The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 54 - Pengembangan Dungeon 2


__ADS_3

Aku dan Elin duduk dengan wajah tegang di sebuah ruangan. Di dalam ruangan ini sangat panas karena bara api yang berkobar dari segala arah. Suara bising pukulan palu juga terdengar setiap saat. Ya, tempat ini merupakan tempat para pandai besi monster bekerja.


Para Goblin dan Kobold bekerja dengan keras menempa logam menjadi berbagai peralatan yang dibutuhkan. Cangkul, sekop, beliung, pedang, perisai, anak panah dan sebagainya. Tapi fokus kami berdua hanya kepada seekor monster saja. Atau mungkin lebih tepat jika kusebut seorang pengrajin?


[Tasmith, The Craftmaster]


[Level : 61]


Beberapa minggu telah berlalu sejak Tasmith berevolusi secara abnormal. Sejak saat itu Ia selalu bersama dengan Oliver untuk melakukan pembasmian Dungeon Orc secara rutin setiap hari. Jujur saja karena populasi monster yang terus meningkat membuatku ingin menemukan Dungeon baru untuk dijarah. Ah, maksudku dimanfaatkan.


Tapi aku tidak bisa serakah. Aku harus memanfaatkan apa yang kumiliki. Bahkan tanpa melangkahkan kaki pun kini levelku telah kembali ke angka 68. Level Elin juga telah meningkat menjadi 141. Tapi itu merupakan cerita untuk lain waktu.


Sekarang….


‘Ttraang!’


‘Ttraaaang!!’


Suara pukulan palu besi yang digunakan oleh Tasmith terdengar begitu nyaring. Tubuhnya yang kini lebih mirip seperti manusia akan tetapi terdapat beberapa karakteristik serigala nampak begitu keren saat memegang palu besi.


Seperti yang dideskripsikan oleh Trait miliknya, Ia benar-benar mengorbankan banyak sekali waktu dan tenaga untuk setiap pekerjaannya. Karena itulah aku menugaskan dirinya yang baru menyelesaikan pelatihan di Dungeon Orc untuk membuat sebuah Smithing Hammer.


Aku ingin mereka memiliki palu yang lebih baik. Menurut penjelasan Elin, semakin tinggi kualitas palu yang digunakan maka kualitas item yang dihasilkan juga akan semakin meningkat.


30 jam lebih telah berlalu sejak Tasmith menempa Smithing Hammer. Tapi belum nampak tanda-tanda bahwa pekerjaannya akan segera selesai. Aku dan Elin yang hanya duduk menunggu selesainya palu itu juga tak hanya diam. Saat Mana telah cukup, aku memanggil Kobold yang baru.


Kenapa aku hanya diam menunggu Tasmith? Tentu saja karena efek dari skill Master of the Monster yang meningkatkan status monster yang ada di dekatku. Efeknya akan menghilang jika aku berjauhan dengan Tasmith.


Hingga pada akhirnya… setelah 40 jam lebih….


“Aku telah menyelesaikan pekerjaanku.” Ucap Pria yang tak lain adalah Tasmith.


Aku dan Elin yang sudah mati oleh rasa kebosanan telah lama berbaring dan menonton MeTub.


“Ah? Sudah selesai?!” Teriak Elin mendengar perkataan Tasmith.


Aku yang mendengar teriakan Elin juga segera bangun dan melihat palu buatannya.


Bahan yang digunakan adalah Mithril. Elin membelinya melalui fitur Auction di Kota beberapa hari yang lalu. Harganya? Luarbiasa mahal. Hanya untuk memenuhi kebutuhan pembuatan 1 palu, Elin menghabiskan lebih dari 2.000 koin emas! Karena takut akan rugi, Elin hanya membeli untuk 1 palu saja.


“Bagaimana hasilnya? Aku mohon semoga tidak terlalu jelek….” Ucap Elin sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. Matanya tertutup seakan tidak mau melihat kenyataan yang pahit.


Tapi aku tahu. Bahkan tanpa melihat status item itu secara langsung, aku yakin palu yang dihasilkan cukup bagus.


[Mithril Hammer of Smithing]

__ADS_1


[Rarity : Unique]


[Pembuat : Tasmith]


[Atribut]


Attack Power : 1.250 – 1.700


Attack Speed : - 20%


Dexterity : + 30%


Stamina : + 20%


[Efek Khusus]


Great Hammer of Smithing


Efek : Meningkatkan kualitas item yang dibuat sebesar 25% dan seluruh atribut item sebesar 33%. Peluang memberikan efek khusus pada item yang dibuat meningkat sebesar 10%.


Aku yang tidak memahami mengenai skill pandai besi hanya bisa terkagum pada atribut yang dimiliki. Tapi berbeda denganku, Elin nampak sangat bahagia melihat item ini.


“Eric! Kita akan menjadi sangat kaya dalam sekejap!” Teriaknya.


“Hah? Apa maksudmu, Elin?”


“Lalu bagaimana dengan Aamori? Bukankah item buatan pandai besi legendaris itu jauh lebih mengerikan?” Balasku.


Ya, item yang dibuat oleh Aamori sangatlah mengerikan. Beberapa hari yang lalu, Chris mengirimkan sebuah deskripsi item. Dia meminta Aamori untuk membuatkan pedang besar dengan menggunakan Mithril dan juga Black Iron.


