The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 224 - Elin Vs Ilham


__ADS_3

Di tengah pegunungan bersalju ini, nampak sosok dua orang pemain yang berdiri saling berhadapan. Meski begitu, jarak antara mereka berdua cukup jauh yaitu sekitar 50 meter.


Di sisi sebelah Selatan, nampak seorang wanita dengan postur tubuh yang cukup kecil. Ia memiliki rambut berwarna merah yang cukup indah dengan telinga runcing yang cukup panjang.


Perlengkapannya nampak cukup sederhana yaitu sebuah set zirah ringan Scale Armor, dengan dua buah belati hitam dengan corak merah seperti petir.


Sedangkan di sisi sebelah Utara, nampak seorang Pria berbadan cukup besar yang dilengkapi zirah kelas berat.


Ia nampak menggunakan zirah berbahan Mithril yang cukup mengkilap itu hingga menutupi seluruh tubuhnya. Bahkan helem yang Ia kenakan menutupi seluruh kepalanya dan hanya menyisakan sedikit untuk penglihatan di bagian matanya.


Setelah beberapa saat berlalu, sebuah kubus dengan tulisan [GO] berwarna hijau itu pun menyala dan berbunyi cukup keras.


Elin nampak melesat dengan langkah pendeknya yang cepat itu ke arah Ilham.


Sementara itu, lawannya hanya berdiam diri sambil mengeluarkan sebuah perisai dengan tinggi yang setara dengan tinggi badannya itu.


Perisai besar dan tebal itu Ia letakkan di tanah dan dipegang dengan tangan kirinya.


Sedangkan tangan kanannya nampak memegang sebuah gada yang memiliki banyak duri yang tajam di seluruh sisinya.


'Zraat! Zraaat!! Zraaaaat!!!'


Elin terus menerus mengayunkan belatinya sebagai usahanya untuk menebas tubuh Ilham. Akan tetapi kenyataan berkata lain. Pertahanan Ilham yang begitu kokoh nampaknya tak semudah itu untuk ditembus.


Dan semua itu....


Terlihat dengan jelas dari notifikasi sistem yang muncul.


[Anda telah memberikan 8 damage!]


[Anda telah memberikan 11 damage!]


[Anda telah memberikan 7 damage!]


'Sialan! Apa-apaan pertahanan itu?!' Teriak Elin dalam hatinya dengan penuh kesal.


Damage itu adalah damage terbesar yang dapat Elin berikan meskipun telah melewati hadangan perisai besar milik Ilham.


"Ada apa Elin? Tak bisa menembus pertahananku? Kalau begitu...." Ucap Ilham dengan ekspresi yang entah seperti apa. Itu semua karena wajahnya tertutupi oleh helemnya yang begitu tebal.


Sesaat setelah mengatakan hal itu....


'Blarrrr!!!'


Ayunan gada milik Ilham menghantam tanah dan menciptakan kerusakan yang cukup besar.


Gada yang seharusnya mengenai Elin itu mampu Ia hindari dengan begitu mudahnya karena kecepatannya yang begitu tinggi.


Setelah menyadari bahwa Elin tak bisa menembus pertahanan Ilham, Ia pun mundur dan mengubah senjatanya.


Kini Ia menggunakan [Crimson Blood Dagger] di kedua tangannya.


"Hooo? Mengganti senjata ke yang lebih kuat? Usaha yang bagus tapi kurasa itu juga akan sia-sia." Ucap Ilham seraya ingin memprovokasi Elin.


Akan tetapi Elin tetap diam.


Dalam pikirannya....

__ADS_1


'Hanya satu tusukan. Jika aku bisa menembus zirah tebalnya itu walaupun hanya satu kali....'


Pertarungan yang sama sekali tak membuahkan hasil bagi kedua belah pihak pun terus berlanjut selama lebih dari 5 menit.


Di satu sisi, Elin hanya mampu memberikan damage sebesar 1 digit yang dapat diregenerasi dengan segera oleh Ilham.


Akan tetapi di sisi lain, Ilham tidak dapat mendaratkan serangan satu kali pun ke arah Elin karena perbedaan Agility dan kecepatan gerak yang sangat jauh.


Hingga akhirnya....


Suatu hal yang berada di luar dugaan mampu menggeser keseimbangan pertarungan ini.


'Jleeeebb!!'


Elin berhasil menusukkan belatinya ke tubuh Ilham melalui satu-satunya tempat yang menjadi kelemahannya.


Yaitu melalui celah kecil pada helemnya yang berfungsi untuk penglihatan Ilham.


Pada saat itu juga, notifikasi sistem yang muncul telah menentukan segalanya.


[Anda telah memberikan 8.535 damage!]


[Target telah mengalami Extreme Bleeding karena efek dari Crimson Blood Dagger!]


[Target akan menerima 4.000 damage per detik!]


Kini, pandangan Ilham didominasi oleh warna merah karena pendarahan hebat yang terjadi pada mata kirinya.


'Nampaknya aku lengah. Tapi jika dengan segera menggunakan Heal dan Cure maka....'


