
...Di tengah padang pasir yang panas…....
...Dungeon Perbatasan...
“Elin, aku akan menyerahkan komando pasukan pemanah padamu.” Ucap Chris singkat di tengah meja bundar ini.
“Baiklah, aku akan memimpin mereka sebaik yang aku mampu.” Balas Elin singkat.
“Neo, kau dan Alice akan memimpin pasukan pengintai. Pastikan kau terus melaporkan kekuatan pasukan musuh dan apapun yang kau rasa penting. Aku mempercayakan intel kepadamu.” Lanjut Chris.
Neo dan Alice hanya mengangguk. Bukan karena apapun, tapi memang sejak awal bergabung dengan Guild Salvation mereka berdua merupakan pemimpin bagian intel. Dengan gabungan kekuatan antara mereka berdua, Alice dan Neo merupakan mata-mata dan pengumpul informasi terbaik di dunia ini.
“Angie, kau akan ikut bersamaku untuk mengamati jalannya pertempuran dari atas dinding. Segera setelah pasukan musuh mulai mendekat, aku akan memimpin pasukan jarak dekat. Sedangkan kau…. Kau bebas melakukan apapun.” Jelas Chris.
“Terimakasih atas pengertianmu, Chris.” Balas Angie sambil tersenyum.
“Sedangkan kau, Eric. Aku percayakan pembukaan pertempuran ini padamu. Pastikan kau mengeluarkan sihir terbaikmu yang mampu memotong sebanyak mungkin jumlah pasukan musuh.” Lanjut Chris.
“Tenang saja, aku sudah mempersiapkan segalanya.” Balasku singkat.
“Kemudian soal para pasukan monster dan pengawalmu itu….” Chris nampak ingin menyampaikan sesuatu. Akan tetapi, Ia menahan perkataannya karena sedikit ragu.
Aku yang mendengar dan melihat ekspresi wajah Chris mulai memahaminya.
“Pimpin mereka sebaik mungkin, Chris. Oliver akan membantumu dalam memimpin sebagian besar dari mereka. Akan tetapi, Lucien akan tetap bersamaku.” Jelasku pada Chris.
Mendengar penjelasanku, Chris nampak terkejut. Ia tak menyangka bahwa aku akan memahami maksud perkataannya yang setengah-setengah itu.
Lagipula, sejak awal aku membangun aliansi dengan Chris maka seluruh pasukan milik kami berdua akan saling mendukung di segala situasi. Itulah harapan dan tujuan dari aliansi ini. Melihat Chris yang sedikit ragu dalam meminta bantuan dari pasukan monsterku membuatku sedikit kebingungan.
Dan dengan demikian, rapat singkat antar para petinggi di Dungeon Perbatasan ini telah selesai. Seluruh komandan utama dan kapten pasukan segera bergegas di barisan mereka masing-masing.
Para pemanah dan penyihir berbaris dengan rapi di atas dinding, bersiap untuk melancarkan serangan mereka dari tempat yang aman.
Sedangkan sebagian prajurit jarak dekat yang menggunakan pedang dan perisai bersiaga di luar dinding. Tujuannya adalah untuk menahan sebanyak mungkin para Barbarian yang berencana untuk mendaki dinding baik dengan menggunakan gajah raksasa mereka atau dengan tangga.
Sisa prajurit berjaga di dalam dinding dan sebagian bersiap di dekat dengan tembok. Tujuan mereka adalah menahan pasukan Barbarian yang mampu masuk ke dalam dinding. Mereka sekaligus berperan dalam menjaga pasukan jarak jauh yang lemah dalam pertarungan jarak dekat seperti pemanah dan penyihir.
Di kejauhan, mungkin sejauh 100 meter lebih, nampak ratusan ribu pasukan barbarian berbaris secara tak beraturan.
Sebagian besar merupakan prajurit pejalan kaki. Berdasarkan pengamatan Neo dan Elin, mereka memiliki level sekitar 90an ke atas. Sungguh level yang cukup mengerikan mengingat rata-rata pasukan Salvation masih berada di level 80an. Akan tetapi, perlengkapan mereka nampak sangat minimal.
Perlindungan utama tubuh mereka yaitu sebuah kulit hewan buas yang hanya menutupi area vital mereka dan juga beberapa tempat lainnya. Aksesori yang mereka kenakan berupa tulang belulang hewan buas yang dijadikan sebagai kalung, anting dan juga gelang.
Senjata mereka? Sebagian besar merupakan tombak yang terbuat dari tulang hewan dan batuan-batuan seadanya.
Bukan perlengkapan yang luarbiasa jika kau tanya padaku. Itu karena pasukan Salvation memiliki setidaknya Chain Mail yang melindungi seluruh tubuh mereka. Tak hanya itu, sebagian besar menggunakan pelindung pelat besi tipis yang ringan.
