The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 83 - Pengumuman Event Besar


__ADS_3

9 April 2073.


Hari ini merupakan sebuah hari yang cerah.


Matahari bersinar terang, burung berkicauan. Sedangkan aku? Baru saja menyelesaikan olahraga rutinku setiap pagi hari.


Sesampainya di rumah, aku mendapati adikku yang hendak berangkat sekolah.


"Kakak. Aku akan berangkat dulu ya." Ucap Rina sambil melambaikan tangnnya.


Melihat sosoknya yang berangkat sekolah dengan jalan kaki membuatku tersadar. Kenapa aku tidak membelikannya suatu alat transportasi? Bukankah itu akan mempermudah hidupnya?


Yah, meskipun.... Jaraknya ke sekolah hanya setengah jam dengan berjalan kaki.


"Ah, Rina. Apakah uang sakumu sudah cukup? Dan juga.... Apakah kau menginginkan semacam alat transportasi? Kau bisa memintanya saja jika ingin." Tanyaku pada Rina sambil mengusap wajahku dengan handuk kecil yang ada di bahuku.


"Sudah Kak. Tenang saja. Tapi apakah kakak yakin? Aku boleh meminta hal semacam itu?" Tanya Rina dengan sedikit ragu-ragu.


"Tenang saja. Kau hanya perlu menyebutkannya. Tentu saja selama aku bisa membelinya hahaha...." Balasku sambil tertawa.


"Kalau begitu.... Aku ingin skuter Kak. Beberapa temanku memilikinya dan.... Sebentar aku akan mengirimkan fotonya...." Ucap Rina sambil mengotak-atik ponselnya.


Seketika muncul pesan di ponselku. Gambar yang dikirimkan oleh Rina adalah sebuah kendaraan roda dua tipe skuter yaitu Vespa. Penampilannya jujur saja cukup imut. Aku bisa membayangkan betapa manisnya adikku jika mengendarainya.


"Kakak.... Kau tak perlu membelinya sekarang juga. Aku juga masih perlu mengurus Surat Pengendara Dalam Pengawasan terlebih dahulu. Itu karena aku masih dibawah umur. Jadi...." Lanjut Rina.


Surat Pengendara Dalam Pengawasan merupakan semacam SIM sementara bagi yang belum memilikinya atau masih dibawah 18 tahun. Dengan membuat surat ini, seseorang dengan usia minimal 16 tahun dapat mengendarai kendaraan bermotor.


Meskipun, akan diberikan tanda khusus di kendaraannya sehingga mempermudah pengawasan. Hal ini dibuat beberapa puluh tahun yang lalu mengingat banyaknya anak dibawah umur tanpa SIM yang mengendarai kendaraan bermotor. Dan tentunya, sebagian besar dari mereka tak bertanggung jawab dan membahayakan orang lain.


Setelah penerapannya, angka pengendara motor dibawah umur menurun drastis. Hukuman yang diterapkan juga semakin besar. Tak hanya itu, mereka yang memiliki surat ini menjadi jauh lebih bertanggung jawab dalam berkendara.


Tapi itu kisah untuk lain waktu.


"Apa yang kau bicarakan. Aku akan segera membelikannya untukmu, Rina. Sekarang segeralah berangkat." Ucapku sambil tersenyum.


Dengan itu, Rina nampak berangkat sambil membuat lompatan-lompatan kecil. Aku sangat senang melihatnya.


"Hahaha.... Dasar. Memangnya seberapa mahal sih skuter itu. Paling-paling hanya.... Eh?! Hah?! Eeeeeeh?!" Teriakku setelah menekan tautan laman resmi distributor yang dibagikan oleh Rina.


"Se-seratus du-duapuluh delapan juta?!"


Aku sedikit lemas melihat harganya. Tapi itu bukanlah angka yang sebesar pikiranku. Jika dijadikan dalam bentuk koin emas.... Mungkin hanya sebesar 8.000an koin emas.


'Hah.... Aku akan menarik koin emas nanti siang.' Ucapku dalam hati sambil segera mandi. Setelah itu aku segera makan Salad di dapur sambil menonton televisi.


...[Pihak Pengembang Re:Life Mengumumkan Tanggal Dilaksanakannya Event Besar!]...


