
“Apa yang harus kulakukan?” Ucapku pada diriku sendiri.
“Elin sedang bertarung di sana, tapi aku… apa yang bisa kulakukan? Ah benar, aku harus menggunakan Skill : Demon Summoning ketika situasinya mulai memburuk. Apakah saat ini situasi sudah buruk? Aku tidak tahu….”
Aku pun terus menunggu saat ketika Elin memberikanku arahan atas apa yang harus kulakukan. Aku sadar bahwa aku tak dapat melakukan apapun tanpa bantuannya.
Di sisi lain.
‘Slash! Slash!’
“Aarrrgghh!”
“Siapapun hentikan perempuan gila itu!” Teriak salah seorang pemanah.
Tapi Elin tidak memperdulikannya, Ia terus menebas musuh dengan menggunakan Crystal Dagger yang berada di kedua tangannya. Gerakannya yang sangat cepat mustahil untuk diikuti oleh para pemanah yang tidak ahli dalam pertarungan jarak dekat.
Meskipun situasi nampak seperti pembantaian sepihak, hanya Elin yang mengetahui betapa mengerikan kondisinya saat ini.
‘Sialan, aku mulai kehabisan staminaku, jika aku harus meminum stamina potion di sini sama halnya aku menyerahkan nyawaku.’ Pikir Elin dalam hati.
Meneguk Stamina Potion memang dapat mengembalikan poin stamina yang telah mulai berkurang. Akan tetapi butuh waktu untuk meneguknya sehingga memberikan celah yang besar kepada Elin.
‘Selain itu apa-apaan pria besar ini! Bukankah dia terlalu kuat?’ Pikir Elin sembari memperhatikan pergerakan orang dengan zirah perak dan bercorak emas.
Ya, Pria itu adalah Jendral Burner.
“Ada apa Nona kecil? Apakah kau sudah mulai kehabisan nafas?” Tanya Jendral Burner kepada Elin yang nampak jelas mulai kelelahan.
“Aku akan mengalahkanmu sebelum staminaku habis!” Teriak Elin sambil mengacungkan belatinya yang berwarna biru indah itu kepada Burner.
“Hahaha! Aku akan menantikannya!” Teriak Burner sambil melaju kencang untuk menebas Elin.
Burner hanya menggunakan sebilah pedang berukuran besar tanpa perisai. Hal ini dikarenakan zirahnya yang sangat tebal dan kuat sudah mampu untuk melindungi seluruh tubuhnya. Yang dibutuhkannya hanyalah kekuatan serang yang besar.
Benar, pedang besar yang Burner kenakan mampu memberikan damage yang mengerikan. Terlebih lagi jika lawannya adalah seorang Assassin dengan pertahanan yang tipis.
[Anda telah menerima 7411 damage!]
[Anda telah menerima damage yang sangat besar!]
[Anda menderita efek Stun selama 2 detik!]
Elin yang terus menerus menghindar dari tadi kini terhempas oleh tebasan pedang besar Jendral Burner. Notifikasi yang mengerikan muncul di hadapannya.
HP yang dimiliki oleh Elin sebesar 14.600 sehingga satu tebasan yang diberikan oleh Jendral Burner ini sangat mengerikan baginya.
“Sialan, kenapa NPC ini begitu kuat?” Teriak Elin menghadapi krisis yang mengerikan ini.
‘Eric…. Situasi ini sangatlah buruk bagi kita! Segeralah gunakan Demon Summoning! Jika hasilnya memang buruk… setidaknya…. Kita bisa mati bersama.’ Pikir Elin sambil menunggu efek Stun yang Ia derita menghilang.
Di hadapannya terdapat seorang pria besar dengan zirah yang kokoh.
Jendral Burner. Seorang veteran perang. NPC yang tidak bisa diremehkan siapapun.
“Ada apa Nona kecil? Apakah sudah menyerah?” Ucap Burner sambil tersenyum lebar, yakin akan kemenangannya saat ini.
Sesaat sebelum efek Stun menghilang, Burner memegang leher Elin dan mengangkatnya setinggi mungkin. Setelah itu, Ia berteriak dengan kencang.
