The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 47 - Obelisk


__ADS_3

“A-apa yang kau maksud dengan mencariku?” Tanya Eric yang saat ini masih berada dalam genggaman tangan minotaur raksasa itu.


‘Grrrr!!!’


“Oi! Aku tahu kau bisa berbicara tadi!”


‘Grrr!’


“Jangan pura-pura menjadi monster tak berakal! Aku yakin aku mendengarmu berbicara. Cepat hentikan dan katakan padaku apa maksudmu!”


‘Grrrr!!!’


Tapi apapun yang dilakukan oleh Eric, minotaur itu tidak menjawabnya. Setidaknya tidak dalam bahasa yang dimengerti oleh Eric.


Dengan cepat, minotaur itu membawa Eric melalui terowongan galiannya. Ukurannya yang cukup besar dan sangat panjang ini membingungkan Eric.


‘Kenapa dia tidak membunuhku?’ Pikir Eric dalam hati.


Tapi setidaknya kini Ia paham bahwa dirinya aman. Yah, meskipun mati juga bukanlah masalah besar bagi Eric.


Setelah hampir satu jam lebih berlari, akhirnya minotaur itu berhenti. Pemandangan yang ada mengingatkanku akan masa lalu. Ruangan bos minotaur pada saat aku menemukan buku tua itu.


Sebuah ruangan besar dengan pintu yang telah hancur di samping. Karena kegelapan menyelimuti tempat ini pada saat itu aku tak mampu melihatnya dengan jelas. Akan tetapi sekarang berbeda.


Tempat ini dipenuhi dengan obor yang berkobar dengan api biru.


“Apa yang terjadi?” Ucapku pada diriku sendiri.


“Selamat datang, Eric.”


Terdengar suara seperti seorang pria dari arah kejauhan. Aku pun segera menoleh ke arah sumber suara. Disana terlihat sebuah ruangan tahta. Kursi berlapiskan emas yang mengkilap dan tinggi itu diduduki oleh seseorang.


Di sekelilingnya terdapat banyak harta yang melimpah. Emas dimana-mana.


Akan tetapi, minotaur raksasa yang sebelumnya membawaku kemari hilang entah kemana. Mungkin Pria itu melakukan sesuatu? Entahlah.


“Apa maksudnya ini?” Tanyaku kepada pria misterius yang duduk di atas singgasana itu.


“Namaku adalah Obelisk. Penguasa Dungeon ini.” Jawabnya dengan nada sombong sambil duduk di singgasana emas itu.


“Obelisk? Ah, namaku Eric.”


“Aku sudah tahu. Kau adalah orang yang mengambil kunci untuk membaca buku kuno Summoner kan? Aku terus mengawasimu dari jauh sejak saat itu.” Balasnya.


“Ah, iya. Maaf apakah itu milikmu? Dan juga mengawasiku?!” Tanyaku dengan sedikit ketakutan.


“Mendekatlah.”


Aku pun mendekati singgasana itu dengan tubuh yang gemetar. Jujur saja aku sedikit heran kenapa diriku tidak mengetahui keberadaan harta yang ada di ruangan ini waktu itu? Apakah hanya karena gelap? Atau pikiranku yang terfokus pada kunci untuk buku? Atau karena minotaur yang berbahaya itu?


“Buku itu bukanlah milikku, Eric. Aku mencurinya dari sebuah kuil kuno di wilayah Kekaisaran Avertia.” Jelas Pria bernama Obelisk itu. Penampilannya sungguh luarbiasa. Jubah dengan perhiasan dimana-mana. Dibalik jubah itu terdapat zirah berlapiskan emas dan dihiasi dengan permata yang indah. Dan di kepalanya terdapat mahkota emas dengan permata yang indah di tengah.

__ADS_1


“Maaf tapi aku tidak paham maksudmu….”


“Aku mencuri buku itu dan sengaja menguncinya. Lalu kunci itu sengaja aku letakkan di ruangan ini. Tepatnya di leher minotaur. Tujuanku adalah melihat kemampuan dari pemilik buku itu sebelum aku menyerahkannya. Tapi kau justru lari.” Jelas Obelisk.


“Ah… soal itu ya. Maafkan aku. Aku memiliki level rendah sehingga mau tidak mau harus….”


“Berapapun levelmu, minotaur itu akan berkembang mengikutimu. Maka dari itu ujian ini akan sulit bagi siapapun. Tapi kau melampauinya dengan cara yang aneh.”


“Apakah kau akan mengambil lagi kemampuan buku kuno ini?” Tanyaku. Aku merasa aku tidak pantas untuk memilikinya jika aku gagal dalam ujian.


“Perkataan yang menarik.” Jawab Obelisk dengan senyuman.


“Jujur saja pada awalnya aku ragu padamu, Eric. Tapi mengetahui bahwa kau mampu membuka gerbang ke dunia bawah… dan bahkan membuat kota monster serta memimpin mereka seperti itu dengan kekuatan yang belum lengkap…. Kau membuatku tertarik!” Lanjut Obelisk.


“Eh? Tertarik?”


“Ya! Kemampuan Summoner tidak seharusnya digunakan seperti itu! Aku telah melihatnya puluhan kali! Paling banyak mereka hanya mampu memiliki ribuan pasukan yang bahkan mengamuk sesuka hati mereka! Tapi kau! Membuat mereka tunduk padamu seperti itu…. Sungguh menarik!” Jawab Obelisk sambil berdiri dari singgasananya. Mulutnya tersenyum dengan sangat lebar.