“Huh? Event besar? Apa maksudnya itu?” Ucapku sambil memakan apel.


Aku memutuskan untuk memperhatikan acara televisi itu dengan serius.


Nampak 2 orang yang sedang duduk santai di sebuah ruangan studio. Salah seorang merupakan pembawa acara televisi tersebut. Sedangkan seorang lagi merupakan salah satu pengembang atau Developer Re:Life yang berasal dari Amerika.


Mereka berdua nampak berbicara dengan Bahasa Inggris. Aku yang tak memahami sepatah kata apapun segera menyetel fitur terjemahan audio secara otomatis di televisi itu. Sekarang aku bisa memahami apa yang mereka bicarakan.


“Kali ini kita semua kedatangan tamu istimewa! Beliau tak lain dan tak bukan merupakan salah seorang pengembang Re:Life yang berasal dari Amerika! Mari kita sambut! Profesor Bradley!” Ucap pembawa acara itu.


“Terimakasih. Terimakasih.” Ucap Prof. Bradley sambil melambaikan tangan kanannya. Meskipun memiliki gelar Profesor, Bradley masih berumur 38 tahun.

__ADS_1


“Sekarang, Prof. Bradley. Apakah benar bahwa Kompetisi Internasional antar Player di seluruh dunia tahun ini, atau yang kedua kalinya, akan diadakan pada tanggal 1 Mei 2073 hingga 30 Juni 2073?”


“Itu benar sekali. Kami sebagai pihak pengembang Re:Life mengucapkan terimakasih kepada seluruh Player yang masih setia bermain Re:Life hingga saat ini. Sebagai salah satu bentuk ucapan terimakasih, kami akan mengundang seluruh Player untuk bergabung di acara Kompetisi ini.


Hal ini sekaligus sebagai perayaan Anniversary Re:Life. Tentunya, semuanya tidak dilaksanakan selama 2 bulan penuh. Itu hanyalah periode Kompetisi Internasional saja. Setiap Player yang bergabung akan diberikan jadwal tandingnya dan paling lama hanya hadir selama 2 minggu.” Jelas Prof Bradley sambil tersenyum.


“Lalu, apa saja jenis kompetisi yang akan diadakan?”


“Untuk jenisnya setidaknya terdapat 40. Mulai dari yang paling dinantikan sejak kompetisi tahun lalu yaitu PVP atau Player Versus Player. Pemain dari seluruh dunia akan bersaing dalam pertarungan 1 lawan 1 di medan yang acak. Kemudian terdapat kompetisi Guild Versus Guild sebagai yang paling populer kedua setelah PVP.”


Prof Bradley meneruskan penjelasannya dengan rinci.


Pada intinya, terdapat banyak sekali jenis kompetisi yang akan diadakan. PVP, Guild Vs Guild, kompetisi lari, penyelesaian Quest, pencarian NPC hilang, perburuan Bos Unik, bahkan hingga lomba kecantikan hewan peliharaan di dalam Re:Life.


Siapapun yang ikut dan memperoleh setidaknya juara 3, maka akan memperoleh hadiah yang cukup besar. Hadiah dapat berupa uang, item di Re:Life, atau bahkan koin emas atau In Game Currency.


Jujur saja aku sangat ingin mengikuti kompetisi ini.


Tapi ada satu hal yang menggangguku.


“Untuk kompetisi tahun ini akan diadakan di Jepang. Seluruh Player yang ikut serta diharapkan untuk segera mendaftar secara Online. Semua biaya akomodasi, termasuk transportasi, penginapan, biaya makan dan yang lainnya akan ditanggung oleh Re:Life.


Akan tetapi perlu diingat, bahwa terdapat batasan jumlah partisipan. Setiap Negara berhak melakukan seleksi terhadap Player yang akan dikirim. Bagaimanapun, prestasi Player juga akan meningkatkan prestasi suatu Negara di dalam bidang E-Sport.” Jelas Prof. Bradley cukup panjang.


Aku sedikit kebingungan soal hal ini. Jujur aku sangat ingin ikut, terutama kompetisi PVP. Aku ingin tahu seberapa kuat Player lain di seluruh dunia ini.


