The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 173 - Pertarungan Dua Legenda


__ADS_3

...Selatan Pelabuhan Tortuga...


...Tengah Laut...


‘Sroooosshh!!!’


Leviathan terus berenang ke lautan dalam untuk bersembunyi. Meski begitu, tubuh utamanya yang begitu besar sebagian masih terlihat di permukaan.


‘Tap! Tap!!’


Seorang Wanita dengan rambut pirang dan zirah ringan berwarna abu dan hitam itu nampak melompat di udara. Sebuah kemampuan [Air Step] atau langkah udara yang memungkinkan penggunanya untuk menggunakan udara sebagai pijakan.


‘Ja-jangan katakan?!’ Teriak Wanita bernama Angie itu dengan kesal.


Pada saat aku masih menyiapkan sihirku untuk kembali menyembuhkan Leviathan….


‘Sraatt!!!’


[Anda telah menerima 43.295 damage!]


[Anda telah menerima tambahan 8.768 damage!]


‘Sialan!’ Teriakku penuh kesal setelah menerima damage itu di bagian tangan kananku.


Bukan karena damage yang tak terlalu menyakitkan itu. Melainkan, sihir [Ex Healing] ku gagal diaktifkan karena serangan barusan yang mendarat di tangan kananku.


“Eric! Aku tak tahu kenapa kau selalu membuatku kesal!! Apakah kau melakukannya dengan sengaja?!” Teriak Angie sambil terus menerus melompat di udara sambil menatapku dengan tajam.


“Hah?! Apa maksudmu dengan itu?!”


“Kau…. Mencuri mangsaku! Aku…. Aku akan membunuhmu disini! Tidak…. Aku akan terus menerus membunuhmu dasar….” Teriak Angie sambil terus menerus melontarkan kata-kata yang cukup kasar.


Memahami bahwa tak mungkin untuk berbicara dengannya, aku mengembalikan seluruh fokusku untuk menyelesaikan Quest Rahasia ini.


‘Leviathan…. Tenang saja, aku akan melindungimu!’ Teriakku dalam hati sambil bersiap untuk bertarung.


Sebelum itu, aku melirik ke berbagai arah untuk memastikan bahwa medan pertarungan berada cukup jauh dari pelabuhan. Meskipun….


‘Sialan…. Kenapa banyak sekali Player yang merekam pertarungan ini?! Sial…. Aku tak boleh menggunakan kekuatan Dungeon Masterku terlalu berlebihan. Meskipun beberapa orang sudah tahu, setidaknya tidak ada bukti video untuk mendukung perkataan mereka jika berniat untuk membeberkannya.’ Pikirku dalam hati sambil terus menerus menghindari tusukan tombak Angie.


‘Swussh! Sraatt!!’


“Berhentilah menghindar dan segera mati!!!” Teriak Angie penuh kesal.


Meski terus menerus melompat di udara dan melancarkan serangan yang terbilang cukup berbahaya, Ia masih cukup santai untuk membuka panel menu dan terlihat mengirimkan pesan suara kepada orang lain.


‘Memanggil bantuan ya? Takkan kubiarkan kawan-kawanmu bergabung!’


Aku segera mengangkat tongkat sihirku dan menggunakan skill [Wind Blast] untuk membuat jarak yang cukup jauh dengannya.


‘Wuuuuoosshh!!!’


Tekanan air yang sangat kuat dan kencang mendorong tubuhku dan Angie menjauhi satu sama lain.


“Bocah sialan!!” Teriak Angie dengan suara yang semakin pelan karena terus menjauh.


‘Bagus, sekarang….’ Ucapku pada diriku sendiri.


Aku segera menggunakan skill [Stone]. Sebuah skill tingkat Normal untuk memanggil batu dengan ukuran dan jumlah sesuai dengan Intelligence dan Magic Power pengguna.


‘Kreetekk!!’


8 buah batu dengan diameter sekitar 40 cm itu terbentuk di samping tubuhku. Tapi aku tak segera melontarkannya. Melainkan menahan semuanya dan bersiap untuk melontarkannya satu per satu.


Sebelum itu….

__ADS_1


“Install Trap! Poison Gas! Bomb! Electrocute!” Ucapku sambil mengarahkan tangan kiriku ke semua batu itu.


