The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 137 - Hadiah Pilihanku


__ADS_3

Aku memperlihatkan kepada Ruderioss mengenai dua barang pilihanku. Lebih tepatnya, dua buah buku dengan sampul hitam dengan sedikit corak kemerahan.


“Hmm…. Aku tak yakin bahwa dirimu akan mampu memanfaatkan kekuatan sepenuhnya dari kedua buku itu.” Ucap Ruderioss setelah memperhatikan barang pilihanku.


“Itu tidak masalah. Aku berencana untuk membagikan kekuatan ini kepada kawanku. Aku mungkin bisa menjadi lebih kuat jika memilih buku yang lain. Tapi pada akhirnya, aku akan memiliki batasan karena aku sendirian dengan kekuatan itu.” Jelasku kepada Ruderioss.


“Hahaha! Aku tak pernah melihat seorang Legenda yang membagikan kekuatan kepada orang lain! Sungguh, kau sangat menarik.” Balas Ruderioss sambil tertawa keras.


“Jadi bagaimana, apakah aku boleh memiliki kedua buku ini?” Tanyaku singkat.


“Tentu saja! Itu adalah hadiahmu! Ah, dan satu lagi.” Ucap Ruderioss sambil mengarahkan lengannya ke udara.


Nampak bahwa udara di arah tangannya mulai terbelah dan seakan membuat portal kecil. Apakah ini semacam skill Inventory bagi NPC?


Segera setelah itu, tangannya nampak menarik sebuah buku dengan sampul emas yang sangat indah. Bahkan dari ukurannya saja sudah sangat mengintimidasi siapapun yang melihatnya.


“Buku ini adalah salah satu dasar dari kekuatanku. Aku tak keberatan jika kau membagikannya kepada kawanmu. Tapi pastikanlah, dia takkan memusuhimu di masa depan.


Bagaimana pun, kekuatan ini sangatlah besar dan mampu mengguncang keseimbangan kekuatan di dunia.” Jelas Ruderios sambil menyerahkan buku itu kepadaku.


“Aku akan mengingat hal itu. Sungguh, aku sangat berterimakasih kepadamu, Naga Kuno….”


Sebelum sempat menyelesaikan perkataanku, Ruderioss segera memotongnya.


“Tak perlu menyebutkan gelarku. Panggil saja namaku. Dan sebelum kau pergi, Eric... aku ada sedikit permintaan kecil yang hanya bisa kau penuhi. Apakah kau mau mengabulkannya?” Tanya Ruderioss dengan wajah yang sangat serius.


Tanpa jeda, aku pun segera mengangguk dan menjawabnya dengan keras.


“Tentu saja! Aku akan mengabulkannya jika aku memang bisa melakukannya!”


Mendengar jawabanku, terlihat senyuman di wajah Ruderioss. Meskipun, senyuman itu nampak sedikit berbeda dari yang selalu Ia tunjukkan sebelumnya.


...***...


Aku tak pernah menyangka bahwa permintaan Ruderioss sangatlah sederhana.


“Buatlah Dungeon lalu lingkaran sihir teleportasi di dekat kuil ini. Dengan begitu, aku dapat mengunjungimu dan juga sebaliknya. Selain itu, bisakah aku meminta beberapa bawahan setia seperti Wanita yang kemari beberapa hari lalu itu?”


Itulah permintaan Ruderioss.


Tentu saja aku segera melakukan pemasangan Dungeon.


Setelah itu, aku memanggil 12 Desert Lizardmen dan Draconic. Mereka merupakan monster panggilan baru yang kuperoleh selama ada di Dunia milik Ruderioss. Tentu saja aku melakukan evolusi serta pemberian sigil.

__ADS_1


Mereka semua berada di tangga evolusi ke 3 dan di tingkat Epic. 16 diantara mereka merupakan Pria, sedangkan sisanya merupakan Wanita.


Kecerdasan mereka jauh lebih tinggi dibandingkan dengan monster tak berakal yg ada di Dunia Padang Pasir milik Ruderioss.


Tugas mereka? Hanya menemani Ruderioss untuk berbincang-bincang. Aku sudah menduga bahwa kesepian akan menggerogoti tubuhnya. Untung saja, permintaannya sederhana. Meskipun….


“Tenang saja, Eric! Aku takkan pernah mencampuri urusan dunia ini selama itu bukan hal yang sangat gawat seperti Raja Iblis yang mengamuk! Hahaha!”


‘Yah, kau baru saja mencampuri urusan dunia ini dengan memberikanku dua buku kuno serta sebuah buku skill legendaris kan? Apakah itu tidak mencampuri dunia ini?’ Pikirku dalam hati. Meskipun, aku sangat bahagia dengan hal itu.


“Bolehkah aku tahu, kau berada di pihak mana?” Tanyaku terakhir kali sebelum memasuki lingkaran sihir teleportasi di dalam Dungeon yang alakadarnya ini. Aku bahkan membuatnya hanya dalam 5 menit.