Tapi tentu saja, aku tidak akan pernah bertarung sebagai seorang Dungeon Master untuk saat ini. Jika identitasku yang sebenarnya bocor, maka aku akan sedikit kerepotan. Oleh karena itu, aku berencana untuk bertarung sebagai seorang penyihir.


“Aku perlu mencari skill baru…. Masih ada sekitar 20 hari sebelum kompetisi itu dimulai. Ah! Elin! Mungkin aku akan minta tolong padanya!” Teriakku sambil berdiri dari kursi.


Aku segera mengambil ponselku dan menelfonnya.


“Uh… Erik? Kenapa kau menelfonku sepagi ini?” Jawab Elin dengan suara kantuknya.


“Masih pagi…. Telfon aku lagi nanti ya. Dah.” Balas Elin sambil memutus panggilannya.


“Huh…. Dasar….” Ucapku sambil menghela nafas.


Saat ini aku telah sendirian di rumah. Adikku telah berangkat sekolah sejak pukul 06.30 tadi.


Sedangkan Ayah dan Ibuku sedang bekerja di sebuah ruko atau rumah toko yang kusewakan untuk mereka.


Padahal sudah kukatakan untuk tidak perlu bekerja lagi. Tapi kedua Orangtuaku bersikeras untuk melakukan sesuatu. Hasilnya mereka mulai berjualan pakaian di ruko itu.


“Sekarang…. Apa yang harus kulakukan? Eh?!” Teriakku setelah melihat kelanjutan acara itu.


Seorang Wanita berambut pirang, memiliki postur tubuh yang sangat ideal dengan tinggi sekitar 160 cm memasuki ruang studio itu setelah Prof. Bradley pergi. Ia masih berumur 23 tahun berdasarkan penjelasan singkat pembawa acara itu.


“Perkenalkan semuanya. Namaku Angelica. Kalian semua bisa memanggilku Angie, sama seperti karakterku di dalam game.” Ucapnya sambil tersenyum.


Ternyata interview berikutnya masih merupakan seseorang dari Amerika yaitu Angie. Seorang Player yang disebut-sebut sebagai jenius yang muncul sekali dalam ratusan tahun.


Sebelum Angie bergabung di dalam Re:Life, nampaknya dia merupakan seorang pemain E-Sport yang sangat luar biasa di berbagai genre. Shooting, RPG, Simulator, MOBA, Management, RTS dan hampir seluruh genre game.


Karena popularitas Re:Life yang menyebabkan ketenarannya di dalam E-Sport klasik meredup, Angie pada akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung dalam Re:Life. Satu-satunya game Full Dive Virtual Reality MMORPG.


Meskipun game Virtual Reality RPG sangat banyak tersebar di seluruh dunia, hanya Re:Life yang mampu menawarkan imersi dunia game yang sangat nyata. Seakan…. Benar-benar hidup di dalamnya.


“Jadi ceritakan kisah Anda yang dapat mencapai level 106 dalam waktu kurang dari 4 bulan, Angie.” Ucap pembawa acara itu.

__ADS_1


“Hahaha…. Kenapa kalian semua membahas masalah level. Seperti yang kalian ketahui, level bukanlah segalanya di dunia Re:Life. Yang terpenting adalah kombinasi antara level dan growth yang tepat.


Selain itu, juga terdapat teknik penguasaan senjata. Jika kalian memiliki refleks yang baik dan terlatih di dunia nyata, hal itu juga akan terbawa ke dalam game. Untuk menjawab pertanyaan itu, aku hanya berburu monster yang setidaknya 50 level diatasku sendirian. Jika aku memburu monster yang lemah, refleksku akan menumpul.”


Angie menjawab pertanyaan pembawa acara itu dengan sangat rinci. Tak lupa senyuman yang indah juga selalu terlukis di wajahnya.


Tapi aku hanya bisa membuka mataku lebar-lebar.


“Hah?! Selalu memburu monster 50 level diatasnya?! Sendirian?!”


Aku sangat terkejut mendengar pernyataan Angie. Meskipun aku juga pernah berburu Dark Elf yang memiliki level ratusan diatasku, tapi itu semua dimungkinkan karena aku mengeroyoknya dengan monster panggilanku. Jika 1 lawan 1? Tentu saja aku tak akan mungkin menang!


