The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 221 - Eric Vs Miyamoto 1


__ADS_3

Segera setelah aku memasuki kapsul yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara acara, aku pun tiba di dunia virtual ini.


Kini apa yang ada di hadapanku, adalah sebuah medan pertarungan yang cukup netral.


Di tengah hutan yang tak terlalu lebat ini, nampak seluruh dedaunan telah berwarna kuning hingga jingga. Sebagian besar dedaunan itu nampak berguguran dengan begitu indahnya, menciptakan suasana yang begitu pas dengan sosok seorang Samurai.


Bahkan aku sampai curiga.


"Apakah medan pertarungan ini benar-benar ditentukan secara acak?" Ujarku pada diriku sendiri.


Pada saat itulah aku melihat sosok Miyamoto yang sebenarnya. Sosok yang dikagumi sebagai salah satu pendekar pedang terbaik yang ada di dunia virtual ini.


Bahkan beberapa informasi yang diberikan oleh Lisa menyatakan bahwa Miyamoto sebenarnya adalah seorang Putra Tertua dari suatu Dojo terkenal di jepang.


Oleh karena itu, di dunia nyata Ia juga merupakan seorang Samurai yang sebenarnya.


"Sialan.... Dimana dia memperoleh perlengkapan sekeren itu?" Ucapku dengan nada kesal setelah melihat perlengkapan Miyamoto.


Seluruh tubuhnya ditutupi oleh sebuah Domaru, atau lebih mudahnya menyebut sebagai zirah khas seorang Samurai. Warna Domaru milik Miyamoto iyu begitu indah dengan warna hitam yang mendominasi tapi dihiasi dengan corak keemasan.


Sedangkan di pinggang kirinya, nampak sebilah Katana dengan panjang totalnya mencapai 1,12 meter.


Jujur saja penampilannya saat ini sungguh mengintimidasi diriku.


Pada saat aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri, Miyamoto nampak menarik Katana dari sarungnya dan berbicara.


"Aku mengakui kemampuanmu itu, Eric. Oleh karena itu, kuharap kau bisa bertahan lebih dari tiga tebasanku." Ucap Miyamoto dengan mata tertutup. Rambutnya yang panjang dan hitam itu nampak bergerak kesana kemari karena terpaan angin.


Aku sama sekali tak merespon perkataannya dengan kata-kata, melainkan dengan menyiapkan diriku untuk menggunakan skill [Future Sight] untuk memprediksi gerakannya.


Pada saat itu, aku terus menerus fokus sambil mendengarkan suara sistem yang terdengan cukup keras.


"Tiga.... Dua.... Satu.... Go!"


'Zraaatt!'


Miyamoto nampak melesat dengan sangat cepat sambil memegang Katana dengan kedua tangannya. Gerakannya sugguh sempurna untuk memberikan tebasan yang sangat mematikan.


Meskipun dunia ini merupakan dunia virtual, seni bela diri di dunia nyata juga memiliki pengaruh di dunia virtual ini.


Sebagai contoh yaitu pemanah ahli yang bahkan tak membutuhkan skill dari sistem untuk membidik. Sama halnya dengan gerakan Miyamoto saat ini.


Tapi pada saat yang sama, aku telah mengaktifkan skill [Future Sight].


Kini dihadapanku....


'Tunggu! Apa-apaan ini?!'


Pada umumnya, aku melihat satu hingga tiga bayangan gerakan lawan saat melihat masa depan dengan bantuan skill ini. Tentunya bayangan itu adalah apa yang 'mungkin' terjadi berdasarkan prediksi Superkomputer Genesis.


Sedangkan bayangan yang memiliki peluang terjadi paling besar, akan nampak lebih tebal dan lebih nyata. Sementara itu, bayangan yang lain akan nampak sedikit buram.


Tapi apa yang ku lihat saat ini....


Adalah 9 buah bayangan. Dengan kata lain, gerakan Miyamoto itu mampu menghasilkan sembilan jenis serangan yang sangat berbeda dari titik awal yang sama.


Karena terlalu sibuk berpikir, aku melupakan hal paling penting dari penggunaan skill [Future Sight] ini yaitu mengambil tindakan.


"Sialan!" Teriakku kesal karena sedikit panik dan segera memasang Crystal Shield di beberapa titik.


Pada saat itu juga, Miyamoto telah berada tepat di hadapanku dan mengayunkan Katananya dengan kecepatan yang melampaui imajinasiku.

__ADS_1


'Zraaaat! Zraaaatt! Zraaaaatt!!'


'Pyaaarr! Pyaaarr! Klaangg!!!'


Sebanyak total tiga tebasan berhasil dilancarkan oleh Miyamoto.


Suara yang menyerupai pecahnya kaca itu terdengar begitu nyaring dengan setiap tebasan yang dilancarkan olehnya.


Pada saat itu juga, instingku berteriak dengan keras.


'LARI!'


Bukan tanpa alasan. Tapi notifikasi sistem yang ada di hadapanku telah menjelaskan semuanya.


[Crystal Shield telah menerima 1.035.982 damage!]


[Crystal Shield telah hancur!]


[Crystal Shield telah menerima 1.102.560 damage!]


[Crystal Shield telah hancur!]


[Crystal Shield telah menerima 874.139 damage!]


[Health Point Crystal Shield kini tersisa 149.135 HP]


Tanpa menunggu lebih lama, aku segera melompat ke belakang untuk menjauhi Miyamoto.


