The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 125 - Tokoh Sampingan


__ADS_3

Namaku Arlond. Aku adalah seorang Player biasa. Setiap hari, aku memainkan Re:Life selama 3 jam sebelum aku tidur.


Bagaimana pun, Re:Life adalah salah satu caraku untuk melepaskan penatku dari padatnya jadwal di dunia nyata.


Segera setelah aku Log In di dalam Game ini, aku akan segera pergi ke sebuah Tavern kesukaanku. Di sana, aku akan memesan makanan apapun yang sedang aku inginkan dan tidak lupa segelas susu sapi dingin.


Selain itu, aku juga terkadang berpetualang untuk memperoleh uang digital di dunia ini. Jika aku tidak sempat? Maka aku akan menukar uangku di dunia nyata menjadi uang di dunia game ini.


Bukan pertukaran yang buruk, selama aku bisa melepas penatku. Meskipun, aku bukanlah siapa-siapa di dunia ini. Aku yakin bahkan sebagian orang di dalam Tavern ini tidak ada yang mengenalku.


Tentu saja karena bukan hanya dari segi level, aku juga tidak memiliki kemampuan yang tinggi dalam memainkan karakterku. Dengan kalimat sederhana, aku hanyalah seorang Player yang lemah.


Tak hanya di dunia virtual, aku juga hidup sebatang kara di dunia nyata. Aku tak memiliki seorang pun yang menantiku di rumah atau menyambutku. Hal yang wajar sebagai seseorang yang merantau dari desa untuk bekerja di kota.


Meski begitu, aku cukup puas dengan semua ini. Jika diringkas menjadi satu kalimat….


“Aku memiliki kehidupan yang cukup menyenangkan.”


Tapi semua itu berubah saat aku bertemu dengannya. Bukan ke arah yang lebih buruk tentunya. Akan tetapi….


...***...


...Di Sebuah Tavern...


...Kota Torka...


...Kerajaan Farna...


‘Braaak!!!’


Aku membuka pintu di Tavern ini dengan cukup keras.


“Tuan, Eric. Bolehkah aku bertanya mengenai apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” Tanya Lucien dari dalam tubuhku.


“Tidak ada. Aku hanya ingin mencari seseorang yang mau melakukan suatu misi cadangan untukku.” Ucapku dengan suara lirih kepada Lucien.


Aku segera memasuki Tavern ini dan memandangi beberapa orang yang sedang duduk dan menikmati makanan mereka.


Tapi seketika, seluruh pandangan mereka tertuju padaku. Bagaimana pun, penampilanku masih terlihat seperti seorang iblis karena telah berasimilasi dengan Lucien.


“Permisi, Tuan. Apakah ada yang bisa kubantu?” Tanya seorang Wanita pelayan yang menghampiri diriku.


Aku pun segera membalasnya dengan lantang.


“Aku akan mentraktir semua orang yang ada disini! Makan dan minumlah sepuas kalian!!!”


Segera, pandangan tajam semua orang yang ada di dalam Tavern ini berubah termasuk sang pelayan. Mereka bersorak gembira dan mengangkat gelas minuman mereka setinggi mungkin bagi yang memegangnya.


“Wuuuoooh!!!”


“Terimakasih! Siapapun kau!!! Ah?! Namamu Eric ya? Walaupun seorang PK kau baik sekali!!!”


“Sering-seringlah kemari dan mentraktir kami! Kami akan selalu menyambutmu!”


Mereka semua meneriakkan rasa terimakasih mereka. Tapi bukan itu yang kuinginkan. Segera setelah itu, aku mengutarakan keinginanku.


“Sebagai gantinya, aku mencari seorang Player yang mau menjalankan sebuah misi yang berbahaya. Apakah ada yang mau menerimanya?”

__ADS_1


Mereka semua segera terdiam.


Dasar manusia sialan. Ketika menerima sesuatu yang gratis, mereka bersorak berbahagia. Tapi sekarang? Meskipun, aku sudah menduganya. Aku tidak terlalu berharap banyak sejak awal. Aku hanya mampir karena satu arah dengan Dungeon Origin.