“Memangnya itu hal yang sulit? Aku hanya perlu mencarikan mereka makan dan….”


Belum sempat menyelesaikan perkataanku, Obelisk yang tadi berada di atas singgasana kini telah berada di sampingku dalam sekejap.


“Ya, itu adalah hal yang sulit jika hanya mengandalkan kemampuan Summoner saja. Bagaimanapun kekuatan itu sangat dahsyat dan mampu menggegerkan dunia.


Setiap pemilik kekuatan itu selalu berencana menguasai dunia. Kemungkinan terbaik adalah Summoner dapat bertahan hidup selama beberapa minggu saja sebelum kekuatan mereka disegel oleh para Inquisitor.” Jawab Obelisk dengan senyuman.


“Tapi kau…. Kau mampu bersembunyi dengan baik. Meningkatkan kemampuanmu dan pasukanmu dengan rapi. Bahkan hingga mencapai tingkat dimana kau mampu memanggil iblis. Jujur saja ini adalah pertama kalinya seorang Summoner mampu mempertahankan kemampuannya selama ini.”


“Aku? Aku telah ada di dunia ini sejak ribuan tahun yang lalu!” Obelisk menjawabnya dengan senyuman yang cukup mengerikan.


‘Eh? Apakah itu mungkin?’


Perusahaan pengembang Re:Life ingin menciptakan dunia yang baru dan sama sekali belum pernah dijelajahi oleh manusia. Oleh karena itu, sebelum rilis perusahaan Re:Life telah membuat 100 dunia virtual dan menjalankan simulasi dengan kecepatan sangat tinggi.


Berbekal NPC dengan AI tingkat tinggi, maka perusahaan Re:Life mampu membuat sejarah dunia yang benar-benar baru tanpa sentuhan tangan pembuatnya. Mereka hanya menanamkan aturan dan NPC dasar lalu membiarkan dunia itu berjalan selama ribuan tahun dengan percepatan tinggi.


Hasilnya?


Dari 100 dunia virtual, dipilih 1 yang kini dikenal dengan nama dunia Re:Life.


Itulah kenapa NPC seperti Obelisk yang memiliki sejarah selama ribuan tahun mungkin terjadi. Semua karena dunia ini sendiri sudah berjalan lebih lama dari itu. Tapi tentu saja Eric tidak mengetahui hal tersebut.


“Lalu…. Apa yang kau inginkan dariku?” Tanyaku ketakutan melihat penampilan yang sangar dari Obelisk.


“Sederhana saja, Eric. Aku ingin kau meneruskan warisanku. Aku mempunyai mimpi untuk menjadi seorang Raja Iblis. Tapi saat aku hampir menggapainya, aku gagal. Kini tubuhku tidak dapat bertahan lebih lama lagi.” Jawab Obelisk dengan wajah yang nampak begitu sedih dan menyesal.


Setelah diperhatikan dengan baik, tubuh Obelisk yang tersembunyi dibalik jubah dan zirah emas itu mulai memudar. Seakan menjadi tembus pandang.


“Kemampuanku saja tidak mampu untuk membuatku menjadi seorang Raja Iblis. Itulah kenapa aku kalah saat melawan salah satu Raja Iblis, Belphegor.” Lanjut Obelisk.


“Ra-Raja Iblis?!” Jujur saja aku terkejut mendengar seseorang menantang Raja Iblis.

__ADS_1


“Jika saja aku tidak sombong saat itu dan mengumpulkan lebih banyak kekuatan, aku pasti menang melawannya. Tapi itu semua sudah terlambat. Setelah berhasil mencuri kekuatan Summoner, tubuh asliku sudah lama mati. Saat ini aku mampu bertahan dengan menggunakan persediaan manaku. Jika itu sudah habis…. Maka aku akan menghilang selamanya.” Jelas Obelisk.


“Eric, aku mohon padamu. Teruskanlah warisanku. Penuhilah ambisiku. Jika kau berjanji padaku akan hal itu, aku akan memberikanmu seluruh kekuatanku… setidaknya yang tersisa di dunia ini.” Lanjut Obelisk. Kini tubuhnya semakin tembus pandang.


Saat itu juga, muncul jendela notifikasi sistem.


...[Quest Rahasia!]...


...[Legacy of Obelisk]...


...[Rank : ???]...


...[Misi]...


...Teruskan warisan Obelisk dengan menggabungkan antara kekuatannya dan kekuatan Summoner!...


...Kalahkan Raja Iblis : Belphegor!...


...[Misi Tambahan : Jadilah Raja Iblis!]...


...[Hadiah menerima Quest]...


...[Memperoleh sisa kekuatan Obelisk : Dungeon Engineering!]...


...[Hadiah Menyelesaikan Misi]...


...[Obelisk akan selamanya berterimakasih padamu!]...


...[Konsekuensi Menolak Misi]...


...[Obelisk akan mati untuk selamanya]...


...[Konsekuensi Kegagalan Misi]...


...[Pengulangan misi hingga berhasil menyelesaikannya]...


...[Apakah Anda akan menerima Quest Rahasia ini?]...


...[Ya] [Tidak]...


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...

__ADS_1


__ADS_2