
“Jadi ini kekuatan legendaris yang diimpikan oleh Obelisk ya?” Ucapku pada diriku sendiri.
Aku pun memutuskan untuk mengelilingi ruangan yang penuh harta ini. Jujur saja melihat harta sebanyak ini membuatku ingin mengambil semuanya. Tapi apakah hal itu baik untuk dilakukan? Mengingat bahwa Obelisk baru saja mempercayakan kepadaku kekuatannya.
Aku rasa tidak.
Setelah beberapa jam mengelilingi ruangan harta ini aku pun mulai memahami sedikit mengenai Obelisk. Jika dilihat dari kekayaannya saja, dia sudah pasti merupakan orang yang sangat hebat di masa lalu.
Akan tetapi sejak kekalahannya melawan Raja Iblis Belphegor, Ia telah lama mati dan kehilangan hampir seluruh kekuatannya.
“Totalnya mencapai ratusan ribu koin emas?” Tanyaku pada diriku sendiri.
Tentu saja aku tidak menyebut secara asal. Sistem yang selalu muncul di hadapanku yang memperhitungkan perkiraan seluruh emas yang ada di sini, beserta seluruh artifak dan item-item yang ada.
Setelah puas melihat-lihat, aku memutuskan untuk merapikan tempat ini. Jubah dan zirah emas yang sebelumnya digunakan oleh Obelisk tergeletak di lantai karena tubuhnya menghilang. Aku memutuskan untuk meletakkannya di meja emas yang ada di samping ruangan ini. Jumlahnya ada banyak dan dipenuhi perhiasan.
Tapi aku tidak ingin mengambilnya. Memangnya kenapa jika aku punya banyak uang? Bukankah aku sudah memiliki semua yang aku butuhkan?
Meski berkata seperti itu, mataku tertuju pada suatu item yang melayang-layang di sebelah singgasana emas milik Obelisk.
Sebuah tongkat sihir yang nampaknya terbuat dari bahan logam berwarna hitam pekat. Strukturnya sangat indah dengan alur-alur yang berwarna biru menyala di seluruh tongkat itu. Di ujung tongkat terdapat sebuah batu sihir berwarna merah menyala yang seakan digenggam oleh tangan dari tongkat itu.
“Hmm…. Mungkin aku boleh meminjamnya? Tentu saja boleh kan ya, Obelisk? Lagipula aku tidak akan menyentuh barang yang lain! Hahaha…. Bercanda, aku hanya akan melihat statusnya saja.” Ucapku pada diriku sendiri.
Seketika aku terkejut setengah mati saat melihat status dari tongkat sihir itu.
[Obelisk’s Staff ]
[Rarity : ???]
[Pembuat : Obelisk]
[Atribut]
Magic Power : ???
Casting Speed : ???
Maximum Mana : ???
Mana Regeneration : ???
INT : ???
[Efek Khusus]
???
[Deskripsi]
Sebuah tongkat sihir dengan alur misterius. Dibuat oleh Obelisk. Informasi tambahan tidak diketahui.
“Seakan-akan Obelisk berkata bahwa aku tidak boleh menggunakannya, hahaha…. Tapi, siapa sebenarnya Obelisk?”
Aku mulai bertanya pada diriku sendiri. Dari penampilannya dia sangat mirip dengan manusia. Tidak, aku sangat yakin bahwa dia hanyalah manusia.
__ADS_1
Tapi seorang manusia yang mampu hidup ribuan tahun? Bukankah NPC juga memiliki umur yang sama dengan manusia di dunia nyata? Lagipula dia berkata bahwa dia melawan Raja Iblis? Siapa sebenarnya dia?
Sambil memusingkan hal yang seharusnya tidak kupikirkan, aku meninggalkan ruang harta itu. Setelah memasuki gua yang dibuat oleh minotaur raksasa itu, seluruh api yang ada di ruangan mati. Jujur saja aku merasa seperti di dalam game horror saat ini.
Aku pun mencoba untuk memasuki ruang itu kembali. Akan tetapi api yang sebelumnya menyala tidak kembali berkobar. Bahkan harta yang telah kurapikan juga hilang.
Benar saja, seluruh harta yang ada di sana menjadi tak terlihat dan seperti ruangan biasa. Kini aku yakin bahwa apa yang aku lihat sebelumnya adalah semacam sihir ilusi yang diproyeksikan oleh sisa mana milik Obelisk.
“Jadi dia hanya memperlihatkan masa kejayaannya kepadaku? Entahlah.”
Aku pun berjalan mengikuti terowongan hasil galian minotaur itu untuk kembali ke kota monsterku.
...***...
“Eric! Dimana kau!” Teriak Elin sesaat setelah Log In ke dalam Re:Life.
Akan tetapi tidak ada jawaban. Bahkan goblin yang ada di sekitarnya hanya terdiam dan menatap tanah.
“Oi! Apa yang terjadi?” Tanya Elin kepada salah satu goblin yang lewat di depannya. Tampaknya Ia belum mampu berbicara dan hanya meminta Elin mengikutinya dengan arahan tangan.
“Oliver? Ada apa?” Tanya Elin setelah sampai di perbatasan antara wilayah tambang dan Dungeon Orc.
“Aku telah gagal melindungi Tuan, Eric.” Jawab Oliver dengan tubuh lemas dan wajah yang menghadap ke tanah.
“Uh, kau tahu kalau kami berdua tidak bisa mati kan? Ayolah berhenti merengek dan katakan apa yang terjadi.” Balas Elin dengan sinis.