Pembawa acara itu segera melanjutkan pertanyaannya.


“Lalu, apakah kau akan mengikuti Kompetisi Internasional yang akan segera diadakan itu Angie?”


“Kompetisi Internasional ya…. Kurasa tidak untuk tahun ini. Aku masih sangat lemah jika dibandingkan dengan player profesional yang telah bermain lebih dari 3 tahun. Setidaknya, aku masih kalah jauh dalam hal level dan item.” Jawab Angie sambil menunjukkan senyum yang agak pahit.


Karena dipenuhi rasa penasaran, aku segera memindah saluran ke MeTube untuk mencari video pertarungan antara Angie melawan monster. Ia sering merekamnya sendiri menggunakan fitur rekaman untuk diupload pada MeTube. Bagaimanapun, Angie merupakan seorang E-Sport Player profesional sejak dahulu kala.


Aku sangat terkejut setelah mengetahui bahwa channelnya memiliki puluhan juta pelanggan. Sungguh hal yang luarbiasa. Aku segera memutar video terbaru yang diupload oleh Angie. Judulnya yaitu Angie Versus Magic Golem! How a Level 97 Player Win Againts Level 164 Magic Golem!


Meskipun baru saja diunggah beberapa hari yang lalu, tapi video itu telah memiliki 50 juta lebih penayangan dan lebih dari 1 juta like. Aku mulai berpikir negatif.


‘Apakah mereka semua hanya ingin melihat Gamer Girl yang cantik? Hah… dasar.’ Pikirku dalam hati. Tapi aku segera menepis pemikiran itu dan bersikap positif. Tentu saja aku ingin mempelajari sesuatu darinya.


Di layar televisiku yang tak terlalu besar itu, muncul sosok seorang Wanita yang sangat mirip dengan penampilannya di dunia nyata barusan. Nampaknya Ia tak mengganti apapun di karakternya.


“Halo semuanya! Angie disini. Seperti yang kalian lihat, aku sedang berada di Ancient Mine di sekitar wilayah Kerajaan Farna. Monster yang ada di sini kebanyakan merupakan golem lemah yang berada pada kisaran level 120 hingga 130. Tapi aku menemukan sesuatu yang unik!” Ucapnya dengan jarak yang pas dari kamera virtual itu.


“Lihatlah! Sebuah Magic Golem yang langka! Nampaknya Ia merupakan Field Boss di dalam tambang kuno ini! Sekarang, aku akan memasang beberapa kamera virtual lainnya di sekitar sini. Tentu saja kalian tidak ingin melewatkan sedikitpun aksiku kan?!” Ucapnya sambil tersenyum manis.


Angie segera pergi ke berbagai tempat untuk memasang kamera virtual lainnya. Bentuk kamera ini seperti kamera hologram yang terbuat dari cahaya. NPC dan Monster tidak dapat melihat benda ini. Selain itu, kamera virtual ini tidak dapat rusak dan hanya bisa diperoleh melalui kontrak dengan pengembang Re:Life.


Jika pengguna pergi terlalu jauh, maka kamera itu akan masuk kembali ke dalam inventorynya. Bagaimanapun, kamera virtual ini sangat penting bagi para MeTuber untuk membuat konten mereka.


Tentu saja bagian Angie yang masih memasang kamera dibuat dalam mode Timelapse agar penonton tidak bosan.


Hingga akhirnya….


Setelah kamera virtual itu terpasang di berbagai sisi wilayah tambang itu….


“Sekarang, Angie akan mulai bertarung melawannya! Selamat menonton!” Ucapnya sambil tersenyum. Nampaknya Ia memang tipe orang yang sangat ceria.


Angie bergerak perlahan mendekati Magic Golem itu.


Hal pertama yang membuatku terkejut adalah….


Dia sama sekali tak menggunakan senjata! Bahkan perlengkapannya nampak seperti perlengkapan tingkat Rare atau Epic!


“Orang itu…. Bagaimana dia bisa menang melawan Magic Golem itu dengan perlengkapan seadanya seperti itu?!” Teriakku sambil melihat video itu.


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...

__ADS_1


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...


__ADS_2