Tapi tanpa kusangka. Seseorang berdiri dari kursinya.


“Ma-maafkan aku, tapi misi seperti apa itu Tuan Eric?” Ucap Pria itu.


Berkat pembantaian masal yang selalu aku lakukan kepada banyak Player dan NPC, namaku selalu terpampang dengan warna merah menyala di atas kepalaku. Bukan hal yang buruk, tapi aku harus menjaga Image ku agar tidak selalu diburu.


“Kau tertarik? Sebutkan namamu.” Ucapku dengan senyuman lebar.


“Arlond.”


Pada saat itulah, aku mulai bekerjasama dengan seseorang yang akan menjadi orang hebat di masa depan. Meski begitu, Ia selalu menganggap dirinya sebagai tokoh sampingan. Entah apa yang ada di pikirannya.


Segera setelah itu, kami berdua meninggalkan Tavern itu untuk mencari tempat yang lebih nyaman untuk membicarakan misi ini.


...***...


“Eeeeh?!!” Teriak Arlond seketika setelah mendengar penjelasanku.


“Hahaha…. Bagaimana menurutmu, Arlond?” Tanyaku sambil tertawa.


“Tu-tunggu dulu. Tapi bukankah itu tidak berbahaya sama sekali?” Tanya Arlond kebingungan.


“Hahaha! Itu hanyalah umpan untuk mencari orang pemberani. Jadi bagaimana?” Balasku singkat.


“Jadi…. Kau ingin aku membantu seluruh penduduk yang ada di wilayah Kerajaan Farna?”


Segera setelah itu, aku dan Arlond saling membagi informasi. Pada intinya, aku menginginkannya untuk menjadi sosok pahlawan yang menyelamatkan berbagai desa dan kota dari serangan monsterku.


Mereka akan meneror berbagai desa dan menyebarkan nama buruk bahwa Fraksi Bangsawan menyewa monster untuk menggulingkan tahta kerajaan.


Bagaimana pun, Fraksi Bangsawan saat ini sudah terlalu kuat. Aku harus segera melemahkannya.


Tak hanya itu, aku berencana untuk memberikan anggaran dana kepada Arlond. Dana itu akan digunakan untuk membagikan berbagai kebutuhan pokok pada penduduk desa dan kota yang ada di Kerajaan Farna.


Ini adalah rencana keduaku dalam seluruh konspirasi yang ingin kubuat. Jika dijelaskan secara sederhana....


Aku ingin menjadikan Arlond sebagai sosok seorang pahlawan yang sangat dihormati. Hingga akhirnya, harapanku Arlond mampu untuk menggantikan posisi Raja hanya dengan ketenarannya saja.


Tentu saja untuk merealisasikannya aku harus menghabisi para bangsawan dan keluarga kerajaan yang tersisa saat ini.


Lalu kenapa aku harus repot-repot seperti ini dan tidak mengambil alih Kerajaan Farna secara langsung dengan kekuatan militer?


Alasannya ada 2.


Yang pertama. Jika Kerajaan Suci Celestine mengetahui adanya pasukan monster dengan skala besar, maka mereka akan kembali bergerak dan memburuku. Dan kali ini, aku yakin mereka akan bergerak dengan kekuatan penuh.


Yang kedua. Mendirikan Kerajaan dari hasil peperangan seperti Chris membutuhkan dana yang sangat besar. Aku ingin menghemat pengeluaran 5 juta koin emas itu dengan cara menjadikan Agmar atau Arlond seorang Raja dari Kerajaan yang sudah ada.


Tentu saja, sebuah Kerajaan boneka yang ada dibawah naungan monster milikku nantinya. Tapi karena aku cukup ragu dengan Agmar, maka aku akan membuat kandidat kedua yang bernama Arlond ini.


Meskipun….


“Maafkan aku karena aku hanya bisa Log In selama 3 jam setiap harinya.”

__ADS_1


Itu adalah kabar yang cukup buruk. Untuk rencanaku ini, aku membutuhkan seseorang yang setidaknya bisa meluangkan lebih dari 8 jam setiap harinya.


Jika hanya menyelamatkan desa dari serangan monster sekali setiap minggu, maka aksi heroiknya takkan pernah terdengar oleh siapapun.


