The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 164 - Kembali ke Dunia Virtual


__ADS_3

...29 Maret 2074...


...Ibukota Kerajaan Farna...


...Forgia...


Aku menyegerakan langkah kakiku setelah keluar dari Dungeon di bawah tanah Kota Forgia.


Tujuanku? Tentu saja ke sebuah istana yang sederhana itu untuk menemui sang Raja.


“Wah! Bukankah itu sang penyihir agung?!”


“Penyihir agung! Tolong berkati kami!”


“Hei! Bukankah dia Eric sang penyihir itu?! Tuan Eric! Tolong katakan sesuatu kepada kamera untuk ku masukkan dalam MeTube.”


Semua orang baik NPC maupun Player mulai mengerubungi diriku. Hal yang sangat wajar karena segera setelah restriksi Log In ku selesai sebulan yang lalu, aku segera mengeluarkan perintah mutlak kepada seluruh monster bawahanku.


Perintahnya? Larangan untuk membunuh NPC dan Player atau dengan kalimat sederhana…. Manusia!


Itu semua ku lakukan untuk menjaga diriku agar tidak memiliki penalti PK.


Kenapa? Itu karena sifat dasar manusia yang merasa ngeri ketika melihat di atas kepala karakter terdapat nama merah. Wajar saja karena hal itu menandakan bahwa dirinya adalah seorang PK yang bisa jadi membunuhnya suatu saat nanti.


Tapi kini dengan diriku yang tak memiliki nama merah, aku bebas untuk berkeliaran di permukaan dunia ini!


Tak hanya berkeliaran, aku juga menyebarkan nama baik mengenai diriku.


Hal yang ku lakukan cukup sederhana.


Memberikan donasi besar-besaran untuk menarik hati para NPC.


Membantu leveling dan berburu monster untuk menarik hati para Player.


Membunuh boss tingkat tinggi yang membahayakan pedesaan atau kota untuk mengharumkan namaku.


Serta menerima permintaan-permintaan kecil mereka seperti yang sedang ku hadapi ini.


“Semoga Dewi Celestine dan Dewi Julia memberkati kalian semua.” Ucapku sambil menyentuk kepala mereka semua.


“Tuan Eric! Bisakah aku melakukan selfie denganmu?! Aku ingin memamerkannya kepada kawanku!” Ucap salah seorang Player.


“Tentu saja.” Ucapku sambil tersenyum dan berpose di hadapan kamera hologram itu.


“Terimakasih banyak, Tuan Eric! Aku sangat menyukai aksimu pada saat mengalahkan Giant Sea Serpent di pantai daerah Forgia ini! Tak kusangka bahwa monster dengan level 250 ke atas itu bisa kau kalahkan dengan….”


Ia terus menerus melontarkan ocehannya dengan wajah yang sangat gembira.


Sedangkan aku? Aku hanya bisa tersenyum sambil menikmati suasana ini.


‘Menjadi populer…. Nampaknya cukup menyenangkan.’ Pikirku dalam hati sambil melihat ke arah pemuda barusan.


...Kembali ke beberapa saat yang lalu…....


...5 Maret 2074...


Beberapa hari setelah aku kembali ke dunia virtual ini, aku segera membantu Arlond untuk menuntaskan sebanyak mungkin masalah yang ada di Kerajaan Farna. Termasuk menambahkan jumlah uang dengan mengubah uang ku yang ada di dunia nyata menjadi koin emas virtual ini.



[Di Gambar : Arlond]


[Source : Pinterest]


[Original Artist : Ga ketemu]

__ADS_1


[Note : Sesuai sama imajinasiku kecuali zirahnya harusnya perak. Tapi keren banget salut sama artisnya]


Arlond nampak sangat bahagia dan berterimakasih kepadaku.


“Eric…. Kebaikanmu ini, akan menjadi hutang bagiku untuk selamanya. Aku akan terus mendukungmu hingga akhir dunia ini.” Ucap Arlond sambil sedikit menundukkan kepalanya.


“Terimakasih, Arlond. Aku benar-benar memilih orang yang sangat tepat. Tapi jangan terlalu sungkan kepadaku, kau adalah seorang Raja berkat usahamu sendiri.” Balasku sambil tersenyum.


