The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 160 - Masalah Baru


__ADS_3

...20 Januari 2074...


...Kediaman Erik...


...Pagi Hari...


‘Masih sakit….’ Ucapku dalam hati sambil mengelus-elus pipiku sendiri.


‘Elin sialan, kenapa dia menamparku dengan begitu keras? Bahkan berkali-kali?! Memangnya apa salahku?!’ Teriakku dalam hati.


Tapi sebelum aku sempat menghapuskan wajah kesal dari wajahku, terdengar sebuah tawa yang cukup keras.


“Hahahaha!!! Dasar anak bodoh, apa yang kau lakukan semalam?!” Teriak Ayahku dengan keras.


“Apanya yang kau maksud?” Tanyaku dengan nada kesal.


“Elin, kau harus bersabar menghadapi anakku yang bodoh ini! Hahaha!” Ucap Ayahku sambil melihat ke arah Elin yang sedang menikmati teh pagi hari.


“Tenang saja, Ayah. Aku sudah hafal dengan kebodohan Erik. Meskipun Ia telah belajar hingga mampu bekerja dan mengambil keputusan dengan baik, tapi sepertinya kebodohannya itu memang melekat di dalam DNAnya.” Ejek Elin sambil melirik sinis ke arahku.


“Hah?! Kenapa kalian semua selalu menyerangku bersama-sama?!” Teriakku kesal.


‘Puk!’


Tangan Ibuku menepuk bahuku dengan cukup keras.


“Nak, kau harus paham bahwa Elin ingin melakukannya denganmu semalam. Ia bahkan sampai menangis pagi tadi karena perkataanmu.” Ucap Ibuku sambil memberikan tatapan kecewa.


“Sudah kubilang, aku tidak tahu apa maksud kalian semua dengan kata ‘melakukan’ itu!!!”


...***...


...Siang Hari...


‘Sialan…. Tak kusangka aku menolak ajakan Elin untuk berhubungan…. Ugh, kupikir Ia sudah terlalu lelah untuk melakukannya. Baiklah, nanti malam aku akan mencoba mengajaknya!’ Teriakku dalam hati sambil mengepalkan tanganku.


Aku segera mengganti pakaianku dan bersiap untuk menghadiri rapat. Entah apa yang ingin mereka bahas, bukankah mereka terlalu bersemangat untuk bekerja setelah pesta semalam? Padahal aku telah mengijinkan semua yang hadir di pesta untuk mengambil hari libur!


Tapi aku tak bisa terus menerus mengeluh.


Segera setelah bersiap, aku memasuki Lift di ujung lantai ini dan bersiap untuk bekerja.


...***...


“Ayolah Rina! Kenapa kau selalu menghindariku? Hanya sekali ini saja!” Teriak seorang Pria dengan rambut yang dicat pirang.


“Sudah kukatakan aku tak ingin kencan denganmu.” Balas Rina dengan sinis.


“Aku mohon Rina, aku sangat menci…. Ugh!!!” Teriak Pria itu kesakitan.


Tanpa Ia sadari, tangan kanan Rina yang terbuat dari baja kualitas tinggi itu telah mengenai tepat di perutnya.


“Sia… apa-apaan itu?! Kenapa pukulanmu….” Ucap Pria itu kesakitan.


Tentu saja Ia tak menyadarinya. Itu semua karena tangan kanan Rina yang merupakan tangan mekanik telah ditutupi oleh kulit sintetik yang menyerupai kulit biasa. Meski begitu, kekuatannya jauh melebihi tangan biasa.


“Sudah kukatakan aku tak ingin bersama dengan orang bodoh yang hanya pandai berkelahi. Terlebih lagi kau kalah hanya dengan satu pukulanku.” Balas Rina dengan nada sinis.


‘Krrriiiingg!!!’


Bel masuk terdengar begitu nyaring yang menandakan berakhirnya waktu istirahat bagi seluruh murid sekolah itu.


Rina segera melangkahkan kakinya untuk kembali ke kelasnya dan meninggalkan Pria itu.


“Rina! Aku akan menunggumu di kantin kelas setelah sekolah berakhir! Berjanjilah untuk menemuiku dan memberikan jawabanmu!” Teriak Pria itu sambil memegangi perutnya dengan kedua tangan.


Tapi Rina hanya pergi meninggalkannya tanpa memberikan balasan bahkan satu patah kata.

__ADS_1


‘Kakak…. Bisakah aku meminta bantuanmu untuk mengatasi orang itu? Ia terus menerus menggangguku setiap hari….’ Pikir Rina dalam hati sambil mengambil ponsel di sakunya.


...***...


...Sore Hari...


...Kantor Grandia Group...


...Kulon Progo...


“Baiklah, berarti telah kita sepakati untuk melakukan pembelian tanah di daerah Kaliurang dan sekitarnya sebagai bentuk investasi dan pengembangan industri pertanian disana. Kalau begitu, rapat dapat kita cukupkan sampai disini.” Ucapku sambil menutup rapat ini.


Semua orang nampak puas dengan hasil akhir rapat ini.


Sedangkan Elin?


Ia masih marah dan tidak mau berangkat bekerja. Saat ini Ia masih bersantai di rumah sambil menonton TV.


Tapi saat aku mengambil ponselku untuk menanyakan kabar Elin….


[Pengirim : Rina]


[Kakak. Aku mohon, ada seseorang yang selalu menggangguku setiap hari. Bisakah kau mengurusinya? Nanti sore dia bilang akan menungguku di kantin sekolah.]


“Hah? Apa-apaan ini?! Siapa yang berani mengganggu adikku?!” Teriakku kesal.