Aku memasang 3 buah perangkap [Poison Gas] atau gas beracun di 3 batu yang berbeda, 6 buah perangkap [Bomb] atau ledakan di 3 batu, serta 4 buah perangkap [Electrocute] atau sengatan listrik di 2 batu.


‘Angie…. Sudah kuduga kau pasti akan mengejarku kembali.’ Ucapku sambil melihat sosok Angie yang terus melompat di udara untuk mendekatiku.


‘Maafkan aku tentang mangsamu tapi…. Aku memperoleh misi yang cukup menarik darinya.’ Ucapku dalam hati sambil mengarahkan Oracle Staff ku ke depan.


‘Wussh! Wussh!!’


Aku melontarkan dua buah batu ke arah Angie. Salah satunya berisi perangkan Poison Gas sedangkan satunya lagi berisi perangkap Electrocute.


“Menyerangku dengan batuan bodoh ini?! Kau pikir aku….” Teriak Angie sambil menebas batu itu. Tapi sungguh disayangkan….


‘Zraattt Zraaatt Zappp!!!’


Sengatan listrik yang cukup kuat mengenai Angie hingga membuatnya mengalami efek Paralysis selama 3 detik lebih. Membuat Angie tak mampu menggerakkan sebagian besar tubuhnya karena hal itu.


‘Bruk!’


Kemudian batu kedua yang membawa Poison Gas di dalamnya menubruk tubuh Angie dengan cukup pelan. Damage yang diberikan dari tubrukan batu itu hanyalah 3 digit saja. Tapi permasalahannya adalah….


‘Bssssttt!!!’


Dari batu kedua itu, muncul asap hijau yang merupakan gas beracun. Gas itu cukup mematikan karena mampu memberikan efek [Racun] yang memberikan damage tiap detik hingga disembuhkan. Tak hanya itu, damage dari efek [Racun] Akan terus meningkat semakin lama target menghirupnya.


“Magic Missile!” Teriakku seakan tak ingin memberikan Angie kesempatan untuk bertahan. 10 buah peluru sihir terbentuk di ujung tongkatku.Tak hanya itu, aku melontarkan dua batu lagi yang berisi [Bomb] dan [Electrocute] ke arah Angie.


“Bocah…. Sialaaaaan!!! Warrior Spirit!!!” Teriak Angie sekuat tenaga. Tubuhnya seketika diselimuti oleh cahaya merah keemasan yang cukup indah.


Bersamaan dengan itu….


“Eh…?”


‘Sraaatt! Sraaattt!! Sraaattt!!’


[Anda telah menerima tambahan 8.931 damage!]


[Anda telah menerima …. ]


‘Sialan!’ Teriakku dalam hati sambil segera menjauh dari Angie.


‘Tombak sialan itu…. Memberikan damage tambahan yang menembus semua defense di tiap serangannya?!’ Tanyaku penuh keheranan sambil memperhatikan jendela notifikasi sistem di hadapanku.


Sedangkan Angie, Ia nampak telah sembuh dari efek racun yang seharusnya diterimanya.


‘Mungkinkah cahaya keemasan itu…. Mampu menghapus seluruh efek negatif? Arrghh! Tak peduli lagi, akan kuledakkan semua!’


Pada saat itulah, aku segera meledakkan semua batu dengan berbagai perangkap itu.


‘Duaarrr!!! Bssstt!! Zraaattt!!!’


Meski terdapat ledakan dan sengatan listrik yang kuat itu, Angie nampak melewatinya dengan tenang. Notifikasi sistem yang ada di hadapanku hanya memperjelas segalanya.


[Anda telah memberikan 1.894 damage!]


[Anda telah memberikan 139 damage!]


[Target telah terkena efek Paralysis selama 3 detik!]


[Warrior Spirit telah menetralkan seluruh efek Debuff!]


[Target telah terkena efek Poison!]


[Warrior Spirit telah …. ]

__ADS_1


‘Jadi begitu….’ Ucapku setelah memahami kondisi ini.


“Jangan lari! Jika kau berani hadapi aku!” Teriak Angie yang masih terus mengejarku hingga sekarang.


‘Heal….’


[Anda telah menyembuhkan 193.235 Health Point pada Diri Anda Sendiri!]


Aku dan Angie terus menerus melakukan kejar-kejaran selama beberapa menit. Sesekali, Angie berhasil mengejarku dan melancarkan serangannya.


