
...[Author’s Note]...
...Karena banyak banget kejadian yang terjadi dan ga memungkinkan untuk membahas secara menyeluruh semuanya, apalagi Eric saat ini sedang dalam masa damai...
...(Ga mau kan kalian liat Eric gitu – gitu doang selama puluhan chapter)...
...Makanya ini aku ringkas menjadi bentuk Time Skip...
...Langsung aja…....
...________________________...
...23 Januari 2074...
Berita mengenai kehebohan player bernama Scarlet telah menyebar ke seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Banyak sekali acara televisi dan MeTuber yang membahas mengenai dirinya.
Meskipun berbeda pendapat di beberapa bagian, tapi semuanya sepakat akan satu hal.
“Player bernama Scarlet ini sangat berbahaya dan berpotensi untuk menjadi yang terkuat di dunia!”
Spekulasi mereka didasarkan atas anggapan bahwa tidak ada batasan dalam melakukan imitasi skill. Kenapa bisa begitu?
Itu karena sebelum keberadaan Scarlet diumumkan ke dunia oleh seorang Player, Ia mampu menirukan skill tingkat Unique [Wind Storm]. Meski tiruan, kekuatannya seakan sama atau bahkan lebih tinggi daripada pemilik skill aslinya yaitu player yang melaporkannya.
...***...
...27 Januari 2074...
Grandia Group mulai melebarkan sayapnya ke usaha konstruksi. Perusahaan itu mulai membeli tanah yang seluas 18 hektar dan membangun pabrik Worker Droid beserta alat-alat dan bahan konstruksi lainnya.
Tak tanggung-tanggung, pekerja yang dikerahkan sangat banyak karena Grandia Group menargetkan pabrik itu selesai dalam 2 bulan.
CEO dari Grandia Group, Erik, menyatakan sebagai berikut.
“Alasan kami membangun perusahaan di bidang konstruksi adalah untuk mempercepat pembangunan Grandia Group. Tenang saja, setelah pabrik ini selesai dibangun maka akan ada lapangan pekerjaan untuk puluhan ribu orang. Sebelum hari itu tiba, persiapkanlah diri kalian.”
Ia menjelaskan semuanya dengan penuh wibawa di konferensi pers itu. Seluruh wartawan yang mendengarnya segera melontarkan ratusan pertanyaan yang semuanya dapat dijawab dengan sangat baik oleh Erik.
Pada saat itu juga, Erik menyatakan kerjasama secara resmi dengan perusahaan Citra Group yang kini sedang membangun apartemen mewah di Jakarta.
...***...
...12 Februari 2074...
Kerajaan Farna yang kini telah menjadi Kerajaan kedua yang ada dibawah pimpinan Player telah mulai memulihkan diri dari keterpurukannya.
Raja baru yang bernama Arlond ini memiliki kecerdasan yang cukup tinggi dan pandai dalam menentukan keputusan. Setelah ditelusuri dengan baik latar belakangnya, nampaknya Arlond adalah seorang sarjana di bidang sejarah dari Universitas ternama di Malaysia.
Meski begitu, Ia cukup sial karena sulit memperoleh pekerjaan dan berakhir menjadi seorang buruh pabrik.
Tapi takdir berkata lain.
__ADS_1
Setelah perjuangan kerasnya sebagai pemain di dalam Re:Life, akhirnya Ia berhasil menjadi seorang Raja.
“Aku hanya memanfaatkan pengetahuanku di bidang sejarah, terutama mengenai jaman abad pertengahan untuk memungkinkan semua ini terjadi. Tentu saja, semua keputusanku selama menjadi Raja didukung oleh pengetahuan gabungan dari semua Kerajaan dan Kekaisaran bersejarah di bumi.”
Jelas Arlond ketika diwawancarai di dalam aula besar itu. Ia nampak sedikit menundukkan kepalanya dan bersikap sangat rendah hati dengan semua orang.
‘Selain itu, aku juga harus berterimakasih pada Origin yang selalu menyuplai kebutuhan pokok berupa makanan dan peralatan, termasuk uang. Eric, terimakasih telah terus menerus membantuku meskipun tidak secara langsung. Tentu saja kau tahu bahwa aku takkan mengatakan hal ini ke publik kan.’ Pikir Arlond dalam hati sambil tersenyum.
Hal ini juga yang membuat banyak Player dari daerah Asia Tenggara untuk pindah lokasi ke Kerajaan Farna. Alasannya?
“Raja Arlond sangatlah bijak. Aku yakin Ia, sebagai player, dengan berbekal kemampuannya dapat memberikan kenyamanan yang besar kepada kita semua. Oleh karena itu, kami berempat akan segera pindah ke Kerajaan Farna.” Jelas bocah SMA itu dengan gembira.
Beberapa kawannya yang ada di sebelah bocah itu nampak menganggukkan kepala mereka. Mereka nampaknya adalah sahabat karib yang selalu bermain bersama.
Tak hanya itu….
Popularitas Arlond dengan segera meroket ke langit dan membuat banyak orang semakin bersemangat untuk memainkan Re:Life. Tentu saja, Developer Re:Life tersenyum melihat reaksi ini.
...***...
...26 Februari 2074...
Evan bersama dengan bawahan Undeadnya telah menyelesaikan Necropolis ke 3 yang berada di bawah tanah di Kota Lesta.
Hasilnya adalah kini Ia memiliki kekuatan yang sangat besar dengan 4 juta lebih Undead yang menuruti seluruh perintahnya. Tentu saja, kualitas mereka jauh lebih rendah daripada NPC tipe manusia. Meksi begitu, jumlahnya yang luarbiasa besar mampu menutupi hal itu.
