
...Di Dunia Nyata...
Suatu kehebohan sedang terjadi hampir di seluruh dunia. Seluruh channel dan saluran televisi yang menyiarkan Re:Life membahas hal yang sama.
Ya, apalagi jika bukan tentang Eric sang pemanggil monster.
“Aku tak menduga, orang itu memanfaatkan Kerajaan Farna yang sedang melemah. Dia bahkan berpura-pura baik di hadapan semua orang! Meski begitu…. Kelakuannya sungguh tak bisa dimaafkan! Dia telah membantai puluhan desa dengan pasukan monster Goblin miliknya!” Teriak seorang narasumber ketika sedang diwawancarai.
“Lalu, menurut Anda bagaimana sebaiknya kita menyikapi tentang Player yang bernama Eric ini?” Tanya pembawa acara itu.
“Tunggu apa lagi?! Kita harus membunuhnya bersama-sama! Jika dibiarkan lebih lama lagi, orang itu bisa saja menyiapkan pasukan monster yang lebih besar lagi dan menghancurkan seluruh dunia!”
Tak hanya dalam acara itu saja….
“Aku telah membangun lahan gandum yang bagus di salah satu desa itu! Tak pernah ku sangka bahwa dia akan menghancurkannya begitu saja! Kembalikan uangku! Kau dengar itu, Eric?!”
“Ya! Aku baru saja akan berpetualang bersama dengan salah satu warga desa! Kami cukup dekat tapi kau malah membunuhnya begitu saja!”
“Kembalikan toko senjataku, Eric!”
“Kami tahu kau sangat kaya kan! Kalau begitu segera lah ganti rugi! Jika tidak kami akan terus menerus memburumu!”
Seluruh hujatan terlontar kepada Eric. Hampir seluruh pemain di dunia membencinya. Mereka bahkan berencana untuk bekerjasama untuk mengalahkan dan menghentikan Eric.
Akan tetapi….
Salah satu MeTuber paling terkenal justru menyatakan hal yang sebaliknya.
“A-apa yang kau katakan, Nico?!” Teriak pembawa acara itu.
“Sudah ku katakan, aku tak bisa mempercayai sumber informasi itu. Mempercayai perkataan monster? Apakah kalian semua sudah kehilangan akal?” Balas Nico dengan tatapan sinis.
Sang pembawa acara dan seluruh kru berita itu pun terdiam setelah mendengar perkataan Nico.
Segera setelah itu, Nico melanjutkan perkataannya.
“Eric adalah seorang penyihir. Hal itu tak lagi bisa diragukan. Aku bahkan memiliki rekaman ketika Ia bertarung dengan pendekar tombak legendaris itu.” Ucap Nico.
Tapi seakan ingin Nico mengatakan bahwa dia mendukung pernyataan bahwa Eric adalah seorang pemanggil monster yang keji….
__ADS_1
“Tapi hal itu tak bisa membuktikan bahwa Eric bukanlah sang pemanggil monster! Kenapa kau tidak….”
Tapi sebelum sempat menyelesaikan perkataannya, Nico segera memotongnya secepat kilat.
“Jika Eric memang seorang pemanggil monster yang kejam, kenapa dia menolong Pelabuhan Tortuga? Kenapa dia tidak menggunakan monsternya untuk melawan pendekar tombak legendaris itu? Kenapa dia susah payah melakukan semua itu jika hanya untuk menghancurkan kerajaan yang dia bantu?”
Penjelasan Nico tak hanya masuk akal, tapi hampir tidak mungkin untuk dibantah.
Pada akhirnya, pembawa acara itu mengakhiri sesi tanya jawab sebagai bentuk pengusiran yang halus.
Nico pun menerimanya dengan perasaan penuh kekesalan.
‘Eric…. Aku percaya bahwa kau bukanlah orang seperti itu. Meskipun kau memang pemanggil monster, tak mungkin orang secerdas dirimu akan melakukannya dengan seburuk ini. Seakan…. Kau ingin ditangkap basah oleh semua orang.’ Pikir Nico dalam hati.
Bersamaan dengan hal itu, rasa penasaran Nico memuncak. Ia memutuskan untuk menemukan Eric dan melakukan wawancara secara khusus mengenai semua hal yang sedang terjadi ini.
...***...
...Wilayah Kerajaan Farna...
...Kota Forgia...
...Ruang Tahta...
