The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 197 - Bangkrut!


__ADS_3

...Kulon Progo...


...Kediaman Eric...


“Uugh….”


Segera setelah aku bangun tidur, aku melakukan pemanasan rutinku di pagi hari ini. Walaupun disebut dengan pagi, tapi ini masih pukul 04.00 dan matahari pun bahkan belum bersinar.


Saat aku melihat sosok istriku yang masih tertidur pulas….


‘Fufufu…. Aku masih tak percaya bahwa aku memiliki istri secantik dan seimut ini. Hmm…. Sudah lama aku tidak berlibur dengannya. Haruskah aku merencakan liburan? Mungkin ke Bali?’ Ucapku pada diriku sendiri sambil terus melakukan pemanasan dan peregangan tubuh.


Setelah itu, aku segera bersiap untuk berlari ke Gym tempat ku biasa berlatih.


Tapi pada saat aku hendak mengambil ponselku….


[138 panggilan tak terjawab]


[18 pesan baru]


‘Eh? Siapa ini?’ Tanyaku dalam hati sambil segera membukanya.


Segera setelah aku melihat nama dari pemanggil dan pengirim pesan, mataku terbuka dengan lebar.


“Arlond?!”


Aku pun menghentikan niatanku untuk berolahraga pada pagi hari ini setelah membaca keseluruhan isi pesan Arlond dan juga pesan suara yang Ia kirimkan.


Pada intinya, Arlond memiliki permasalahan karena terdapat ancaman serangan dari Kerajaan Salvation. Meskipun Kerajaan yang lebih kecil daripada Kerajaan Farna, Salvation saat ini memiliki pasukan yang jauh lebih besar dan lebih kuat daripada pasukan milik Kerajaan Farna.


Dan tentunya, ada satu orang di Kerajaan Salvation yang mampu merubah sistem peperangan dengan tema abad pertengahan ini. Orang itu adalah Alice.


Ia mampu melakukan teleportasi ribuan bahkan puluhan ribu pasukan sekaligus ke suatu tempat yang Ia inginkan.


Jika Salvation menggabungkan kekuatan militernya yang sangat kuat dengan kemampuan Alice untuk melakukan teleportasi, maka Salvation tidak akan terkalahkan dalam pertempuran.


Terlebih lagi….


“Chris sialan…. Sejak kapan Ia menjadi serakus ini dalam hal kekayaan dan kekuasaan?” Ucapku kesal sambil terus membaca pesan Arlond itu.


Tanpa kusangka, perkataanku itu membangunkan Elin.


“Uh? Erik? Ada apa?” Tanya Elin sambil mengusap matanya.


Ia nampak masih setengah sadar dan kesulitan untuk bangun. Wajar saja karena kami berdua telah bertarung hebat hingga larut malam. Tapi mengesampingkan hal itu….


“Tidak ada apa-apa. Hanya saja si Chris sialan itu ingin menyerang Kerajaan Farna dan saat ini aku sedang kebingungan dengan apa yang harus kulakukan.” Balasku pada Elin.

__ADS_1


“Kebingungan? Memangnya kenapa? Kirimkan saja pasukan monstermu dan itu sudah selesai kan?” Balas Elin sambil segera bangun. Ia nampak melilitkan selimut untuk menutupi sekaligus menghangatkan tubuh mungilnya itu.


“Aku tidak bisa melakukan itu, kau tahu sendiri kan? Saat ini, Origin masih bekerjasama dalam hal perdagangan dengan Salvation. Ditambah lagi, Chris tidak pernah tahu bahwa Kerajaan Farna adalah Kerajaan boneka yang telah ku dirikan.


Oleh karena itu, aku harus berjuang untuk menjaga citra Kerajaan Farna dengan tidak membantunya dengan pasukan monster. Kau pasti paham apa yang akan terjadi jika seluruh dunia tahu bahwa Kerajaan Farna adalah milik para monster kan? Terlebih lagi langkah yang akan diambil oleh Kerajaan Suci Celestine dan Teokrasi Julia.”


Aku pun terus menjelaskan dengan panjang lebar kepada Elin. Meskipun dengan wajah yang nampak lesu dan mengantuk itu, Elin tetap dapat menangkap semua informasi ini dengan baik.


Segera setelah itu….


“Lalu…. Apa yang Arlond sarankan?” Tanya Elin.


“Dia menyarankan untuk membentuk pasukan besar di Kerajaan Farna dengan merekrut lebih dari 300.000 pasukan dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan di dunia virtual itu. Dengan kata lain…. 3 hari di dunia nyata.” Jelasku.


