
...[Perhatian]...
...Chapter ini tidak termasuk dalam cerita utama...
...Tapi menceritakan mengenai kisah tiap Karakter...
...Bagi yang menyukai Karakter terkait...
...Atau hanya ingin tahu lebih dalam...
...Maka chapter ini untuk Anda...
...Jika tidak, bisa langsung skip saja...
...____________________________________...
Dahulu… dahulu kala….
Pada saat Dunia Virtual Re:Life masih dalam masa Akselerasi Tingkat Tinggi....
Di Dunia Bawah….
Terdapat seorang Ratu Iblis yang menguasai hampir dua pertiga wilayah yang ada di Dunia Bawah. Ialah orang yang paling dekat dengan gelar Kaisar Iblis dan Dewi Iblis.
Asmodeus.
...***...
...Bagian Pertama...
...[Kelahiran Asmodeus]...
Asmodeus tercipta sebagai seorang Primordial Vampire. Vampir pertama yang ada di dunia ini yang memiliki AI kompleks.
Tentu saja terdapat banyak vampir yang merupakan monster. Tapi monster hanya memiliki kecerdasan rendah dan tak bisa berfikir selain memburu siapapun yang mendekatinya.
Tapi berbeda dengan NPC seperti Asmodeus. Ia tercipta di dunia ini dengan tujuan utama yang sangat jelas.
Yaitu menguasai seluruh Dunia Bawah. Setelah itu…. Membuka celah dunia atau World Rift untuk menguasai Dunia Manusia.
Penampilannya saat ini sangatlah sederhana. Ia nampak seperti seorang gadis kecil berumur 8 tahun dengan gaun polos berwarna hitam.
Rambut pirangnya yang indah hanya mampu menghiasi hingga bahunya. Jangankan senjata, Ia bahkan tak memiliki alas kaki.
Di tengah luasnya dataran tempat Ia tercipta, hanya satu hal yang terlintas di pikirannya.
“Aku membutuhkan kekuatan….”
Asmodeus berjalan menjelajahi dunia ini. Memburu monster mulai dari monster terlemah yaitu slime.
Sesekali Ia menemukan monster yang tak bisa dilenyapkan. Wajar saja karena NPC tak memahami konsep Respawn. Tapi dengan bekal kecerdasan buatan tingkat tinggi miliknya, Asmodeus mampu memahami satu hal.
“Jika aku terus menerus memburu mereka….”
Satu tahun….
Sepuluh tahun….
Seratus tahun….
__ADS_1
Waktu terus berlalu….
Tapi hal yang dilakukannya tak pernah berubah. Asmodeus terus menerus hidup sendirian sambil memburu monster yang ada di Dunia Bawah, menyelesaikan Dungeon, bahkan menemukan Hidden Dungeon yang menyimpan kekuatan kuno.
Hingga akhirnya Ia menyadarinya setelah kembali ke titik awal kemunculannya di dunia ini.
Tubuhnya telah jauh berkembang dibandingkan dengan awal kemunculannya. Kini Ia nampak seperti seorang gadis berumur 16 tahun. Meskipun, umurnya yang sebenarnya telah mencapai ratusan tahun lebih.
“Kota?” Ucapnya singkat sambil memandangi kota besar yang ada di hadapannya.
Ia segera melangkahkan kaki dan memasuki kota itu. Semua orang yang melihat sosoknya bergetar ketakutan, bahkan tak sedikit yang lari terbirit-birit karena dikuasai rasa takut. Hal yang wajar karena Asmodeus memiliki kekuatan yang luarbiasa besar saat ini.
NPC tak memiliki sistem yang mendukungnya untuk melihat status. Tapi mereka memahaminya dengan melihat aura serta penampilan seseorang.
Jika dilihat menggunakan sistem Genesis, maka status Asmodeus berada pada level lebih dari 500 dengan total Growth Point mencapai 300. Tak hanya berbekal kekuatan tanpa teknik, Asmodeus juga memiliki segudang Skill serta Sihir tingkat Unique dan Legendary.