“Meskipun Tuan Eric dan Nona Elin dapat hidup kembali, terdapat harga yang besar yang harus dibayarkan untuk itu. Maka dari itu kegagalanku untuk melindungi Tuan Eric….” Jawab Oliver dengan tubuh yang semakin lemas.
‘Goblin ini…. Bukan, apakah NPC memahami konsep player yang menerima penalti ketika mati?’ Pikir Elin dalam hati. Wajar saja karena Oliver hanyalah seekor goblin dengan bekal kecerdasan NPC. Memahami konsep Player seharusnya cukup sulit baginya.
“Baiklah, aku akan menghukummu nanti setelah….”
[Goblin Lord, Oliver]
[Rarity : Normal]
[Trait]
[Genius] Rating : SS
Oliver merupakan seorang jenius yang telah melampaui batasan seekor goblin biasa. Kerja kerasnya selama melayani kedua Tuannya telah menumbuhkan bakat yang luarbiasa.
Efek : Meningkatkan perolehan EXP sebesar 250%, meningkatkan kecerdasan NPC secara signifikan
[Painfull Loss] Rating : A
Oliver telah mengalami kehilangan yang sangat menyakitkan ketika gagal melindungi Tuannya. Rasa sakit itulah yang akan memupuk bakat yang dimilikinya ke tingkat yang lebih tinggi.
Efek : Meningkatkan Rating sebuah Trait yang dimiliki sebanyak 1 tingkat.
“K-kau…. Apakah Quick Learner miliknya telah berevolusi menjadi Genius?” Ucap Elin pada dirinya sendiri.
Quick Learner memiliki efek yaitu meningkatkan perolehan EXP sebesar 100% tapi hanya sebatas itu.
Sedangkan Trait baru yang dimiliki oleh Oliver juga meningkatkan kecerdasannya sebagai individu secara signifikan. Oleh karena itu Oliver kini memiliki tingkat kecerdasan AI yang lebih tinggi.
__ADS_1
Belum selesai kebingungan, tiba-tiba sesosok Pria muncul di balik dinding yang memisahkan tambang dan Dungeon Orc.
“Ah, Elin. Apa kabar? Eh? Kenapa kalian terlihat begitu serius?” Ucap Eric dengan nada santai.
“Eric? Apakah itu kau?”
“Tuan Eric! Maafkan Saya karena telah gagal melindungi Anda!”
“Hentikan itu, Oliver. Aku tidak terluka sama sekali. Selain itu…. Elin, aku ingin membicarakan suatu hal denganmu.”
Aku pun pergi meninggalkan area tambang itu dan kembali ke kota bersama dengan Elin dan Oliver. Kami memutuskan untuk melakukan pembicaraan serius di salah satu ruangan kosong di kota. Setelah beberapa penjelasan singkat, aku mampu memahami situasi yang sedang terjadi.
“Penguasa Dungeon Legendaris? Apakah yang kau maksud itu aku?” Tanyaku kebingungan kepada Elin.
“Ya! Semua orang melihat notifikasi sistem itu, bahkan kini berita mengenai notifikasi itu sedang dibahas di seluruh dunia!” Jawab Elin.
Oliver yang dari tadi hanya berdiri di sampingku terdiam tanpa sepatah kata. Akan tetapi raut wajahnya nampak sangat serius dan mendengarkan seluruh obrolan kami.
“Ya, memang aku memperoleh suatu notifikasi yang menjelaskan aku bisa menggabungkan skill. Hasilnya adalah skill ini. Tapi tak kusangka bahwa hal tersebut akan diberitakan oleh sistem.”
“Tentu saja akan diberitakan! Apakah kau sudah lupa soal Aamori sang pandai besi legendaris?” Teriak Elin.
“Ah, benar juga. Aku nampaknya sedikit lupa mengenai hal itu. Hahaha….”
“Jadi…. Apa rencanamu setelah ini, Eric?”
“Pertama adalah aku ingin mengembangkan kota ini menjadi Dungeon pertama. Aku membutuhkan setidaknya 50 ribu koin emas untuk mengaktifkan skill itu.” Jawabku dengan rinci.
“Hmm…. Nampaknya biaya yang dibutuhkan terlalu besar. Bagaimana ini….” Elin mulai menggigit jarinya sambil berpikir keras.
“Penghasilan kota ini mencapai 200 koin emas setiap harinya. Di ruangan harta kota ini terdapat simpanan sebesar 6 ribu koin emas. Jika menunggu mungkin kita bisa memperoleh 50 ribu koin emas setelah sekitar 200 hari waktu dunia Re:Life atau 20 hari dunia nyata.” Jawabku tanpa menunggu Elin.
“Hah? Apa yang kau katakan, Eric?”
“Sudah kubilang jika hanya menunggu penghasilan kota ini kita butuh sekitar 7 bulan waktu dunia ini.” Jawabku singkat.
“Bukan itu…. Sejak kapan kau bisa mengetahui hal-hal itu?” Tanya Elin dengan wajah kebingungan.
“Aku menanyakannya pada Oliver.”
“Ah sudahlah…. Tapi jika menunggu selama itu….” Elin menghela nafasnya mengetahui bahwa kami membutuhkan waktu lama untuk mencoba suatu skill.
“Bagaimana kalau kita bekerjasama dengan Chris?” Ucapku memberi usulan kepada Elin.
“Eric…. Bisakah kau tidak mengambil peranku dalam berpikir?”
“Ah… maaf.”
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
__ADS_1
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...