Mendengar hal itu, Elin segera membelalakkan matanya.


“Apa kau bilang?! 300 ribu prajurit hanya dalam waktu 1 bulan?! Apakah dia sudah gila?! Berapa banyak uang yang akan dia habiskan jika melakukan itu?!” Teriak Elin dengan keras.


Aku memahami dengan jelas maksud Elin.


Tentu saja.


Perekrutan prajurit bukanlah hal yang semudah itu.


Tak ada orang dengan akal waras yang akan mendafarkan diri untuk menuju kematian. Oleh karena itu, imbalan yang sesuai harus diberikan kepada mereka.


Tapi Arlond merencanakan hal yang sangat gila.


Yaitu menaikkan gaji seluruh prajurit lama dan prajurit baru sebanyak 5 kali lipat dengan catatan prajurit lama akan memperoleh peningkatan yang lebih tinggi.


Selain itu, Arlond juga berencana menerapkan sistem pensiunan dimana jika prajurit itu mati dalam pertempuran, maka keluarganya akan tetap mendapatkan bayaran dari prajurit itu puluhan tahun kedepannya.


Tentu saja, hal itu akan semakin memperburuk kondisi keuangan Kerajaan Farna yang saat ini sedang dalam kemiskinan.


Itulah kenapa….


Pada kalimat terakhir di pesan singkatnya….


[ …. Aku mohon maaf jika merepotkanmu, Eric. Tapi setidaknya aku membutuhkan sekitar 10 juta koin emas untuk rencana ini. Tentu saja, bukan hanya prajurit. Tapi uang ini akan mengembangkan kekuatan militer Kerajaan Farna hingga melampaui masa kejayaannya. Termasuk membangun banyak alat berat dan juga….]


Aku dan Elin segera terdiam setelah membaca bagian terakhir dari pesan Arlond itu.


“Eric…. Jika aku tidak salah…. Menukar Rupiah menjadi 1 koin emas itu sekitar 130.000 Rupiah kan?” Tanya Elin singkat dengan wajah yang lesu.


“Kau benar. Jika 10.000.000 koin emas maka….”


Kami berdua semakin terdiam.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu dengan kesunyian di kamar yang masih cukup gelap ini.


Hingga akhirnya, Elin mulai berbicara.


“Hah…. Setidaknya itu berjumlah 1.3 Triliun Rupiah.”


‘Bruk!’


Aku pun terjatuh ke lantai.


Tidak….


Elin juga ikut terjatuh dan kehilangan sebagian besar nyawanya.


Dalam pikiranku di saat-saat terakhir….


‘Bermain game ini…. Benar-benar menghabiskan banyak sekali uang!’


...***...


...Kantor Perusahaan Re:Life...


...Yogyakarta...


Aku dan Elin menuruni mobis yang dikendarai oleh Pak Jarwo itu. Di hadapan kami, terlihat sebuah gedung yang sangat megah dengan puluhan lantai yang menjulang tinggi.


“Kalau begitu, aku akan menunggu di tempat parkir.” Ucap Pak Jarwo sambil bersiap untuk pergi.


“Terimakasih, Pak Jarwo. Mungkin kami akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam untuk menyelesaikan keperluan kami.” Ucapku sambil membenahi dasi dan jas hitam putihku ini.


“Sudah tugasku untuk itu. Kalau begitu, semoga berhasil Tuan Muda.” Ucap Pak Jarwo. Ia pun segera mengendarai mobil sedan itu dan pergi ke arah parkiran yang cukup teduh.


Setelah mempersiapkan hati dan pikiranku selama beberapa saat, aku pun menoleh ke arah kanan.


Terlihat sosok seorang Wanita yang sangat anggun dengan rambut hitam yang cukup panjang hingga mencapai punggungnya. Rambut itu Ia biarkan terurai yang semakin menambah kecantikannya.


Dengan pakaian dan rok pendek yang berwarna hitam itu, Elin tampak sungguh menawan di mataku.


“Apakah kau sudah siap, Eric?” Tanya Elin singkat.


“Tentu saja. Semoga saja kita berhasil melalui semua masalah yang menyebalkan ini.”


Kami berdua pun segera memasuki gedung itu.


Nampak beberapa petugas keamanan menyambut kami dengan ramah sambil membukakan pintu yang besar itu.


Sebuah pintu….

__ADS_1


Yang menandakan keringnya kantong kami berdua.


__ADS_2