
“A-apa maksudnya ini Tasmith?!” Teriakku kepada Tasmith setelah melihat mahkota pesananku. Ya, untuk pelindung kepala aku memesan sebuah mahkota kepada Tasmith. Meskipun memiliki kemampuan pertahanan yang rendah, harapanku yaitu mampu memberikan efek lain yang mendukungku sebagai seorang Dungeon Master.
“Itu adalah mahkota pesananmu.” Jawab Tasmith sambil mengerjakan batu permata di hadapannya.
Bentuk mahkota ini jauh lebih mengerikan daripada bayanganku. Warnanya hitam pekat dengan sedikit cahaya ungu yang keluar dari tiap alur yang ada. Bentuknya bahkan tidak indah sama sekali. Justru mengerikan.
“Jika aku mengenakan mahkota hitam ini dengan Obsidian Armor, aku akan nampak seperti seorang iblis….” Ucapku sambil menghela nafas. Tentu saja aku ingin terlihat seperti seorang pahlawan, tapi semua ini?
“Bukankah itu terlihat lebih keren?” Balas Tasmith tanpa melihat ke arahku sama sekali.
Aku hanya diam mendengar jawabannya. Meski begitu, efek yang diberikan oleh Item ini cukup bagus mengingat aku tidak memiliki item pelindung kepala sama sekali hingga sekarang.
[Wicked Crown of Malice +10]
[Rarity : Unique]
[Pembuat : Tasmith]
[Atribut]
Defense : + 320
Health Point : + 8.000
Mana Point : + 40.000
Mana Regeneration : + 100%
[Efek Khusus]
Wicked Aura
Efek : Meningkatkan aura kejahatan yang dipancarkan dari pengguna item. Mengurangi afinitas dengan NPC sisi baik sebesar 99% dan meningkatkan afinitas dengan NPC sisi jahat sebesar 99%.
“Bukankah efek Item ini benar-benar menginginkanku menjadi seorang penjahat?! Tidak! Item ini akan menjadikanku sebagai penjahat!” Teriakku sambil memegangi mahkota itu dengan kedua tanganku.
“Sudah, tenanglah. Yang penting efek itemnya cukup bagus kan? Siapa yang peduli jika kau menjadi jahat? Bukankah semua bawahanmu merupakan monster?” Tanya Tasmith. Bahkan hingga sekarang Ia tidak melihat ke arahku sama sekali.
“Ah, ya benar juga sih.”
“Kalau begitu tidak akan ada masalah kan? Untuk pelindung tangan dan kaki aku masih butuh waktu beberapa minggu. Kembalilah lain kali. Ah dan juga kalung pesananmu juga belum siap. Sana pergi dari sini. Kau hanya mengganggu pekerjaanku.” Balas Tasmith sambil melambaikan tangan kirinya untuk mengusirku.
“Baiklah, terimakasih Tasmith.”
__ADS_1
“Ya ya ya.”
Aku pun pergi meninggalkan tempat kerja Tasmith sambil mengenakan mahkota jahat itu. Jujur saja jika dilihat-lihat dengan baik aku nampak cukup keren dengan mahkota ini. Tapi tentu saja di atas kepalaku terpampang nama Eric dengan warna merah menyala karena peperangan pada saat membantu Chris.
“Sekarang aku nampak seperti penjahat sungguhan. Hahaha…. Sekarang, apa yang sebaiknya kulakukan? Elin masih belum bisa Log In, mungkin aku akan jalan-jalan keluar?” Ucapku pada diriku sendiri.
“Sisa koin emasku…. 8.742. Cukup banyak juga. Mungkin nanti aku akan menarik 1.000 koin emas. Aku perlu membiayai Rina dan juga kebutuhan lainnya.”
“Tapi pusing juga ya, aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Jujur saja melihat statusku ini aku sudah seperti seorang Boss Dungeon sungguhan. Tapi aku hanya memiliki 2 sihir. Windtalk dan Lightning Strike. Mungkin aku harus membeli buku sihir yang baru?”
Aku terus menerus berbicara pada diriku sendiri. Tidak ada siapapun di sisiku. Semua monster sedang bekerja keras. Bahkan Oliver masih sibuk mengurus berbagai hal mengenai pengembangan Dungeon ini.
“Sialan, aku juga tidak bisa keluar dari sini karena Inquisitor itu… tunggu. Chris!” Ucapku sambil berdiri dari dudukku.
[Chris, aku ingin membeli beberapa buku sihir tapi aku terjebak oleh suatu hal. Bisakah kau menjemputku?]
Itulah pesan yang kukirimkan kepada Chris.
Tanpa kusangka, Chris menjawabnya dengan begitu cepat.
[Soal terjebak…. Jangan katakan padaku bahwa kau yang dicari oleh Inquisitor itu?]
[Hah? Bagaimana kau tahu?] Balasku.
