
“Eh?!” Aku terkejut mengetahui bahwa aku dapat mengontrak monster tanpa harus menunggu notifikasi dari sistem. Saat aku melirik ke arah Elin, nampak senyum yang dengan jelas mengejekku.
“Sudah kubilang kan, Eric? Hahaha….” Elin tertawa dengan puas melihat keadaan diriku.
“Sialan! Lalu kenapa aku harus menunggu selama ini?”
“Entahlah. Hahaha…. Baiklah kita kembali serius, seperti apa status dari Kobold itu?” Tanya Elin kepadaku. Aku pun dengan segera menunjukkan data di Summoning Index milikku.
“Hmm…. Kobold ini memiliki status Dexterity yang sangat tinggi. Kurasa mereka akan cocok menjadi pengrajin. Mungkin juga mampu menangani pembangunan rumah? Hmm….” Jawab Elin sambil meletakkan dagu di kepalan tangannya. Jujur saja penampilan Elin saat ini begitu manis.
Tanpa kusadari, aku terlalu lama memandangi Elin.
“Lihat-lihat apa kau, Eric?” Ucap Elin sambil memasang wajah sinis.
“Ah…. Tidak ada… hahaha.” Balasku sambil gugup.
“Ya, aku paham. Kau adalah seorang jomblo yang cukup ngenes, Eric. Melihat gadis secantik diriku pasti kau tidak akan tahan kan? Bukankah kau ditolak oleh perempuan yang kau sukai di sekolahmu?” Jawab Elin dengan nada sombong sambil tersenyum.
“Eh?! Apakah aku pernah mengatakannya padamu?”
“Ah! Ternyata benar. Hahaha….” Kini Elin kembali menertawaiku karena tahu aku pernah ditolak oleh seseorang yang kusuka di SMA.
‘Sialan, kenapa tiba-tiba Elin kembali menjadi seperti ini….’ Pikirku dalam hati.
Jujur saja aku sedikit kesal dengan tingkah Elin. Aku sangat ingin memukulnya karena menertawaiku seperti itu. Tapi jika aku melakukannya….
‘Memangnya aku punya kesempatan menang melawannya?’
Ya, aku pun segera mengurungkan niatku dan hanya menutup telingaku dari ejekan Elin. Tentu saja aku paham bahwa Elin hanya bercanda. Tapi candaannya cukup menusuk hatiku.
Setelah itu, aku dan Elin kembali melanjutkan diskusi mengenai penempatan Kobold di dalam kota Origin. Kami memutuskan untuk menjadikan para Kobold sebagai pengrajin dan pandai besi karena kemampuan Dexteritynya yang sangat luarbiasa.
Jumlah konsumsi mana yang dibutuhkan untuk memanggil Kobold cukup gila yaitu 5.000 MP. Gabungan Mana milikku dan Elin kini mencapai angka 120.000. Aku mulai heran darimana Mana Elin berasal. Dan saat kutanyakan padanya….
“Aku menggunakan item ini, Eric.” Jawab Elin sambil menunjukkan 2 buah cincin di jarinya.
[Ring of Pure Mana +10]
Rating : Unique
[Atribut]
Maximum Mana : + 45.000
Maximum Mana : + 25%
“Bu-bukankah item itu terlalu kuat?” Teriakku histeris saat melihat status kedua cincin itu.
“Apanya yang kuat? Cincin ini hanya meningkatkan jumlah maksimum mana yang dimiliki. Selain itu tidak memiliki efek yang mendukung pertarungan secara langsung.” Jawab Elin.
__ADS_1
Jika dipikir dengan logis memang benar. Cincin milik Elin nampak begitu kuat. Tapi jika dalam pertarungan sebenarnya, akan lebih menguntungkan jika menggunakan aksesori yang meningkatkan 5 atribut utama. Terutama Agility dan Stamina untuk Player tipe Assassin.
“Cincin ini hanya menjadi terlalu kuat ketika aku menggunakannya bersamamu, Eric. Itu karena semua skill milikmu membutuhkan mana yang begitu besar.” Lanjut Elin.
“Kau benar juga…. Aku berpikir bahwa cincin itu kuat karena aku selalu butuh banyak Mana. Ngomong-ngomong dimana kau memperoleh cincin itu?”
“Sebuah misi rahasia tingkat S. Isi dari misi itu adalah menjaga beberapa bangsawan dari serangan pihak lain. Yang muncul adalah seorang Assassin yang sangat kuat entah dari kerajaan mana.”
‘Hah? Bukankah itu terlalu berbahaya?’ Pikirku dalam hati.
“Da-dan kau menang?”
“Bodoh, tentu saja aku kalah. Assassin itu menawarkanku 2 cincin ini untuk menggagalkan misiku dan bergabung dengannya. Tentu saja aku ikut.” Jawab Elin dengan nada sombong sambil menyilangkan lengannya.
