang jauh lebih kuat? Lagipula, atributnya sangat tidak cocok denganku yang merupakan penyihir. Meningkatkan Agility? Untuk apa jika aku jarang berlari kesana kemari?” Balasku dengan alasan yang logis.
__ADS_1
“Hmm…. Kurasa ras ini memang tidak terlalu cocok untukmu. Tapi aku merasa sangat cocok dengan ras ini! Kurasa aku akan menerima perubahan ras ini!”
Diskusi mengenai menerima atau menolak perubahan ras ini terus berlanjut. Meski berlalu begitu lama, pada akhirnya aku telah sangat yakin untuk tidak menerima perubahan ras ini. Sedangkan Elin….
“Eric! Lihat! Telingaku menjadi runcing dan panjang! Bukankah aku menjadi jauh lebih imut?!”
...***...
...Rumah Kepala Desa Wooden Elves...
“Apakah Anda yakin dengan perkataan itu?” Ucap seorang Pria tua yang merupakan pemimpin para Wooden Elves ini.
“Tentu saja. Jika kalian mengikutiku, aku akan menjamin keamanan kalian semua. Terlebih lagi…. Aku akan membantu kalian untuk mengambil alih tanah ini.” Balasku sambil meneguk minuman yang disediakan itu.
Beberapa saat sebelumnya, kepala desa ini menjelaskan sejarah singkat mengenai ras Wooden Elves.
Pada intinya, semua jenis Elf berasal dari satu tempat yang sama. Yaitu Pohon Mana atau [Tree of Mana] yang berada di pusat Kerajaan Suci Celestine.
Pohon itu memberikan Mana yang luarbiasa besar kepada semua makhluk yang ada di dekatnya. Termasuk juga para Elf.
Akan tetapi, serbuan manusia yang mengaku sebagai Wakil Dewi menghancurkan Kerajaan Elf kuno. Pada akhirnya, ras Elf yang murni telah musnah. Dan kini, Elf terbagi menjadi beberapa ras yang menyesuaikan tempat dan kekuatan mereka.
Itu juga merupakan salah satu alasan kenapa Kerajaan Suci Celestine bisa mencetak Ksatria dan Inquisitor sekuat itu. Semuanya karena mereka menguasai [Tree of Mana] yang mampu memberikan kekuatan yang luarbiasa.
Jika ditambahkan dengan dukungan Dewi Celestine, maka tentu saja kemampuan mereka akan meledak dan menjadikan Kerajaan Suci Celestine sebagai penguasa Benua Tengah ini secara tidak langsung.
Meski begitu, di sisi Selatan Benua Tengah ini, muncul satu Kerajaan yang memangsa seluruh Kerajaan dan Wilayah di sekitarnya.
Kerajaan itu bernama Avertia. Sebuah Kerajaan kecil yang sangat miskin. Meski begitu, secara perlahan mereka melahap desa dan kota di sekitarnya.
Kekaisaran inilah yang paling menentang pengakuan Kerajaan Suci Celestine sebagai penguasa Benua dengan slogan sebagai ‘Pelindung Umat Manusia’.
Oleh karena itu, Kekaisaran Avertia sering menolak panggilan perang dari Kerajaan Suci Celestine untuk melawan monster dan musuh umat manusia. Jawaban Kaisar sangat sederhana.
“Kami mampu menjaga umat manusia dengan tangan kami sendiri, tanpa bantuan dari Dewi kalian.”
Setelah mendengar keseluruhan cerita itu, pandanganku mengenai dunia ini segera berubah.
“Hmm…. Jadi seperti itu….” Gumam Kepala Desa itu setelah mendengar tawaranku.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya sang Kepala Desa menyetujui tawaranku. Pada akhirnya, Ia dan 1.500 Wooden Elf bersama dengan ratusan wanita dari berbagai ras itu bersiap untuk pindah ke wilayah Kerajaan Farna.
Aku membangun Dungeon kecil di desa ini untuk menciptakan lingkaran sihir teleportasi dan menghubungkannya ke Origin.
Segera setelah itu, aku berencana membangun Dungeon baru di hutan wilayah Kerajaan Farna.
Tak hanya itu, aku juga sudah memutuskan untuk tidak hanya bersembunyi dari Kerajaan Suci Celestine. Tapi aku berencana untuk menggempur mereka suatu hari nanti. Pada saat aku sudah memiliki cukup kekuatan.