“Kalau begitu bisakah aku meminta bantuan yang lain? Di daerah pantai kota Forgia ini, terdapat serbuan dari Sea Serpent yang cukup meresahkan para pelaut dan pedagang yang terhubung ke Kerajaan Ilandis. Apakah kau bisa melakukan sesuatu dengan itu, Eric? Tentu saja tidak harus dirimu, kau bisa meminta bawahanmu untuk membereskannya kan?”


Arlond segera menjelaskan situasinya dengan rinci.


Aku pun memahami bahwa kekuatan Sea Serpent ini cukup kuat dan sulit untuk ditaklukkan bagi Ksatria yang membutuhkan pijakan untuk bertarung. Menggunakan kapal? Mereka akan segera menenggelamkannya secepat kilat.


Oleh karena itu Arlond meminta bantuanku karena tahu bahwa orang-orang kuat seperti Lucien dapat terbang. Medan pertarungan yang berada di laut bukanlah masalah baginya.


Akan tetapi, aku memiliki pikiran yang lain.


‘Jika aku sendiri yang menaklukkannya, bukankah itu dapat mengharumkan namaku? Ah tunggu apalagi, akan segera ku lakukan! Lagipula aku sedang senggang.’ Pikirku dalam hati.


“Tenang saja Arlond. Kau bisa selalu mengandalkan diriku!” Balasku sambil tersenyum dan memukul dadaku dengan ringan.


“Terimakasih, Eric. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan perkembangan Origin?” Tanya Arlond singkat.


Aku segera menjelaskan bahwa Dungeon Origin kini telah memiliki 10 lantai yang fungsional. 2 Lantai diantaranya digunakan oleh Cathy untuk melakukan penelitian slime.


Perkembangan penelitiannya cukup memuaskan dimana Slime akan membelah diri setiap 1 hari serta memiliki rasa yang enak ketika dimakan. Hal ini menyebabkan produksi makanan di Origin meningkat pesat. Meskipun, bukan itu tujuan yang sebenarnya.


Cathy menjelaskan bahwa perkembangan berikutnya masih membutuhkan cukup banyak waktu.


Mendengar hal itu, Arlond nampak tersenyum puas.


Setelah itu, aku segera meninggalkan istana.



[Di Gambar : Lucien]


[Source : Pinterest]


[Original Artist : Ga ketemu]


[Note : Sesuai sama imajinasiku kecuali telinganya kurang runcing dan matanya kurang merah. Tapi bagus bgt, salut sama artisnya]


"Ya, lebih cepat maka lebih baik. Ngomong-ngomong, kau tidak diijinkan untuk terlihat disini. Soul Container, masuklah kesana dan tunggu dengan tenang." Ucapku sambil mengarahkan lenganku kepadanya.


"Baik, Tuanku." Balasnya singkat. Tubuhnya mulai terserap ke dalam tangan kananku.


Aku menyegerakan langkah kakiku.


Di luar istana, nampak sosok seorang Pria yang cukup muda namun tinggi dan kekar. Ia memiliki rambut kuning yang cukup mencolok dan kaku. Sedangkan pakaiannya adalah zirah kulit manticore yang menutupi sebagian tubuhnya sehingga otot di beberapa bagian tubuhnya dapat terlihat dengan jelas.


Sedangkan senjatanya? Ia mengenakan sarung tangan logam yang memiliki duri logam yang tajam di ujungnya. Sebuah perlengkapan untuk seorang pecinta seni bela diri tangan kosong.


“Yo, Rendy. Apakah kau menunggu terlalu lama?” Tanyaku sambil menepuk pundaknya.


“Tenang saja, Masbro. Aku sedang menikmati suasana di dunia ini. Jujur saja aku masih tidak bisa mempercayai bahwa dunia seperti ini benar-benar ada.” Balas Rendy.


“Hahaha! Kau bisa menikmatinya selama mungkin.”


“Sekali lagi, terimakasih banyak karena telah membantu biaya pengobatan kakekku. Masbro, aku akan bekerja untukmu selamanya!” Ucapnya dengan mata yang berapi-api.


“Sudah-sudah, masalah sepele saja. Sekarang, aku memperoleh pekerjaan untuk membasmi cacing-cacing laut yang mengganggu di daerah pantai di Kota Forgia ini. Apakah kau mau ikut?” Tanyaku sambil memandangi ke arah Selatan.


“Tentu saja! Apa gunakanya bodyguard jika aku tak mengikutimu?!”