Semua itu Ia peroleh selama berkelana di seluruh penjuru Dunia Bawah serta menaklukkan berbagai Dungeon.
Bahkan Asmodeus berhasil menemukan sihir tingkat Apocalypse. Sebuah tingkat yang berada jauh diatas Legendary.
Pengembang Re:Life telah menyiapkan berbagai Hidden Dungeon serta hadiah berupa skill tingkat tinggi untuk Player. Tapi hal itu juga tak mencegah NPC untuk menemukannya.
Sama seperti Asmodeus.
Dengan menyelesaikan Hidden Dungeon dan membunuh salah satu boss terkuat di dalam game, Devourer of World, Asmodeus memperoleh sebuah Skill tingkat Apocalypse [World Devourer]. Meski begitu, Ia tak pernah menggunakannya.
Hal itu dikarenakan kekuatan Skill yang terlampau besar hingga mampu menghancurkan dunia.
Tentu saja hal itu bertentangan dengan tujuan utamanya. Yaitu untuk menguasai Dunia Bawah.
Saat Asmodeus masih melangkahkan kakinya menuju pusat kota itu, seseorang nampak menghadangi jalannya.
“Ka-kau! Siapa kau?!” Teriak seorang Pria dengan zirah lengkap berwarna hitam mengkilap dan sebuah mahkota emas di kepalanya.
“Tempat ini merupakan tempat kelahiranku…. Jika kau tak ingin mati…. Pergilah dari sini….” Ucap Asmodeus bahkan tanpa melihat wajah Pria itu.
Mendengar perkataan Asmodeus, Pria yang merupakan seorang Raja Iblis itu tak bisa menerimanya. Dengan segera Ia menarik sebuah kapak raksasa yang berada di punggungnya.
Ia mengarahkan kapak itu sambil mengatai Asmodeus... tak mengetahui apa yang Ia hadapi.
“Beraninya…. Beraninya kau terhadapku! Sang Raja Iblis ya….”
‘Duaaarrr!!!’
Terdengar suara seperti benda keras yang menghantam tanah. Tanpa disadari oleh siapapun, kepala Raja Iblis itu sudah menghantam tanah.
“Falling Star….” Ucap Asmodeus singkat sambil mengangkat kedua lengannya menghadap langit.
Seketika sebuah lingkaran sihir yang berukuran raksasa muncul dari langit. Ukurannya jauh melebihi kota itu. Seluruh penduduk kota yang melihatnya hanya bisa terjatuh lemas di tanah. Termasuk sang Raja Iblis yang bahkan belum memperkenalkan namanya.
“Ti-tidak mungkin….” Ucap salah seorang penjaga yang mulai kehilangan seluruh harapan hidupnya.
Dibalik lingkaran sihir yang besar itu, nampak sebuah cahaya yang sangat terang. Cahaya dari sebuah bintang.
Asmodeus yang telah mengalahkan kelemahan rasnya terhadap cahaya hanya berdiri dengan tenang menyaksikan pemandangan ini.
“Kalian semua akan terbakar disini….” Ucap Asmodeus bahkan tanpa secuil ekspresi.
Tapi diatas semua itu, ada suatu hal yang bahkan diluar perkiraannya. Sebuah tangan kecil yang memegang gaun hitam indah yang dikenakan oleh Asmodeus. Seorang gadis kecil dengan rambut berwarna abu-abu.
__ADS_1
Ia nampak berasal dari ras Halfing sehingga membuat penampilannya tak begitu menyerupai iblis. Justru lebih mirip dengan manusia.
“Kumohon…. Ampuni aku…. Apa salahku?” Ucap gadis kecil itu sambil menangis.
Saat itulah, Asmodeus mengingat detik-detik kelahirannya di dunia ini. Ia seakan melihat dirinya pada masa lalu. Sosok seorang gadis yang tak berdaya. Pada saat itulah….