Tentu saja….
Kini aku dan Elin telah memiliki Elf sebagai ras yang bisa ku panggil menggunakan skill Summoner milik kami.
“Kurasa…. Aku bisa bersantai dan menikmati pembangunan Dungeon yang berupa hutan ini untuk beberapa saat. Arlond…. Semoga kau beruntung.” Ucapku sambil memandangi sebuah hutan yang cukup lebat itu.
...***...
__ADS_1
...Kerajaan Salvation...
...Kota Reinard...
Hampir satu minggu telah berlalu semenjak insiden kehancuran Kota Livia. Meskipun seluruh dunia kebingungan mengenai sosok yang disebut sebagai Penyihir Bertopeng itu, Chris nampak tidak terganggu sama sekali.
Bukan tanpa alasan.
Tapi kini semua pikirannya telah fokus untuk peperangan yang ada di depan matanya.
Ia telah memutuskan untuk menggempur Kerajaan Farna sesegera mungkin sebelum pasukan mereka telah terlatih dan siap untuk berperang.
Oleh karena itu, kini Ia telah memanggil seluruh Jenderal perangnya.
“Yang Mulia. Seluruh Jenderal pasukan telah siap.” Ucap salah seorang Pria yang nampak membawa cukup banyak berkas di tangannya.
“Berapa jumlah mereka semua?” Tanya Chris singkat.
Pria itu pun segera menjawabnya dengan rinci.
“Pasukan dari Ordi Ksatria Savior telah mengumpulkan total 35.000 Prajurit dimana 23.000 diantaranya merupakan Infanteri, 11.000 merupakan Penunggang Kuda, dan 1.000 merupakan Ksatria.
Kemudian Ordo Ksatria Shielder memiliki kekuatan sebesar 60.000 Prajurit dimana sebagian besar merupakan Infanteri kelas berat dan 2.000 ahli senjata berat.
Lalu untuk Ordo….”
Pada akhirnya, total kekuatan militer Kerajaan Salvation mencapai angka yang mengerikan yaitu sekitar 200.000 Prajurit.
Jumlah yang sangat mengerikan.
Terlebih lagi 2.000 Elite Knights di bawah pimpinan Duke Rowan. Setiap individu itu memiliki kekuatan yang mampu menyaingi ratusan prajurit biasa sekaligus.
Hal yang wajar karena di dunia yang dikuasai oleh statistik dan atribut ini, angka menentukan segalanya. Termasuk level.
Semakin tinggi level dan status seseorang, maka jumlah musuh yang besar bukanlah sebuah masalah. Semua itu akan takluk dibawah kekuatan yang mutlak.
Setelah mengulas seluruh kekuatannya, Chris segera memanggil Alice.
“Alice, buka 5 lingkaran sihir teleportasi. Tempatkan 20.000 Prajurit di setiap lokasi yang telah kutandai di peta ini. Berikan serangan dadakan dan hancurkan semuanya.” Ucap Chris sambil menunjuk ke sebuah peta kertas yang ada di hadpaannya.
“Langsung menyerang 5 kota secara bersamaan? Apakah kau yakin?” Tanya Alice sekali lagi untuk memastikan.
“Sangat yakin. Meskipun mereka kini telah merekrut pasukan, tapi itu adalah untuk jangka panjang mereka dalam rangka membantu Kerjaan Ilandis. Pasukan mereka takkan bisa berdiri menghadapi kekuatan mutlak dari Salvation.
Sementara untuk orang-orang kuat yang kau lihat sebelumnya…. Apakah kau menemukan orang sekuat mereka lagi?” Tanya Chris panjang lebar.
Alice nampak menggelengkan kepalanya dengan ringan dan berkata.
“Tidak ada. Sepertinya rumor bahwa mereka adalah enam pahlawan yang ada di Kerajaan Farna benar apa adanya. Jika saja kita menyerang saat itu juga….” Ucap Alice dengan wajah yang kesal. Ia nampak mengepalkan tangannya dengan kuat.
“Tenang saja. Sebaiknya kita fokus pada apa yang ada di depan mata. Sekarang…. Saatnya Salvation bangkit untuk menjadi Kekaisaran yang baru!”
Pada saat itulah….
Kerajaan Salvation mendeklarasikan perang kepada Kerajaan Farna.
__ADS_1