
...Wilayah Kerajaan Farna Bagian Selatan...
...Kota Kematian...
...Lesta...
...Siang Hari...
Pemandangan yang ada di kota kematian ini cukup mengerikan. Dengan tanah yang mulai menjadi tandus, terlihat ratusan ribu Undead yang sibuk mempersiapkan diri mereka untuk peperangan ini.
Semua Undead yang ada menggunakan item tingkat Rare keatas. Perlengkapan ini dapat mengubah Undead yang memiliki level sekitar 45 ini menjadi setara dengan Prajurit Kerajaan dengan level 70. Bagaimana bisa mereka semua mempersiapkan perlengkapan itu?
“Terimakasih atas dukunganmu untuk menyuplai perlengkapan perang ini, Eric.” Ucap Evan sambil memandangi ke arah Timur Laut.
“Tenang saja. Bukankah ini bentuk kerjasama kita? Sebagai gantinya, pasukanku hanya akan bertindak jika situasi memburuk. Sebisa mungkin aku ingin kau mengalahkan mereka semua dengan Undead.” Balasku kepada Evan sambil menggunakan jubah hitam keunguan.
[Robe of the Dead]
[Rarity : Legendary]
[Atribut]
Health Point : - 100.000
Mana Point : - 100.000
Stamina Point : - 30.000
All Stats : - 30%
[Efek Khusus]
Mengubah status pengguna Item ini menjadi [Dead] atau mati. Menghapuskan seluruh informasi yang ditampilkan oleh pengguna.
[Keterangan Khusus]
Sebuah Item yang diperuntukkan kepada yang telah mati. Peninggalan kuno dari Undead King, Igvirueg.
“Jaga jubah itu baik-baik, Eric. Aku harus melalui berbagai kesulitan untuk memperolehnya. Lagipula, aku akan membutuhkannya segera setelah memenangkan pertempuran ini.” Ucap Evan dengan senyum yang seakan mengejek.
“Hahaha…. Tenang saja. Jangan pikirkan soal itu.” Balasku singjat. Kini tubuhku berubah menjadi seperti orang mati dengan kulit yang putih pucat.
Sedangkan wajahku? Terlihat seakan ditutupi kegelapan yang menyamarkan wajahku. Hal terbaik dari item ini adalah nama merah di atas kepalaku menghilang.
Segera setelah itu, kami berdua mulai melakukan Evaluasi mengenai kekuatan tempur yang kami miliki. Sejujurnya, kekuatan militer Evan meroket hingga menembus langit semenjak aku membantunya melakukan Pemanenan Jiwa dengan memanfaatkan Slime.
...[Pasukan Undead – Evan’s Faction]...
Skeleton Warrior : 600.000 lebih. Merupakan Undead paling sederhana yang ada di pasukan Evan. Level : sekitar 45.
Skeleton Archer : 280.000 lebih. Merupakan Undead tipe jarak jauh yang paling sederhana. Level : sekitar 40.
Skeleton Knight : 90.000 lebih. Undead tingkat menengah yang memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Sangat cocok untuk menjadi perisai. Level : sekitar 60.
__ADS_1
Skeleton Priest : 30.000 lebih. Undead tingkat menengah yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan Undead. Level : sekitar 70.
Skeleton Archbishop : 25. Merupakan salah satu jenis Undead tingkat tertinggi yang memiliki skill yang sangat mematikan bagi musuh yang memiliki nyawa yaitu [Corpse Reanimation].
Skill itu memungkinkan bahkan hanya satu Skeleton Archbishop untuk membangkitkan ribuan mayat sekaligus dan menjadi Undead dengan kekuatan 40% lebih rendah dibandingkan pada saat masih hidup. Level : sekitar 120.
...[Pasukan Monster – Eric’s Faction]...
Dibawah Komando Knox (Pasukan Utama) :
80.000 Goblin Warrior dengan level sekitar 90.
60.000 Goblin Shaman dengan level sekitar 80.
12.000 Goblin Rider dengan level sekitar 100.
5.000 Goblin Knight dengan level sekitar 115.
2.000 Goblin Magician dengan level sekitar 100.
Dibawah Komando Oliver (Pasukan Cadangan) :
300.000 Goblin dari berbagai tingkat yang belum memiliki pengalaman bertarung. Level mereka sekitar 60.
140.000 Kobold dari berbagai tingkat yang belum memiliki pengalaman bertarung. Level sekitar 50.
Dibawah Komando Liz (Pasukan Elit)
100 Vampire Baron. Level mereka yang berada pada kisaran 140 serta skill yang sangat cocok untuk melawan manusia akan memudahkan mereka membantai apapun yang muncul.
Level 9 bangsawan itu? Tentu saja berada pada tingkat yang tidak manusiawi karena selalu memperoleh perintah pembasmian dan penculikan monster tingkat tinggi oleh Deus. Meski berbeda tiap individunya, rata-rata level mereka mencapai angka 230 dengan total Growth Point sebesar 70.
“Kurasa semuanya sudah siap. Aku sangat yakin pasukanmu sendiri beserta jebakan-jebakan yang telah kusiapkan sudah cukup untuk membantai pasukan Dewi itu.” Ucapku sambil tersenyum lebar.
