The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 242 - Klien Pertama


__ADS_3

...Dungeon Origin...


...Lantai 5...


"Eric, apakah kau masih sibuk?" Tanya seorang Pria berbadan kekar dan berambut pirang, Chris.


Mendengar pertanyaan itu, dengan refleks aku segera membalik badanku dan menoleh ke arah sumber suara.


"Hmm? Chris? Tidak, aku tidak sedang sibuk. Ada apa?" Tanyaku dengan wajah kebingungan. Meski begitu, dalam hatiku penuh dengan kebahagiaan yang besar.


'Kena juga kau....'


"Sebenarnya, aku ada sedikit masalah dengan internal Kerajaanku. Aku ingin bertanya apakah kau bisa sedikit membantuku?" Tanya Chris dengan wajah yang masih menatap tanah.


Entah kenapa, ini bukanlah sosok Chris yang biasanya ku kenal.


Tapi menepis hal yang tak berguna itu, aku segera menjawab.


"Aku sudah melihatnya di berita berbagai stasiun televisi dan juga MeTube. Kurasa lawanmu cukup kuat kali ini? Lalu apa yang harus aku lakukan? Menyerang mereka balik?" Tanyaku sambil memalingkan wajahku dari tatapan Chris.


Aku berusaha sebaik mungkin agar terlihat seakan tidak peduli dan tidak tahu apapun.


Tanpa ku sangka, aktingku yang sangat buruk, berantakan, dan banyak celah itu justru sangat efektif terhadap Chris.


Yah, meskipun.... Wajah tanpa ekspresiku itulah yang cukup mendukung akting ini.


Pada saat itu juga, Chris segera menjawab.


"Tidak.... Sebenarnya kami telah membentuk perjanjian perdamaian. Tapi masalahnya...."


Chris dengan segera menjelaskan semua detailnya dengan posisi yang sangat tidak nyaman, yaitu berdiri di pinggiran goa lantai 5 ini.


Setelah mendengarkannya secara seksama, aku menyadari ada beberapa detail yang Ia ubah. Aku sangat paham bahwa pengubahan detail itu bertujuan untuk menjaga citra dan relasinya denganku. Akan tetapi, itu semua sudah terlambat.


'Kau hanya tak tahu bahwa akulah penyebab semua ini.... Terlebih lagi, Aamori telah mengingatkannya kepadaku bahwa kau sangatlah licik dan serakah.' Pikirku dalam hati sambil terus menatap Chris dengan tatapan yang datar.


Hingga akhirnya, penjelasan Chris yang panjang lebar dan juga berisi banyak sekali bumbu-bumbu cerita itu berakhir.


"Jadi intinya, kau membutuhkan Origin untuk menyuplai produk-produk yang bagus agar kau jual, lalu keuntungannya akan kau gunakan untuk pembangunan ulang Kerajaanmu?" Tanyaku untuk memastikan perkataan Chris.


Ia dengan segera mengangguk dan menjawab.


"Benar sekali. Akhir-akhir ini perdagangan di kerajaanku cukup buruk. Hingga aku harus menelan pahitnya kerugian. Tapi aku yakin kau bisa memberikan produk yang menarik sehingga mampu menghasilkan banyak keuntungan kan? Ah tenang saja, aku tetap akan memberikan sebagian besar keuntungannya untukmu."


Aku tersenyum puas mendengarkan perkataannya.

__ADS_1


Dengan begini, aku mampu memperoleh keuntungan maksimal dari dua sisi sekaligus.


Di satu sisi, barang yang kujual dengan harga yang telah di Mark Up ini akan memberikanku keuntungan besar secara langsung.


Lalu keuntungan yang diperoleh oleh Chris, akan Ia gunakan untuk membayar Arlond sebagai bentuk reparasi kerugian perang dan hasil perdamaian itu.


Tanpa membiarkan ekspresiku yang terlalu terbaca, aku segera menjawabnya.


"Tentu saja, akhir-akhir ini aku mampu memproduksi aksesori tingkat Unique dengan kemampuan yang luarbiasa. Kurasa aku bisa menjual beberapa Item itu untukmu." Jelasku sambil segera mengalihkan pandanganku.


"Semuanya! Bisakah kau menjual semuanya kepadaku? Apapun itu!"


'Akhirnya....' Pikirku dalam hati sambil menghela nafas.


"Hmm? Semuanya? Apakah kau yakin dengan itu?"


"Tentu saja sangat yakin! Aku membutuhkan banyak sekali uang saat ini!"


"Kalau begitu, baiklah. Aku akan segera mengurusnya dan mengabarimu beberapa hari lagi. Nantikan saja." Jawabku sambil segera pergi meninggalkan Chris, Neo dan juga beberapa Ksatria yang ada.


Alasanku cukup sederhana. Yaitu menghindari pertanyaan yang mampu mengungkap kebenaran dari Neo.


Meski konspirasi ini hanya diketahui bahkan segelintir petinggi Origin, aku harus menjaga rahasia ini sebaik mungkin.