“Bukankah kau tidak perlu menyombongkan pengkhianatanmu?”
“Jika aku tidak melakukannya kita tidak akan bisa sampai sini, Eric. Ya meskipun aku menyelesaikannya jauh sebelum mengenalmu.”
Tanpa ku sadari, Kobold yang telah kupanggil kini mencapai angka 20 dan Mana milik Elin mulai menipis. Sebagai ujicoba, aku dan Elin mengajak mereka ke dalam Kota dan memintanya untuk menempa sebuah pedang. Seekor goblin penempa berada di sisi tiap Kobold untuk memberi arahan.
“Apa menurutmu hasilnya Elin?” Tanyaku.
“Kurasa Rating Normal untuk saat ini. Tapi bisa juga mencapai Rating Good. Ya, mengingat mereka semua masih berada di tingkat Normal.” Jawab Elin.
Waktu telah berlalu sejak 20 Kobold itu menempa pedang. Aku dan Elin berkeliling memperhatikan kerja tiap Kobold. Tapi tetap saja aku tidak memahami perbedaan kerja masing-masing kobold ini.
“Eric, Kobold yang ini memiliki bakat dalam hal ini….” Ucap Elin sesekali setelah memperhatikan tiap Kobold. Wajar saja karena Elin memiliki kemampuan Observer.
Hingga pada akhirnya.
Mereka selesai menempa pedang.
“Bukankah semuanya menghasilkan rating Normal?” Ucap Elin dengan kesal.
Tentu saja kesal. Bahkan aku juga sedikit berharap pada Dexterity mereka yang tinggi. Tapi kenyataannya sama saja. Bahkan beberapa Goblin Penempa mampu menghasilkan item dengan rarity Good.
Tapi setelah itu kami baru menyadari. Ada seekor Kobold yang belum selesai menempa.
“Elin, apakah dia berbakat dalam penempaan?” Tanyaku padanya.
“Tidak, dia tidak memiliki bakat apapun. Ayo segera pergi, Ia juga pasti menghasilkan item Normal.” Jawab Elin sambil mengajakku pergi.
Kami pun melanjutkan pemanggilan Kobold untuk meningkatkan populasinya. Setiap jam kami dapat memanggil sekitar 25 Kobold. Jumlah yang rendah, tapi akan segera menjadi angka yang besar.
Setiap selesai memanggil, Elin segera memeriksa bakat mereka dan menempatkannya pada posisi yang tepat. Jika tidak memiliki bakat, maka mereka akan dikirimkan ke bagian pengrajin mengingat satu-satunya kelebihan mereka adalah Dexterity yang tinggi.
Tanpa terasa kami sudah melakukan pemanggilan selama 20 jam lebih. 500 Ekor Kobold yang terpanggil juga telah memperoleh pekerjaan mereka masing-masing.
“Tuan Eric! Nona Elin!” Teriak seekor Goblin secara tiba-tiba.
__ADS_1
“Ada apa?” Jawabku singkat sambil melanjutkan pemanggilan Kobold.
“Saya ingin menyerahkan Item yang dibuat oleh seekor Kobold sebelumnya.”
Elin yang mendengar itu segera menjawab.
“Baru selesai? Bukankah ada batasan meskipun dia tidak berbakat? Bahkan teman-temannya telah menyelesaikan pedang itu 20 jam yang lalu.” Jawab Elin dengan nada yang sedikit kesal.
“Dimana Kobold itu?” Tanyaku menyambung perkataan Elin.
“Dia masih ada di tempat penempaan besi. Silakan lihat pedang ini,” Ucap Goblin itu.
“Oi Elin, cepat periksa pedang itu,” Ucapku pada Elin yang hingga kini hanya sibuk browsing internet melalui jendela menunya,
“Aah… merepotkan sekali. Aku yakin ratingnya hanya Normal. Paling bagus juga tingkat Good….” Seketika perkataan Elin terhenti di tengah jalan.
“Elin? Ada apa?” Tanyaku.
“Kenapa dia membuat pedang besar? Selain itu…. Apa-apaan rating ini?! Bukankah dia seekor Kobold tingkat Normal yang tak memiliki bakat?!” Teriak Elin.
“Elin ada apa? Jangan buat aku penasa….” Aku yang segera mendekati Elin untuk melihat status pedang itu kini terdiam.
[Great Sword of Dedication]
[Rating : Epic]
[Pembuat : Tidak Diketahui]
[Atribut]
Attack Power : 800 – 1350
Attack Speed : - 15%
STR : + 10%
[Deskripsi]
Sebuah pedang dengan ukuran yang cukup besar. Dibutuhkan kekuatan besar untuk mengayunkan pedang ini. Dibuat oleh seorang pandai besi tak bernama yang ingin diakui.
“Eh? Apa maksudnya ini?”
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
__ADS_1
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...