‘Tut tut tut!’


Aku segera menekan beberapa tombol di ponselku.


“Pak Jarwo! Tolong antar aku ke sekolah Rina sekarang!” Teriakku dengan keras.


“Dengan segera, Tuan Erik.” Balas Pak Jarwo singkat.


“Tuan Erik, apakah ada masalah?” Tanya Lisa kebingungan.


“Maaf, tapi aku harus membantu adikku. Nampaknya ada seseorang yang membully dirinya di sekolah. Orang itu…. Aku takkan mengampuninya!” Teriakku sambil bergegas berlari meninggalkan ruang rapat ini.


...***...


...Sore Hari...


‘Brak!!’


Pintu kantin sekolah itu terbuka dengan sangat kuat hingga membentur tembok.


“Rina! Akhirnya kau da… eh?! Siapa kau?!” Teriak Pria dengan rambut yang dicat pirang itu.


“Jadi kau…. Kau yang berani bermacam-macam dengan adikku?!” Teriakku kesal sambil mengepalkan kedua tanganku.


Meskipun hanya di tingkat pemula, aku telah berlatih ilmu beladiri modern di Gym tempatku biasanya melatih tubuh.


Dengan kalimat sederhana, aku sangat yakin dengan kemampuanku dalam baku hantam! Mengalahkan bocah tengik yang masih SMA sepertinya? Pastinya semudah membalikkan telapak tangan!


“Tu-tunggu dulu! Nampaknya terdapat sedikit kesalahpahaman….” Ucap Pria itu ketakutan.


Tapi tak memberikan kesempatan untuk berbicara lebih lanjut, aku segera melayangkan tinjuku.


‘Bruuk!!!’


Pukulanku tepat mengenai….


‘Eh? Kenapa sangat keras?!’


Tanpa kusadari, Pria itu telah menghindar dan kini aku berhasil memukul tiang bangungan.


“Uughh…. Sialan! Kenapa kau menghindar?!” Teriakku kesal sambil memegangi tangan kananku yang sedikit berdarah karena menghantam benda keras.

__ADS_1


“Kau sendiri, kenapa tiba-tiba menyerangku?!” Tanya Pria itu dengan nada yang sama kesalnya.


“Kau telah mengganggu adikku! Alasan itu sudah cukup untuk menghajarmu!” Teriakku lebih kesal dari dirinya.


“Hah?! Aku tak merasa pernah mengganggu siapapun! Lagipula, siapa adikmu itu?!” Tanya Pria itu yang kini menjadi semakin kesal denganku.


“Banyak bicara! Kita selesaikan dengan cara jantan!” Balasku dengan suara yang cukup keras.


“Oh?! Kau berani melawanku yang terkenal sebagai petinju jalanan ini?! Bagus sekali! Sekarang mari kita mulai baku hantamnya!”


Tanpa aku dan Pria itu sadari, nampak sosok seorang gadis dengan rambut yang panjang dan terurai sedang mengintip dari belakang pintu, Rina.


‘Kakak…. Kenapa malah menjadi seperti ini?’ Pikir Rina dalam hati.


Meski begitu, hati kecilnya berkata lain.


‘Semangat Kak! Kau pasti bisa mengalahkannya!’


...***...


Beberapa menit telah berlalu.


Di dalam kantin yang cukup besar namun sepi ini, terdapat dua orang Pria yang berdiri berhadap-hadapan. Mereka berdua mengubah kantin menjadi sebuah ring pertarungan.


Meskipun….


‘Bruk!!’


“Sialan! Berani-beraninya kau memberikan pukulan selemah itu! Rasakan ini! Hahaha!”


‘Braakk!!!’


“Hahaha! Pukulanmu keras juga, bagaimana dengan ini?!”


‘Broookk!!’


“Lumayan juga! Sekarang giliranku, rasakanlah ini!”


‘Wuoosh!’


“Hahaha! Pukulanmu lambat sekali, bahkan aku bisa menghindarinya sambil menutup kedua mataku! Sekarang giliranku!”


“Sialan! Baiklah, berikan serangan terbaikmu!”


Entah bagaimana ceritanya, kedua Pria yang awalnya saling membenci satu sama lain…. Kini malah terlihat begitu menikmati pertarungan dengan gaya Turn Based atau bergiliran ini.


Setelah salah seorang Pria mengayunkan pukulannya, maka Ia harus bersiap menerima serangan balasan dari Pria satunya lagi. Mereka berdua saling menyerang secara bergantian.


Tak hanya itu, mereka nampak mulai tersenyum lebar dan seakan menikmati pertarungan ini.


Hal yang sangat wajar karena keduanya memiliki tubuh yang sangat terlatih dan bertarung dengan kekuatan yang kurang dari setengahnya.


Menerima beberapa pukulan tidak begitu menyakitkan bagi mereka berdua. Justru hanya membuat adrenalin mereka terpacu dengan kuat untuk menikmati pertarungan ini.


Sedangkan gadis yang sebelumnya mengintip dari balik pintu?


‘Kakak? Kenapa malah menjadi seperti ini?!’


...__________________________________...


...【AUTHOR'S NOTE】...


...Spesial karna telah sampai dimana Eric menikahi Elin, maka Author akan melakukan Crazy Update sesekali. ...


...Huehuehue.... ...


...JANGAN LUPA LIKE SAMA KOMEN...

__ADS_1


...KALO LIKE MA KOMEN SEPI BESOKNYA MALES UPLOAD BUAHAHAHAHA!...


...Serius, apa susahnya sih ninggalin komen. Wa lempar cangkul ni kalo ga mau ninggalin komen. ...


__ADS_2