
‘Zraatt! Zraatt!’
‘Duaaarr!!!’
Elin bergerak dengan sangat cepat untuk menebas semua Harpy itu dengan mudah. Sedangkan aku, menggunakan sihir ledakan dan sihir peluru sihir untuk membantai mereka dengan mudah.
“Tuanku! Mereka akan sangat cocok untuk dikontrak dan dijadikan menjadi bawahanmu! Kemampuan mereka….” Teriak Cathy dengan keras sambil menjelaskan berbagai hal.
Mendengar perkataan Cathy, aku hanya mengangguk ringan dan memberikan perintah kepada Lucien.
“Lucien! Tangkap 2 dari mereka! Aku dan Elin akan membuat kontrak dengan Harpy!”
“Dimengerti, Tuanku!”
Sedangkan Rianne….
“Apa yang kau lakukan! Cepat nyanyikan lagu untuk meningkatkan status kami!” Teriakku ke arah Rianne.
“Se-sebenarnya, Tuanku…. Seluruh skill milikku sedang dalam Cooldown.” Balasnya sambil menundukkan kepalanya dengan tubuh yang lemas.
“Hah?! Apa-apaan itu?!”
Sementara itu….
“Halo semuanya! Dengan Nico disini! Seperti yang kalian lihat! Aku sedang berburu dengan Party milik sang Penyihir Agung! Lihatlah kemampaun mereka dalam….”
Nico terus menerus mengendalikan seluruh kamera hologramnya yang beterbangan di segala arah sambil menghindari serangan dari Harpy. Jujur saja, aku heran kenapa orang dengan kemampaun pengendalian sebaik dirinya masih berada di level 118 dan belum melakukan Rebirth?
Pada akhirnya, pertarungan berlanjur selama beberapa puluh menit. Kami berenam…. Lebih tepatnya hanya berlima, terus menerus berjuang untuk memburu seluruh Harpy yang ada di lembah ini.
“Fuuh…. Akhirnya selesai juga. Lucien, dimana 2 Harpy itu?” Tanyaku setelah membersihkan seluruh lembah ini dari Harpy, termasuk Field Bossnya yaitu Harpy Queen yang memiliki level lebih dari 350 itu.
“Disini, Tuanku.” Balas Lucien sambil menunjukkan 2 Harpy yang terikat dengan rantai perak.
“Hmm…. Bagus! Make a Contract!” Teriakku sambil mengarahkan tangan kananku kepada salah satu Harpy itu. Elin juga nampak melakukan hal yang sama.
Seketika, 4 buah rantai berwarna putih muncul dari tangan kananku dan mulai mengelilingi tubuh Harpy itu. Bersamaan dengan itu, notifikasi dari sistem muncul di hadapanku.
...[Monster : Harpy ketakutan dengan kekuatan Anda!]...
...[Monster : Harpy akan melayani Anda tanpa syarat!]...
“Hah! Wajar saja mereka takut denganku!” Teriakku sambil tersenyum puas.
Rantai putih yang sebelumnya melayang-layang dan mengelilingi tubuh Harpy itu segera mengikat tubuhnya. Dari wajah Harpy yang cantik itu, nampak ekspresi ketakutan yang tergambar dengan jelas.
“Tenang saja. Aku akan memperlakukan kalian semua sebaik mungkin.” Ucapku sambil menatap mata Harpy itu. Bersamaan dengan ucapanku itu, nampak senyuman yang tipis darinya.
Notifikasi sistem pun kembali muncul di hadapanku.
...[Summoning Index telah diperbarui!]...
...[Summoning Index]...
...[High Tier Summoning]...
...Vampire...
...[Mid Tier Summoning]...
...Harpy...
...Fairy...
...Siren...
...Desert Draconic...
...Desert Lizardmen...
...Minotaur...
...[Low Tier Summoning]...
...Orc...
...Goblin...
...Slime...
...[Zero Tier Summoning]...
...Giant Rat...
...Bat...
...Mantis...
...…...
Tanpa ku sadari, Summoning Index milikku kini telah memiliki koleksi monster dalam jumlah yang luarbiasa banyak.
Pada saat aku menekan salah satu nama monster itu, maka detail informasi akan monster itu akan ditampilkan. Informasi itu meliputi Mana Point yang diperlukan untuk melakukan pemanggilan, Growth Status pada tangga evolusi pertama dan tingkat Normal, kelebihan, kelemahan, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Pada saat aku melihat informasi mengenai Harpy itu….