“Eksekusi kau bilang?!” Teriak Arlond kesal.
Eksekusi adalah salah satu mode hukuman atau penalti yang diberikan kepada Player maupun NPC. Akan tetapi, hukuman ini lebih fokus untuk membuat Player yang jahat atau berperilaku buruk jera.
Hukumannya?
Bisa dimulai dari restriksi Log In selama puluhan hari hingga Banned atau penghapusan akun secara permanen. Meskipun terdengar biasa, tapi Player yang terkena hukuman terbesar yaitu Banned tidak akan bisa memainkan lagi game Re:Life seumur hidupnya.
Itu karena seluruh informasi mengenai data karakter dan data pemain asli di dunia nyata tercatat dengan baik oleh sistem. Jika mereka mencoba untuk membuat akun baru, sistem akan dengan tegas menolaknya.
Oleh karena itu, hukuman eksekusi secara publik atau terbuka sangatlah mengerikan.
Tentu saja. Semua itu hanya bisa berlaku jika Player yang dihukum benar-benar terbukti bersalah. Jika tidak, hukuman dapat ditangguhkan atau digagalkan.
Kembali ke ruang tahta….
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak, Arlond segera memutuskannya.
“Pasukan kita hanya tersisa sedikit saja. Bayar Guild Petualang untuk memberikan Quest kepada para Player. Mereka harus menjaga beberapa Desa dan Kota di Wilayah Barat dan Utara. Imbalannya, mungkin 20 hingga 30 koin emas untuk tiap minggu mereka berjaga.” Jelas Arlond sambil memanggil Menteri Keuangan.
“Ta-tapi itu akan memboroskan anggaran dan….”
Tanpa berkata, Arlond hanya memelototi Menteri itu.
“Sesuai dengan keinginan Yang Mulia.” Lanjut Menteri itu sambil membungkukkan badannya.
“Yang terpenting adalah keselamatan Kerajaan ini.” Ucap Arlond sambil menyiapkan kantong uang yang sangat besar.
Pada saat itulah, Arlond menghabiskan lebih dari 500.000 koin emas hanya untuk membayar para Petualang menjaga desa-desa di berbagai wilayah.
...***...
...Di Suatu Hutan...
‘Grak! Grak! Grak!’
Suara langkah 8 orang petualang melintasi hutan ini terdengar begitu jelas.
“Kenapa kita mengambil Quest ini?” Ucap salah seorang petualang dengan perlengkapan penyihir itu.
“Tentu saja karena sangat mudah dan bayarannya banyak. Tak perlu berpikir, kita hanya perlu menjaga wilayah di sekitar sini dari monster abnormal.” Balas sang Ksatria. Ia nampak mengalihkan pandangannya ke berbagai tempat untuk mencari sesuatu yang ganjil.
“Tapi bagaimana jika kita bertemu dengan Eric? Bukankah dia sangat kuat? Tak hanya itu, dia juga bisa memanggil monster dalam jumlah yang besar kan.” Ucap salah seorang dengan busur panah berwarna hijau.
“Jangan berbicara seperti itu. Bagaimana jika kita cukup sial dan benar-benar bertemu dengannya?!”
“Tapi…. Entah kenapa aku merasa Eric bukanlah orang yang melakukan ini. Kenapa dia menyerang Kerajaan yang telah susah payah dia tolong? Bukankah beberapa waktu yang lalu dia menyumbangkan lebih dari 1 juta koin emas kepada Kerajaan ini secara terbuka?” Tanya sang penyihir.
“Aku tak tahu apa motifnya tapi lebih baik kita bersiaga.”
Pada saat itulah, tanpa regu itu sadari terdapat seseorang yang sedang mengintai dari kegelapan hutan itu.
Dengan rambut merahnya yang bergerak kesana kemari karena terpaan angin, Ia tersenyum lebar.
‘Eric…. Sebentar lagi reputasimu akan hancur berkeping-keping! Segera setelah itu, aku akan menikmati kerajaan yang kosong ini serta meniru skill Necromancer milik Evan di Kota Lesta!’ Pikir Scarlet dalam hati dengan wajah yang tersenyum lebar.
__ADS_1
‘Citt!! Citt!!’
Seekor kelelawar yang entah datang darimana, nampak segera terbang dan menjauh dari tempat itu. Dengan ukuran tubuh yang cukup kecil membuat tak seorang pun menyadari kehadirannya.