Jika rahasia ini bocor, maka dengan terpaksa aku harus menaklukkan seluruh Salvation. Meskipun, itu adalah pilihan terakhir terburuk yang tak ingin kulakukan sama sekali.


Dan dengan begitulah, perjanjian perdagangan yang lebih intensif antara Origin dengan Salvation telah terbentuk.


Sebuah perdagangan yang akan menghasilkan banyak sekali uang untuk Origin ke depannya.


...***...


...Kerajaan Farna...


...Kota Forgia...


Di dalam sebuah ruang tahta yang mulai nampak cukup megah ini, terlihat sosok sang Raja yang sedang duduk di hadapan sebuah meja kayu besar.


Di sekelilingnya terlihat sosok 12 menteri utama yang sedang membahas kondisi Kerajaan Farna pada saat ini.


"Yang Mulia, ini adalah kesempatan emas kita untuk mengembangkan sektor pertanian! Seperi yang diketahui, pertanian kita telah runtuh sejak serangan Necromancer itu dan juga krisis ekonomi yang kita alami sebelumnya! Oleh karena itu, aku mohon Yang Mulia. Alokasikan setidaknya 3 juta koin emas untuk keperluan pertanian!" Ucap sang Menteri Pertanian dengan panjang lebar.


"Hmm.... Mengingat kita barus saja memperoleh 8 juta koin emas dari pembayaran pertama Kerajaan Salvation, kurasa aku bisa mengalokasikan bahkan 4 juta koin emas untuk Pertanian." Jawab Arlond sambil mencorat coret kertas di hadapannya itu.


"Sungguh keputusan yang tepat, Yang Mulia. Terimakasih banyak telah mendengarkan keegoisan kami." Balas sang Menteri Pertanian sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Kemudian, menteri dari Industri dan pengembangan mulai angkat bicara.


"Yang Mulia. Hasil tambang Kerajaan Farna tahun ini sangatlah luarbiasa. Akan sangat disayangkan jika hanya menjual bahan mentah itu tanpa diolah. Kurasa akan lebih baik jika kita mengembangkan fasilitas penempaan atau pandai besi, terutama di Kota Forgia."


"Kira-kira berapa banyak yang dibutuhkan?" Tanya Arlond singkat sambil melirik ke arahnya.


"Kurasa 800.000 hingga 1.500.000 koin emas sudah lebih dari cukup, Yang Mulia."


"Kalau begitu aku akan mengalokasikan 1 juta koin emas untuk pengembangan industri penempaan itu. Kerjakan dengan baik." Balas Arlond tegas sambil membolak-balikkan berkas yang ada di hadapannya.


Pembahasan pun terus berlanjut hingga lebih dari 4 jam.


Sebagian besar pembahasan berjalan dengan lancar. Akan tetapi beberapa pembahasan dari salah satu Menteri berujung sangat alot hingga menimbulkan perdebatan.


"Sudah kubilang! Jika kita mendirikan Mercenary Guild dan memasukkan pasukan kita, keuntungan yang diperoleh akan cukup besar!" Ucap sang Menteri Keuangan.


"Apakah kau sudah kehilangan akal?! Bagaimana jika Kerajaan Ilandis yang menyewa pasukan bayaran itu?! Kekaisaran Avertia takkan diam saja melihat mangsanya memperoleh bantuan tak langsung dari Kerajaan Farna!" Balas sang Menteri Pertahanan dengan tegas.


"Mercenary adalah kesatuan yang terbebas dari ikatan Kerajaan! Takkan ada masalah jika mereka menyewanya!"


"Bukankah kita yang akan mengambil uangnya?! Itu sudah cukup untuk membuat hubungan antara Mercenary dengan Kerajaan Farna terlihat mencurigakan! Banyak sekali orang cerdik di Kekaisaran dan kau pikir trik rendahan ini akan berhasil?!"


Pembahasan pun menjadi semakin panas. Arlond yang sejak tadi hanya terdiam sambil memikirkan hal ini akhirnya mulai angkat bicara.


"Kita takkan mendirikan Mercenary Guild dengan pasukan kita. Alokasikan 60% pasukan reguler untuk bekerja memberi penjagaan dan pengamanan terhadap berbagai karavan pedagang yang masuk di wilayah kita. Berikan saja tarif yang rendah untuk itu. Dengan begitu, perdagangan di Kerajaan Farna akan semakin lancar dan aman."


Akhirnya, setelah pembahasan lebih lanjut....


Rencana Arlond yang paling masuk akal dan minim resiko pun dipilih.


Dan begitulah, pengembangan Kerajaan Farna pun dimulai.


...[Author's Note]...


Saya akan cukup sibuk di dunia nyata untuk penelitian skripsi saya.


maaf kalau kedepan mungkin ga update selama beberapa hari.


Yang setia nunggu sampe saya ga gtu sibuk....


Makasih banyak banget.


Yang masih nuntut buruan update....


Serius, seberapa sadis kalian?

__ADS_1


__ADS_2