
Aku menyadarinya dengan segera melihat kemampuannya memanfaatkan situasi ini. Sebuah kenyataan dia merupakan seorang Pro Player. Serta sebuah kenyataan bahwa aku terlalu besar kepala karena latihanku dengan Lucien.
Sesaat setelah aku bisa menggerakkan tubuhku, aku segera melompat mundur dan mencari tempat yang lebih terbuka.
Tapi sayang sekali karena Arena yang terpilih untukku merupakan sebuah Pegunungan dengan tebing yang curam membuat tempat terbuka sulit dijumpai. Terlebih lagi, banyaknya batuan dan tempat curam memberikan keuntungan yang besar bagi pemanah yang kuhadapi.
‘Agility yang Ia miliki pasti sangat tinggi mengingat kecepatan geraknya. Tapi…. Bagaimana bisa dia tiba-tiba berada di belakangku?’ Pikirku dalam hati.
“Recovery!” Teriakku segera untuk menyembuhkan Debuff racun yang ku terima. Recovery merupakan skill tingkat Rare yang mampu menghilangkan beberapa jenis Debuff tingkan rendah hingga sedang, termasuk racun.
Aku terus menerus melihat ke arah sekitar. Tapi aku tak menemukan sosok pemanah itu.
‘Sialan! Dimana dia?!’
Saat aku masih sibuk menengok kesana kemari, rentetan anak panah telah mengarah padaku.
“Mana Shield!”
‘Trraang! Ttrang!! Tttrraaang!!!’
[Anda telah menerima 3.532 damage!]
[Mana Shield telah menahan damage yang Anda terima!]
[Mana telah berkurang sebesar 10.596]
[Anda telah menerima … ]
Selama apapun aku menahannya, panah yang dilontarkan seakan tak mengenal kata habis.
Puluhan…. Bahkan ratusan….
Hingga pada akhirnya.
‘Pyaaar!!!’
[Mana Shield telah pecah!]
[Anda telah menerima 4.129 damage!]
“Sialan!” Teriakku sambil melompat untuk bersembunyi di balik batuan.
Tapi semua itu percuma. Pandangan yang ada di hadapanku mulai menjadi gelap. Saat aku menengok ke langit, hujan panah telah menutupi sebagian besar tempatku bersembunyi.
Aku hanya bisa menganga dan pasrah melihat kejadian ini. Bahkan aku tidak mampu mendaratkan sebuah serangan pada lawanku. Aku sangat kesal dengan kejadian ini. Terlebih lagi diriku yang tak mampu melakukan apapun selain berusaha bertahan.
‘Jleeb! Jleeb!! Jleeeb!!!’
[Anda telah menerima …. ]
[Health Point Anda telah mencapai angka 0]
[Anda telah mati!]
[Bersiap untuk melakukan Log Out secara paksa!]
‘Sialan….’ Pikirku dalam hati sambil memperha
Seketika pandanganku berubah. Pintu kapsul yang ada di hadapanku mulai membuka secara perlahan. Dengan tubuh yang lemas, aku berusaha untuk keluar dan melihat siapa sebenarnya yang menjadi lawan tandingku.
[Eric] Versus [Camila]
Saat aku melihat informasi pemain bernama Camila itu, aku hanya bisa putus asa.
[Camila]
Level : 157
Rebirth : 0
Asal Negara : Inggris
Umur : 26 Tahun
Biodata : Atlet Panahan Profesional
__ADS_1
Tanggal Bergabung di Re:Life : 19 Januari 2072
“Sialan….” Ucapku sambil berjalan meninggalkan panggung itu. Selama perjalanan, berbagai hujatan dan cemoohan dilontarkan oleh banyak penonton kepadaku.
“Apa-apaan pertandingan itu tadi?! Meskipun memiliki level yang jauh lebih tinggi bahkan Pria itu tak mampu mendaratkan satu serangan pun!”
“Daripada disebut sebagai PVP, pertandingan barusan lebih mirip dengan perundungan player baru!”
“Hei! Akun siapa yang kau gunakan?!”
“Berapa yang kau keluarkan untuk membuat pemain lain menggendongmu untuk menaikkan levelmu?!”
Aku hanya bisa diam mendengarkan semua itu. Lagipula itu semua memang benar kenyataannya. Pertandinganku barusan sama sekali tidak menarik. Bahkan aku hanya mempermalukan diriku sendiri.
Kakiku terus melangkah melewati hinaan semua orang itu. Hingga akhirnya aku sampai di ruang peserta. Setidaknya…. Aku bisa sendirian disini.