“Seluruh pasukan! Komandan dari musuh telah berada di genggamanku! Berjuanglah! Karena kemenangan sudah ada di depan mata!” Teriak Jendral Burner dengan sangat lantang.
“Wuooh! Jendral Burner!”
“Sungguh luarbiasa dari Anda! Jendral Burner!”
Seluruh pasukan Federasi berteriak dengan penuh semangat. Mereka semua sudah yakin bahwa kemenangan sudah ada di depan mata.
Elin yang berusaha untuk melepaskan cengkraman kuat dari tangan Jendral Burner berakhir sia-sia. Ia tak mampu untuk melepaskannya.
[Anda menerima 429 damage!]
[Anda menerima 381 damage!]
__ADS_1
[Anda menerima …. ]
Notifikasi terus bermunculan di depan Elin.
Pasukan goblin yang berniat untuk menyergap dari Selatan telah dihadang dengan rapi oleh prajurit pejalan kaki yang membentuk dinding perisai. Begitu juga yang menghadap ke arah Utara.
Pemanah yang berada di tengah-tengah dinding perisai itu mampu melontarkan serangannya dengan aman dan nyaman, tanpa adanya bahaya dari Elin yang sedari tadi mengamuk.
Para Ksatria berkuda itu bergerak kesana kemari membantai apapun yang ada di hadapannya. Goblin yang kecil dan lemah itu bukanlah saingan bagi Ksatria berkuda yang memiliki perlengkapan yang kuat.
Begitu pun prajurit pertahanan yang daritadi hanya menutupi telinga dan matanya karena ketakutan melihat kengerian di hadapan mereka. Wajar saja, mereka adalah NPC yang hanya memiliki 1 nyawa, tidak seperti Player yang dapat dihidupkan kembali.
Kematian adalah akhir bagi mereka.
Bersembunyi dibalik tembok tanpa membantu pasukan goblin itu adalah hal terbaik untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Situasi benar-benar tak ada harapan. Kemenangan merupakan suatu hal yang mustahil.
‘Sialan! Apakah hanya sampai sini saja?’ Pikir Elin dalam hati sambil menutup kedua matanya secara perlahan.
‘Eric…. Aku percaya padamu…. Tolonglah, Eric…. Aku….’ Elin sudah mulai kehilangan kesadarannya karena cekikan dari tangan Burner. Selain itu, HP milik Elin terus menerus berkurang dan kini berada di angka yang kritis.
Akan tetapi….
Tiba-tiba Jendral Burner melepaskan tangannya.
“Demi para Dewa! Apa-apaan itu!” Teriak Jendral Burner dengan mata yang terbuka lebar.
“Kuhk! Uhuk!” Elin batuk dengan keras setelah terlempar ke tanah.
“A-apa yang dia lakukan? Kenapa tiba-tiba melepaskan….” Belum sempat menyelesaikan perkataannya, mata Elin tertuju ke suatu arah. Terdapat cahaya berwarna ungu dengan ukuran yang sangat besar. Di padang rerumputan yang luas ini, muncul sebuah lingkaran sihir berukuran sangat besar.
“A-apa… apa-apaan itu?!” Teriak Elin kaget.
Memahami situasi para pasukan yang masih terheran-heran dengan lingkaran sihir berwarna ungu itu, Elin segera pergi dan meninggalkan medan pertempuran untuk mencari lokasi aman.
...***...
“Aku… aku harus melakukan sesuatu! Benar, Elin sudah berpesan kepadaku!” Ucap Eric pada dirinya sendiri.
Eric pun segera menganalisa situasi yang sedang terjadi.
“Situasi ini sangat buruk, kita tidak akan mungkin memenangkan pertempuran ini. Oleh karena itu, setidaknya aku harus mencoba Skill : Demon Summoning yang dibilang Elin cukup berbahaya ini. Semoga saja hasilnya mampu membalikkan keadaan!” Teriak Eric pada dirinya sendiri.
“Mana Link milik Elin masih terhubung denganku. Manaku jika digabung dengan milik Elin saat ini…. 72 ribu. Cukup untuk menggunakan skill itu!”