Jika jaraknya terlalu jauh, Angie akan mengubah senjatanya menjadi panah dan tongkat sihir. Meskipun, serangan sepele seperti itu sama sekali tak berguna di hadapan diriku yang saat ini. Maka dari itu dia lebih fokus menggunakan tombaknya.


Begitu juga denganku. Sesekali, aku menurunkan kecepatan terbangku dan membalik badan. Pada saat itulah, aku segera menyerang Angie dengan berbagai sihir yang kuat. Tak hanya itu, aku juga terus menggunakan sihir penyembuh kepada Leviathan karena entah kenapa HP miliknya masih terus turun.


“Fire Blast!” Teriakku dengan mengarahkan Oracle Staff yang telah memiliki 2 lingkaran sihir amplifikasi di ujungnya.


‘Duaaarrr!!!’


Ledakan yang sangat besar itu menciptakan gelombang air yang tak kalah besarnya. Angie yang menerima damage fatal nampak sedikit mundur dan meneguk Full Health Potion.


Meski begitu…. Pertarungan sama sekali tak bergerak ke salah satu arah. Di satu sisi Angie tak mampu membunuhku. Tapi di sisi lain, aku juga tak bisa mengalahkannya.


Hingga pada akhirnya….


‘Skill legendaris ini…. Bagaimana cara menggunakannya?’


[Water Manipulation]


[Rarity : Legendary]


Konsumsi Mana : Tergantung dari jumlah air yang dikendalikan.


Efek : Melakukan manipulasi terhadap elemen air. Batasan manipulasi air yaitu tergantung pada kemampuan pengguna untuk mengendalikan banyak hal sekaligus. Membutuhkan konsentrasi tinggi untuk melakukannya.


Jika tidak terdapat air untuk dikendalikan, maka akan dikenakan biaya Mana tambahan tergatung dari jumlah air yang dibutuhkan.


‘Baiklah…. Aku akan mencobanya!’ Teriakku dalam hati sambil memfokuskan diriku kepada lautan yang luas ini.


Pada saat itulah….


Sebuah fenomena dimana pilar air setinggi ratusan meter terbentuk di tengah lautan. Mata seluruh pemain dan NPC tertuju ke arah yang sama. Yaitu ke arah Pelabuhan Tortuga.


...***...


...Tepi Pelabuhan Tortuga...


Nampak seorang wanita dengan rambut berwarna merah sedang berdiri di atas suatu menara pengawas. Ia terlihat sedang menutupi salah satu mata dengan tangannya.


"Aah.... Jadi begitu rupanya. Dungeon misterius yang meruntuhkan Kerajaan Farna, itu ulahmu?" Ucap wanita itu sambil tersenyum.


Mata kanannya yang tak tertutupi itu terlihat bersinar. Sebuah efek dari Unique Skill [Observer] yang hanya bisa diperoleh dengan terus menerus melatih skill penglihatan.


"Sangat disayangkan bahwa aku tak bisa meniru skill Dungeon Master atau Legendary Spearman milik kalian tapi.... Setidaknya ada skill Summoner dan Contractor yang sangat menarik! Sedangkan untuk wanita berambut pirang itu.... Hmm.... Kurasa aku akan meniru Air Step milikmu. Ya! Skill yang sangat berguna untuk kabur! Hahaha!"


Wanita itu terus berbicara pada dirinya sendiri. Bersamaan dengan itu, Ia terlihat mengarahkan tangan kanannya ke arah laut. Sebuah tempat dimana sedang terjadi pertarungan antara Eric dengan Angie.


"Aku akan menghapus 3 skill tak berguna ini agar tersedia tempat untuk 3 skill itu, lalu.... Imitate.... Summoner! Contractor! Air Step!" Ucap wanita berambut merah itu sambil menekan beberapa tombol di jendela menu dengan tangan kirinya.


Telapak tangan kanannya terlihat seakan menarik cahaya berwarna keemasan.


"Rumor mengenai penyihir agung yang berada di pelabuhan ini, sungguh sangat berguna. Syukurlah aku mendengarnya dan segera kemari untuk mencarinya hahaha!" Teriak wanita itu sambil tertawa puas.


Pada saat itulah....


Seorang monster yang sebenarnya baru saja terlahir.

__ADS_1


Di atas kepalanya, nampak jelas tulisan berwarna merah menyala.


'Scarlet'


__ADS_2