
...Kerajaan Farna...
...Kota Forgia...
...Istana Kerajaan...
‘Tap! Tap! Tap!’
Seorang Wanita dengan rambut abu-abu yang panjang dan lurus itu berjalan ke arah ruang tahta. Dengan matanya yang berwarna merah menyala, Ia memaksa masuk ke dalam ruang tahta.
“Tunggu! Kau tidak bisa….”
‘Bruk!’
“Apa yang….”
‘Braaak!’
Seluruh penjaga yang menghalanginya Ia tendang hingga terlempar menghantam dinding. Semuanya segera tak sadarkan diri. Meski begitu, wanita itu hanya menggunakan sebagian kecil kekuatannya.
Setelah berada tepat di depan pintu ruang tahta….
‘Kreeek!’
Ia segera membuka pintu itu dengan kuat lalu berteriak.
“Pesan untuk Raja Arlond! Kerajaanmu mungkin akan segera dalam bahaya!”
Arlond beserta seluruh menteri yang sedang melakukan rapat di ruangan ini dengan segera terkejut bukan main.
“Apa katamu?!”
Wanita itu pun berjalan mendekati Arlond dengan santainya. Ia lalu menjelaskan maksud dari perkataannya secara rinci.
...***...
...Kaki Pegunungan Alpa...
...Sisi Timur Laut...
Perbatasan antara Wilayah Kerajaan Farna dengan Wilayah Kerajaan Suci Celestine
“Aku membencimu.” Ucap seorang wanita dengan rambut perak dan mata emas, Cathy.
“Kenapa kau menyalahkanku? Bukankah sudah hampir seminggu berlalu sejak kejadian itu? Lagipula, kau yang memintaku untuk meningkatkan suhu api itu!” Balas Lucien dengan nada kesal.
“Karena salahmu, aku tak bisa mencicipi daging Harpy Empress yang memiliki tingkat legendaris itu! Dari namanya saja aku sangat yakin bahwa rasanya akan sangat luarbiasa!” Balas Cathy dengan air liur yang nampak mengalir deras. Begitu juga air matanya.
Mendengar percakapan bodoh ini selama seminggu membuatku menjadi gila.
“Bisakah kalian diam? Aku sudah membangun Dungeon di puncak Pegunungan Alpa itu. Aku bahkan telah meminta Oliver untuk mengembangkan Dungeon itu. Terlebih lagi, aku dan Elin telah memanggil ribuan Harpy untuk memburu Harpy disana setiap harinya. Kau akan memperoleh pasokan daging Harpy yang….”
“Aku ingin daging Harpy Empress yang….”
‘Duaaarrr!!! Daaarrrr!! Duaarr!!’
Lebih dari 60 peluru sihir itu melesat dan menghantam tubuh Cathy tanpa ampun. Cathy terlempar hingga jauh ke arah Utara. Tentu saja, aku sendiri yang menggunakannya.
__ADS_1
“Eric! Apa yang kau lakukan! Cathy itu adalah aset yang sangat berharga bagi Origin!” Teriak Elin panik.
“Apa yang kulakukan? Tentu saja menyingkirkan orang yang hanya memikirkan makanan selama 24 jam sehari! Lagipula, serangan seperti itu saja takkan membunuhnya!” Balasku kesal.
“Gaes! Untung saja aku merekamnya! Bisakah kalian melihat hal itu?! Eric baru saja menggunakan sihir tingkat tinggi [Magic Barrage] bahkan tanpa perapalan mantra atau melihat targetnya! Ia dengan mudahnya…. Kugh!!!”
Tendangan yang secepat kilat itu mengirim Nico kembali ke puncak gunung. Tentu saja, Elin yang melakukannya.
“Bukankah sudah kubilang Nico adalah orang yang penting bagi Origin? Kenapa kau melakukannya?” Ucapku kesal.
“Aku hanya menyingkirkan Pria yang pekerjaannya berbicara pada dirinya sendiri setiap hari! Ia bahkan membahas masalah kecil yang sama sekali tak berguna! Lagipula, tendangan saja takkan membunuhnya! Meskipun mati, dia juga bisa Log In kembali besok!” Balas Elin kesal.
Pada saat itulah….
[Anda telah mendengar nyanyian yang merdu!]
[Seluruh status Anda telah meningkat sebesar 2% selama 2 menit!]
Rianne menyanyikan lagu anak-anak yang dipenuhi dengan nada-nada gembira.
...***...
...Kerajaan Farna...
...Kota Forgia...
...Istana Kerajaan...
“Ka-kau yakin soal itu?!” Tanya Arlond sambil memasang wajah yang dipenuhi dengan rasa takut.
“Hmm…. Jadi begitu…. Tak ada bukti yang kuat ya?” Balas Arlond sambil menopang dagunya.
“Ini hanyalah peringatan mengingat kau adalah sekutu terdekat dan terkuat Tuan Eric. Mengenai tindakanmu, aku sepenuhnya menyerahkannya kepadamu. Tapi satu saranku, tak ada salahnya membentuk pasukan yang kuat.”
Segera setelah mengucapkan hal itu, vampir wanita yang bahkan tak memperkenalkan namanya itu segera melangkah keluar dari ruang tahta ini.
Tanpa perlu menunggu lama, Arlond segera memahaminya.
