
...Kerajaan Salvation...
...Kota Reinard...
'Brakk!'
"Apa kau bilang?!" Teriak Chris sambil memukul mejanya dengan kuat. Ia nampak begitu marah dengan apa yang sedang terjadi.
"Se-seperti yang saya katakan, penyerangan di wilayah Utara terhadap 2 Kota kecil itu telah digagalkan. Penyebabnya adalah kehadiran Pahlawan Kerajaan Farna yang mampu meningkatkan moral pasukan mereka, sekaligus mengintimidasi pasukan kita, Yang Mulia." Jawab seorang Pria yang mengenakan zirah agak gelap itu dengan gugup.
Ia merupakan Jendral Pasukan yang bertanggung jawab atas pertempuran ini. Meski begitu, Ia telah gagal dalam tugasnya pada hari pertama ini. 100.000 pasukan yang dipercayakan kepadanya, kini hanya tersisa sekitar 50.000 prajurit saja.
Mendengar hal itu, Chris nampak begitu geram.
"Sialan.... Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa Farna, Kerajaan yang semiskin itu dan masih dalam keadaan terpuruk bisa memiliki orang sekuat mereka? Ini.... Ini pasti curang!" Teriak Chris kesal.
Pada saat Ia masih mempermasalahkan mengenai peperangan yang sedang terjadi ini, nampak sebuah lingkaran sihir berwarna biru yang indah yang muncul di hadapannya.
'Wuuoooshh'
Dengan balutan cahaya biru muda yang begitu indah, sosok 3 orang nampak muncul dibaliknya.
Mereka adalah Neo, Alice dan Archie sang Mystic Bard.
Sesaat setelah mereka tiba di ruangan ini, Alice segera melaporkan kondisi yang sedang terjadi.
"Chris. Menguasai Kota di bawah Pegunungan Alpa itu hampir mustahil untuk dilakukan." Ucap Alice singkat sambil melangkahkan kakinya mendekati Chris.
Neo nampak mengeluarkan beberapa berkas dari Inventorynya dan akan menjelaskan sesuatu.
"Alice benar. Aku baru saja dari sana dan melihat kondisi pertempurannya sendiri dengan mata kepalaku. Dinding pertahanan Kota di dalam gunung itu benar-benar tebal dan tak memiliki celah. Bahkan ketika kita mencoba menggempurnya dengan sihir, mereka melindungi dinding itu dengan [Mana Shield] sehingga kami kesulitan untuk menembusnya." Jelas Neo panjang lebar.
Archie kemudian melanjutkan pembicaraan itu.
"Aku terus memainkan musik untuk meningkatkan kekuatan seluruh pasukan kita tapi.... Musuh di pihak Kerajaan Farna nampaknya begitu siap dengan pertempuran ini. Di Kota yang memiliki hampir 1 juta penduduk itu, 4 orang pahlawan Kerajaan Farna melindunginya dengan sekuat tenaga. Menembus pertahanannya sangatlah sulit meskipun membawa 50.000 pasukan."
Archie menjelaskan keadaannya dengan suara yang begitu merdu dan paras yang begitu menawan.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Chris nampak semakin kesal.
"50.000 pasukan kau bilang tidak mampu menaklukkan kota yang bersembunyi di bawah gunung itu?! Kau pikir aku...."
Tapi sebelum Chris dapat menyelesaikan perkataannya, Alice memotongnya secepat kilat.
"Koreksi. Bukan 50.000 Chris, tapi kini pasukan yang tersisa untuk menyerbu Kota itu hanyalah 30.000 pasukan saja. Kini aku telah membawa seluruh pasukan penyerang kembali ke Salvation untuk beristirahat dan...."
'Braaakk! Pyaaarr!'
Meskipun kemarahan Chris begitu tiba-tiba, anehnya mereka bertiga nampak sama sekali tidak terkejut atas hal itu.
Mereka nampak sudah tahu bahwa Chris setidaknya akan melakukan hal itu untuk melampiaskan kemarahannya.
"Sialan.... Jika terus seperti ini.... Tidak! Bagaimana dengan kerugian pasukan musuh?" Tanya Chris dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Pihak Kerajaan Farna.... Kemungkinan kehilangan sekitar 20.000 prajurit saja." Balas Neo singkat.
"A-apa?! Kau tidak salah bicara, Neo?" Tanya Chris keheranan.
"Tidak. Paling banyak mereka kehilangan 30.000 prajurit saja jika melihat kondisi ini. Lagupula, pertahanan mereka begitu kokoh seakan semua perekrutan pasukan mereka dipersiapkan untuk invasi kita."
Strategi yang akan Ia lakukan sekarang? Tentu saja....