Sebelum sempat menyelesaikan perkataannya dalam hati dan menggunakan skill tersebut, Elin telah bergerak terlebih dahulu.


Seketika dalam radius puluhan meter, tercipta sebuah zona kekeringan Mana yang menyebabkan seluruh MP selalu berada di angka 0.


Termasuk Elin sendiri.


Meski begitu Elin cukup tenang. Itu semua dikarenakan kemampuannya sebagai Assassin, serta Basic Status miliknya yang sangat tinggi memungkinkan Elin untuk bertarung bahkan tanpa skill sama sekali.


Sedangkan Ilham yang memiliki status terfokus pada Vitality dan Stamina, membuat dirinya kebingungan karena sama sekali tak bisa menggunakan skill.


Ilham yang sejak tadi terus menerus menggunakan skill serangan dan juga Buff tentu saja kaget dengan hal ini.


Jika dengan semua itu Ia masih tak bisa mengenai Elin....


'Bagaimana caraku untuk.... Tunggu....' Ucap Ilham dalam hati sambil melihat ke arah kejauahan.


Pada jarak sekitar 25 meter, Ia melihat sebuah harapan. Sebuah harapan untuk mengembalikan Mana Point miliknya karena terlihat zona kekeringan Mana ini berakhir.


Sebuah batas dengan jelas terlihat, seperti sebuah garis tipis yang memisahkan antara zona kekeringan Mana dengan zona pertarungan bersalju ini.


Ilham pun dengan segera berlari ke satu arah untuk keluar dari zona ini.


Akan tetapi karena pikirannya terlalu fokus pada suatu hal, Ia melupakannya.


Melupakan musuh yang seharusnya Ia kalahkan.


Secara tiba-tiba, Elin muncul dari balik tebalnya salju tepat di arah Ilham berjalan.

__ADS_1


Semenjak Ia menggunakan skill Mana Depletion, Elin segera bersembunyi di bawah lapisan saju yang cukup tebal itu.


Menunggu saat yang tepat.


Dan saat yang ditunggu-tunggu itu pun tiba.


Ia segera melompat dan melesan dengan sangat cepat ke arah Ilham. Tidak....


Lebih tepatnya ke arah helem Ilham.


Elin kembali berhasil menusukkan belatinya melalui celah kecil itu. Akan tetapi saat ini bukan hanya satu belati. Melainkan keduanya.


Setelah menancapkannya di lokasi kedua mata Ilham, Elin segera menariknya kembali dan memberikan efek [Extreme Blood Loss] yang kini membuat Ilham kehilangan 10.000 Health Point setiap detiknya.


Ilham pun segera melempar perisai besarnya dan berlari sekuat tenaga untuk kabur dari zona ini dan menggunakan skill Heal untuk menyembuhkan dirinya sendiri.


Hal yang wajar karena penggunaan Potion dilarang dalam PVP dan semua Player tidak dapat mengakses Item yang sangat berguna itu.


Oleh karena itu, harapan Ilham untuk menyembuhkan HP miliknya adalah dengan skill Heal.


Akan tetapi, Elin tentu saja menyadari hal itu.


Ia segera berlari ke arah yang sama dengan Ilham. Setelah melewatinya, Elin dengan segera membalik badannya dan menendang Ilham sekuat tenaga dengan kedua kakinya.


'Braaakk!'


Ilham pun terlempar sejauh 5 meter dan kini tersungkur di tanah. Pada saat akan berdiri kembali, kini dua buah belati berwarna merah darah yang terang itu berhasil menembus zirah yang ada di punggungnya.


'Jadi itulah kenapa kau terus mengincar bagian itu?' Ucap Ilham dalam hati.


Sejak awal, Elin terus menerus menyerang satu titik yang sama. Yaitu bagian punggung Ilham.


Pada awalnya, Ilham mengira bahwa itu karena Elin berusaha untuk melewati hadangan perisainya.


Akan tetapi kenyataannya jauh dari itu.


Elin berniat untuk mengurangi durabilitas zirah Ilham pada bagian itu, membuatnya mampu untuk menembusnya setelah dirusak karena tusukan dan tebasan berkali-kali.


Pada akhirnya....


Ilham menerima damage yang tak terlalu tinggi, akan tetapi efek [Extreme Blood Loss] itu kini menggerogotinya dengan 18.000 damage per detik.


Meskipun Ia memiliki Health Point sebesar 1.650.000 sekalipun, Ilham akan segera mati dengan cepat atau lambat.


Ilham terus berusaha untuk keluar dari zona kekeringan Mana ini.


Akan tetapi Elin terus menerus menghadanginya dengan berbagai cara.


Menendangnya, mendorongnya....


Apapun Elin lakukan untuk menjaga Ilham tetap berada di dalam zona ini.


Hingga akhirnya, setelah dua menit berlalu....


Ilham mati karena kehabisan Health Point akibat [Extreme Blood Loss] dan membuat Elin menjadi pemenangnya.


...[Ilham Vs Elin]...

__ADS_1


...[Winner : Elin!]...


__ADS_2