
“Hoo…. Akhirnya mereka mulai bergerak memasuki Dungeon ini.” Ucapku sambil memperhatikan layar hologram di hadapanku. Di layar tersebut nampak dengan jelas pemandangan ribuan prajurit mulai memasuki Dungeon.
“Aku telah menghitung semuanya, Tuanku. Total jumlah mereka adalah 12.642 orang.” Ucap Lucien sambil melihat layar hologram yang berbeda di hadapannya.
“Jumlah yang cukup banyak. Kurasa aku akan sedikit memanjakan EXP ku setelah menghabisi mereka semua.” Ucapku sambil tersenyum.
Segera setelah itu, aku fokus untuk memperhatikan penyerbuan Dungeon ini. Aku takkan berbohong, tapi pemandangan penyerbuan Dungeon ini sangat menghibur diriku yang terlampau sibuk di dunia nyata.
...***...
...Dungeon Treasure...
...Zona Reruntuhan...
...Lantai 1...
Desain ruangan Dungeon di lantai 1 hingga lantai 5 hampir mirip. Yaitu tersusun seperti reruntuhan kuil kuno dengan ruangan yang lebar dan banyaknya tiang-tiang yang tinggi. Sebagai dekorasi, tiang-tiang dan beragam hiasan yang ada di lantai ini kubuat cukup indah. Tujuannya sederhana yaitu untuk memancing penjajah.
Dengan kalimat sederhana, lantai 1 hingga 5 Dungeon Treasure merupakan Zona Reruntuhan.
Jebakan yang ada?
[Arrow Rain] yang akan menembakkan hujan panah kepada siapapun yang berada di tempat tertentu.
[Bomb] yang akan meledak ketika penjajah menginjak suatu pemicu di lantai. Hasil ledakannya cukup besar yaitu sekitar 3 hingga 4 meter. Sedangkan damage yang diberikan? Bisa mencapai 20.000 damage.
[Slippery Floor] yang akan membuat para penjajah terpeleset ke arah [Falling Pit].
Selain itu, terdapat juga jebakan [Poison Gas] yang akan keluar ketika memasuki suatu ruangan. Tentu saja terkesan mudah untuk diatasi.
Akan tetapi jika digabungkan dengan jebakan [Locking Door] dimana pintu masuk akan menutup dan terkunci secara otomatis maka akan menjadi jebakan yang mematikan. Tentu saja, semua pintu yang ada terbuat dari bahan yang kuat.
Selain itu, masih terdapat jebakan lain berupa [Cold Wind] yang akan menghasilkan udara dingin hingga mencapai suhu beku. Siapapun yang terkena jebakan akan menerima damage kecil namun akan memperoleh efek status berupa Freeze yang memperlambat gerakan.
Serta masih terdapat banyak jebakan lain yang tak bisa kusebutkan semuanya.
Sedangkan untuk monster?
Spawn yang ada di lantai 1 hingga 5 tidak terlalu banyak karena memang berencana untuk memotong jumlah penjajah dengan menggunakan jebakan. Tapi tetap saja bukan jumlah yang sedikit.
Hampir seluruh spawn monster diletakkan di samping kanan dan kiri ruangan besar dan akan menyergap ketika penjajah mulai memasuki ruangan.
Jenis monster yang ada yaitu :
[Goblin] monster kecil dengan kulit hijau dan penampilan menyeramkan. Mereka merupakan monster favoritku sejak awal menjadi seorang Summoner. Level mereka berkisar antara 60 hingga 70an di Zona ini. Sedangkan Rarity mereka hanya berada di tingkat Normal hingga Rare.
[Slime] monster dengan wujud jeli yang merupakan monster pertama sekaligus monster yang paling tidak berguna menurutku. Meski begitu, Deus bersikeras memaksa diriku untuk menggunakan mereka.
Yah, setidaknya mereka mampu menjadi perisai bagi monster yang lain. Level mereka berada pada angka 30 hingga 40an.
[Kobold] seekor monster dengan wujud serigala namun berdiri seperti manusia. Monster yang sebenarnya tidak terlalu kuat di garis depan. Meski begitu, aku tetap memasang sebagian dari mereka. Level mereka berkisar pada angka 40an.
__ADS_1
[Orc] merupakan monster dengan penampilan mirip goblin namun lebih besar. Warna kulit mereka abu-abu hingga kehijauan. Kekuatan utama mereka yaitu kemampuan fisik yang tinggi. Sedangkan level mereka berkisar antara level 40 hingga 50an.
Selain monster tingkat tinggi itu, terdapat monster yang tergolong tak berakal. Aku memasang mereka untuk membuat kericuhan di tengah pertempuran yang akan terjadi.
Mereka diantaranya yaitu [Giant Rat] atau tikus raksasa, [Bats] atau kelelawar, [Wild Boar] atau babi hutan liar, serta [Snake] atau ular.
Bukan monster yang sangat kuat, tapi sesuai dengan tingkatan lantainya. Tujuannya yaitu untuk menurunkan tingkat kewaspadaan para penjajah.
Meski begitu….
“Apa-apaan ini?” Ucapku sambil menyipitkan mataku. Pemandangan yang terlihat melalui layar hologram itu sangat mengerikan.