Setelah menyiapkan hati dan pikiranku, aku segera mengaktifkan skill itu.
“Demon Summoning!”
Seketika, muncul jendela notifikasi di depan Eric.
Jendela berwarna kekuningan dan tembus pandang itu merupakan jendela notifikasi yang dijumpai siapapun. Yang membedakan hanyalah isi pesannya.
[Anda telah menggunakan Skill : Demon Summoning]
[Tolong persiapkan persembahan jiwa yang akan Anda berikan sebagai tumbal!]
“Hah? Jiwa untuk tumbal? Apa maksudnya ini?” Tanyaku heran. Wajar saja karena tidak ada informasi mengenai hal ini di bagian skill.
[Jiwa yang dapat ditumbalkan : Jiwa yang memiliki kesetiaan kuat kepada Anda.]
Notifikasi sistem yang muncul berikutnya memperjelas situasi.
“Ah, jadi aku bisa menumbalkan goblin yang telah aku panggil? Jujur saja sedikit disayangkan jika menumbalkan mereka, tapi apa boleh buat. Mereka juga akan dibantai jika dibiarkan seperti ini.” Ucapku pada diriku sendiri.
“Baiklah sistem! Aku akan menumbalkan seluruh pasukan goblin milikku yang ada di padang rumput ini! Ah, kecuali Goblin Shaman! Kau akan masuk ke dalam Soul Container untuk situasi mendesak!” Teriakku sambil menunjukk seluruh goblin yang ada di sekitar sini.
Setelah itu, sistem kembali memunculkan notifikasi.
...[Persembahan jiwa telah diterima dengan baik!]...
__ADS_1
...[24.681 jiwa Goblin telah diterima!]...
Seketika, seluruh goblin yang masih berdiri dan bertempur berubah menjadi cahaya, menandakan kematian mereka.
...[Lesser Demon : Gremlin telah menerima panggilan Anda!]...
【Gremlin】
Rarity : Rare
Level : 124
Stats Growth :
STR : 10
AGI : 7
INT : 12
VIT : 8
STA : 6
DEX : 4
“Wah! Gila! Kekuatannya sangat luarbiasa. Level yang tinggi serta growth yang luarbiasa. Dengan ini mungkin aku bisa membalikkan keadaan peperangan ini!” Teriakku puas melihat informasi iblis yang akan muncul di hadapanku.
...[Gremlin akan segera memanifestasikan diri di du….]...
Tiba-tiba, jendela menu yang ada di hadapanku mengalami Error. Jendela menu seakan pecah dan berubah warna menjadi merah, memunculkan banyak notifikasi aneh di hadapanku.
...[ERROR! ERROR!]...
...[PEMANGGILAN GAGAL!]...
...[ERROR!]...
...[ER!$&@!(:?)]...
“Hah? Apa-apaan ini?” Aku yang melihat notifikasi jendela sistem seakan rusak mulai merasa merinding.
Benar saja, sistem game Re:Life yang dijalankan oleh Super Computer : Genesis dikenal tidak memiliki kesalahan apapun.
Akan tetapi, notifikasi sistem yang rusak dengan warna merah menyala itu terus bermunculan di hadapanku.
Hingga akhirnya.
...[Demon King : Behemoth mencoba untuk memanifestasikan dirinya di dunia ini!]...
...[Portal dari dunia bawah akan dibuka secara paksa oleh Behemoth!]...
...[Behemoth mencoba untuk keluar dari dunia bawah!]...
Lingkaran sihir dengan ukuran yang sangat besar seketika muncul di padang rumput tempat pertempuran itu. Lingkaran sihir itu memiliki warna ungu yang gelap serta dibalut dengan cahaya keunguan yang menjulang tinggi.
“Hah? Raja Iblis? Apa-apaan ini?” Teriakku kebingungan dengan situasi ini.
Belum selesai kebingungan, notifikasi yang mengguncang seisi dunia Re:Life muncul dihadapan seluruh pemain.
...【WORLD BOSS : BEHEMOTH’S RIGHT HAND TELAH MUNCUL DI DUNIA INI!】...
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
__ADS_1
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...