Sempat terpikirkan untuk menggunakan skill [Fly] akan tetapi aku segera mengurungkan niat itu. Pasalnya, sesaat sebelum aktivasi skill [Fly] aku harus berdiam diri selama sekitar 1 hingga 2 detik.


Waktu yang singkat. Akan tetapi, lingkaran sihir serta cahaya kehijauan yang menyelimuti tubuhku dengan tipis itu akan segera terlihat saat itu juga.


Tak hanya itu, untuk mengaktifkan skill [Fly] dan mengendalikan gerakannya dibutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi.


Tapi tanpa ku sangka....


"Tiga tebasan barusan seharusnya mampu memotong tubuhmu menjadi beberapa bagian. Tapi mampu menahannya dengan perisai kaca itu.... Aku memujimu, Eric." Ucap Miyamoto sambil dengan segera menyarungkan kembali pedangnya.


'Apa yang dia lakukan?! Menyarungkan senjatanya di tengah pertarungan?! Apakah dia sudah gila?!' Teriakku penuh kebingungan di dalam hati.


Tapi untuk menerima penghormatan di tengah pertarungan ini, tentu saja aku tak bisa diam.


"Kau juga sangat mengerikan. Tak ku sangka bisa menembus Crystal Shield milikku seperti itu. Tapi apakah kau tahu? Aku baru saja memulai pemanasan!" Teriakku dengan senyuman lebar dan tatapan yang tajam.


Terlihat senyuman tipis di wajah Miyamoto setelah mendengar perkataanku.


'Pada akhirnya.... Aku menemukan lawan yang layak!'


Pertarungan pun kembali terjadi.


Miyamoto dengan segera melesat kembali ke arahku dengan kecepatan yang jauh melampaui lompatannya yang pertama.


Akan tetapi, kini Katana miliknya masih berada di sarungnya. Aku tak mengambil pusing hal itu dan segera menggunakan kembali skill Crystal Shield milikku.


[Crystal Shield]


[Rarity : Legendary]


[Mana Cost : Tergantung tingkat penggunaan]


[Cooldown : 0]

__ADS_1


Efek


Menciptakan perisai kristal tembus pandang dengan Daya Tahan atau Health Point sebesar 0,025% Magic Power X Mana Point yang digunakan.


Itulah kenapa aku bilang bahwa sebelumnya hanyalah pemanasan.


Itu karena sejak awal, aku hanya menggunakan 20.000 Mana Point untuk setiap Crystal Shield yang kubuat!


Itulah kenapa hasil akhirnya memiliki HP sekitar 1 juta.


Jika dibandingkan dengan jumlah total Mana Point yang kumiliki saat ini yaitu 4.000.000 lebih, maka angka 20.000 adalah jumlah yang kecil!


Bahkan aku memiliki Mana Point Regeneration yang mencapai 1.300 MP per detik!


Dan kini....


Di hadapan Miyamoto yang nampak begitu serius....


Aku pun menunjukkan kesungguhanku.


"Crystal Shield!!!"


Pada saat yang sama....


"Hidden Sword Technique! Mountain Splitter!"


Miyamoto menarik Katana dari sarungnya dengan sangat cepat sesaat setelah cukup dekat dengan diriku.


Ia mengayunkan Katananya secara horizontal dengan kecepatan luarbiasa yang bahkan tak bisa diikuti oleh skill [Future Sight] yang sejak tadi selalu ku gunakan.


Oleh karena itu....


Aku menggunakan 300.000 Mana Point milikku untuk menciptakan perisai kristal berukuran besar di hadapanku.


Pada saat Katana milik Miyamoto berbenturan dengan perisai itu, terjadi hempasan angin yang begitu kuat dan bahkan meratakan seluruh pepohonan yang ada di hutan ini.


'Wuuuooossshhh!!!'


Tak hanya itu, tanah tempatku dan Miyamoto berpijak juga hancur lebur oleh tekanan yang begitu kuat.


Kini, seluruh layar yang sedang ditonton oleh banyak orang di seluruh dunia ini dipenuhi dengan terpaan angin, debu, daun dan batang pepohonan yang hancur.


Segera setelah beberapa saat berlalu, nampak sosok Miyamoto yang masih berdiri tegap sambil memegang Katana dengan tangan kanannya.


Bersamaan dengan itu, sebuah notifikasi yang akan menghebohkan seluruh dunia telah terlihat dengan jelas.


[Player : Miyamoto telah memberikan 8.421.854 damage!]


Notifikasi itu ditampilkan pada layar penonton di sisi pojok kanan bawah yang tentunya dapat dinonaktifkan penonton jika mau.


Lagipula siapa yang akan menolak untuk melihat informasi itu?


Meski begitu, bukan tebasan pedang yang mampu meratakan seluruh hutan yang membuat semua penonton terkejut dan heboh.


Tapi itu karena....


Sosok yang ada di hadapan Miyamoto, yaitu Eric, masih berdiri dengan tenang sambil tersenyum puas. Jangankan kalah, seluruh tubuhnya pun masih utuh dan terlihat begitu sehat.


"Nampaknya aku membuat perisai ini sedikit terlalu kuat untukmu ya, Miyamoto?"


Meski berbicara sok keren seperti itu, jujur saja kondisi di dalam hatiku bertolak belakang.

__ADS_1


'Sialan! Damage gila macam apa itu barusan?! Untung saja aku meletakkan perisai itu tepat pada arah tebasannya!' Teriakku panik dalam hati.


__ADS_2