
...Dungeon Origin...
...Lantai 13...
Beberapa Hari Kemudian di dalam dunia game….
“Kumohon…. Ampuni aku….” Ucap Scarlet dengan suara yang lirih.
“Hmm? Ampuni? Kenapa?” Ucapku seakan tak peduli sambil duduk santai di hadapannya.
“Aku…. Aku akan melakukan apapun untuk itu…. Aku mohon….” Ucapnya lirih.
Tapi sebelum aku sempat membalas perkataannya, dua orang Pria telah memasuki ruangan ini. Salah satunya mengenakan zirah lengkap berwarna perak dengan corak emas yang indah. Rambutnya yang hitam serta wajahnya yang cukup menawan itu dipenuhi dengan ekspresi kemarahan.
Sedangkan Pria satunya lagi memiliki rambut seputih salju dengan mata merah menyala. Pakaiannya adalah jubah berwarna hitam dengan corak keunguan yang cukup menyeramkan. Sedangkan ekspresi wajahnya nampak begitu kelelahan dengan kantung mata yang menghitam.
“Jadi ini wanita bodoh yang berani melawanmu?” Tanya Pria dengan zirah perak, Arlond.
“Hah…. Hanya memiliki level serendah ini berani melawan Eric. Setidaknya kau harus memiliki skill legendaris untuk bisa bermimpi melawannya.” Ucap Pria dengan jubah hitam, Evan.
Melihat sosok dua orang itu, Scarlet melebarkan kedua matanya.
“Pa-pahlawan dari Kerajaan Farna…. Arlond?! Da-dan kau…. Necromancer Evan?!” Teriak Scarlet kebingungan.
“Ya, memangnya kenapa?” Tanya Evan dengan ekspresi wajah yang tidak tertarik sama sekali dengan Scarlet. Ia nampak mengeluarkan sebotol ramuan berwarna kehijauan yang cukup gelap. Asap keunguan mulai keluar dari mulut botol ketika ramuan itu dibuka.
“Ke-kenapa kalian ada disini?” Tanya Scarlet kebingungan.
Mendengar pertanyaan itu, Arlond kehilangan kesabarannya dan segera menarik pedangnya.
‘Jleb!!’
Tusukan pedang Arlond mengenai tepat di dada Scarlet.
“Hei wanita sialan…. Sebaiknya kau menjaga mulut busukmu itu. Aku sama sekali tak bisa menahan kesabaranku ketika kau berbicara omong kosong seperti itu. Kenapa kami ada disini? Tentu saja karena kami berdua adalah sekutu terbesar Eric.” Jelas Arlond sambil menantap tajam Scarlet.
Sedangkan di hadapan Scarlet, notifikasi yang mengerikan muncul di hadapannya.
[Anda telah menerima 79.374 damage!]
‘Ha-hanya dari satu tusukan sederhana?! Mo-monster!!!’
“Jangan terlalu menyakitinya, Arlond. Jika dia mati dan kembali ke dunia nyata, akan repot nantinya. Heal.” Ucapku sambil mengarahkan tongkat sihir untuk menyembuhkan Scarlet.
“Maafkan aku, Eric. Aku hanya tak tahan saja.” Balas Arlond sambil segera menarik pedangnya.
‘Wuush!’
Arlond mengayunkan pedangnya sebelum memasukkannya kembali ke sarung pedang keemasan itu.
“Jadi, aku ingin bertanya sesuatu padamu Arlond. Apakah kau memiliki otoritas untuk membuat hukuman terhadap Player?” Tanyaku singkat.
Scarlet yang sedang dipenuhi oleh kebingungan dan rasa takut hanya bisa tertawa seakan sedikit kehilangan akalnya.
“Aku bisa menyumbangkan sedikit otoritasku. Tapi sisanya dipegang sepenuhnya oleh pengadilan. Setidaknya…. Kurasa hukuman restriksi Log In selama 60 hari akan Ia terima setelah menerima eksekusi.” Jelas Arlond.
Sementara itu, Evan yang semakin mendekati sosok Scarlet nampak mengangkat dagu wanita itu dan membuka mulutnya secara paksa.
“Uapua yuang uakan kuau….”
Tapi tak menghiraukan perkataannya, Evan segera memasukkan cairan hijau gelap itu ke dalam mulut Scarlet.
‘Glek! Glek!’
“Evan…. Asalkan dia tidak mati aku tak akan mempermasalahkannya.” Ucapku sambil menghela nafas.
“Tenang saja. Ini hanyalah ramuan baruku untuk memberikan efek status [Halusinasi]. Aku penasaran akan hasilnya pada Player. Tapi sayangnya, tak ada yang cocok untuk mengemban tugas itu. Oleh karena itu…. Oi wanita sialan. Katakan apa yang kau lihat sekarang?” Tanya Evan dengan tatapan lesunya.