“Aku tidak berada pada pihak siapapun. Namaku adalah Ruderioss! Sang Naga Gurun Kuno yang memihak pada pengetahuan! Aku mengumpulkan dan menjaga ilmu pengetahuan serta budaya di dunia manusia ini, Eric. Siapapun dan apapun yang mengancamnya adalah musuhku.” Jelas Ruderioss dengan wajah yang sangat keren menurutku.


“Syukurlah. Kalau begitu, aku akan kembali ke tempat asalku. Sekali lagi, terimakaih banyak Ruderioss.” Ucapku sambil melambaikan tangan.


“Aku yang berterimakasih! Kini aku memiliki 24 kawan baru! Besok aku akan meminta lebih banyak kawan lagi dan kau harus bersiap akan hal itu! Hahaha!” Teriak Ruderioss sambil merangkul dua orang High Draconic yang ada di sebelahnya.


Dengan begitulah….


Perjuanganku bertahan dari ujian yang diberikan oleh Ruderioss berakhir dengan hasil yang sangat memuaskan.


Jika diingat-ingat kembali, kenapa Ruderioss menantangku? Apakah karena Ia marah aku memasuki kuilnya?


Atau mungkinkah, karena dia hanya bosan saja hidup sendirian di kuil yang sudah hancur itu?


Entahlah. Aku akan menanyakan alasannya yang sebenarnya lain waktu. Lagipula, itu bukanlah hal yang penting lagi sekarang.


Itu karena….


Sesaat setelah aku masuk ke dalam Dungeon Origin di lantai 5. Pandanganku menjadi kabur.


...[KONDISI KESEHATAN TUBUH DI DUNIA NYATA SANGAT KRITIS!]...


...[OPERATOR MESIN MEMINTA UNTUK MELAKUKAN LOG OUT SECARA PAKSA!]...


...[SISTEM AKAN MELAKUKAN LOG OUT SECARA PAKSA!]...


...[BERSIAP UNTUK MEMINDAHKAN KESADARAN]...


Notifikasi dengan jendela berwarna merah menyala itu adalah hal terakhir yang kulihat.


...***...

__ADS_1


...Desa Hige...


...Kerajaan Farna...


“Terimakasih banyak, Tuan Arlond!”


“Sungguh, anak-anakku telah lama tidak makan dengan layak!”


“Kau bahkan mengusir serbuan para Goblin beberapa hari yang lalu!”


“Hidup Tuan Arlond!”


Terlihat dengan jelas di sebuah pedesaan yang tak begitu padat akan penduduk, banyak orang sedang bersorak-sorak gembira. Mereka nampak memuji sosok seorang Ksatria pembela kebenaran yang menolong semua orang yang dalam kesulitan.


Bahkan lebih dari itu, sang Ksatria tak meminta imbalan sama sekali! Ia justru membagikan kekayaannya kepada seluruh penduduk desa.


“Kuharap, ini semua cukup untuk kalian.” Ucap Arlond.


Kini, penampilannya telah jauh berbeda jika dibandingkan dengan dirinya yang dulu. Ia mengenakan zirah Adamantite yang merupakan salah satu logam tingkat tinggi. Kekerasannya jauh melebihi Mithril.


Zirah berwarna perak dengan lambang naga itu menutupi hampir seluruh tubuhnya dengan baik. Sedangkan perlengkapan yang lainnya?


Helm, sepatu, perisai, pedang, aksesori….


Semuanya berada pada tingkatan Unique dan dibuat dengan bahan kualitas tinggi. Tentu saja, pembuatnya adalah Tasmith.


Di saat desa ini sedang merayakan prestasi Ksatria bernama Arlond itu, sekelompok penunggang kuda nampak bergerak mendekati desa ini.


Jumlah mereka sebanyak 20 orang dengan komandan yang menggunakan zirah berlapiskan emas. Di bagian dada mereka, nampak lambang api merah. Itulah Ksatria Fraksi Keluarga Kerajaan.


“Aku mendengar ada serbuan Goblin yang mengenakan persenjataan yang lengakap. Tapi sekarang ada apa dengan situasi ini?!” Tanya komandan pasukan itu sambil turun dari kuda.


“Ah! Tuan Thyrfas! Ksatria ini telah menyelamatkan kami dari serbuan ratusan Goblin! Tak hanya itu, Ia juga menyelamatkan kami dari kelaparan.” Ucap Kepala Desa Hige.


Seketika, wajah komandan Ksatria, Thyrfas nampak sangat terkejut.


Tanpa disangka, Ia segera membungkukkan badannya kepada Arlond.


“Terimakasih telah menyelamatkan Desa ini. Bolehkah aku tahu siapa namamu?” Tanya Thyrfas.


“Arlond. Namaku adalah Arlond, seorang Ksatria Pengembara.” Jawabnya dengan tegas.


Dan begitulah, awal mula Arlond sang Ksatria Pengembara yang diangkat menjadi seorang Baron karena jasa-jasanya menyelamatkan tidak hanya Desa Hige. Tapi juga beberapa Desa yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2