Ribuan pasukan yang menyerbu semuanya berteriak kesakitan. Bahkan mereka kesulitan untuk menahan serbuan monster yang ada. Apakah aku memasang standar yang terlalu tinggi untuk para penjajah itu?
“Tidaaaaak!!!”
“Tolong aku!!!”
“Kapten! Tolong! Kami membutuhkan bantuan dalam melawan goblin ini!!!”
‘Duuuuuaaaarrr!’
Ledakan terjadi secara tiba-tiba ketika seorang prajurit menginjak lantai dengan sebuah pemicu di atasnya. Hasilnya, puluhan prajurit tewas seketika dan berubah menjadi cahaya putih. Sementara beberapa yang selamat mengalami luka ringan dan berat.
“Rapikan barisan! Kita akan menyusuri secara….”
‘Wuuooosshh!!! Wuuuoossh!!’
‘Jleeb!! Jleeb!!’
Puluhan prajurit mati seketika.
Memanfaatkan situasi yang sangat kacau dan ricuh itu, seluruh monster segera menyerang dengan ganas. Jumlah monster yang ada di ruangan ini telah mencapai angka 1.000 lebih. Wajar saja karena mereka terus menerus bermunculan melalui Spawn Point yang tersebar di seluruh tempat.
“Lupakan barisan yang rapi! Kita semua akan menerjang secara paksa Dungeon ini!” Teriak Jendral yang memimpin pasukan ini, Agmar.
Dengan perintah yang sederhana itu, mereka menerjang dan memaksa untuk melewati seluruh monster serta jebakan yang ada. Hasilnya? Hampi seribu prajurit mati dengan sia-sia karena banyaknya jebakan yang ada serta serangan monster secara sepihak.
...Dungeon Treasure...
...Lantai 2...
“Aaaarrgghh!!! Tolong! Jendral!!!”
“Kenapa monster yang ada sebanyak ini?!”
Susunan ruangan yang ada mirip dengan yang ada di lantai 1. Termasuk juga jebakan yang mematikan dan monster yang ganas.
Teriakan demi teriakan…. Diiringi dengan kematian para prajurit secara sia-sia karena perintah egois Jendral Agmar menghiasi Zona ini dengan cahaya putih yang indah. Sebuah cahaya kematian NPC.
Tak hanya NPC, para Player yang ikut serta dalam penaklukan ini juga mulai menunjukkan kekesalan mereka.
__ADS_1
“Oi Agmar!!! Apa yang kau lakukan?! Kita seharusnya menaklukkan Dungeon ini secara perlahan dan….”
“Aku menyesal telah ikut serta dalam penaklukan ini!”
“Apa-apaan dengan sikapmu itu?! Kau seakan tak peduli dengan nasib para NPC sama sekali!”
Tapi Jendral Agmar hanya menepis seluruh hinaan itu dengan sebuah balasan yang sangat masuk akal tapi sama sekali tidak berperasaan.
“Jika kalian takut, kalian bisa meninggalkan pasukan penaklukan ini kapan saja. Tentu saja, itu jika kalian bisa melewati para monster yang telah kita tinggalkan sebelumnya.” Ucap Jendral Agmar.
Kematian para pasukan penakluk terus menerus berulang setiap kali mereka menerjang secara paksa untuk turun ke lantai berikutnya. Pilihan yang wajar karena aku membuat tangga di lantai 1 hingga 5 cukup besar untuk dilalui ratusan orang sekaligus. Meski begitu….
“Entah kenapa, aku menjadi sedikit kesal dengan Jendral pasukan itu. Agmar ya? Lucien. Setelah penaklukan Dungeon ini berakhir dengan kekalahan mereka, aku akan menugaskanmu untuk mencari informasi mengenai Pria itu. Kau sanggup melakukannya?” Tanyaku sambil terus menerus mengganti layar hologram di hadapanku.
“Aku akan memenuhi perintah itu, Tuanku.” Balas Lucien sambil sedikit membungkukkan badannya.
...***...
...Dungeon Treasure...
...Zona Kabut...
...Lantai 6...
Mulai dari lantai 6 hingga 10, ruangan yang ada bukan lagi dalam bentuk bangunan reruntuhan kuno. Melainkan sebuah gua raksasa tanpa sekat yang membatasi antar ruangan.
Tak hanya itu, tangga untuk turun ke lantai berikutnya juga terlihat dengan jelas di ujung gua raksasa ini.
Meski begitu….
“Sialan! Aku tak bisa melihat apapun!”
“Yang memiliki sihir cahaya segera gunakan untuk menerangi tempat ini!”
“Percuma saja! Kabut ini sangatlah tebal! Aku akan mencoba menghempaskannya dengan sihir angin!”
Seluruh Player dan NPC yang ada mulai saling berdebat untuk memecahkan permasalahan kabut yang ada. Jendral Agmar nampak mulai merinding dengan situasi ini.
“Dungeon ini…. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa sebuah Dungeon memiliki perbedaan zona seperti ini?!”
...____________________________...
...[Author's Note]...
...Yey! Akhirnya punya grup sendiri!...
...Yang mau gabung dan tanya2 atau diskusi soal The Dungeon Master atau TDM bisa langsung masuk ya! ...
...Pencet saja profilku dan disana tinggal pencet gabung grup. Ga perlu verifikasi dulu....
...Selama aku online, bakal kuusahain buat ngejawab....
__ADS_1
...See ya!...