Dengan melakukan penyusupan ke beberapa lokasi lalu menghancurkan poin-poin pertahanan penting seperti alat berat Balista dan Onager, lalu membukakan pintu gerbang dinding pertahanan di Kota yang akan di serbu.
Tak hanya itu, Chris juga memutuskan untuk memusatkan pasukannya ke beberapa Kota saja untuk menggempurnya sekuat tenaga.
Pada saat itulah....
...***...
...Kerajaan Farna...
...Kota Forgia...
Di dalam ruang tahta yang begitu sederhana ini, nampak sang Raja yang bernama Arlond sedang melakukan diskusi dengan para Menteri dan Jendral Perangnya.
__ADS_1
"Ma-maafkan kelancangan saya Yang Mulia, tapi darimana informasi tersebut...." Ucap sang Jendral kebingungan.
Arlond yang merupakan penyebab kebingungan di antara beberapa menteri tersebut justru tersenyum dengan wajah yang cukup menyeramkan.
"Asal informasi? Tentu saja dari pengalamanku sendiri. Selama hidupku, aku telah mempelajari dan menyaksikan pertempuran yang tak terhitung jumlahnya dari kerajaan yang juga tak terhitung jumlahnya. Permasalahan seperti itu, hanya perlu dipikirkan dengan singkat untuk menyadarinya." Ucap Arlond sambil tersenyum lebar.
"Sungguh.... Pahlawan yang sesungguhnya...."
"Pahlawan sejati...."
Seluruh Menteri termasuk Jendral Pasukan hanya bisa semakin memuji dan menghormati sosok bernama Arlond itu.
Bagaimana tidak, kepemimpinannya selama ini selalu membuahkan hasil yang memuaskan. Terlebih lagi, setiap prediksinya selalu tepat sasaran seakan Ia memang bisa melihat masa depan.
Lalu sekarang? Orang yang sama bilang bahwa Ia telah mengikuti pertempuran yang tak terhitung jumlahnya?
Tentu saja semua orang langsung mempercayainya begitu saja karena seluruh perkataan Arlond selama ini belum pernah salah.
Meskipun....
'Bagaimana tidak, aku adalah seorang sejarawan yang menggilai sejarah abad pertengahan. Hal seperti ini saja sangatlah sepele.' Pikir Arlond sambil tersenyum dan menutup kedua matanya.
"Jadi Yang Mulia bilang kita harus menjaga beberapa lokasi penting itu dan mengabaikan yang lainnya?" Tanya sang Menteri Pertahanan.
"Tidak. Aku ingin kalian tetap menjaga seperti biasa. Jika bisa, jangan tunjukkan sedikit pun perubahan dalam pertahanan kita. Semua itu bertujuan untuk memancing mereka ke dalam perangkap kita." Jelas Arlond sambil memukul ringan peta yang ada di atas meja itu.
Semua orang yang mendengarnya nampak terkesima dengan perkataan Arlond.
Setelah beberapa saat menjeda perkataannya, seakan ingin memberikan kesempatan pada semua orang untuk memahami rencananya, Arlond kemudian melanjutkannya.
"Tempatkan saja 5 hingga 10 orang di lokasi yang telah ku sebutkan barusan. Pastikan orang-orang yang dipilih adalah elit diantara yang elit. Buat mereka menyamar sebagai pedagang atau bahkan penduduk biasa. Fungsi mereka hanyalah sebagai pengawas dan akan mengabarkannya ke seluruh prajurit yg bersiaga. Termasuk melakukan perlawanan pertama.
Oleh karena itu, peluang kematian mereka akan sangat tinggi. Pastikan kalian memilih prajurit yang tepat untik misi ini. Dan juga, ini tidak hanya untum Kota Forgia, tapi termasuk seluruh Desa dan Kota yang berada di Kerajaan Farna.
Alasannya sangat sederhana. Itu karena setelah kekalahan pertama Kerajaan Salvation, mereka akan menutupi kekurangan informasi dengan melakukan infiltrasi atau penyusupan. Bersamaan dengan hal itu, mereka akan melakukan taktik rendahan seperti meracuni sumur, membakar gudang makanan, memata-matai pergerakan pasukan, serta membukakan gerbang."
Arlond mengakhiri penjelasannya yang panjang lebar ini dengan sebuah senyuman yang dipenuhi dengan rasa percaya diri.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, penyerangan dadakan yang dilakukan oleh Salvation berhenti.
Kini yang menanti mereka, adalah pertempuran antara pemikir dua Kerajaan ini. Sebuah pertempuran yang berskala kecil, namun akan menentukan arah peperangan ini untuk selamanya.