[Dasar…. Inquisitor itu mengelilingi seisi kerajaanku selama beberapa minggu. Pada akhirnya dia tidak menemukan apapun. Tentu saja aku dapat lolos karena bantuan Neo.]
[Ya, tapi aku ingin kau menjelaskan semuanya kepadaku. Aku akan segera mengirim Alice kesana. Bagikan saja koordinatmu.]
Segera setelah aku memberikan koordinatku, muncul lingkaran sihir dengan cahaya biru yang indah. Dibalik cahaya yang membalutnya dengan lembut, muncul 2 orang Pria dan seorang Gadis.
Tapi hal pertama yang mereka lakukan adalah….
“A-apa maksudnya ini?! Kota monster di bawah tanah?”
“Hah? Siapa kau?! Iblis?! Bersiap untuk pertarungan!”
“Apakah Eric sedang bertarung dengan mereka?!”
Reaksi mereka membuatku sadar. Peradaban monster memang hal yang aneh di dunia ini. Itu karena pada umumnya Player akan menebas monster untuk mencari EXP dan menghasilkan uang. Untuk tinggal dan hidup bersama monster? Tentu saja itu tidaklah mungkin.
“Eric! Bertahanlah! Aku akan menyelamatkanmu!” Teriak Chris dengan lantang.
“Tidaaaaaak! Chris tolong aku!” Alice berteriak histeris melihat sekelilingnya penuh dengan monster.
__ADS_1
Dari mereka bertiga, hanya Neo yang terdiam.
“Uh, maaf mengganggu kemeriahan kalian tapi akulah Eric. Apakah kalian lupa bahwa aku seorang Summoner?” Tanyaku merasa kesal dengan tingkah mereka.
“Te-tentu saja aku tidak lupa! Hahaha….” Jawab Chris sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Meski begitu, aku tidak menyangka bahwa kau bisa membangun suatu kota dengan monster panggilanmu. Aku pikir mereka hanya bisa digunakan untuk bertarung.” Lanjut Chris.
“Yah, ceritanya panjang. Bisakah kalian membawaku ke wilayah kerajaan kalian?”
“Tentu saja, Eric. Aku akan selalu menyambutmu. Ayo kemari.” Ucap Chris.
Neo sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun sejak muncul dari balik lingkaran sihir itu. Mungkin dia telah mengetahui jati diriku yang sebenarnya? Statusku? Yah, siapa peduli. Mereka juga bukanlah musuhku.
“Ah sebelum itu, Summon!”
Aku memanggil 5 ekor goblin yang semuanya telah kuevolusikan ke tingkat 3. 3 diantaranya menjadi Goblin Knight tingkat Epic dan 2 diantaranya menjadi Goblin Magician. Aku juga menghabiskan beberapa Full Mana Potion. Tapi itu bukanlah hal yang besar bagiku sekarang.
Aku segera mengeluarkan beberapa Item dari Inventoryku untuk mereka kenakan. Pedang dan perisai, tongkat sihir serta zirah. Item ini merupakan produk dari para Kobold Smith yang seharusnya dijual nanti. Tapi tak masalah jika aku menggunakannya sendiri kan? Tentu saja karena semua ini milikku.
“Kau, tinggalah disini dan beritakan kepada seluruh penduduk bahwa aku akan pergi lagi selama beberapa waktu. Selain itu, bergabunglah dalam bagian pertahanan.” Ucapku kepada seekor Goblin Knight di hadapanku.
“Baik, Tuanku.” Jawabnya singkat lalu pergi meninggalkanku.
“Untuk kalian berempat…. Soul Container.” Ucapku sambil menggunakan Skill penyimpanan jiwa. 4 Goblin itu segera masuk ke dalam tubuhku dan menunggu hingga mereka kupanggil saat dibutuhkan. Aku merasa pemanfaatan skill Soul Container ini sudah benar.
Menyiapkan prajurit kuat lalu memanggil jika dibutuhkan. Jika pertarungan langsung tentu saja aku tidak bisa menunggu puluhan detik untuk melakukan evolusi pada tiap monster yang kupanggil.
Chris dan Alice nampak terkejut setelah melihatku memanggil prajurit yang kuat semudah itu. Tentu saja Neo masih membatu. Bahkan aku penasaran apakah itu benar-benar Neo atau hanya sebuah patung.
Aku pun segera masuk ke dalam lingkaran sihir yang telah disiapkan oleh Alice.
‘Ah, benar juga. Elin berkata bahwa aku tidak sebaiknya bergantung pada Chris. Kalau tidak salah alasannya karena jika Ia mengetahui kekuatanku yang sebenarnya, maka Chris akan memanfaatkanku ya? Tapi siapa peduli. Bukankah Elin juga sudah memanfaatkanku untuk menghasilkan uang bagi dirinya sendiri?’
Bersamaan dengan perkataanku dalam hati, cahaya biru yang lembut itu membungkus kami berempat.
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
__ADS_1
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...