Sedangkan senjata mereka yaitu pedan dan perisai besi. Sungguh perlengkapan yang sangat mantap. Bahkan pasukan jarak jauh seperti pemanah dan penyihir memiliki perlengkapan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pasukan Barbarian.
Akan tetapi….
Mereka memiliki suatu keunggulan yang sangat mengerikan bagiku. Itu adalah keberadaan hewan buas yang telah mereka jinakkan dan menjadi pelayan mereka.
Badak besar dengan tinggi hingga 2 meter dengan panjang tubuh 3 meter, harimau buas dengan taring yang sangat tajam dan tubuh yang tak kalah besar dari badak itu, serta hewan-hewan buas lainnya.
Yang menjadi pusat utama perhatian setiap orang adalah seekor hewan raksasa. Hewan yang akan memberikan teror bagi siapapun yang melihatnya. Tak hanya itu, beberapa pasukan Salvation nampak mulai kehilangan harapan mereka hanya dengan melihat hewan itu berjalan.
Giant Elephant.
Nama Giant itu tak hanya pajangan saja. Pasalnya, tinggi gajah raksasa ini mencapai 10 meter lebih dengan panjang hampir 12 meter. Di atas tubuh gajah itu, nampak didirikan bangunan yang terbuat dari kayu dan tulang.
Bangunan itu berbentuk persegi dengan tempat yang cukup luas untuk menampung 10 hingga 20 Barbarian. Mereka menggunakan panah dan tombak lempar sebagai senjata utamanya.
Bahkan menghiraukan keberadaan penunggang gajah raksasa ini, monster itu sendiri saja sudah sangat mengerikan.
Pada saat Elin melihat informasi lebih lanjut dari gajah raksasa ini….
[Giant Elephant]
Rarity : Unique
Level : 218
Health Point : 2.592.290
__ADS_1
Mana Point : 12.430
Stamina Point : 463.250
Attack Power : 58.318
Magic Power : 383
Defense : 8.023
Benar-benar sebuah angka yang mengerikan. Bahkan melawan seekor monster ini saja sudah setara dengan melawan Boss Monster tingkat tinggi. Bagaimana cara menjatuhkan makhluk dengan HP sebesar ini?
Terlebih lagi….
Jumlah mereka saat ini ada lebih dari 20. Setidaknya 20 gajah raksasa yang setara dengan Boss Monster ini akan menyerbu benteng Dungeon Perbatasan ini. Bahkan dinding pertahanan ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan gajah ini!
Mengetahui hal itu, aku segera menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Aku harus tenang dengan situasi ini.
Setidaknya, ada 120.000 pasukan monster dan 30.000 pasukan Salvation di pihakku.
Melihat jumlah musuh yang berkisar pada jumlah 300.000 lebih tak terlalu membuatku ketakutan. Terlebih lagi, banyak pemain kuat di sisiku.
Chris, Alice, Neo, Angie, Elin, dan juga seluruh petinggi Salvation yang tak bisa kusebutkan satu persatu namanya. Tak hanya itu, bukankah Lucien ada di pihakku?
Segera setelah itu, aku bersiap untuk melontarkan sihir terkuat milikku. Meski dibilang terkuat, sebenarnya sihir ini berada di tingkat Epic.
Akan tetapi jika digabungkan dengan Amplify dan Overdrive….
“Amplify….” Ucapku sambil mengarahkan tongkat sihirku di kejauhan. Di ujung tongkatku, muncul lingkaran sihir berwarna merah yang cukup terang.
Segera setelah itu, aku menggunakan skill Overdrive untuk mereset Cooldown skill [Amplify]. Aku pun mengulanginya sekali lagi. Setelah aktivasi sihir selama 30 detik, muncul lingkaran sihir baru di ujung tongkatku dengan warna merah gelap.
Aku yang ingin segera melontarkan sihirku karena tak tahan dengan berat di tanganku ini segera berpikir ulang.
‘Apakah sihir ini mampu membunuh gajah-gajah itu? Setidaknya, aku ingin membunuh sebagian dari mereka….’ Pikirku dalam hati.
Tapi bagaimana pun, berat yang ada di ujung tongkatku ini terasa sangat mengerikan. Aku mulai berlutut di tanah karena menahan beban ini.
Chris dan Angie yang melihat sosokku dari kejauhan nampak memperlihatkan wajah yang cemas.
Akan tetapi Chris tak menjawab pertanyaannya. Ia hanya menyipitkan matanya dan berdoa untuk keberhasilan Eric.
‘Eric…. Aku mohon. Nasib kita semua berada di tanganmu….’ Ucap Chris dalam hati.
“Sialan…. Apakah aku tak mampu menahan….” Teriakku penuh kesal dengan diriku sendiri.
Aku merasa sangat lemah karena bahkan tak mampu menahan berat dari 2 kali amplifikasi. Sedangkan aku sendiri tak yakin jika 2 kali amplifikasi telah cukup untuk menghabisi gajah sialan itu.
‘Sreeeet!’
