
“Apa yang kau inginkan?” Tanya Evan dengan nada dingin sambil berdiri dari duduknya.
“Sebagai sesama pemilik kekuatan yang berada di sisi kejahatan bagi dunia ini…. Aku hanya ingin kita berdua dapat menjalin kerjasama.” Jelasku kepada Evan.
“Sesama pemilik kekuatan….” Ucap Evan sambil melangkah untuk mendekatiku.
“Tuanku, berhati-hatilah. Orang itu….” Ucap Lucien dari dalam tubuhku.
Aku juga sudah bersiap untuk situasi terburuk. Jika saja Evan akan menyerangku, termasuk 7 Iblis yang saat ini sudah mengelilingiku maka aku harus melawan mereka sekuat tenaga.
“Apakah kau benar-benar bisa menghentikan serangan mereka? Tunjukkan kepadaku kekuatanmu, baru kita berbicara.” Ucap Evan.
“Baiklah…. Summon, Goblin.” Ucapku sambil mengarahkan tanganku di kejauhan.
Dari balik lingkaran sihir berwarna putih yang cukup besar itu, muncul 100 ekor Goblin yang memiliki perlengkapan ala kadarnya. Meski begitu, level mereka berada pada 52. Angka yang cukup tinggi untuk monster yang baru saja lahir.
“Aku juga bisa memanggil monster tingkat tinggi lainnya, tapi kurasa ini sudah cukup untuk menunjukkan kekuatanku.” Ucapku setelah selesai melakukan pemanggilan itu.
Melihat hal itu, mata Evan yang sebelumnya nampak lesu mulai terbuka lebar.
“Kau…. Summoner?!” Teriak Evan dengan suara yang cukup keras.
“Kau setengah benar. Aku adalah seorang Penguasa Dungeon. Penyebab dari runtuhnya kekuatan Kerajaan Farna? Itu adalah ulahku. Selain itu….”
“Penguasa…. Jadi itu kau? Kalau begitu…. Aku mohon, bantu aku untuk menghadapi krisis ini. Kemampuan pemanggilan yang kumiliki hanyalah Demon Summoning yang tak berguna sekaligus terlalu berbahaya untuk digunakan saat ini.” Ucap Evan memotong perkataanku.
“Tuanku! Apa yang kau lakukan dengan tiba-tiba menerima usulan dari orang asing?!” Teriak Lilith yang sedari tadi mendengarkan percakapan kami.
“Diamlah. Bukankah kau menganggap diriku adalah Tuanmu? Maka kau hanya perlu mengikutiku. Jika tidak puas dengan pilihanku, kau bisa meninggalkanku kapan saja.
Eric, aku mempercayaimu dan tawaranmu itu. Aku sadar bahwa jika aku terus berjuang sendiri, maka tujuanku hanyalah sebuah mimpi kosong saja.” Ucap Evan.
‘Eh?! Semudah ini?!’ Pikirku dalam hati.
“A-apakah kau baru saja mempercayaiku begitu saja?” Tanyaku keheranan.
“Tidak ada yang bisa kulakukan selain mempercayaimu, Eric. Lagipula kau memang memiliki kekuatan untuk menggoncang satu kerajaan sendirian. Tapi kalau kau berencana untuk berkhianat, kau bisa….”
“Aku tidak akan melakukan hal seperti itu, Evan.” Balasku singkat.
“Semoga saja memang begitu. Tapi, sebelum itu…. Mari kita bicarakan mengenai tujuan akhir masing-masing.” Lanjut Evan.
Setelah itu, aku dan Evan menuju ke sebuah ruangan yang nampaknya merupakan bekas ruang makan di kastil ini. Tentu saja, 7 Iblis yang bersamanya juga ikut. Kini tampilan ruang ini sudah rusak cukup parah. Lampu-lampu berjatuhan serta dinding-dinding nampak roboh di beberapa sisi.
