The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 28 - Evolusi


__ADS_3

Aku berdiri di hadapan 2 Guardian setiaku. Mereka berlutut di hadapanku. Di samping kananku ada Elin yang telah mengaktifkan Mana Zone dan Mana Link.


Dengan menggabungkan mana yang aku dan Elin miliki, aku dapat mengaktifkan salah satu skill baruku.


【Evolve】


Sebuah skill dengan konsumsi mana mencapai 100 ribu. Kami berdua penasaran mengenai hasilnya.


Aku mengarahkan lengan kananku kepada Guardian tombak dan segera mengaktifkan skill itu.


Sebuah linkaran sihir berwarna emas muncul di bawah tubuh goblin tingkat Epic itu. Cahaya berwarna keemasan kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya yang besar.


Saat itu juga, muncul tekanan udara yang kuat dari arah goblin itu. Termasuk notifikasi sistem.


[Goblin akan berevolusi!]


[Silakan pilih arah evolusi yang Anda inginkan!]


Goblin Warior


Goblin Shaman


"Elin, ada pilihan yang muncul dihadapanku!" Teriakku padanya.


Elin segera melihat jendela yang ada dihadapanku dan mengarahkan jariku pada tulisan Goblin Warior.


Benar, saat ini aku menjadi terlalu bergantung pada Elin. Aku takut jika pilihanku yang salah akan membuat rencana Elin gagal. Oleh karenanya, aku selalu meminta saran Elin.


Setelah aku menentukan arah evolusinya, cahaya yang membungkus goblin itu mulai menghilang.


Di balik cahaya keemasan itu, muncul sesosok goblin yang cukup tinggi namun kurus.


【Goblin Warior】


Rarity : Normal


Level : 30


Growth Status :


Str : 4


Agi : 3


Int : 1


Vit : 3


Sta : 3


Dex :1


"Peningkatannya lebih rendah dari perkiraanku." Gumam Elin setelah melihat status dari goblin warior.


Aku pun juga berpikir demikian.

__ADS_1


Saat ini aku telah mencapai level yang cukup tinggi yaitu 78. Oleh karenanya aku mulai memahami arti penting sebuah Growth Point. Peningkatan ini sangatlah rendah daripada yang kuharapkan.


"Apakah aku perlu mencoba memberikan sigil kepadanya, Elin?"


"Coba saja, tapi menurutku hasilnya tidak akan berubah banyak."


Aku pun memberikan 1 sigil sedang dan 2 sigil kecil kepada goblin itu. Tubuhnya berubah menjadi sangat kekar dan besar. Meskipun growth status yang dimilikinya kini sangat tinggi, tapi jika levelnya rendah akan sama saja.


"Hasilnya lumayan, tapi tidak terlalu hebat. Mungkin kita bisa menggunakan skill evolusi ini kepada para petinggi goblin." Jelas Elin.


Aku pun memanggil para petinggi goblin dari setiap bidang.


2 Guardian telah ku evolusikan menjadi Goblin Warior. Potensi mereka berdua meningkat drastis meskipun level mereka berkurang.


Aku menamai mereka berdua : Spire dan Swardia karena karakteristik utama mereka. Ya nama itu hanyalah plesetan dari kata Spear dan Sword.


Setelah itu, aku juga memberikan nama kepada tiap pemimpin bidang.


Lurka - Pemimpin goblin yang bertugas dalam bidang pertanian. Dia berevolusi menjadi Goblin Shaman.


Elrio - Pemimpin goblin yang bertugas dalam bidang peternakan. Dia juga berevolusi menjadi Goblin Shaman.


Minis - Pemimpin goblin yang bertugas dalam penambangan. Dengan banyaknya kebutuhan kemampuan fisik, aku menjadikannya sebagai Goblin Warior.


Cratia - Pemimpin goblin yang bertugas dalam bidang kerajinan. Meskipun pada awalnya sedikit kebingungan, aku akhirnya memutuskan untuk menjadikannya Goblin Warior.


Knox - Goblin yang kini menjadi pemimpin pasukan goblin. Tentu saja evolusinya adalah menjadi Goblin Warior.


Semuanya berlutut di hadapanku dan Elin. Saat aku sedikit melirik wajah Elin, aku melihat senyum yang tipis di bibirnya. Kurasa dia juga menyukai suasana ini.


Karena aku telah membagikan otoritas terhadap seluruh monster yang kupanggil kepada Elin, mereka juga menuruti semua perintahnya.


"Siap, Tuanku!"


"Akan kami laksanakan sebaik mungkin!"


Jawab para pemimpin goblin itu.