__ADS_1


“Bodyguard bodyguard hentikanlah. Nikmati saja dunia game ini sesuka hatimu. Lagipula, kau yang masih berada di level 40an memangnya bisa apa? Hahaha!”


Mendengar hal itu, Rendy nampak tertusuk dan menganga dengan lebar. Tentu saja, diikuti dengan tawanya yang khas itu.


...***...


...Kerajaan Farna...


...Daerah Pantai...


...Kota Forgia...


Di sebuah pelabuhan yang cukup besar ini, nampak dengan jelas kesibukan para pedagang dan pekerja. Mereka nampak sibuk memindahkan berbagai barang-barang dari dan ke dalam kapal kayu yang besar itu.


Sebagian besar pedagang yang ada merupakan NPC yang memang sangat berpengalaman. Sedangkan sisanya merupakan Player yang berusaha mencari peruntungan dengan menjadi pedagang di dunia ini.


Untuk menjadi seorang pedagang sebenarnya cukup mudah yaitu dengan berbicara di Merchant Guild atau Guild Pedagang dan mendaftarkan diri. Segera setelah itu, Player akan diberi pelatihan dasar mengenai sistem perdagangan di dunia ini.


Setelah menyelesaikan tutorial singkat, Player akan memperoleh teknik : Perdagangan dan Negosiasi yang dapat meningkat semakin sering melakukan perdagangan.


Efek dari teknik itu adalah memberikan skill khusus untuk pedagang yang mampu meningkatkan afinitas NPC tipe pedagang, memperoleh diskon ketika melakukan transaksi, mengetahui rute dagang serta pergerakan barang, akses harga pasar hingga penurunan pajak yang diambil oleh Re:Life ketika menarik uang.


Meskipun hanya mencapai 5% pengurangan pajak, tapi tentu saja itu adalah hal yang besar mengingat pajak total di Indonesia mencapai 65%. Menjadi 60% adalah perubahan yang cukup besar bagi pedagang yang memang bemain menggunakan uang.


Tapi tentu saja….


Modal yang diperlukan tak main-main.


Melihat semua itu, Rendy nampak kegirangan bukan main.


“Masbro! Lihat! Orang itu mampu mengangkut 5 peti yang berat itu sendirian! Ah! Orang itu bahkan membawa kapal kecil itu sendirian!”


Melihat kehebohannya membuatku sedikit teringat pada diriku yang dulu.


‘Jika diingat kembali…. Bukankah dulu aku juga sama hebohnya seperti Rendy.


...***...


...Di daerah Afrika Selatan...


Nampak keramaian yang berbeda dari biasanya di desa yang cukup kecil ini. Bagaimana tidak, ribuan pekerja nampak sibuk melakukan pembangunan ulang disini.


Sedangkan di sisi terluar desa ini, nampak dengan jelas sosok seorang Pria berambut hitam panjang dan berkulit agak gelap itu dikelilingi oleh banyak orang.


"Tuan Aamori! Bisakah Anda segera mengungkapkan asal kekayaan Anda?" Tanya seorang wartawan yang cukup cantik itu.


Mendengar pertanyaannya, Aamori terlihat tersenyum.



[Di Gambar : Aamori]


[Source : Pinterest]


[Original Artist : Ga ketemu]


[Note : Melebihi imajinasiku, bagus bgt salut sama artisnya]


"Bertanya berapa kali pun jawabanku tetap sama. Aku menghasilkannya dari bermain Re:Life sebagai seorang pandai besi." Balas Aamori dengan santai.


"Lalu bagaimana Anda menjelaskan tentang sebuah item legendaris [Dragon Impaler Spear] yang sempat menghebohkan Auction Market itu? Di bawah item itu, tertera dengan jelas nama pembuatnya yaitu Aamori. Apakah itu berarti Anda adalah pembuatnya?" Tanya wartawan itu.


Mendengarnya, Aamori nampak tersenyum lebar dan merapikan rambut panjangnya itu. Setelah beberapa saat, Ia mulai berbicara.


"Jika itu benar diriku, memangnya kenapa? Siapapun bisa memesan item legendaris dariku asalkan bisa menyiapkan bayaran yang pantas." Balas Aamori dengan tatapan mata yang tajam ke arah kamera.

__ADS_1


__ADS_2