[Harpy]
[Rarity : Normal]
[Starting Level : 32]
[Growth Status]
STR : 4
AGI : 9
INT : 3
VIT : 3
STA : 5
DEX : 1
“Unggul dalam hal kecepatan ya? Hmm…. Mengingat mereka merupakan tipe monster yang bertarung di udara maka wajar saja kurasa?” Gumamku pada diriku sendiri.
Tanpa sepengetahuanku, Elin dengan sendirinya memanggil Harpy yang baru saja Ia kontrak.
“Summon! Harpy!” Teriaknya dengan senyuman yang lebar.
Seketika, muncul lingkaran sihir berwarna putih kehijauan yang cerah di hadapan Elin. Dari balik cahaya indah yang nampak menjulang diatasnya, terlihat sosok 3 ekor Harpy. 2 diantaranya merupakan Wanita yang cukup anggun. Sedangkan satu lagi merupakan Pria yang memiliki tubuh yang cukup gagah.
“Uwawawa….”
Elin nampak tersenyum lebar pada saat memandangi Harpy yang ‘tampan’ itu.
‘Srrugg!’
“Sudah kuputuskan! Aku akan menjadikanmu bawahan pribadiku!” Teriak Elin sambil memeluk Harpy pria itu.
‘Uh…. Apakah aku harus berkomentar mengenai perkataannya sebelumnya?’
“Tuanku! Ada sesuatu yang menarik disana! Nampaknya…. Harta!” Teriak Cathy dengan wajah yang penuh kebahagiaan.
Tanpa menunggku lebih lama lagi, kami berenam segera mengikuti langkah Cathy menuju ke arah goa yang ada di lembah ini.
Tapi sebelum sempat memasukinya….
“Tunggu! Perasaan ini…. Sesuatu…. Sesuatu yang sangat mengerikan sedang mendekat!” Teriak Cathy dengan panik.
“Hah? Apa maksudmu?”
Hembusan angin yang sangat kuat dan cukup tajam itu menerpa segalanya.
[Anda telah menerima 3.421 damage!]
[Anda telah …. ]
“Sialan! Apa-apaan ini?!” Teriakku penuh kesal.
Tapi pada saat aku memberanikan diri untuk menoleh ke atas….
[Harpy Empress]
[Rarity : Legendary]
[Ras : Harpy]
[Level : 594]
Apa yang ada di hadapanku…. Adalah monster yang sesungguhnya.
“Semuanya! Mundur terlebih dahulu lalu susun rencana baru!!! Healing Area!!!” Teriakku sambil mengeluarkan sihir penyembuh yang memiliki jangkauan luas.
“Meskipun kau berkata seperti itu…. Menghindari tebasan anginnya sungguh mustahil!”Balas Elin sambil menutupi kepalanya dengan kedua belatinya.
Keseimbangan pertarungan pun kini menjadi berat sebelah. Hal yang sangat wajar mengingat kecepatan gerak Harpy Empress itu jauh melampaui bayangan kami semua. Satu-satunya yang bisa menyaingi gerakan itu hanyalah Elin. Tapi sayang sekali Ia tak bisa terbang di udara.
Kami berenam hanya bisa bertahan dari kepakan sayap Harpy Empress itu.
“Tuanku! Aku akan menahannya!” Teriak Lucien sambil bergerak maju.
“Bodoh! Pergi dari sana!”
Sementara itu….
“Uh…. Sepertinya ini cukup gawat. Saya, Nico…. Melaporkan dari Tempat Kejadian Perkara secara langsung. Seperti yang bisa kalian lihat bahwa….”
“Kau sudah gila?! Pergi dari sini dasar maniak MeTube!” Teriak Elin sambil menarik tangan Nico untuk pergi dari lembah ini.
Pada akhirnya, kami semua melarikan diri dari tempat itu.
...***...
...Kerajaan Salvation...
__ADS_1
...Kota Reinard...
Di sebuah Kota yang dulunya pernah menjadi salah satu kota termegah di Benua Tengah ini…. Kini suasanya terlihat begitu sepi.
Pedagang yang ada dapat dihitung dengan menggunakan jari. Tak hanya itu, bahkan penduduk Kota nampak mengangkut seluruh kepemilikan mereka ke atas kereta kuda.
Pada saat beberapa Player menanyai mengenai tindakan mereka, jawaban yang diperoleh sangatlah memilukan.
“Kerajaan ini sudah hancur. Seluruh pedagang telah melarikan diri dari sini. Termasuk kelompok dagang terbesar di Benua Tengah ini, Red Velvet.” Balas NPC itu.
“Red Velvet?! Maksudmu yang dipimpin oleh William dan Rose itu?!” Teriak Player itu kebingungan.