“Jika aku menyelamatkanmu…. Apakah kau akan melayaniku?” Tanya Asmodeus dengan wajah tanpa ekspresi sama sekali. Seakan Ia tak berminat akan nasib gadis kecil di hadapannya.
“Ya! Aku akan melakukan semua perintahmu! Aku akan melayanimu! Tapi aku mohon….” Teriak gadis itu sambil menangis.
“Baiklah. Mendekat kemari.” Balas singkat Asmodeus. Dengan segera Ia melebarkan sayapnya. Ia menyelimuti tubuh gadis kecil itu dengan sayap yang mirip seperti sayap kelelawar itu di hadapannya.
Hal yang terjadi berikutnya hanyalah keputusasaan.
Lingkaran sihir yang menampakkan cahaya dari bintang itu mulai membesar. Seakan ingin menjatuhkan bintang itu sendiri. Meski begitu, ukuran bintang yang terlampau besar tak mampu melewati lingkaran sihir itu. Tapi hal itu tak menghentikan daya hancurnya yang luarbiasa besar.
Cahaya yang terlihat begitu terang hingga membutakan siapapun yang membuka matanya saat itu. Sedangkan energi panasnya yang ekstrim mampu melelehkan apapun yang berada didekatnya.
Semuanya hancur….
Semuanya terbakar hingga meleleh….
Bahkan termasuk tubuh Asmodeus yang hanya diam menikmati pemandangan itu.
Jika diterjemahkan menggunakan sistem, maka notifikasi berikut ini seharusnya muncul di hadapan Asmodeus. Tentu saja Asmodeus dan NPC lainnya tidak dapat mengetahui hal ini.
[Anda telah menerima 119.453 damage!]
[Ultimate Barrier telah mengurangi dampak yang diterima sebesar 95%]
[Anda telah menerima …. ]
Semua itu terjadi setiap setengah detik. Sedangkan lama durasi sihir yang dilancarkan oleh Asmodeus hanya berlangsung selama 6 detik sebelum lingkaran sihir itu sendiri hancur. Itu karena lingkaran sihirnya tak mampu menahan kekuatan bintang itu sendiri.
Semuanya hancur lebur.
Bangunan….
Penduduk….
Bahkan Raja Iblis itu….
Pemandangan yang ada di sekeliling hanyalah tanah yang terbakar hingga hancur lebur. Tak ada sisa-sisa peradaban sama sekali di tempat ini.
Termasuk tubuh Asmodeus yang terlihat memerah karena panas yang sangat luarbiasa itu. Bahkan sayapnya yang terlihat kuat nampak robek dibeberapa bagian.
Meski begitu, gadis kecil yang ada dibawah perlindungannya nampak tak menderita bahkan satu goresan kecil. Ia nampak tak terluka sama sekali.
“Sekarang aku akan menagih janji yang kau berikan. Kau akan melayaniku, kan?” Tanya Asmodeus setelah melindunginya.
“Aku akan menepati janjiku…. Lagipula, aku telah terselamatkan…. ” Ucap gadis kecil itu dengan suara yang lirih.
“Sebelum itu, siapa namamu?”
“Aku hanyalah seorang budak di kota itu…. Aku tak mampu memiliki hal mewah seperti nama.” Balas gadis kecil itu sambil merengek di tubuh Asmodeus. Seakan teringat akan masa penderitaannya.
“Elizabeth…. Mulai sekarang, itulah namamu.” Ucap Asmodeus sambil membelai kepala gadis kecil itu.
Mendengar perkataan Asmodeus, gadis kecil itu hanya bisa menangis. Tapi kini, menangis karena dipenuhi kebahagiaan.
__ADS_1
“Ascension…. Vampirize….”
Pada saat itulah, Asmodeus mengorbankan sebagian kekuatannya untuk mengangkat Elizabeth menjadi tangan kanannya. Seorang Vampir yang sangat kuat. Vampir kedua yang ada di Dunia Bawah ini.