Mata Scarlet bergerak kesana kemari setelah meneguk ramuan itu.
“Kyaaaaaah!!! Monsterr!!! Kenapa kalian ada disini!!! Tidak!! Aku tidak mau!!!”
__ADS_1
Scarlet berteriak keras secara terus menerus. Tubuhnya meronta-ronta seakan sedang didekati oleh suatu monster yang mengerikan. Padahal, di ruangan ini hanya ada Scarlet, aku, Evan dan Arlond.
“Hmm…. Menarik. Mungkin konsentrasinya terlalu tinggi? Entahlah…. Tapi jika aku bisa membuat ramuan ini menjadi sempurna…. Eric, aku akan meminjam wanita ini untuk beberapa saat.” Ucap Evan sambil berjalan meninggalkan ruangan ini.
“Tentu saja. Lakukan sesukamu.” Balasku singkat.
Aku dan Arlond segera membahas mengenai cara untuk membersihkan nama burukku. Tanpa ku sangka, Arlond mampu memberikan ide yang begitu cemerlang.
Hanya dengan modal 5.000 koin emas lebih serta bantuan dari seorang kenalan, maka namaku akan bersih bahkan mampu menghancurkan reputasi Scarlet pada saat yang sama.
...***...
...Beberapa hari kemudian di dunia game...
...Alun-alun Kota Forgia...
...Di depan Gedung Pengadilan Tertinggi...
“Jadi dia adalah seorang Imitator yang membuat heboh dunia beberapa bulan yang lalu?”
“Kau benar. Aku sangat tidak menyukai sikap orang itu. Kudengar dia mencuri beberapa skill tingkat Unique beberapa anggota Partynya lalu membantai mereka semua.”
“Hah? Dia benar-benar sudah gila. Untung saja pihak Kerajaan Farna telah menangkap orang seperti itu.”
“Lalu kapan mereka akan menangkap Eric?”
“Entahlah….”
Terdengar percakapan di tengah keramaian ini. Mereka semua berkerumun di depan pengadilan umum yang diadakan di alun-alun kota ini.
‘Dok! Dok! Dok!’
“Harap tenang! Yang Mulia telah hadir!” Ucap salah seorang Ksatria pangkat tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan lambang api emas yang ada di dada zirahnya.
Raja Arlond nampak berjalan secara perlahan dan menuju ke suatu tempat duduk yang telah disiapkan. Posisinya berada sedikit di atas hakim agung di Kerajaan Farna.
Sesaat sebelum Ia duduk, Arlond sendiri yang menjelaskan mengenai pengadilan yang dilakukan hari ini.
“Hari ini, kita semua akan mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Player Scarlet di Kerajaan Farna! Tuduhan yang diberikan yaitu sebagai berikut! Pertama! Player bernama Scarlet dituduh melakukan pemanggilan monster dan menyerang berbagai wilayah di Kerajaan Farna!
Kemudian yang kedua! Player bernama Scarlet dituduh telah melakukan pencemaran nama baik kepada salah satu Player yang paling berkontribusi kepada Kerajaan Farna! Ia menuduh Sang Penyihir Agung, Eric, sebagai pelaku atas kejahatannya pada tuduhan pertama!”
Arlond menjelaskan semuanya dengan suara yang begitu lantang dan tegas.
Mendengar hal itu….
“Hah? Jadi selama ini yang melakukan penyerangan dengan monster adalah Scarlet?”
“Tapi, bukankah monster itu menyebutkan nama Eric?”
“Bodoh, jika Scarlet memanglah Tuan dari para monster, Ia bisa meminta mereka untuk mengatakan apapun!”
Kericuhan mulai terjadi.
Hakim pun segera melanjutkan acara ini.
“Penjaga! Bawa tahanan kemari!”
Dengan perkataan itu, Scarlet yang masih terikat dengan Astral Chain nampak digeret ke sebuah pancung yang besar. Kepalanya diletakkan dan dikunci dengan balok kayu. Bilah pancung yang tajam itu nampak begitu mengkilap dan hanya perlu menunggu keputusan hakim saja.
Tapi tanpa disangka-sangka…. Scarlet melakukan perlawanannya yang terakhir.
“Aku dituduh! Aku tidak memiliki kemampuan seperti itu! Jika kalian tidak percaya, kenapa Eric tidak hadir dalam….”
“Aku disini.” Ucap seorang pemain dengan jubah putih dengan corak emas yang indah. Di tangan kanannya nampak sebuah tongkat perak yang begitu indah dengan kristal sihir yang begitu menawan di ujungnya.
Keributan pun mulai terjadi.
“Jadi dia adalah penyihir agung itu?”
“Ya, aku sudah sering melihat wajahnya di MeTube.”