“Aku tak menyangka bahwa kau dapat membuat jebakan dengan cara konyol seperti itu. Syukurlah mereka datang 2 minggu kemudian.” Balas Evan.
Benar saja, aku meletakkan sangat banyak jebakan [Bomb] di bawah tanah untuk meledakkan apapun yang mendekatinya. Pasukan berkuda? Infantri? Semuanya akan berhamburan.
Tak hanya itu, aku juga menyiapkan banyak jebakan [Falling Pit] yang diisi dengan tombak tajam. Semua yang cukup sial untuk jatuh disana sudah dipastikan mati.
Sedangkan untuk [Poison Gas] sebenarnya telah kutanamkan di bawah tanah. Hanya saja aku cukup ragu untuk menggunakannya karena akan terlalu mengungkapkan jati diriku. Aku berencana untuk mengaktifkannya jika sangat terdesak saja.
Semua jebakan itu telah kusebar secara acak di seluruh medan pertempuran.
Dengan kalimat sederhana....
Siapapun yang mendekat ke Kota Lesta akan mengalami nasib yang cukup buruk.
“Apapun caranya, selama jebakan itu berfungsi maka tak akan ada masalah kan?” Tanyaku dengan nada sinis.
“Hahaha…. Baiklah. Mari kita lihat, apakah mereka benar-benar bergerak sesuai dengan perkiraanmu.” Ucap Evan.
...***...
__ADS_1
...Di Luar Kota Lesta...
Hampir 1 juta Prajurit berbaris dengan rapi. Sepertiga berbaris di sisi Utara Kota Lesta, sepertiga lagi berbaris di sisi Timur Laut, sedangkan sisanya lagi berada di sisi Timur.
Tentu saja, pasukan ini dilengkapi dengan kehadiran ratusan Trebuchet atau pelontar batu. Trebuchet akan mampu menghujani pertahanan Kota Lesta dengan batu besar. Dinding yang tinggi? Hanya butuh beberapa kali hantaman lontaran batu untuk hancur.
Sisi Barat Daya telah dihadang oleh Kerajaan Farna dengan 30.000 Prajurit yang dipimpin oleh Arlond. Meski sedikit, setidaknya mereka mampu menahan hingga bala bantuan dari Utara dan Timur bisa datang.
“Nona Evalina! Berikut laporan dari tim pengintai!” Teriak salah seorang pengintai.
Evalina dan Leo sebagai komandan tertinggi pasukan nampak mendengarkan dengan seksama.
“Apa kau bilang?!” Teriak Evalina segera setelah mendengarkan seluruh laporan itu.
“Ada apa, Evalina?” Tanya Leo kebingungan.
“Jumlah pasukan Undead itu…. Meningkat hampir 6 kali lipat sejak 3 minggu yang lalu. Apa yang sebenarnya terjadi?! Terlebih lagi, kau bilang melihat sosok Skeleton Archbishop?!” Tanya Evalina panik.
“Benar sekali, Nona Evalina. Kami telah memastikannya dengan deskripsi yang Anda berikan.” Balas pengintai itu.
“Jangan katakan….”
“Kami setidaknya melihat ada 10 dari mereka.” Lanjut pengintai itu seakan sudah mengetahui pertanyaan Evalina.
“Hah…. Ini cukup gawat.” Ucap Evalina sambil menghela nafasnya.
“Aku belum pernah bertemu dengan Skeleton Archbishop, yang kuketahui hanyalah berdasarkan legenda saja. Konon, dahulu kala Raja Kematian mampu meruntuhkan sebuah kota hanya dengan satu Skeleton Archbishop saja. Apakah memang sekuat itu?” Tanya Leo.
“Lebih dari itu jika musuh Undead itu sebanyak ini.” Balas Evalina sambil memandangi barisan pasukan dengan zirah putih itu.
“Mungkinkah…. Mereka bisa membangkitkan….”
“Benar sekali. Satu orang dari pihak kita yang terbunuh akan menjadi satu monster Undead jenis mayat hidup atau Zombie. Selain itu, jiwanya yang telah meninggalkan tubuhnya akan dipanen oleh Necromancer sialan itu. Berikutnya, Ia akan memanggil satu Undead jenis Skeleton.” Jelas Evalina sambil sedikit menyipitkan matanya.
“Apa-apaan itu?! Bukankah itu berarti kematian satu prajurit di pihak kita akan menambah pasukan musuh sebanyak 2 Undead?!” Teriak Leo penuh dengan rasa terkejut.
Tapi tak hanya sampai di situ.
Sang pengintai kembali melanjutkan laporannya.
“Saat kami memperhatikan dengan baik dan memanfaatkan mata penilai milik mantan pandai besi, dapat dipastikan bahwa seluruh perlengkapan mereka setidaknya berada di tingkat Rare. Terlebih lagi, bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah Black Iron yang sangat kuat.”
‘Brukk!!!’
Evalina nampak memukul tanah berumput di bawahnya dengan kuat.
“Sialan!!! Apa-apaan ini?! Bagaimana Necromancer sialan itu bisa menjadi sekuat ini?! Bukankah kita telah bergerak secepat mungkin?!” Teriak Evalina.
Dan begitulah….
Persiapan peperangan antara kedua belah pihak telah selesai.
__ADS_1
Kini yang menanti, hanyalah pertumpahan darah yang sebenarnya.