Oleh karena itu….


“Pekerjaan seperti apa yang kau lakukan di dunia nyata?” Tanyaku singkat.


“Ah, aku adalah seorang buruh pabrik. Meskipun bayarannya tidak seberapa tapi….”


‘Bruk!’


“Eh?!”


Aku menjatuhkan sekantung koin emas. Isinya lebih dari 5.000 koin emas. Dengan kata lain, $15.000 atau sekitar 150.000.000 Rupiah.


“Apakah masih kurang? Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak mau. Tapi aku akan bertanggungjawab atas dirimu yang mengundurkan diri dan memutuskan untuk membantu rencanaku.


Tak hanya itu, setelah semua selesai aku berjanji akan memberikan suatu tempat untukmu bekerja di perusahaanku jika kau mau.”


Aku pun menjelaskan situasinya dengan lebih detail. Termasuk, meminta keterangan mengenai identitas Arlond serta kondisinya di dunia nyata.


Aku juga menjelaskan mengenai diriku yang merupakan seorang pengusaha di Indonesia. Aku berencana untuk memberikan sebuah tempat untuk Arlond bekerja jika Ia memang menginginkannya.


Arlond adalah seorang Player dari Malaysia. Pekerjaannya sebagai buruh pabrik hanya menghasilkan uang sekitar 2000 Ringgit atau MYR. Dengan kata lain, sekitar 6 juta Rupiah setiap bulannya.


Melihat tawaranku untuk menghasilkan uang sebanyak gajinya selama 24 bulan hanya dalam sekejap? Tentu saja Ia tergiur. Akan tetapi….


"Kenapa aku?" Tanya Arlond.


Sialan. Sebenarnya aku tidak punya alasan khusus untuk itu. Tapi menjawab bahwa 'Aku memilihmu secara asal' juga akan terkesan buruk. Seperti menang undian saja. Oleh karena itu....


"Kau adalah orang yang cukup terkenal di daerah ini. Selain itu, sikapmu yang baik juga akan mendukung rencana ini. Aku yakin, jika dirimu maka rencana ini pasti akan berhasil.


Tentu saja jika yang mengajukan diri adalah orang yang tidak tepat, maka aku tidak akan pernah menawari pekerjaan ini sama sekali." Jelasku panjang lebar sambil menepuk bahu Arlond.


Tapi apa yang ada di hatiku cukup bertolak belakang dengan perkataanku.


'Apa yang barusan kukatakan?! Sejak kapan aku sepandai ini dalam memuji orang yang bahkan sama sekali tidak aku kenal?!' Teriakku dalam hati.


Tapi tak kusangka, Arlond tersenyum cukup lebar. Bahkan matanya nampak berbinar seakan terharu dengan perkataanku.


“Kalau begitu beri aku sedikit waktu untuk mengurus surat pengunduran diriku, Eric.” Ucapnya Arlond dengan gembira.


Ia segera mengambil kantung berisi 5.000 koin emas itu dan memasukkannya ke dalam Inventorynya. Jujur saja, itu adalah jumlah yang hanya ada di dalam mimpinya.


“Itu hanyalah uang muka saja. Aku akan memberikan lebih banyak lagi setelah kau mulai menjalankan rencanaku. Tentu saja, kau bisa kabur dengan membawa uang itu dan tidak kembali lagi. Tapi itu semua, aku menyerahkannya padamu.” Ucapku sambil mengotak-atik jendela menu yang ada di hadapanku.


[Apakah Anda yakin akan menambahkan Player : Arlond sebagai teman Anda?]


[Ya] [Tidak]


Hanya dalam sesaat, notifikasi sistem kembali muncul di hadapanku.


[Player : Arlond telah menerima permintaan pertemanan Anda!]


“Aku takkan melakukan hal serendah itu, Eric. Jika aku memang serendah itu, aku sudah akan menjadi seorang pencuri atau koruptor di dunia nyata.” Balas Arlond sambil menjabat tanganku.

__ADS_1


Mendengar perkataannya itu membuat diriku sedikit lega.


“Terimakasih, Arlond.”


__ADS_2