‘Duaaarrr!!’
Aku memukul meja yang ada di ruangan ini dengan cukup keras.
“Apa yang kulakukan disini?! Berlibur?! Bukankah aku ingin tampil hebat di kompetisi ini?!” Teriakku penuh rasa kesal.
“Melawan hanya seorang player…. Apa yang kulakukan barusan?!”
“Jika saja…. Aku menggunakan….”
Aku terus berbicara dengan diriku sendiri di ruangan itu. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk kembali ke kamar hotelku.
...***...
Elin terus menghampiriku beberapa kali setelah pertandingan itu. Jujur saja, kehadiran Elin sangat berarti bagiku. Meski begitu, aku masih tak mampu menghapuskan kekesalan dalam diriku ini.
Setelah itu, Elin menceritakan semua yang terjadi di pertandingan itu. Ia nampaknya berhasil menang hingga ronde ke tiga dan kalah pada saat melawan seorang Spellcaster. Itu karena kekuatan sihirnya yang terlampau kuat dan mampu membunuh Elin dalam sekali serang.
Sedangkan pemenang dari blok itu adalah Miyamoto. Berdasarkan penjelasan Elin, kekuatan serangan Miyamoto sangat besar dan mampu mengalahkan Ilham di babak final. Pertarungan final itu seakan adu kekuatan antara pedang dan perisai.
Aku berpikir mungkin aku akan mampu memperbaiki reputasiku di Solo Boss Raid dan Lomba Lari. Tapi cabang kompetisi berikutnya yang aku ikuti hanya semakin memperburuk reputasiku.
[Solo Boss Raid]
Level : 400
Health Point : 8.000.000
Tujuan dari kompetisi Solo Boss Raid adalah untuk mengalahkan Boss yaitu Fire Elemental secepat mungkin. Tiga pemain yang memiliki rekor waktu tercepat yang akan memperoleh posisi pemenang yaitu Emas, Perak dan Perunggu.
Sedangkan aku?
“Magic Barra….”
‘Wuuuooosshhh!!!’
Semburan api yang luarbiasa besar dan panas telah membakar seluruh tempatku berdiri. Tentu saja termasuk diriku.
[Anda telah menerima 18.341 damage!]
[Anda telah menerima 21.032 damage!]
[Anda telah menerima …. ]
[Anda telah mati!]
Jika saja terdapat penghargaan bagi pemain yang mati tercepat, aku yakin aku akan menjadi juara pertama.
Bagaimana tidak? Aku bahkan memberikan total 0 damage kepada Boss itu. Sedangkan Fire Elemental itu membunuhku hanya dalam waktu 6 detik!
Elin sendiri juga tidak berhasil membunuh Fire Elemental ini. Tapi setidaknya Ia berhasil memberikan lebih dari 1.000.000 damage dan bertahan selama lebih dari sepuluh menit.
Sedangkan juara pertamanya? Tentu saja Chris.
Ia juga mengikuti cabang Solo Boss Raid dan berhasil membunuh Fire Elemental dalam waktu yang sangat mengerikan yaitu 97 detik!
Peringkat kedua dipegang oleh Miyamoto dengan waktu 218 detik. Sedangkan peringkat ketiga yaitu 463 detik.
“Chris itu…. Bukankah dia benar-benar kuat?! Apa rahasianya?” Ucapku pada diriku sendiri saat melihat papan Leaderboard itu.
__ADS_1
“Tentu saja Item yang Ia kenakan, Erik. Seluruh perlengkapan yang Ia kenakan merupakan Item tingkat Legendary yang dibuat oleh Aamori.” Jelas Elin terhadap pertanyaanku.
Mengetahui hal itu, aku mulai semakin paham akan kengerian dari kekuatan Aamori. Ia mampu membuat siapapun menjadi monster hanya dengan kekuatan Itemnya!
Waktu terus berlalu….
Tapi aku tak bisa bersenang-senang terlalu lama.
Itu semua karena pertandingan Lomba Lariku segera dimulai.
Aku membayangkan bahwa kami akan berlari mengelilingi lintasan seperti olimpiade di dunia nyata. Tapi kenyataannya jauh dari itu.
Jarak lomba lari ini yaitu 20 Kilometer dengan 5 medan yang berbeda di setiap 4 Kilometer.
Medan yang pertama yaitu padang rumput yang datar dan damai. Kemudian peserta akan memasuki wilayah hutan yang cukup lebat dan penuh akan jebakan serta monster.