__ADS_1
Hingga akhirnya, salah seorang Player veteran, dengan penampilan yang begitu tampan mengangkat tangannya. Rambut hitamnya yang cukup panjang dengan sedikit corak merah itu bergerak kesana kemari karena terpaan angin.
“Yang Mulia! Perkenalkan namaku adalah Nico! Aku ingin tahu bagaimana caramu membuktikan bahwa Eric tidak bersalah sedangkan Scarlet adalah pelaku utamanya?!” Ucap Nico sambil memegang kamera hologram miliknya.
Dengan pertanyaan itu, kerumunan menjadi semakin ricuh.
Eric yang berdiri dengan tenang di atas panggung nampak tak terganggu sama sekali.
‘Dok! Dok!! Dok!!!’
Sang hakim pada akhirnya memukulkan palunya dengan keras.
“Harap tenang!”
Arlond juga nampak mengangkat tangan kanannya. Ia mulai berdiri dan berjalan mendekati orang bernama Nico itu.
“Caranya sangatlah mudah. Gunakan lensa identifikasi ini dan periksa Skill miliknya.” Ucap Arlond sambil menyerahkan salah satu Item yang cukup mahal. Ia juga nampak membagikan beberapa item itu kepada orang lain yang menonton pengadilan ini secara acak.
[Identification Lens]
[Item Sekali Pakai]
[Efek : Memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi objek. Jika digunakan pada Player maupun NPC, dapat digunakan untuk melihat status dan skillnya.]
Tanpa ragu, Nico segera menggunakannya. Tak lupa, Ia juga mengarahkan kameranya ke hadapan jendela menu yang muncul di hadapannya.
Pada saat itulah, Ia membuka matanya lebar-lebar sambil berteriak keras.
“Ya-Yang Mulia benar! Scarlet adalah pelakunya! Lihatlah Skill Summoner dan Contractor miliknya!”
Player lain dengan segera menggunakan item itu. Beberapa diantara mereka juga merupakan seorang MeTuber seperti Nico dan merekam kejadian ini.
“Dia benar! Lihatlah skill Summonernya! Dia bisa memanggil Goblin bahkan melakukan evolusi kepada Goblin itu!”
“Skill siapa yang kau curi kali ini hah?!”
Berbeda dari harapan, Scarlet justru tersenyum lebar melihat hal ini.
“Lalu kenapa kalian tidak memeriksa Player bernama Eric itu? Aku mencuri skill ini darinya! Tapi aku bukanlah orang yang menyerang desa-desa itu! Apa untungnya bagiku?!” Teriak Scarlet dengan keras seakan melihat secercah harapan.
Beberapa orang yang masih memiliki item [Identification Lens] itu segera menggunakannya ke arah Eric yang nampak menyilangkan lengannya dan bersikap santai itu.
Tapi pada saat itu juga….
“Tidak mungkin! Bagaimana bisa….”
“Kenapa aku begitu bodoh untuk percaya kepadanya! Ternyata dia….”
“Jadi selama ini…. Aku tak percaya bahwa kau bisa melakukan ini!!!”
Mendengar hal itu, Scarlet nampak tersenyum puas.
‘Rasakan itu, Eric. Jika aku menerima hukuman maka kau juga harus ikut denganku lalu….’
“Aku tak percaya bahwa aku mempercayai seorang penipu besar seperti Scarlet!” Teriak salah seorang yang baru saja menggunakan item itu untuk melihat daftar skill milik Eric.
‘Eh?!’
Scarlet terkejut bukan main mendengar hal itu. Hingga akhirnya, Ia memutuskan untuk menggunakan skill Observer miliknya sendiri kepada Eric.
“Ti-tidak mungkin?! Ke-kenapa bisa hilang?! Aku serius! Dia seharusnya memiliki skill legendaris bernama Dungeon Master dan juga Summoner lalu….”
Mendengar hal itu, Eric hanya memalingkan sedikit wajahnya dan bertanya dengan ekspresi yang penuh keheranan.
“Apanya yang hilang? Sejak awal, aku adalah seorang penyihir biasa. Aku tak memiliki skill dengan nama yang menyeramkan seperti itu. Hentikanlah tuduhan palsumu dan akuilah kejahatanmu, Scarlet.”
Di tengah-tengah keramaian itu, nampak seorang gadis berambut pirang yang tertutupi oleh tudung abu-abu itu tersenyum lebar.
‘Eric…. Aku tak menyangka kau bisa melakukan hal seperti ini. Sungguh…. Aku benar-benar memilih orang yang sangat tepat.’
Gadis itu adalah salah seorang NPC yang paling berbahaya di dunia Re:Life.
__ADS_1
Ialah….
Asmodeus. Salah seorang dari tujuh iblis terkuat yang dijuluki sebagai Ancient Demon King.