“Hah?! Kau selama ini hidup di dalam goa atau bagaimana? Siapa lagi jika bukan mereka berdua, pedagang terbesar di Benua ini?!” Balas NPC itu dengan wajah kesal lalu segera pergi meninggalkan Player itu.
Sementara itu, Chris sebagai Raja Salvation hanya bisa meratapi nasib Kerajaannya yang kini berada di ambang kehancuran.
“Bagaimana menurutmu?” Tanya Chris kepada Neo.
“Menurutku? Sebelum semua orang pergi, kita sebaiknya melakukan misi penaklukan ke Kerajaan lain seperti Federasi Pedagang. Kita memiliki alasan perang yang sangat kuat.” Balas Neo sambil membolak-balikkan halaman buku yang dipegangnya.
“Kau pikir kita bisa menang?” Tanya Chris ragu.
“Kita? Kenapa tak meminta bantuan dari Eric? Bukankah dia kini sudah sangat kuat? Aku yakin jika dia….”
Sebelum Neo sempat menyelesaikan perkataannya, Chris nampak mengangkat tangan kirinya mengisyaratkannya untuk berhenti berbicara.
“Mengandalkan para legenda itu…. Terlalu berbahaya. Itu juga salah satu alasanku berhenti melakukan kerjasama dengan Eric meskipun secara halus.” Balas Chris dengan wajah yang sedikit ketakutan.
“Kau masih trauma mengenai Aamori?” Tanya Neo sekali lagi.
“Insiden dengan Aamori itu murni kesalahanku. Jika saja aku tak setamak itu…. Ngomong-ngomong…. Bagaimana menurutmu mengenai Kerajaan Farna yang baru?” Tanya Chris dengan tatapan tajam.
“Lemah. Selain dari kelemahan ekonomi dan integritas nasionalnya, mereka bahkan hanya memiliki sekitar 40.000 prajurit serta dukungan dari 100.000 Player saja. Bahkan Raja mereka yang merupakan Player itu jarang sekali terlihat.
Menyerang mereka dan mengambil alih tanahnya kurasa adalah opsi pilihan yang sama baiknya dengan menyerang Federasi Dagang.” Balas Neo.
“Kau pikir juga begitu? Baiklah…. Mari kita persiapkan semuanya.”
Pada saat itulah, Salvation memilih untuk mengincar Kerajaan yang masih lemah dan terpuruk itu, tanpa mengetahui apa yang ada di belakangnya.
...____________________...
...Pembaca yang budiman...
...Tolong dibaca...
...Yang komen "kok ngga up sih, upnya yg banyak sekalian, enakan kalo lalalalala"...
...Kalian sebenernya baca ga sih?...
...Saya berangkat ke lahan penelitian jam 6 pagi atau 06.00...
...Pulang dan sampai rumah itu jam 7 malam atau 19.00...
...Dipikir ngga capek apa?...
..."Lah trus ini bisa up?"...
...Saya korbanin waktu istirahat di lahan demi nulis. Paham?...
..."Up 2 chap per hari aja biar enak."...
...Gila lu ya, bisa mikir ngga?...
...Saya sendiri juga pengennya up 2 chap sehari karna bakalan dpt pendapatan minimum....
...Logika aja deh, kalo nulis 2 chap sehari saya dapet duit, dan ngga saya lakuin, itu pasti ada penyebabnya....
...Yang masih nuntut dan nanya2 itu, entahlah antara ga baca atau ga punya hati dan menganggap saya sebagai mesin pencetak tulisan....
...Dipikir saya nulis tinggal kentut dah jadi apa?...
...Butuh riset, perhitungan angka, tinjauan ulang, perekapan data dunia, mikir plot menarik, dan lain sebagainya....
...Itu butuh waktu bosku....
..."Loh katanya sampe Arc 5 dah dibikin alurnya?"...
...Itu namanya garis besar bosku. Seperti di Arc 1 saya awalnya cuma bikin :...
...Eric, pemain lemah dan bodoh, dapat kekuatan, berjuang, jd boss dungein....
...udah cuman kek gt doang...
...Yang di tengah2nya ga ada sama sekali....
...Bagi yg masih nuntut, silahkan tulis novel sendiri daj rasakanlah sengsaranya ketika nulis susah2 dikomen "author bngsat, nulis cerita kayak taaeekkkkk"...
...Belum lagi kalo sepi like....
...Butuh bukti?...
...Tuh lihat, jumlah like chapter pengumuman yg hanya 112 kata jauh lebih banyak drpd chapter 191....
__ADS_1
...SEKIAN...