Setelah berhasil melewati hutan, peserta akan dihadapkan dengan medan pegunungan dengan tebing yang curam. Seluruh peserta mau tidak mau harus berusaha melewati pegunungan itu entah dengan cara apa. Tentu saja, ribuan monster telah siap menanti.
Di balik pegunungan itu, nampak medan berikutnya yaitu sebuah danau yang sangat besar. Peserta yang menghadapi medan ini diberi pilihan untuk bergerak lurus sepanjang 4 Kilometer dengan berenang, atau memutari danau ini dan berlari di daratan sejauh 12 Kilometer. Untungnya, tidak ada monster di medan ini.
Medan terakhir yaitu padang pasir yang ganas. Ribuan monster padang pasir yang jarang dijumpai seperti Giant Sand Worm akan menyergap peserta dari bawah tanah. Bisa dikatakan medan ini sangat menguji refleks dan kecepatan peserta dalam menanggapi situasi darurat.
“Bersedia! Siap! Ya!!!” Teriak seorang pembawa acara yang juga memasuki Dunia Re:Life itu. Atau lebih tepatnya…. Arena lari yang menyeramkan.
Tapi aku cukup curiga dengan tidak adanya peraturan apapun selain mencapai garis finish secepat mungkin. Meskipun, sihir tipe teleportasi dilarang untuk digunakan karena akan menghilangkan makna dari lomba ini.
Semua keraguanku terjawab sesaat setelah aku mulai berlari.
‘Duuaaar! Wuuuoossh! Jleb!! Ttraaang!!!’
Semua peserta yang sebelumnya berbaris rapi mulai melontarkan sihir dan serangan mereka. Aku tak pernah menyangka bahwa hal ini akan terjadi.
Dan tentu saja….
[Anda telah menerima 5.624 damage!]
[Anda telah menerima ….]
[ …. ]
[Anda telah mati!]
Aku bahkan belum berlari selama satu menit.
Dan begitulah…. Kompetisi Internasional pertamaku berakhir dengan sangat buruk.
...***...
“Bukankah dia sangat aneh?” Ucap seorang Pria tua dengan mata sipit, Liu Ying. Ia merupakan ketua dari Guild Golden Dragon sekaligus seorang Proffesional Player dari Cina.
“Aku setuju, Ketua. Meskipun memiliki level 221, Ia masih bermain seperti seorang pemula. Ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya menangani seorang pemanah dan juga serangan dari Fire Elemental.” Jawab Pria disampingnya yang memiliki tubuh kekar, Jian Di.
Ia merupakan Wakil Ketua dari Guild Golden Dargon.
“Aku yakin dia memiliki suatu rahasia dalam menaikkan level dengan mudah…. Meskipun kita telah gagal dalam mengamankan Pandai Besi Legendaris itu, kita harus berhasil dalam memperoleh rahasianya! Hubungi Seven Star!” Teriak Liu Ying.
“Untuk dana yang akan disiapkan….”
Belum sempat Jian Di menyelesaikan pertanyaannya, Liu Ying segera menjawabnya.
“Berikan setidaknya 10 juta Dollar. Jika kurang, aku akan menambahkannya lagi nanti.”
“Bukankah itu terlalu berlebihan?” Balas Jian Di.
“Berlebihan? Player itu…. Ia mendaftar pada saat memiliki level 219. Tapi segera setelah itu, levelnya jatuh ke angka 70. Anehnya lagi, hanya dalam waktu kurang dari 3 minggu levelnya telah naik hingga 221. Bukankah ini bukti yang cukup mengenai keanehannya?!” Balas Liu Ying.
Mendengar penjelasan itu, Jian Di segera memahami situasinya. Ia dengan segera menghubungi Guild Seven Star dan berusaha untuk membuat kontrak.
Tak hanya Guild Golden Dragon dari Cina, Guild Haven dari Eropa yang dipimpin oleh William juga telah menyadari keanehan ini. Meskipun, Guild Golden Dragon memiliki sebuah bukti yang sangat nyata atas kecepatan leveling yang dilakukan oleh Eric.
Semenjak Kompetisi Internasional itu, Eric telah menjadi pusat perhatian player papan atas. Lebih tepatnya, mereka ingin tahu rahasia Eric dalam menaikkan level secepat dan semudah itu.
Tentu saja….
Player dan penonton biasa tidak menyadari hal ini.
__ADS_1
Apalagi Eric.