Mereka berjalan seakan tak ada masalah sedikitpun di ruangan itu.
Setelah kami berdua duduk di kursi yang menghadap meja makan itu, Evan mulai berbicara.
__ADS_1
“Pertama-tama, aku akan menyebutkan tujuanku. Sebagai bentuk penghormatan untuk impian adik laki-laki ku yang telah tiada, aku ingin menguasai seluruh dunia ini.” Ucap Evan seakan tak ada beban sama sekali dalam mengatakannya.
“Menguasai dunia ini? Apakah termasuk dunia bawah?” Tanyaku kepadanya.
“Semuanya.” Balas Evan singkat.
Aku cukup kagum bahwa Evan bisa mengatakan hal seperti menguasai dunia seringan itu. Tapi mengetahui itu adalah harapan adiknya? Entahlah, perasaanku campur aduk saat mendengar perkataannya dan melihat wajahnya yang seakan tak lagi memiliki ekspresi.
“Kenapa kau diam saja? Apa keinginanmu di dunia ini?” Tanya Evan kepadaku.
“Aku….”
Jika benar-benar ditanyakan, aku tak tahu jawabannya.
Memang benar bahwa aku ingin menguasai Kerajaan Farna untuk menghasilkan lebih banyak uang tapi…. Apakah tujuanku hanya uang?
Terserahlah, saat ini hanya itulah jawaban yang kumiliki.
“Aku ingin kekayaan dari dunia ini. Selain itu…. Bisakah kau bersikap lebih baik kepada para NPC yang tak berniat untuk bertarung? Aku dengar kau….” Lanjutku menjawab pertanyaan Evan.
“Hanya itu? Tak seperti kekuatanmu, kau nampaknya tak terlalu banyak memiliki ambisi. Baiklah, kau bisa mengambil sebagian besar kekayaan yang akan kita peroleh nantinya. Aku juga berjanji tak akan membunuh para NPC yang merupakan warga biasa lagi.
Aku sebenarnya juga tak terlalu menyukainya tapi, itu adalah jalan tercepat bagiku untuk sampai disini. Sebagai gantinya, yang akan menjadi penguasa dari dunia ini adalah aku. Kau mengerti?” Jelas Evan.
“Eh?! Jadi maksudmu….” Balasku kebingungan.
“Aku mohon bantuanmu untuk melawan mereka semua, Eric. Tentu saja, aku juga akan bertarung. Jika kita berdua bertarung bersama maka aku yakin entah bagaimana caranya kita bisa melampaui krisis ini.” Ucap Evan sambil menundukkan kepalanya kepadaku.
Dan dengan begitulah, kerjasama antara dua kekuatan besar ini terbentuk. Sebuah kerjasama yang didasarkan atas musuh yang sama.
Tanpa dunia sadari, musuh umat manusia di dunia Re:Life ini telah menjadi semakin kuat.
...***...
...Katredal Suci...
...Kerajaan Suci Celestine...
Di dalam sebuah katredal yang megah dan indah ini, nampak puluhan ribu orang yang berbaris rapi untuk menghadiri suatu acara.
Mereka bukanlah orang biasa, melainkan Ksatria Suci yang memiliki peringkat tinggi.
Pada ujung Katredal itu, nampak sosok orang yang tua namun memiliki tubuh yang terlihat masih cukup kekar. Ia adalah sang Uskup Agung.
Di hadapannya, nampak sosok seorang Wanita dengan rambut perak dan mata berwarna merah.
“Evalina. Kau telah membuktikan dirimu sebagai wakil dari Dewi Celestine. Kemampuanmu untuk menyelesaikan setiap tugasmu sangatlah mengagumkan. Oleh karena itu, Dewi Celestine memberikan pesan untuk menyerahkan kekuatan ini kepadamu.” Ucap sang Uskup Agung sambil mengarahkan lengannya ke Evalina.