‘Eric…. Sesuai keinginanmu aku akan membangun kekuatan secara perlahan dan terus bersembunyi.’ Pikir Evan dalam hati sambil tersenyum dan memperhatikan kota kematian di bawah tanah itu.
Selain itu….
[Aku terus menerus terbunuh oleh sesuatu selama puluhan hari ini! Setiap kali aku baru saja Log In, segera muncul notifikasi bahwa aku telah menerima damage besar lalu mati! Pihak pengembang, apakah ini sebuah Bug?]
[Diposting oleh : Agmar]
[Like : 31]
[Komentar : 2]
[Itu karena kau terkena karma hahaha! Apakah kau sudah puas sekarang? Itu akibatmu mengkhianati Kerajaan Farna demi ketamakanmu terhadap Dungeon misterius itu!]
[Hahaha! Mampus kau, Agmar is Marug! LOLOLOLOL!!!]
...***...
...14 Maret 2074...
Kali ini….
Sebuah kejutan dunia membuat semua orang terpana.
Semuanya merasakan hal yang sama yaitu kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
__ADS_1
Ya, bagaimana tidak?
Seseorang yang dianggap telah hilang ditelan bumi kini telah kembali.
Dengan parasnya yang sudah berubah drastis, Ia mengunggah video terbaru di channelnya. Sebuah channel yang kini memiliki ratusan juta subscriber karena tindakannya selama ini.
Di dalam sebuah video dengan durasi 12 detik itu, terlihat seorang Wanita dengan rambut pirang yang acak-acakan. Ia nampak mengenakan zirah logam yang terlihat cukup tipis dan ringan di tubuhnya.
“Yo, singkat saja. Aku akan ikut serta dalam kompetisi Internasional bulan Mei besok. Sekian.” Ucap Angie dengan wajah yang terlihat cukup kelelahan itu.
Sontak seluruh dunia sangat heboh.
Meski hanya selama 12 detik, video itu telah ditonton hingga lebih dari 400 juta kali.
Seluruh fans Angie segera berbahagia karena akan melihatnya tampil lagi. Meskipun, video itu juga membuat pikiran seluruh penontonnya terbang kesana kemari.
Bagaimana tidak, Ia nampak mengarahkan tombak perak dengan ornamen emas itu ke arah kamera sesaat sebelum video itu berakhir.
[Apakah Angie adalah sosok pendekar tombak legendaris yang dulu pernah membuat heboh dunia?!]
Seluruh program berita yang mengulas mengenai Re:Life segera membahas hal itu.
Tentu saja, tak ada yang mengetahui kebenarannya hingga hari kompetisi telah tiba.
...***...
...28 Maret 2074...
Aku telah menyelesaikan seluruh pembangunan pabrik Droid pertamaku di daerah Gunung Kidul.
Jujur saja aku sangat berterimakasih kepada Adelia karena telah memperkenalkanku kepada seorang pemuda jenius bernama Andra. Penampilannya cukup gagah dengan rambut yang cukup panjang mencapai bahu berwarna hitam dan sedikit mengombak. Sedangkan tinggi badannya mencapai 167 cm dengan berat badan 63 kg.
Ia merupakan seorang ilmuan bergelar Doktor di bidang teknik mesin dan energi. Tak hanya itu, Ia juga telah menempuh pendidikan tinggi di bidang Aerospace Engineering, Biologi, Fisika dan Ekologi di waktu luangnya. Andra merupakan seseorang yang tak hanya jenius tapi juga pekerja ekstra keras.
Bagaimana tidak? Ia telah mencapai perguruan tinggi pada umurnya yang masih 15 tahun, lalu segera memanfaatkan teknologi Accelerated Thoughts setelah teknologi itu hadir dengan bantuan dana beasiswanya. Dalam sehari, Ia menghabiskan 18 jam lebih untuk beraktivitas dimana 90% lebih digunakan untuk belajar. Tidur? 6 jam sudah merupakan kemewahan baginya.
Sedangkan umurnya? Baru saja mencapai angka 22 tahun atau sekitar 1 tahun setengah lebih tua dariku.
Semua itu berkat teknologi Accelerated Thoughts yang berhasil membuat waktu belajar meningkat sebesar 10x lipat daripada sebelumnya. Tapi tentu saja, penyumbang utamanya adalah kecerdasannya yang diluar jangkauan DNA milikku.
Dengan kalimat sederhana, Ia adalah seorang jenius yang gila belajar dan memiliki mimpi serta ambisi yang tak terbatas oleh langit. Tentu saja, Ia mengajukan syarat yang cukup mengerikan agar Ia mau bekerjasama denganku.
“Tenang saja, Eric. Serahkan semuanya padaku. Selama kau menepati janjimu padaku, maka aku akan selalu bekerja di bawahmu.” Ucap Andra sambil memukul ringan tubuhku.
“Kalau begitu, aku akan mengndalkanmu. Katakan saja jika kau butuh dana, aku akan menyiapkannya untukmu.” Balasku singkat.
Ia terlihat tersenyum tipis dan segera membalik badannya untuk kembali bekerja.
Aku juga segera membalikkan badanku untuk kembali ke rumah dan memperkuat posisiku di dunia virtual bernama Re:Life. Sebelum pergi, aku sedikit melirik suasana gedung ini.
__ADS_1
Sebuah gedung raksasa dengan ribuan pekerja kasar serta ratusan pegawai minimal sarjana ini adalah laboratorium pribadi milik Andra untuk melakukan penelitian.
Sebuah penelitian untuk memenuhi ambisi kami berdua.