Nampaknya tidak hanya status mereka, kecerdasan para goblin yang telah berevolusi juga meningkat pesat.


Kini beban Elin dalam mengurusi berbagai pengelolaan tempat ini telah dibagikan kepada setiap pemimpin bidang.


Semuanya selesai dalam satu minggu karena kebutuhan Mana yang luar biasa besar untuk tiap evolusi serta pemberian sigil.


"Akhirnya aku bisa sedikit bersantai...." Ucap Elin sambil menghela nafasnya.


"Maafkan aku jika aku tidak bisa membantumu selama ini, Elin."


"Nampaknya penyakit kebodohanmu mulai kambuh lagi ya, Eric?" Tanya Elin sambil menertawakanku.


"Apa maksudmu? Tapi bukankah aku tidak melakukan apapun? Aku hanya menuruti semua rencanamu dan...."


Belum sempat menyelesaikan perkataanku, Elin tiba-tiba memelukku.


"E-Elin... apa yang kau lakukan?" Tanyaku dengan tubuh yang bergetar.

__ADS_1


"Orang bodoh tetaplah bodoh ya. Kau tahu, meskipun aku berusaha sekuat tenaga aku takkan mampu sampai disini tanpamu, Eric. Rencana ini bisa berhasil karena kau memiliki skill yang menarik. Aku hanya menunjukkan jalannya kepadamu." Jawab Elin sambil terus memeluk erat tubuhku.


Aku hanya bisa terdiam, tak tahu harus menanggapi seperti apa. Lagipula aku hanyalah seorang bocah yang baru lulus SMA. Pengalaman dengan gadis lain? 0 besar! Aku bahkan masih trauma saat aku ditolak oleh teman sekelasku dulu.


Memangnya, apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini?


"Hah... dasar." Ucap Elin sambil menghela nafasnya.


"Baiklah bercandanya cukup sampai disini saja. Ayo kembali bekerja, Eric. Kita harus segera membangun kerajaan bawah tanah yang lebih besar!"


Elin segera bangun dadi duduknya dan memalingkan wajahnya dariku.


"Baiklah, ayo kita kembali bekerja. Ngomong-ngomong... kenapa kau tiba-tiba... me-memelukku tadi?"


"Bodoh, aku hanya mengerjaimu saja. Jangan bilang kau jatuh hati padaku hanya karena itu? Haha, dasar jomblo ngenes."


Elin kembali meledekku seperti dahulu.


Tapi entah kenapa, wajahnya kali ini sedikit memerah.


Tiba-tiba, salah satu goblin penjaga goblin mendatangi kami berdua. Ia merupakan goblin yang bertugas di sekitar area luar Dungeon.


"Maafkan kelancangan saya, Tuanku! Tapi ada sekelompok orang yang terus menerus mencari keberadaan Tamer." Jelas goblin itu dengan singkat.


"Mencariku? Bukankah aku sudah ditangkap oleh Inquisitor?" Tanyaku.


"Mereka bersikeras untuk mencari keberadaan Anda, Tuanku! Mereka bertanya pada banyak orang dan bahkan telah mendirikan perkemahan di sekitar pegunungan ini." Jawab Goblin itu dengan terus berlutut di hadapan kami berdua.


"Apakah kau tahu apa yang mereka inginkan?" Tanya Elin.


"Berdasarkan percakapan mereka, kelompok itu ingin membeli pasukan monster sebanyak-banyaknya." Jelas goblin itu.


"Kerja yang bagus. Kau boleh kembali ke posisimu." Jawab Elin.


Goblin itu pun segera kembali ke posisinya.


"Bagaimana menurutmu, Eric?"


"Aku merasa ini adalah sebuah jebakan."


"Aku setuju denganmu. Jika memang benar mereka ingin membeli goblin, harusnya mereka tahu bahwa dirimu sudah menghilang."


Elin meneruskan perkataannya sebelum aku sempat membalas.


"Aku akan keluar dan memastikan keinginan mereka. Biarkan aku membawa Spire dan Swardia."


"Baiklah, kau boleh membawa mereka. Hati-hati, Elin."


"Haha, bicara apa kau ini? Menurutmu aku ini siapa? Aku adalah Elin, penguasa Mana dengan level 138!" Teriak Elin sambil tertawa dengan penuh kesombongan.


Benar saja, sejak mengeksploitasi dungeon, levelku dan level Elin beserta pasukan goblin meningkat dengan drastis. Tapi tetap saja aku khawatir.


"Knox, ikut denganku!"


"Baik, Tuanku." Jawab Knox sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Aku pun memutuskan untuk mengikuti Elin keluar dari Dungeon.


__ADS_2