__ADS_1
“Terimakasih banyak atas berkatmu, Dewi Celestine. Aku akan dengan senang hati menerimanya dan menggunakan kekuatan ini untuk kedamaian dunia.” Ucap Evalina.
Di hadapan tangan Uskup Agung itu, muncul cahaya keemasan yang sangat indah dan mulai menyelimuti tubuh Evalina.
Itulah wujud dari [Holy Spirit] yang dapat meningkatkan kekuatan seseorang yang terpilih oleh Dewi Celestine.
“Sekarang, tugasmu adalah memimpin beberapa divisi Ksatria Suci untuk menaklukkan musuh umat manusia. Bawakanlah kemenangan untuk Dewi Celestine.”
Pada saat itulah, sebuah notifikasi sistem yang kembali mengguncang seluruh dunia muncul.
...[Pengguna Roh Legendaris telah terlahir di dunia ini!]...
...[Seorang pelindung umat manusia telah terlahir!]...
‘Dengan ini, maka aku bisa….’ Ucap Evalina dalam hatinya.
...***...
...Wilayah Kerajaan Doran...
Di sebuah desa nelayan yang kecil ini, nampak 12 orang sedang berjalan bersamaan. Penampilan mereka cukup mencolok karena seluruh perlengkapan mereka berada di tingkat Unique.
Semua itu berasal dari pembelian mereka di Auction Market. Item yang dibuat oleh pengrajin misterius bernama Tasmith itu selalu menjadi target bagi para Top Player.
Mereka semua nampak sedang berbincang dengan santai. Sesekali juga bercanda mengenai berbagai hal.
Benar-benar kelompok ideal yang sangat wajar dijumpai dalam dunia RPG manapun.
“Apa yang akan kita lakukan berikutnya, Angie?” Tanya seorang Pria dengan badan yang cukup kekar itu, Grund.
“Grund benar. Bukankah kita sebaiknya mencari lokasi perburuan baru yang lebih menguntungkan? Aku akan membukakan jalan untuk itu.” Balas Wanita dengan rambut perak dan jubah penyihir berwarna ungu, Luna.
“Kita akan mencari Hidden Quest terlebih dahulu. Aku merasa menyelesaikan Hidden Quest dapat memberikan lebih banyak keuntungan daripada terus menerus memburu monster. Kudengar, di desa ini terdapat suatu legenda mengenai monster laut yang sangat kuat.
Lagipula, bukankah kita semua sudah melakukan Rebirth setidaknya 15 kali? Leveling dapat kita lanjutkan lain waktu lagi menurutku.” Balas Wanita dengan rambut pirang, Angie.
“Angie benar. Bukankah kalian sudah memutuskan untuk meninggalkan Guild kalian demi mengikuti Angie?” Tanya seorang Wanita dengan rambut kecoklatan, Camila.
“Hahaha! Maafkan kami. Lagipula, Seven Star sudah lama hancur semenjak kita salah dalam memilih target. Terlebih lagi, aku sudah punya cukup banyak uang untuk hidup santai selamanya. Kurasa sekarang saatnya bersenang-senang di dunia ini!” Balas Grund.
Tapi pada saat mereka masih asik berbicara, sebuah notifikasi yang sama muncul di hadapan mereka.
...[Pengguna Roh Legendaris telah terlahir di dunia ini!]...
...[Seorang pelindung umat manusia telah terlahir!]...
Mereka semua memasang wajah yang sama setelah melihat notifikasi itu. Sebuah wajah yang dipenuhi rasa terkejut dan tidak percaya.
__ADS_1
Sedangkan Angie? Ia nampak mengepalkan tangannya sekuat tenaga.
‘Aku harus segera menjadi jauh lebih kuat lagi. Jika hanya level, maka aku akan selalu tertinggal dari orang-orang seperti mereka.’ Ucap Angie sambil memandangi jendela notifikasi yang muncul di hadapannya.