Hasilnya? Mungkin akan aku bahas lain waktu. Tapi tentu saja rarity item itu berada di tingkat Legendary. Kemampuan pedang besar itu seakan membuat pisau daging yang dibuat sebelumnya seperti mainan anak-anak.


Itulah kekuatan yang sebenarnya dari seorang pandai besi legendaris. Oleh karena itu, aku tidak yakin bahwa item buatan Tasmith mampu menyainginya di pasar.


“Apakah kau sudah melupakan sesuatu Eric?” Tanya Elin sambil tersenyum.


“Melupakan apa memangnya? Bukankah kau sendiri juga melihat status item buatan Aamori?”


“Ya, aku tahu. Tapi kau lupa bahwa Chris mengeksploitasi Aamori untuk Guildnya sendiri. Dengan kata lain, hanya anggota Guild Salvation dan kita berdua yang bisa memesan item buatan Aamori. Lalu bagaimana dengan Player yang lain?” Tanya Elin sambil menyilangkan kedua lengannya.


Dengan pernyataannya, aku menjadi paham maksud Elin.


Guild Salvation akan menguasai dunia permainan ini dengan item legendaris.


Sementara itu, pemain lainnya hanya bisa bermimpi untuk memperoleh item yang kuat.

__ADS_1


“Jika item Aamori tidak dijual di pasaran, sementara Player lain mengetahui kekuatan item yang dimiliki oleh Guild Salvation maka…. Item Unique milik Tasmith akan laku keras tanpa pesaing!” Teriakku setelah menyadari hal itu.


“Benar sekali, Eric. Kita tidak akan memiliki banyak pesaing. Sebagian besar pandai besi selain Aamori hanya mampu menciptakan item tingkat Unique sesekali, bahkan dengan palu yang bagus. Sementara itu, Tasmith mampu menciptakan item tingkat Unique hanya sekali percobaan dengan palu besi seadanya.” Jelas Elin.


“Penyebab perbedaannya sangat jelas yaitu Dexterity yang dimiliki Tasmith sangat tidak masuk akal. Coba bayangkan item seperti apa yang dapat dibuat oleh Tasmith dengan gabungan antara Dexteritynya yang gila serta palu yang sangat bagus?” Lanjut Elin.


“Dia akan mampu menghasilkan item yang hampir menyamai buatan Aamori?”


“Yah, kalau itu sepertinya tidak mungkin. Selisih antara Legendary dengan Unique sangat besar. Tapi setidaknya kita akan mampu membuat item yang sangat kuat di pasaran!” Jawab Elin sambil mengepalkan tangan kanannya.


Semuanya telah diputuskan saat itu juga. Tasmith akan menjadi pemimpin para pandai besi dan membuat item tingkat tinggi. Setelah itu, Elin kembali pergi ke kota untuk membeli lebih banyak Mithril. Ia berencana untuk menghabiskan seluruh sisa uangnya demi Mithril. Ya, mengingat kemampuan Tasmith, aku yakin Elin akan memperoleh keuntungan yang sangat besar.


“Tasmith, kau telah menciptakan sebuah item yang sangat luarbiasa! Aku kagum atas pekerjaanmu! Sebagai hadiah, mulai hari ini kau akan menggunakan palu itu sebagai teman kerjamu.” Ucapku kepada Tasmith yang hingga saat ini masih berlutut sambil memegangi palu itu.


“Sungguh hadiah yang luarbiasa, Tuan Eric. Aku, Tasmith akan bekerja dengan lebih keras lagi dengan palu ini.” Balasnya. Ia pun segera berdiri.


“Jika diperbolehkan, aku ingin beristirahat sebentar Tuan Eric.” Lanjut Tasmith.


Ya, aku paham bahwa Tasmith tidak memiliki bakat. Oleh karena itu, Ia menukarnya dengan kerja keras yang tak dapat dibayangkan oleh orang lain. Ia bahkan tidak tidur selama 40 jam menempa palu itu.


Sejujurnya, aku merasa sangat kasihan kepadanya. Bukankah jika diteruskan seperti ini, dia bisa mati? Tentu saja aku tidak ingin kehilangan orang luarbiasa sepertinya.


“Tasmith. Mana yang lebih kau sukai untuk menjadi pelayanmu? Goblin atau Kobold?” Tanyaku kepada Tasmith tanpa menjawab permintaannya.


“Jika diperbolehkan untuk memilih, saya akan memilih Goblin.” Jawabnya singkat.


“Baiklah kalau begitu….”


Aku pun segera menggunakan skill Summoning milikku. Manaku yang selalu terhubung dengan Elin seakan tak mengenal kata istirahat.


Setelah animasi lingakaran sihir yang muncul di hadapanku berakhir, 5 ekor goblin muncul dari balik cahayanya.


“Kalian berlima akan menjadi pelayan Tasmith. Tugas kalian adalah memenuhi kebutuhannya. Dan juga untuk Tasmith, manfaatkanlah mereka sesuka hatimu. Aku mohon jangan sampai kerja kerasmu membuat dirimu tumbang. Sekarang, beristirahatlah.” Ucapku kepada Tasmith.


Mendengar perkataanku, Tasmith kembali berlutut di hadapanku. Di balik tampangnya yang sangar, terlihat tetes air mata darinya dan sebuah kalimat yang cukup sederhana.


“Terimakasih, Tuanku. Aku akan melayanimu dengan lebih baik lagi.”


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...

__ADS_1


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...


__ADS_2