“6 pahlawan saja takkan cukup. Menteri Pertahanan! Berapa jumlah pasukan kita?!” Teriak Arlond sambil membalik badannya dan melihat ke arah perkumpulan orang itu.
“Saat ini hanya sekitar 60.000 prajurit saja, Yang Mulia. Sebagian besar bahkan belum menyelesaikan pelatihan lanjutan.” Balas sang Menteri Pertahanan.
“Buruk…. Sangat buruk. Mengingat orang bernama Alice yang mampu menggunakan sihir teleportasi itu, bahkan 10.000 pasukan saja yang ada di bawah kendalinya sudah bisa menggulinkan Kerajaan Farna saat ini.
Segera rekrut milita! Buka pendaftaran besar-besaran untuk prajurit! Berikan jaminan gaji yang tinggi serta jaminan pensiun meski mati dalam perang! Apapun yang terjadi, kita harus memiliki 300.000 prajurit yang bisa mengayunkan pedang dan mengangkat perisah dalam waktu 1 bulan ini!” Teriak Arlond dengan keras.
Mendengar perintah yang tak masuk akal itu, seluruh Menteri segera berdiri dari tempat duduknya dan meneriakkan hal yang sama.
“Yang Mulia! Tapi itu akan menghabiskan seluruh anggaran tahun ini!”
Salah seorang Menteri kemudian melanjutkan perkataannya.
“Bahkan kita masih mengalami kerugian besar berkat pengembangan sektor pertanian! Jika masih harus menggelontorkan uang untuk merekrut dan menggaji lebih dari 240.000 orang…. Kita bisa menghabiskan lebih dari puluhan juta koin emas dengan segera!”
“Menteri Pertanian benar! Bahkan, uang itu hanya akan hilang karena prajurit yang direkrut masih baru dan lemah! Meskipun pertempuran itu benar-benar terjadi, maka mereka akan mati sia-sia dan kita harus menanggung beban untuk menggaji mereka yang sudah mati dengan bayaran yang tinggi!” Sambung Menteri pertahanan.
“Itu semua benar! Bagaimana Yang Mulia akan menangani krisis keuangan ini?!”
__ADS_1
Keributan pun terjadi.
Mendengar hal itu, tentu saja Arlond memahami semuanya. Bagaimanapun, Arlond adalah seorang sarjana di bidang Sejarah di dunia nyata. Perhitungan sederhana seperti itu hanyalah mainan anak-anak baginya.
Oleh karena itu, Ia berdiam diri dan memikirkan semua ini dengan sangat matang.
Satu menit….
Lima menit….
Hingga akhirnya setelah sepuluh menit lebih berpikir….
“Aku akan pergi terlebih dahulu selama beberapa saat. Sebelum itu, segeralah persiapkan perekrutan prajurit. Tenang saja, aku yang akan menanggung seluruh biaya itu jika rencanaku gagal.” Ucap Arlond sambil segera duduk di singgasananya.
Segera setelah itu, Ia membuka jendela menu miliknya dan menekan tombol [Log Out].
‘Eric…. Maafkan aku jika terus mengganggumu tapi…. Aku harus membicarakan hal ini denganmu.’ Ucap Arlond dalam hati.
...***...
...Kulon Progo...
...Kediaman Eric...
...Malam Hari...
Di dalam sebuah kamar yang cukup gelap itu, nampak kapsul VR yang memancarkan sinar yang cukup indah dengan alurnya yang unik itu. Kedua kapsul itu pun nampak terbuka secara bersamaan.
Dari balik kapsul itu….
“Hah…. Bermain game bukannya menghilangkan stress malah semakin stress. Tidak. Ini bukan lagi stress…. Tapi aku benar-benar sudah gila!” Teriakku penuh kesal sambil segera melompat keluar dari dalam kapsul.
“Hahaha! Melihat tingkahmu itu membuatku tak bisa menahan tawaku, Erik!” Ucap Elin sambil tertawa terbahak-bahak.
“Hah…. Terserah kau saja. Aku ingin tidur.” Ucapku sambil segera merebahkan tubuhku di kasur yang sangat empuk itu.
‘Bruuk!’
“Apa yang kau lakukan, Elin? Masih kurang puas mengejekku?” Tanyaku kesal.
“Kenapa kau menganggap diriku seburuku itu? Bagaimanapun, bukankah aku istrimu?” Tanya Elin sambil memberikan senyuman yang sangat manis.
“Sialan…. Entah kenapa aku selalu kalah dengan senyuman itu.” Balasku sambil ikut tersenyum.
“Tentu saja. Bukankah itu alasanmu menikahiku? Sekarang, cukup omong kosongnya. Apa yang harus kulakukan untuk mengembalikan keceriaan suamiku?” Ucap Elin sambil memeluk erat tubuhku.
“Apakah kau yakin dengan perkataanmu itu?” Tanyaku balik sambil tersenyum tipis lalu mencubit hidungnya.
“Tentu saja. Aku akan melayanimu malam ini.”
Elin segera mempererat pelukannya. Sedangkan aku? Hanya bisa menikmati kenyamanan suasana ini.
Akhirnya, kami berdua pun berciuman dan menikmati malam yang dingin ini berdua.
Tanpa menyadari….
Sedari tadi ponselku terus menerus bergetar karena menerima panggilan dari Arlond.
__ADS_1