Tanpa kuduga, seseorang mulai menahan lengan dan tubuhku dari belakang. Di balik itu semua, terdengar suara yang selalu aku sukai.
“Eric, bertahanlah. Aku akan membantumu….” Ucap Elin sambil membuat senyuman yang begitu manis.
“Elin…. Kalau begitu, aku takkan menahan diri. Tolong minumkan padaku Full Mana Potion! Overdrive!” Teriakku segera setelah itu.
Jujur saja, Elin yang mencoba mengangkat tubuhku tak terlalu membantuku.
Mungkin aku hanya merasa bebannya berkurang sedikit. Wajar saja karena STR milik Elin tak begitu tinggi.
Kejadian ini semakin mengingatkanku untuk meningkatkan Growth milikku segera setelah pertarungan ini berakhir.
Meski begitu, kehadiran Elin membuatku bersemangat. Setidaknya…. Aku ingin terlihat keren di hadapannya.
Segera setelah permintaanku, Elin meminumkan sebuah cairan berwarna biru terang kepadaku yaitu Full Mana Potion.
Beberapa saat berlalu dan 4 lingkaran sihir berbentuk gerigi itu mulai menghilang. Itu artinya, aku telah berhasil mereset skill Amplify milikku. Dengan ini maka….
“Amplify!!!”
Aku meneriakkan skill itu sekuat tenaga. Di ujung tongkatku, muncul lingkaran sihir ketiga yang jauh lebih besar daripada lingkaran sihir pertama dan kedua. Warna lingkaran sihir ini merah terang dan menyala.
Akan tetapi, berat yang kurasakan sangatlah luarbiasa. Bahkan Lucien yang sejak tadi hanya melihatku mulai menopang tubuhku. Ia menyadari bahwa berat yang kualami ini jauh melampaui batasanku.
[Anda menahan beban yang terlalu berat!]
__ADS_1
[Tangan kanan Anda patah karena beban yang terlalu berat!]
[Anda telah menerima 15.824 damage!]
[Terjadi kerusakan parah pada tangan kanan Anda!]
[Anda menerima efek Internal Bleeding!]
[Anda menerima 3.000 damage per detik karena efek Internal Bleeding!]
‘Sialan! Apa-apaan ini?! Sakit sekali!’ Teriakku dalam hati.
Aku merasakan sakit yang luarbiasa di tangan kananku. Jika dibandingkan dengan sakit di dunia nyata, aku merasa seperti tangan kananku teriris pisau secara terus menerus.
Jujur saja aku ingin menuntut perusahan Re:Life sialan ini yang telah mengimplementasikan rasa sakit sebesar ini. Tapi aku tak dapat protes.
“Tuanku, tenanglah. Aku akan menahan sedikit dari beban ini.” Ucap Lucien sambil menahan tangan kananku dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanan Lucien mencoba untuk menahan tongkatku yang kini sangatlah berat.
Bahkan wajah Lucien yang biasanya nampak santai, kini terlihat begitu serius. Ia nampak berusaha sekuat tenaga untuk menahan beban di tongkatku itu.
Berat yang kurasakan? Mungkin 4 kali lipat lebih berat daripada Apmlify sebanyak 2 kali. Apakah itu artinya hampir setengah Ton? Entahlah….
Yang jelas, aku harus segera melepaskan sihirku.
“Fi…re…. Bla… st!!!” Teriakku sekuat tenagaku.
Di kejauhan….
Tepatnya di tengah-tengah barisan pasukan barbar itu….
Muncul setitik cahaya merah kecil. Sebuah api yang sangat kecil.
Tapi seketika, api itu membesar dengan sangat cepat. Tak memberi kesempatan bagi siapapun untuk mempersiapkan dirinya menghadapi ledakan itu.
Bahkan di tempatku berdiri….
...‘DUUUUUUUUAAAARRR!!!”...
Suara ledakan yang sangat keras memekikkan telingaku.
Dinding yang terbuat dari batu yang kokoh ini mulai bergetar. Bahkan beberapa batuan mulai terhempas dan berjatuhan ketika menerima hempasan angin dari ledakan raksasa itu.
Saat aku memberanikan diriku untuk membuka mata di tengah badai pasir yang terjadi….
Aku melihatnya.
Sebuah ledakan dengan ukuran lebih dari 70 meter.
Tak hanya itu….
Notifikasi sistem juga terus menerus menghalangi pandanganku.
[Anda telah mendengar suara yang terlalu keras!]
[Anda menerima efek Deaf selama 250 detik!]
[Anda tidak dapat mendengar suara apapun selama 250 detik!]
[Suara yang terlalu keras telah merusak gendang telinga Anda!]
[Anda telah menerima 12.119 damage!]
[Anda telah membunuh 59.721 Barbarian!]
[Anda telah membunuh 2.691 Sabertooth!]
[Anda telah membunuh 3.196 Desert Rhinos!]
[Anda memperoleh …. ]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah …. ]
__ADS_1